
"Maaf sebelumnya tuan, kalau kami lancang" pak slamet membuka suara.
Jason masih terdiam mengernyitkan dahinya, kenapa beliau sampai berkata seperti itu.
"Sebetulnya ada masalah apa tuan sampai mencari anak kami sampai jauh-jauh datang kemari dari kota? Apa anak kami berbuat sesuatu yang salah pada tuan dan keluarga tuan? Kalau iya, bapak mewakili Wulan mohon maaf sebesar-besarnya tuan" kata pak Slamet dengan wajah penuh kesungguhan.
Jason seketika tersenyum, ternyata itu masalahnya.
Sampai-sampai membuat wajah sepuh kedua orangtua gadis yang kini menjadi kekasihnya itu begitu serius dan tegang.
"Tidak pak, Wulan tidak melakukan kesalahan apapun. Wulan itu gadis yang baik sekali dan kerjanya juga bagus selama ini" jawab Jason sopan.
"Justru...saya yang membuat kesalahan terhadap Wulan, maka dari itu saya datang kemari untuk menjelaskan sekaligus minta maaf pada putri bapak dan ibu" lanjut Jason membuat kedua orang sepuh itu saling pandang dengan bingung.
Tiba-tiba Wahyuni datang dengan cepat kemudian duduk di kursi plastik sedikit menjauh dari kursi kayu tempat para orang dewasa itu duduk.
Tatapan tajam mata Bu Siti padanya bahkan tidak dia hiraukan, hanya dibalas dengan senyuman menampilkan giginya berderet, cengengesan lebih tepatnya. Sungguh membuat ibunya sebal bukan main akan tingkah polah gadis baru gede yang kurang sopan itu.
Gadis ABG yang rasa ingin tahunya begitu besar itu tidak tahan lagi kalau hanya menguping dibalik pintu.
Dan dengan wajah polos seolah tanpa dosa dia keluar dan ingin tahu semua yang terjadi disana.
Tidak peduli ibunya yang berkali-kali melirik mengisyaratkan gadis itu untuk pergi.
"Memangnya tuan melakukan kesalahan apa pada anak kami?" Tanya pak Slamet dengan bingung, pikirannya menerka-nerka sesuatu yang ahh...tidak mungkin.
"Ada sedikit kesalahpahaman antara kami berdua pak, Bu, tapi semua sudah saya jelaskan pada Wulan" jawab jason tersenyum, membuat pak Slamet ikut tersenyum lega.
Bukan lega karena semua sudah dijelaskan Jason pada Wulan, tapi lega karena pikirannya yang tidak-tidak terbukti salah. Mereka hanya salah paham. Meskipun ya, mereka tidak mengerti salah paham soal apa.
"Oh, begitu tuan. Saya pikir ada apa" Bu Siti menimpali.
"Iya Bu, dan saya ingin Wulan kembali ke kota bersama saya" terang Jason lagi.
"Kalau soal itu, bagaimana Wulan saja, apa masih mau bekerja pada tuan Jason ini atau mau cari pekerjaan yang lain setelah ini?!" Jawab pak Slamet mengarah pada Wulandari.
"Bagaimana nduk?" Tanya Bu Siti pada anak gadisnya.
"Ehhmm, maaf pak Bu, saya tidak ingin membawa Wulan kembali ke kota untuk bekerja" potong Jason.
"Lhoh?? Lalu untuk apa tuan?" Tanya Bu Siti khawatir.
Kini tatapan semua orang tertuju pada Jason, termasuk Wulan.
__ADS_1
Kedua orangtua Wulan menatap Jason dengan seksama, berusaha mencari jawaban dari sorot mata dan raut wajah lelaki berwajah tampan itu.
Jason tersenyum kecil, kemudian berdehem beberapa kali.
Wajahnya mendadak tegang dan sedikit pucat, beberapa kali lelaki itu tampak menarik nafas dan membuangnya seolah menghilangkan kegugupan di hatinya.
Semua orang tampak menanti kalimat penjelasan yang akan keluar dari bibir lelaki itu.
"Pak, Bu, sa...saya ingin melamar wulandari putri bapak dan ibu, untuk menjadi istri saya" ucap Jason dengan gemetar.
Tentu rasa takut juga membayang di wajahnya, dia akan lebih memilih menghadapi alotnya permasalahan perebutan tender di kantor dibanding dengan urusan yang satu ini.
Atau lebih memilih berdebat panjang dengan lawan bisnisnya.
Tapi sesaat sebelumnya hatinya sudah mantap, lebih baik sekarang saat ada kesempatan bertemu dengan keluarga Wulan. Terlebih gadis itu telah menerima hatinya.
Dia ingin segera menjadikan Wulan miliknya, tidak akan membiarkan orang lain memiliki kesempatan untuk merebut miliknya.
Semua orang menatap Jason tidak percaya, Wulan bahkan membeliak lebar mendengar apa yang baru saja Jason katakan.
Begitupun kedua orang tuanya, keduanya lagi-lagi saling pandang.
Apa baru saja mereka bermimpi?? Anak gadisnya baru saja dilamar oleh majikannya sendiri? lelaki setampan dan sekaya Jason.
Wahyuni bahkan melotot sambil menganga lebar, gadis itu tahu tuan jason mencintai kakaknya.
Tapi dia tidak menyangka lelaki itu akan melamar kakaknya secepat ini. Luar biasa!!!
Bahkan Herman yang sedari tadi sibuk dengan smartphone ditangannya mendadak berhenti dari aktifitasnya itu kemudian membalikkan wajahnya menatap kedalam.
Menatap dimana bosnya itu baru saja melamar gadis lugu yang membuatnya harus bekerja keras menemukannya sejak beberapa hari yang lalu.
"Mak...maksud tuan ini bagaimana?" Pak Slamet bahkan tergagap, ini terlalu mengejutkan baginya.
Bagi semua orang tentu saja.
"Saya mencintai putri bapak, saya ingin memperistri putri bapak" jawab Jason dengan mantap.
Kini Wahyuni, sang adik tertawa lebar, senyumnya mengembang.
Gadis itu cengengesan sambil menaik-naikkan alis menggoda ibunya yang menatapnya dengan wajah yang masih kaget dan bingung.
'Bener kan? Dibilangin juga apa, ngeyel' begitulah ekspresi gadis itu bila diterjemahkan pada orang tuanya.
__ADS_1
"Tuan Jason ini beneran? Bukan bercanda?" Bu Siti memastikan pendengarannya tidak salah.
"Saya sungguh-sungguh Bu, saya tidak sedang bercanda. Saya mencintai anak ibu, apa ibu dan bapak mengijinkan?" Tanya Jason sambil menatap kedua orang paruh baya itu bergantian.
"Pak...piye Iki?" Bu Siti berbisik mendekat ke telinga suaminya yang juga sama-sama bingung dan masih kaget.
"Emm, begini tuan Jason..."
"Maaf pak, bapak dan ibu jangan memanggil saya dengan tuan. Cukup panggil Jason saja, saya mohon" potong Jason.
"Tapi..." Pak Slamet merasa begitu sungkan.
Jason menganggukkan kepala, meyakinkan pak Slamet untuk tidak perlu sungkan akan hal itu.
"Ya sudah, soal lamaran nak Jason bapak belum bisa menjawab apapun, karena semua keputusan ada di tangan Wulan. Sebab yang akan menjalani nantinya kan Wulan" jawab lelaki sepuh itu mengarah pada Wulan yang masih tertunduk.
Jujur, bagi Wulan hal ini terlalu cepat. Bagaimana bisa, baru beberapa menit yang lalu dia menerima cinta Jason.
Baru beberapa menit yang lalu mereka resmi menjadi sepasang kekasih, dan kini Jason terang-terangan meminta dirinya pada kedua orangtuanya untuk dijadikan istri. Yang benar saja??!!
"Nduk, bagaimana??" Tanya pak Slamet pada putrinya.
Wulan mengangkat kepalanya, matanya menatap satu persatu orang yang berada di hadapannya itu.
Bapak yang bijaksana dan selalu menyayanginya selama ini.
Ibunya yang sangat perhatian dan begitu mengasihinya, menatapnya dengan berbagai perasaan tergurat diwajahnya yang menua.
Adik satu-satunya yang kini mulai beranjak remaja yang sangat dia sayangi tersenyum lebar, mengangguk-anggukkan kepalanya, mendukungnya untuk menjawab iya.
Dan... Jason, lelaki yang kini mengisi penuh ruang di hatinya.
Semuanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat, bahkan seperti tidak nyata.
Wulan masih tidak percaya, lelaki itu kini resmi menjadi kekasihnya dan bahkan memintanya di hadapan bapak ibunya untuk menjadikannya istri.
Mimpi apa dirinya semalam?
Bahkan beberapa hari sebelumnya saja gadis itu tidak berani berharap lebih, dan justru mati-matian mengubur semua perasaannya dalam-dalam.
Berharap bisa melupakan Jason dengan pergi dari hidup lelaki itu.
Ternyata rahasia Tuhan begitu indah, menikah dengan lelaki yang kita cintai, bukankah itu cita-cita setiap gadis di muka bumi ini?
__ADS_1
Tapi...
💖💖💖