My Beloved Baby Sitter

My Beloved Baby Sitter
Eps. 57


__ADS_3

Jason mengeratkan sebelah lengannya pada tubuh Wulan.


Beberapa bagian tubuhnya memang terasa nyeri, tapi hatinya jauh lebih nyeri dan pedih.


Ingatan kelam dihari dimana kakaknya menutup matanya untuk selamanya itu tiba-tiba muncul di alam bawah sadarnya.


Luka yang belum sembuh itu kembali terbuka, kematian Raymond yang nyatanya bukan karena kecelakaan biasa. Membuka kembali luka di hatinya yang susah payah dia kubur justru kini menganga lebar.


"Tuan..." Bisik Wulan masih dalam pelukan Jason.


Tubuh Wulan terasa menegang di dalam dekapannya, sepertinya gadis itu menjaga agar beban berat tubuhnya tidak sepenuhnya menumpu pada tubuh Jason yang lemah. Tentu gadis itu takut menyakiti tuannya yang amat dicintainya.


"Tuan baik-baik saja kan? Kenapa tuan menangis?" Tanya Wulan lirih sambil menarik tubuhnya dan menatap wajah lelaki itu dengan bola matanya yang jernih.


Hati wulan mendadak nyeri, sakit sekali melihat lelaki itu mengeluarkan air mata. Raut kesedihan benar-benar tampak jelas.


Jason tidak menjawab apapun, hanya tangannya yang lemah menggenggam erat jemari wulan.


"Apa sakit sekali?" Tanya Wulan lagi sambil menyentuh perlahan perban yang menempel di dahi Jason.


Jason masih terdiam, bibirnya yang bergetar kecil masih rapat. Mata lelaki itu kian berkabut oleh genangan airmata yang berusaha ditahannya.


Bukan luka ditubuhnya yang sakit, rasa sakit dihatinya seperti diguyur kembali dengan air garam.


Wulan tidak tahu apa yang membuat lelaki sekuat Jason menangis seperti itu.


Hening menyelimuti keduanya, Wulan tidak tega untuk bertanya lebih banyak.


Mungkin Jason tidak mau berbagi padanya, dan tidak seharusnya Wulan terlalu banyak ikut campur jika tuannya itu tidak mau berbagi.

__ADS_1


Jason terdiam untuk sesaat, dia tidak tahu harus mengucapkan apa.


Selama ini dia tidak pernah berbagi sedihnya pada siapapun selain Derry, apalagi menyangkut urusan yang satu ini.


Apakah bijak tiba-tiba menceritakan hal itu terhadap Wulan? Ya, Jason memang mencintai gadis itu, ingin berbagi semua hal padanya.


Tapi sampai detik ini bahkan tidak ada kejelasan apapun terucap dari bibir Wulan untuk perasaannya.


Jason mengatur nafasnya, membenahi hatinya untuk menenangkan dirinya sendiri.


Mencoba melupakan ingatan yang datang dalam tidurnya barusan.


"Ka..mu datang sendiri?" Tanya Jason pada Wulan dengan perlahan.


"Enggak tuan, tadi sama pak amat. Sekarang pak amat sudah pulang" jelas Wulan.


"Iya tuan, sudah tugas saya bekerja pada tuan. Jadi sebisa mungkin saya pasti melakukan yang terbaik untuk mengabdi pada tuan" jawab Wulan.


'duh, kenapa malah ngomong begitu sih' sesal Wulan dalam hati.


Senyum Jason mendadak hilang, bukan jawaban itu yang dia inginkan.


Apa tidak ada rasa sedih dan khawatir sedikit saja di hati gadis itu untuknya.


Apa dia kesini hanya karena memenuhi tanggung jawab sebagai pekerjanya, bukan karena simpati dan keinginan dari hatinya sendiri?


Wulan melihat perubahan pada raut wajah Jason, ada perasaan bersalah menghinggapi hatinya.


"Sebenarnya saya khawatir sekali dengan keadaan tuan" lirihnya tiba-tiba.

__ADS_1


Jason yang sempat memalingkan wajahnya menatap kearah lain kini kembali memandangi wajah gadis yang berhasil mencuri hatinya itu.


"Benarkah?" Tanya Jason memastikan.


Wulan yang menunduk kemudian mengangguk, tanpa berani menatap mata lawan bicaranya itu.


Gadis itu yakin, pipinya merona merah. Rasa panas menjalari wajah gadis itu.


'dasar tidak tahu malu' umpatnya sendiri dalam hati.


"Terimakasih ya, karena sudah khawatir" ucap Jason dengan suara serak.


Wulan kembali mengangguk, lagi-lagi tindakannya yang tidak tahu malu menunjukan sedikit perasaannya pada Jason mengkhianati komitmen yang dibuatnya sendiri untuk tidak menghancurkan rumah tangga orang.


Rasanya hatinya lelah, menutupi dan mengingkari perasaannya sendiri.


Rasanya menyakitkan terjebak dalam situasi yang sama sekali tidak menguntungkan seperti ini.


Jason kembali meraih tangan Wulan, menggenggamnya lebih erat dari sebelumnya sambil menatap matanya dengan intens. Membuat irama jantung gadis itu siap meledak.


Kenapa situasinya mendadak begitu romantis?


Keromantisan yang tidak pada tempatnya, dirumah sakit?? Dengan pangeran yang tubuhnya penuh luka?? Yang benar saja. Ini jauh dari khayalan roman picisan yang sering dibacanya.


"Boleh aku tanya sesuatu?? Tolong kali ini kamu jawab jujur!" Ucap Jason mengagetkan Wulan, membuat jantung gadis itu berdegup keras hingga terdengar di telinganya yang memerah panas.


Hallo, trimakasih ya semuanya yang selalu mendukung novel ini..jangan bosan ya!!


Oh iya, GRUP CHAT author sudah tersedia lho di profil novel ini..ayo kakak² readers semuanya yang berkenan masuk di grup chat buat ngobrol². ✌️😁✌️ ditunggu!!💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2