
Mata Jason hampir kering karena entah berapa lama tidak berkedip menatap calon istrinya.
Ya, Wulan yang sebentar lagi akan resmi menjadi istrinya.
Gadis itu menunduk, bibirnya mengulum senyuman menerima tatapan mata intens dari kekasihnya tersebut.
Apa wajahnya terlihat aneh sehingga Jason memandanginya sedemikian rupa??
Atau mungkin karena dirinya terlihat cantik dan berbeda??
Bagaimana mungkin Jason tidak terkesima?
Gadis lugu yang dicintainya itu tampak cantik luar biasa.
Mengenakan Kebaya brukat berwarna broken white dengan ekor yang memanjang.
Rambutnya yang disanggul dengan untaian melati tersemat sebuah veil berwarna senada.
Riasan khas pengantin Jawa modern membuat aura Wulan benar-benar terpancarkan.
Acara sebentar lagi di mulai, tamu undangan yang tidak begitu banyak sudah tampak hadir.
Hanya keluarga dan tetangga terdekat pak Slamet.
Sementara Jason membawa Rayyan, pak amat, Bi Irah, derry sang sahabat dan tentu saja indah serta Herman.
Setidaknya merekalah keluarga yang Jason miliki.
Mereka tidak akan mungkin melewatkan acara penting dan membahagiakan seperti ini untuk Jason.
Mereka adalah saksi atas apa yang lelaki itu alami selama ini.
Kehidupan Jason yang berantakan, berkubang dalam kesedihan perlahan terkikis oleh kehadiran Wulan.
Senyum lelaki itu kembali menghiasi wajahnya, membuat bi Irah dan pak amat yang sudah sejak lama ikut dengan keluarga itu begitu lega.
Kebahagiaan Jason akan menjadi kebahagiaan baru di rumah keluarga Hartono.
Kecuali Andini, tentu saja..!
Apa andini tahu tentang pernikahan ini??
***
"AAARRRGGGHHHHHH!!!!"
__ADS_1
'PRANGG!!! PRAKKK!!'
Andini berteriak histeris sejak terbangun, tangisan wanita itu menggema memenuhi kamarnya.
Segala sesuatu yang terletak di atas meja disamping ranjangnya menjadi sasaran amukan wanita bertubuh kurus itu.
Matanya yang cekung kian nanar dan memerah.
Keputus asaan dan kemarahan membuncah di dadanya yang terasa sesak menyiksa.
Wanita itu meraung, menangis tanpa terbendung lagi.
Jasonnya meninggalkannya dan memilih menikahi wanita lain. Semua pengorbanan dan perjuangannya bertahan selama ini runtuh dan sia-sia.
Jason tidak pernah sekalipun melihat ke arahnya.
Membayangkan Jason menikahi Wulan membuat kepala Andini terasa mau pecah.
Wanita itu terus menekan kepalanya sambil berteriak histeris.
Sehari sebelumnya jason pergi ke kampung tempat gadis itu tinggal, dengan membawa semua orang dirumah itu untuk menyaksikan hari bahagianya.
Meninggalkan Andini seorang diri, dengan hanya ditemani dua orang perawat yang khusus dipanggil untuk merawat dan menjaga Andini yang kondisi kesehatannya menurun sejak beberapa hari terakhir.
"Nyonya, tolong tenang!" seorang suster berlari masuk diikuti oleh seorang yang lain.
Andini tertidur sejak terakhir kali meminum obat.
Beberapa saat yang lalu wanita itu mulai mendapatkan kesadarannya dan mulai mengamuk kembali seperti saat ini.
"DIAMMM!!" Teriak Andini mengacung-acungkan telunjuknya kearah wanita berseragam putih tersebut.
Suster itu mulai memegangi kedua lengan kurus Andini yang terus menerus memberontak dengan sisa kekuatan yang ada.
Air mata terus mengalir disela-sela racauan dan makian yang keluar dari bibirnya.
"Jahaattt, kamu jahat jas...hwaaaaaa" jerit keputus asaan menyertai tubuhnya yang luruh ambruk.
Seorang suster yang lain tengah sibuk menyiapkan sebuah alat suntik berisi obat penenang.
Kemudian menyuntikkan cairan tersebut pada tangan Andini yang hanya tulang berbalut kulit.
Wanita tersebut memasang kembali selang infus yang sebelumnya telah Andini renggut paksa dari pergelangannya sendiri.
Perlahan pandangan matanya mulai mengabur, nafasnya mendadak teratur dengan tubuh yang mulai melemah kehilangan tenaga.
__ADS_1
Meski bibirnya masih meracau menyebut-nyebut Jason.
Andini kembali terpejam dengan tenang.
Kedua suster yang menanganinya tampak menggelengkan kepala.
Keadaan wanita itu begitu memprihatinkan, dengan kondisi fisik lemah ditambah kesehatan psikis nya mulai terganggu.
***
"Saya terima nikah dan kawinnya Wulandari binti Slamet Utomo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas seberat 250 gram dibayar tunai" ucap Jason lantang dalam satu kali tarikan nafas.
"Alhamdulillah, sah" ucap penghulu beserta para saksi.
Buliran bening disudut mata Wulan tak kuasa terbendung lagi.
Air mata bahagia itu lolos begitu saja, semua impiannya kini benar-benar telah menjadi kenyataan.
Jason menatap wajah istrinya dengan senyum yang mengembang, lelaki itu tidak pernah sebahagia seperti saat ini sebelumnya.
Entah kapan terakhir kalinya dia merasa begitu bahagia, sebab cobaan hidup terus menimpanya beberapa tahun terakhir ini sebelum kedatangan Wulan.
Wulan meraih tangan Jason kemudian mencium punggung tangan lelaki yang kini telah resmi menjadi suaminya itu.
Begitupun sebaliknya, Jason mendaratkan sebuah kecupan di dahi istrinya.
Kedua orang tua wulan sangat bersyukur akhirnya anak gadis mereka telah menikah dan siap membina sebuah keluarga baru yang bahagia.
Bahkan bi Irah tampak berulang kali menyeka air matanya dengan perasaan haru yang teramat sangat.
Bagaimanapun dia tahu bagaimana menderitanya Jason selama ini.
Akhirnya tuan mudanya itu menemukan kebahagiaannya sendiri.
Semua orang begitu bahagia, bahkan si kecil Rayyan sangat bersemangat melihat sang 'ayah' bersama 'mbak ulan' nya kini bersama.
Bocah itu tidak mengerti apapun, yang dia tahu orang-orang yang disayanginya kini akan bersama-sama dengannya.
Mbak ulannya akan menjadi bundanya mulai sekarang.
Pernikahan ini cukup sederhana dan bersahaja, tapi tidak sedikitpun mengurangi kebahagiaan semua orang.
Acara dilanjutkan dengan menikmati jamuan makan-makan oleh para tamu undangan, dengan Wulan dan Jason yang duduk di kursi pelaminan bak raja dan ratu sehari.
💖💖💖
__ADS_1