My Beloved Baby Sitter

My Beloved Baby Sitter
Eps. 48


__ADS_3

"kita pulang" ucap Jason tanpa memperdulikan pesta itu lagi.


Wulan hanya mengangguk, tangannya masih menggamit lengan Jason.


Keduanya berjalan menuju tempat dimana Bianca berada, mengambil sebuah tas tangan kecil milik Wulan yang masih tertinggal di kursinya tadi.


Bianca berdiri, memaksakan sebuah senyuman canggung di wajahnya yang gugup ketika Jason menatapnya dengan tatapan yang dingin.


"Kami permisi nona Bianca" ucap Jason pada Bianca dengan formal, tanpa senyuman dan wajah ramah.


"Ta...tapi, Wulan kita pulang sama-sama, aku yang ngajak kamu kesini, aku yang akan bertanggung jawab mengantar kamu pulang" sergah Bianca sambil tangannya terulur menggenggam pergelangan tangan Wulan.


"Tidak perlu, saya yang akan mengantar tunangan saya pulang" ucap Jason.


"Oh dan satu lagi, saya rasa lebih baik hubungan kita hanya terfokus pada kerjasama perusahaan saja, tidak perlu terlalu jauh apalagi mencampuri urusan pribadi, saya lihat anda punya banyak kenalan disini jadi tidak perlu terlalu merepotkan tunangan saya, permisi" ucap Jason dengan begitu tegas membuat wajah Bianca memucat.


Gadis itu tidak menyangka, bahwa Jason akan mengucapkan hal semacam itu.


Lelaki itu benar-benar dingin, tepat seperti yang orang-orang katakan.


Ahh, kali ini Wulan benar-benar beruntung. Arya, putra Monica datang di waktu yang tidak tepat, di waktu yang benar-benar mengacaukan bagi Bianca.


Dan lagi, gadis itu benar-benar beruntung Jason datang dan membuat bungkam seluruh awak media di depan sana.


Tapi..bagaimana Jason bisa datang secara tiba-tiba??


Bukankah lelaki itu terkenal tidak terlalu suka acara semacam ini???


Pikiran-pikiran itu menghiasi benak bianca.

__ADS_1


Sudut mata Ibram terus menatap Wulan dari kejauhan, gadis itu melangkah pergi bersama Jason.


Ibram merasa lelaki itu sudah benar-benar keterlaluan memanfaatkan gadis sepolos Wulan dalam sandiwara besar yang kini sudah menjadi topik utama yang paling hangat di kalangan media.


Dan yang terburuk adalah, Monica Darmawan, ibunya sendiri entah sengaja atau tidak ikut ambil bagian dalam menyudutkan gadis polos yang telah mencuri simpatinya itu.


Kini Ibram mulai mengerti, tentang semua yang Wulan ceritakan tempo hari.


Alasan kenapa gadis itu bisa berada di gedung apartemen yang sama dengannya dan semua rencana yang dibuat Jason untuknya.


Benang merah dari seluruh masalah itu terjawab sudah. Tapi keterlibatan ibunya dalam hal ini benar-benar membuat lelaki berkacamata itu muak.


Beruntung Ibram datang tepat pada waktunya.


Flashback on


Ibram mengetuk-ngetukkan jarinya pada meja kecil di hadapannya, matanya menatap ke sembarang tempat meskipun layar laptop masih menyala dan menampilkan sesuatu yang sedang dikerjakannya.


Dengan cepat diraihnya ponsel yang tergeletak di tepi ranjang.


Puluhan panggilan dan deretan pesan dari ibunya pada aplikasi chat terpampang pada layar persegi itu.


Lelaki itu berdecak kesal, ibunya memintanya untuk menghadiri acara grand opening butik baru.


Atau lebih tepatnya sebuah pesta sosialita yang tidak penting menurut Ibram.


Setelah beberapa saat menimbang, lelaki itu bangkit menyambar sebuah jas dan berlalu.


Mungkin datang sebentar saja tidak ada salahnya, tidak perlu persiapan yang berlebihan, toh penampilannya sudah cukup tampan seperti biasanya.

__ADS_1


Datang, menemui ibunya sebentar kemudian pulang, setidaknya itu rencana awalnya.


Tapi tiba-tiba semua berubah dan melenceng jauh dari rencananya ketika dia sampai di gedung tempat acara itu berlangsung.


Monica sedang berada di panggung acara, tapi seorang gadis yang wajahnya begitu familiar berada tepat disamping ibunya!! Entah apa yang terjadi.


Ibram mulai sedikit mendekat, dahinya berkerut tak mengerti, gadis itu benar-benar Wulan, dengan dandanan yang tampak berbeda dari biasanya.


Ya, tampak seperti beberapa kali terakhir mereka bertemu di apartemen. Wulan memang jauh lebih cantik akhir-akhir ini. Sangat berbeda dengan hari-hari kerja yang mereka lalui bersama di kediaman Jason.


Tapi Wulan tampak gugup dan sangat ketakutan, dan Ibram tahu sesuatu yang buruk terjadi disana yang memaksanya untuk bergegas mengeluarkan gadis itu dari masalah yang memojokkannya, membuatnya mau tidak mau akhirnya menampakkan dirinya pada tamu ibunya dan media yang meliput.


Sesungguhnya Lelaki itu benci menjadi pusat perhatian, benci dikenal hanya sebagai seorang pewaris perusahaan keluarga, benci dikenal karena nama besar kedua orangtuanya.


Hingga membuatnya menjauh dan lebih memilih jalan hidupnya sendiri meskipun ditentang berkali-kali oleh orangtuanya.


Orangtua yang selalu mementingkan status sosial, itu benar-benar membuat Ibram alias Arya muak.


Membuatnya tidak ingin dikenal dan mengenal semua orang dengan urusan bisnis orangtuanya.


Itulah sebabnya Ibram tidak tahu apapun tentang Jason hartono dan latar belakangnya, begitupun sebaliknya.


**Flashback off.


Hallo kakak-kakak readers yang baik hati dan tidak sombong , jadi ceritanya novel ini akhirnya udah berhasil dikontrak, itu semua berkat kakak-kakak semua yang sudah setia dengan feedback nya selama ini.


Jadi author mohon dukungannya selalu ya πŸ€—.!!!


Author nggak minta banyak kok, cuma minta bantuan LIKE,KOMEN,VOTEnya. karena itu semua yang mempengaruhi performa sebuah novel.

__ADS_1


Jadi mari kita saling membahagiakan satu sama lain.heheheπŸ€—πŸ€—


makasih semuanya πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ™πŸ™πŸ™**


__ADS_2