My Beloved Baby Sitter

My Beloved Baby Sitter
Eps. 85


__ADS_3

"setelah sarapan kamu siap-siap ya, aku mau ajak kamu ke suatu tempat," ucap Jason sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Kemana mas?" Tanya Wulan, tangannya pun masih sibuk dengan nasi di piringnya.


Sesekali Wulan memperhatikan Rayyan yang sedang asyik memakan makanan di piringnya. Bocah pintar itu sudah mulai terbiasa mandiri dengan belajar makan sendiri, meskipun berantakan dan belepotan di sana-sini.


"Nanti kamu juga tahu." Jawab Jason sambil tersenyum.


"Rayyan kita ajak mas?" Tanya Wulan, benar juga mereka belum pernah pergi bersama-sama lagi.


"Emmh, lain kali kita ajak Rayyan. Hari ini titip dulu sama bi Irah." Jelas Jason, Wulan hanya mengangguk.


Untung saja Rayyan tidak protes ketika kedua 'orangtuanya' itu pamit untuk pergi.


Bocah kecil itu sudah sangat jauh berbeda dibanding dulu. Bi Irah juga tidak lagi kualahan menghadapinya.


Wulan mengenakan dress di bawah lutut,dengan lengan tiga per empat bermotif floral.


Wajahnya di hiasi dengan make up sederhana, lipstik berwarna coral dan sapuan bedak tipis.


Rambutnya yang panjang hitam lurus dibiarkan tergerai, hanya dihiasi jepit rambut mungil berhiaskan aksen bunga tulip di sisi kanan dan kiri. Menyibak Surai hitamnya itu agar tidak menutupi telinga.


Sama halnya dengan Jason, lelaki itu hanya mengenakan setelan casual.


Kaos berwarna putih pilihan Wulan, ditutupi dengan jaket hitam dipadukan dengan celana berwarna coffe.


Rambutnya tidak seklimis biasanya, bahkan terlihat sedikit berantakan, hanya sedikit tentu saja.


Entah mengapa Wulan menyukai penampilan Jason yang seperti itu, sederhana.


Jason menyetir mobilnya sendiri tanpa pak amat, hanya ingin berdua saja dengan Wulan.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian mereka sampai di sebuah butik dengan label perancang busana yang lumayan terkenal.


Jason menggandeng tangan istrinya, menemui seseorang yang tak lain adalah seorang desainer pemilik tempat tersebut.


Wanita berusia paruh baya yang masih terlihat awet muda meski usianya hampir menginjak setengah abad.


Seseorang yang Jason kenal, sahabat mendiang mamanya dulu.


Kepadanya, jason mempercayakan baju untuk resepsi pernikahannya dengan Wulan.


Karena waktu yang tidak banyak, maka sebelumnya Jason menyerahkan seluruhnya pada wanita itu, dari model gaun dan jas yang akan mereka kenakan.


Jason hanya cukup memberi rincian ukuran dan postur tubuh Wulan.


"Istri kamu cantik jas, Tante bahagia untuk kalian," ucap wanita itu mengelus pundak Wulan sambil tersenyum hangat.


"Terimakasih Tante," balas Jason dengan senyuman lebar.


Sebuah gaun satin berwarna putih, dengan potongan yang simpel.


Dihiasi mutiara dan bordir bunga di hampir sepanjang gaunnya.


Tidak terlalu mewah tapi sangat elegan.


Wulan ternganga melihat gaun itu, gaun yang cantik sekali.


Potongan bagian dadanya tidak terlalu rendah, bahkan dihiasi dengan kain transparan membuatnya kian anggun.


Gaun itu sudah tampak luar biasa meski masih dikenakan sebuah manekin.


Bagaimana jika nanti sang empunya gaun yang mengenakan? Akankah secantik itu atau bahkan lebih.

__ADS_1


"Ayo, silahkan dicoba sayang. Semoga pas ya, nanti kalau ada yang kurang Tante perbaiki." Ucap wanita itu dengan ramah.


Wulan begitu bersemangat, dibawanya gaun yang indah itu dan mencobanya di kamar pas.


Jason menunggu di luar bersama sang pemilik butik sambil berbincang-bincang.


Membicarakan banyak hal, termasuk masa lalu.


"Mas..." Panggil Wulan sambil menuju ke arah mereka.


Wulan tersenyum malu-malu, bukan apa-apa tapi ada sedikit rasa kurang percaya diri mengenakan gaun seindah itu.


"Kamu cantik sekali." Kata Jason sambil berdiri menyongsong istrinya.


"Bagaimana pas?" Tanya si pemilik butik.


"Pas sekali, terimakasih Tante." Jawab Wulan bersemangat.


Giliran Jason yang mencoba jasnya, jas berwarna senada dengan gaun yang Wulan kenakan.


Ah, tuxedo berwarna putih yang sangat cocok untuk Jason, menambah kesan gagah di tubuhnya yang memang sudah atletis.


Semua sudah beres, selesai fitting baju Jason tidak lantas mengajak istrinya tersebut pulang.


Ada satu tempat lagi yang harus Jason kunjungi bersama Wulan.


Wulan tidak banyak bertanya kemana Jason membawanya.


Yang terpenting adalah bersama Jason, semuanya pasti menyenangkan baginya.


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2