My Beloved Baby Sitter

My Beloved Baby Sitter
Eps.35


__ADS_3

Ting..Tong...


Suara bell mengagetkan Wulan yang tengah memandangi bingkai-bungkai foto di kamar Jason.


Wulan bergegas bangkit setengah berlari untuk segera tahu siapa tamunya itu.


"Mbak indah?" Seru Wulan setelah mendapati wajah cantik dengan senyum ramah di hadapannya.


"Hai" sapa Indah sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam apartemen milik bossnya itu.


"Ini, sesuai perintah boss" ucap indah sambil mengulurkan empat buah tas belanjaan dengan brand butik ternama terpampang pada tas tersebut.


Wulan menjulurkan tangannya untuk meraih tas yang dia yakini berisi baju-baju untuknya.


"Nggak salah mbak? Ini banyak banget" kata Wulan sambil tangannya membuka-buka semua isi tas yang dibawa indah.


"Kamu nggak usah protes, semua sesuai apa yang diperintahkan pak Jason. Kita cukup me-ma-tu-hi" jawab indah sambil menekankan kata-katanya.


"Bukan gitu mbak, tapi ini kebanyakan. Emang nona Bianca mau ngajak jalannya berhari-hari apa??" Sanggah Wulan tak mau kalah.


"Siapa tahu" jawab indah enteng.Wulan hanya melotot tidak habis pikir.


"Oh iya satu lagi, nih" ucap indah sambil mengulurkan satu pouch makeup lengkap dengan makeup kit yang sedari tadi berada didalam tas besar miliknya.


"Duh mbak, bedak sama lipstik aja kan cukup" protes Wulan lagi.


"No..gak bisa gitu dong, sebagai tunangannya pak Jason kamu harus tampil secantik mungkin" seru indah.


"Bener juga sih, tapi aku nggak bisa pakai makeup" ucap Wulan lirih.


"Sini aku ajarin" ucap indah sambil mendudukkan Wulan di kursi.


Indah mengajari Wulan tentang semua jenis-jenis make up yang dibawanya.


Tentang bagaimana urutan pemakaiannya.


Wulan hanya memperhatikan sambil sesekali mengangguk.


Indah tersenyum geli mendapati gadis polos dihadapannya itu seperti murid yang patuh mendengarkan penjelasan dari gurunya.


'pantes pak Jason jatuh hati pada gadis ini, dia begitu polos dan wajahnya yang lugu memang terlihat cantik' batin indah sambil menyapukan kuas di wajah Wulan.


"Wah, kamu memang benar-benar cantik Wulan" ucap indah sambil tersenyum puas melihat hasil karyanya pada wajah Wulan.

__ADS_1


Wulan menatap pantulan wajahnya di cermin sambil tersenyum sendiri.


"Mbak Indah hebat, bisa ngerias seperti perias profesional" ucap Wulan sambil berdecak kagum.


Ini kedua kalinya Wulan melihat wajahnya tampak begitu berbeda dengan riasan seperti itu.


"Semua perempuan kan pengen terlihat cantik, makanya kamu juga harus belajar makeup dong" jawab indah.


"Kruuukkk"


Terdengar suara perut Wulan disela-sela perbincangan mereka, yang membuat kedua wanita itu tergelak.


"Kamu lapar ya? Ayo kita makan dibawah" ucap indah.


Wulan hanya mengangguk menuruti ucapan sekertaris tuannya itu.


Bagaimanapun memang perutnya sudah berteriak minta diisi.


Indah mengajak Wulan untuk makan di kafe di sekitar apartemen itu.


"Emm, wulan kamu punya pacar?" Tanya indah memancing gadis pujaan bossnya itu.


Wulan hanya menggeleng sedikit malu mendapat pertanyaan pribadi seperti itu.


Sebenarnya Wulan merasa ragu untuk menjawab, tapi dia berpikir mungkin tidak ada salahnya sedikit mengungkapkan rasa dihatinya pada sesama wanita, terlebih Wulan menganggap indah adalah orang yang baik.


"Ada sih mbak, tapi..." Ucapan Wulan menggantung.


"Tapi? Apa?" Indah merasa bersemangat dan tidak sabar.


"Tapi kayaknya nggak mungkin bisa bersatu deh mbak" ucap Wulan lirih.


Air muka gadis itu berubah sendu.


"Memangnya kenapa?" Tanya indah penasaran.


"Soalnya dia sudah punya istri" ucap Wulan lagi.


Indah cukup terkejut bahwa gadis sepolos Wulan ternyata mencintai seorang pria beristri.


Ya, meskipun cinta tidak bisa disalahkan karena yang salah adalah orangnya jika perbuatan itu dilanjutkan.


'jadi itu sebabnya dia nolak pak Jason, karena ada orang lain yang dia sukai' batin indah.

__ADS_1


Mereka terdiam cukup lama sambil menikmati makan siang dihadapannya masing-masing.


Indah merasa sedikit tidak enak hati karena pertanyaan yang diajukannya membuat gadis dihadapannya itu termenung dan nampak gurat sedih di wajahnya.


"Emm Wulan, mbak balik ke kantor dulu ya, kamu bisa kan naik ke atas sendiri" ucap indah saat selesai membayar.


"Iya mbak, terimakasih ya. Hati-hati dijalan" jawab Wulan sambil tersenyum.


Indah mengangguk sambil membalas senyuman Wulan kemudian berlalu pergi.


Wulan pun segera melangkahkan kakinya menuju lift untuk kembali ke apartemennya.


Pikiran Wulan masih menerawang setelah obrolannya dengan indah, sehingga Wulan tidak menyadari seseorang yang lebih dulu masuk ke dalam lift tersebut.


"Wulan??!! Ngapain disini??" Seorang pria menepuk bahunya.


Suara itu terdengar tidak asing bagi Wulan, saat dia menolehkan wajahnya ke arah pemilik suara itu keterkejutan diantara keduanya tidak terelakkan lagi.


"Mas Ibram??!!" Mata Wulan terbelalak menatap wajah oriental dihadapannya.


💖 CURHAT 💖


**Hallo, author menyapa lagi...


sebenarnya author lagi bingung nih kakak-kakak readers..


kemarin author mengajukan kontrak, awalnya ditolak karena dianggap fanfiction.


(padahal author gak ngerti kenapa dianggap fanfic)


dan ternyata setelah dicek dr pihak NT memang ada kesalahan.


dan saat ini karya novel ini sudah lolos review tahap pertama, tapi author masih bingung untuk lanjut kontrak atau gak (belum tanda tangan).


soalnya akan percuma kalaupun kontrak tapi feedback dari viewer nya kurang.


dari LIKE,KOMENTAR,VOTE, RATING.


tapi author merasa sayang sama reader yang setia pada novel ini kalau tidak lanjut disini.


jadi menurut kakak-kakak readers bagaimana sebaiknya.


maaf jangan di bully ya..terimakasih.

__ADS_1


💖 GendAyu 💖**


__ADS_2