
JASON POV
Aku menatap jalanan, meski begitu pikiranku masih selalu dibayangi wajah lugu gadis itu. Sebenarnya apa yang dirasakan gadis itu kepadaku??!! Kenapa sikapnya terkadang begitu manis, tapi terkadang mendadak berubah menjauh.
Mungkin benar yang Derry bilang, Wulan butuh untuk diyakinkan. Tapi memangnya aku kurang meyakinkan??
Aku sudah pernah bilang kan kalau aku mencintai dia? Apa itu belum cukup?Aku harus seperti apa lagi memangnya?
Apa harus seperti tokoh di film, membawa sebuket bunga dan coklat? Atau sekalian membawa cincin dan melamarnya?? Ahh konyol sekali..
Tapi...mungkin tidak ada salahnya dicoba.
Pikiranku terlalu sibuk oleh gadis itu sampai aku terlambat menyadari, kenapa lampu kendaraan dari arah depan begitu dekat dan menyilaukan??
Kenapa mobil itu begitu cepat dan berada disisi yang salah??
"Aaaaaaaaahhhhhhh" Hanya itu yang mampu aku ucapkan sepersekian detik sebelum akhirnya sadar kendaraan itu bergerak cepat menabrak mobilku.
"CKIIIITTT BRRUUAAAKKKK"
Suara benda keras saling berbenturan begitu keras, dengan suara kaca yang bergemeretak hancur berkeping. Kedua tanganku yang reflek menghalau di depan wajah tentu tidak berarti banyak, nyatanya tubuhku terhentak dan terbebtur begitu kuat dan...
------
------
------
------
__ADS_1
Brokkk...Brook....Brook..
"Ada satu orang nih"
"Pak, apa anda baik-baik saja?"
"Kayaknya dia pingsan deh"
"Keluarin, keluarin!!!"
Suara-suara bising terdengar di telingaku, apa yang terjadi?
Aku tidak bisa bergerak, rasanya tubuhku mati rasa terhimpit sesuatu, bahkan untuk mengangkat kepala saja sulit.
Aku dimana?
Mereka siapa?
Sesuatu yang basah mengalir dari pelipisku yang berdenyut melewati mata dan hidungku, baunya anyir.
Semuanya kabur.
---
"Masih nafas nih"
Beberapa orang mengangkat tubuhku yang mati rasa.
Untuk sesaat aku lupa apa yang terjadi. Tapi kemudian pemandangan didepan mataku yang dengan susah payah ku buka, membuat aku sadar. Terjadi tabrakan antara mobil tadi dengan mobilku.
__ADS_1
"Bapak masih sadar kan? Sabar ya pak, sebentar lagi ambulan datang" ucap seorang lelaki yang ikut mengangkat ku ke tepian jalanan.
Aku hanya pasrah, beberapa bagian tubuhku rasanya begitu nyeri, beberapa bagian lain justru mati rasa.
Seseorang membantu menyangga badanku yang lemah, sebuah pemandangan yang mengerikan didepan mata.
Mobilku ringsek bagian depan menabrak bahu jalan, sementara mobil minibus yang tadi menabrak tampak terguling terbalik mengerikan.
Sepertinya pengemudinya terpental, seorang laki-laki yang mungkin usianya sedikit lebih tua dariku.
Beberapa orang tampak memastikan apakah lelaki itu masih hidup atau.....
Mendadak aku begitu takut, takut sekali.
Lelaki itu dengan darah tercecer yang cukup banyak disekitarnya, kejadian ini, kecelakaan yang mengerikan Ini membuatku mengingat kejadian kecelakaan yang menimpa bang Raymond.
Semoga tuhan berbaik hati dan menyelamatkan orang itu, seperti Tuhan masih menyelamatkan aku meskipun dengan kondisi yang terbilang parah seperti ini.
Beberapa saat ambulan dan polisi datang di tempat ini.
Petugas dari rumah sakit lebih dulu mendekat kearah lelaki yang bersimbah darah itu. Beberapa polisia juga tampak mendekat.
Aku tidak cukup mendengar apa yang mereka katakan, tapi beberapa saat lelaki itu dimasukan ke sebuah kantong jenazah
KANTONG JENAZAH??? Itu artinya.....
Aku ketakutan setengah mati, rasanya badanku menggigil. Rasa trauma atas kejadian yang menimpa bang Raymond seperti sebuah rekaman film horor yang diputar kembali di memori otakku.
Abang....bang Raymond....
__ADS_1
Rasanya sesak dan semuanya mendadak gelap!