
Wulan masih terisak dalam pelukan Jason, tapi sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya.
"Kenapa tadi kamu bisa sampai ada di panggung?" Tanya Jason sambil menatap wajah Wulan yang memerah sisa menangis.
"Bu Monica dan Bianca minta saya untuk memberi sambutan, tapi setelah itu malah saya diminta menjawab pertanyaan para wartawan, tuan" jawab Wulan sambil menghapus jejak airmata di pipinya.
"Keterlaluan, ini acara mereka!! Kenapa jadi kamu dilibatkan??!! Apalagi menjawab tentang urusan pribadi, itu tidak etis!!!" Geram Jason.
"Tapi untungnya mas Ibram datang membantu tepat pada waktunya, jadi saya tidak harus menjawab semua itu tuan" sergah Wulan.
"Ibram?? Ya, dan lelaki itu berhutang penjelasan mengapa menutupi jati dirinya!!" Jason benar-benar dibuat kesal.
Memang, yang dikatakan Wulan ada benarnya. Ibram datang tepat disaat paling genting, disaat Wulan terpojok. Bagaimanapun mereka harus berterima kasih untuk itu.
Tapi, mengetahui kenyataan bahwa lelaki yang mengaku sebagai seorang guru biasa itu bukan berasal dari keluarga sembarangan membuat Jason lebih kesal.
"Wulan" teriak seorang perempuan dari arah lain.
Bianca tampak setengah berlari menuju ke tempat dimana Jason dan Wulan berdiri.
Raut wajah gadis itu benar-benar tampak begitu khawatir.
"Kamu disini? Aku bingung cari kamu dari tadi!" Ucap Bianca menepuk bahu Wulan.
"Kamu kenapa? Kaya habis nangis?" Tanya Bianca sambil mengamati wajah Wulan yang memerah.
Wulan hanya menggeleng dan tersenyum, sebuah senyuman menjadi jawaban ketika dirinya tidak ingin menjelaskan apapun.
"Dia baik-baik saja, hanya sedikit kaget karena tiba-tiba menjadi pusat perhatian! Atau lebih tepatnya dipaksa untuk menjadi pusat perhatian dan membagi tentang urusan pribadi kami" ucap Jason tajam kepada Bianca.
Bianca menelan ludahnya dengan kasar, tatapan dan cara bicara Jason benar-benar tidak bersahabat kali ini.
Tajam, dingin dan menakutkan. Tapi Bianca tidak boleh takut, atau semua kebaikan palsunya pada Wulan akan terbongkar dengan mudah.
"Aku minta maaf ya Wulan, Tante Monica terlalu bersemangat bertemu dengan gadis luar biasa seperti kamu, apalagi kamu tunangan Jason, itu saja!" Sanggah Bianca.
"Nggak apa-apa" jawab Wulan sembari tersenyum dipaksakan.
__ADS_1
"Karena kamu juga udah ada disini, lebih baik kita keluar dan nikmati acaranya, oke?!" Kata Bianca dengan ramah pada Jason dan Wulan bergantian.
Wajah Jason masih mengeras, tatapannya masih tetap sama, tajam dan tanpa senyuman.
Wulan menyentuh lengan Jason, mencoba menenangkan tuannya yang tampak begitu marah.
"Ayo tuan" ucap Wulan lirih.
Jason menoleh menatapnya kemudian mengangguk.
Keduanya berjalan keluar mengekor Bianca yang telah melenggang lebih dulu.
Saat mereka telah memasuki ruangan itu, seolah diberi aba-aba, semua mata menatap pada mereka.
Bianca melangkah menuju sebuah meja, tempat dirinya dan Wulan duduk sebelumnya, meja yang juga akan ada Jason disana.
Wulan berjalan disamping Jason yang tampan mengenakan setelan jas kerja seperti hari-hari biasanya, tangannya melingkar manis di lengan lelaki itu.
Saat keduanya hampir mencapai meja yang ditunjukan Bianca, langkah kaki jason tidak berhenti.
Lelaki itu melangkah dengan mantap, menggenggam erat jemari Wulan yang melingkari lengannya.
Menjadikan mereka berdua pusat perhatian.
Wulan terkesiap, jantungnya lagi-lagi berdesir ketika menyadari bahwa Jason membawanya mendekat ke panggung utama.
Dimana Monica tengah berdiri bersama Ibram juga.
Bagaikan tamu tak diundang tapi begitu disegani, mereka terkejut namun juga sekaligus senang dan merasa terhormat Jason Hartono bersedia hadir.
Sebetulnya undangan pembukaan butik itu jelas sudah terkirim dan mungkin telah berada diantara tumpukan undangan Jason di kantor. Tapi lelaki itu tidak pernah punya banyak waktu untuk urusan pesta semacam itu, dia terlalu disibukan urusan kantor yang menggunung.
Tapi demi Wulannya, akhirnya dia berada ditempat itu juga.
"Selamat siang, Bu Monica" ucapnya dari bawah panggung.
"Se..selamat siang tuan Jason, silahkan...silahkan" jawab Monica sambil menyambut Jason beserta Wulan untuk naik dan bergabung bersamanya.
__ADS_1
Jason melangkah untuk segera naik, sementara tangan Wulan terasa jauh lebih erat, entah mengapa gadis itu gugup seperti sebelumnya.
"Boleh saya memberikan ucapan untuk anda?" Tanya Jason sambil tersenyum.
"Tentu, tentu tuan...silahkan" jawab wanita paruh baya itu sambil menyerahkan sebuah mikrofon.
"Selamat siang hadirin yang terhormat, perkenalkan saya Jason Hartono.
Dan disamping saya ini tunangan saya Wulandari, yang mungkin sudah berkenalan lebih dulu dengan anda semua.
Pada kesempatan kali ini saya ingin mengucapkan selamat atas dibukanya cabang baru butik milik nyonya Monica Darmawan.
Dan terimakasih karena telah memperkenalkan tunangan saya kepada para hadirin yang terhormat.
Bahkan menjadikannya bintang utama di acara yang seharusnya bukan untuknya." Ucap Jason dengan lantang dan tegas.
Matanya melirik kearah Monica yang tampak bercucuran keringat dingin.
Beberapa kali Jason juga menatap Ibram yang tampak begitu tenang disamping ibunya.
"Dan untuk menjawab pertanyaan teman-teman media yang belum sempat Wulan jawab, maka untuk itu saya yang akan menjawab.
Wulandari adalah orang yang saya cintai, apa pekerjaan dan latar belakangnya itu bukan hal yang penting untuk dijelaskan kepada siapapun.
Yang terpenting kami saling mencintai, dan itu cukup. Kehidupan pribadi kami bukan untuk konsumsi publik, terimakasih!" Ucap jason dengan tegas.
Ibram menyunggingkan senyuman sinis di sudut bibirnya, mendengar hal itu terlontar dari mulut Jason benar-benar membuat Ibram muak.
Lelaki beristri yang tidak tahu diri!! Dan Ibram bersumpah tidak akan membiarkan Wulan tetap terjebak dengan lelaki macam Jason.
Sebelumnya Ibram merasa bahwa ketertarikannya terhadap Wulan adalah seperti seorang adik, tapi entah mengapa melihat Wulan selalu tersudut membuat rasa tidak terima dihatinya , dia ingin melindungi gadis itu, entah apa namanya, tapi itu bukan perasaan terhadap seorang adik.
Author Note:
Sebenarnya author lagi kepikiran cari visual yang cocok untuk karakter novel ini.
kalau menurut readers, siapa yang cocok??? menurut kehaluan masing-masing ya?! 😁😄
__ADS_1