My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Prolog : Mira Fantasia


__ADS_3

Aku berjalan di jalan setapak yang biasa aku lalui. Jalan setapak ini sebenarnya tidak layak untuk di lalui, jalanan nya sempit, banyak sampah berserakan di pinggiran jalan, bahkan bagian langit tidak keliatan karena lebat nya pohon yang menghiasi bahu jalan. Walaupun begitu, ini adalah jalan pintas menuju rumah ku. Sebenarnya aku bisa saja berjalan di jalanan yang biasa orang lalui, tetapi karena suatu alasan aku lebih memilih jalan pintas yang tidak pantas di lalui oleh orang ini.


Sekitar kurang lebih lima puluh meter aku berjalan, aku berbelok di pertigaan jalan. Jalan lurus menuju jalan normal yang biasa di lalui oleh orang, jalan ke kiri mengarah... Lebih baik lupakan jalan kiri itu, lagipula aku mengambil jalan kanan, jalan yang mengarah ke sungai. Jarak antara pertigaan dan sungai tidak jauh, hanya sepuluh meter, sehingga dalam waktu singkat aku sudah sampai di pinggir sungai yang lebar nya dua setengah meter.


Aku melompati sungai itu hingga sampai ke sebrang. Dua setengah meter bukanlah jarak yang jauh bagiku, sehingga aku dengan mudah dapat melompat sampai ke sebrang. Dari arah sungai ini, aku hanya harus berjalan lima meter ke arah timur hingga sampai tikungan ke arah kanan, setelah tikungan aku hanya harus berjalan lurus lagi sekitar seratus meter hingga sampai lah di suatu komplek perumahan.


Komplek perumahan memiliki gerbang besar di depan nya, orang asing harus izin pada satpam terlebih dahulu untuk masuk kedalam, tetapi karena aku adalah penghuni komplek ini, aku tidak perlu melakukan itu. Satpam perumahan ini hapal penduduk yang tinggal di dalam nya, tidak, untuk dikatakan ia hapal kurang tepat, lebih tepat nya ia dengan mudah mengingat penduduk yang tinggal di perumahan ini. Alasan ia bisa mengingat penduduk perumahan ini dengan mudah, bukan karena satpam itu memiliki ingatan yang kuat, tapi karena penduduk yang tinggal di perumahan ini sedikit. Hanya ada sepuluh kepala keluarga yang tinggal di perumahan ini dengan rata-rata anggota keluarga 3 - 5 orang. Alasan lain kenapa satpam bisa dengan mudah mengingat ku penduduk perumahan ini di karenakan karakteristik fisik ku yang sangat mudah untuk dikenali. Saking mencolok nya karakteristik fisikku ini, aku tidak bisa bersikap individu di kelas ku.


"Selamat siang." Aku menyapa satpam sembari menganggukkan kepala ku sedikit. Setelah satpam membalas sapaan ku, aku segera pergi masuk ke dalam komplek sembari berharap di dalam hati ku...


"Tumben pulang cepat dek." Harapan ku buyar seketika! Aku berharap satpam itu tidak memperpanjang obrolan. Aku tidak suka basa-basi sama orang asing! Kalau boleh jujur, aku sudah setahun tinggal di komplek perumahan ini, tapi karena aku adalah seorang introvert, aku tidak pernah bergaul dengan penduduk di komplek ini. Di tambah ada alasan lain mengapa aku tidak mau berintraksi dengan mereka. Itu benar. Aku sudah setahun tinggal di komplek ini, seharus nya satpam di depan ku bukan lagi orang asing, dan aku harus nya sudah tahu nama dari satpam itu. Tapi kenyataan nya tidak! Aku masih menganggap nya orang asing, dan aku juga tidak tahu nama satpam itu! Di tambah umur kami yang beda jauh sekali jadi aku tidak tertarik untuk mengetahui profil satpam yang saat ini mengajak aku ngobrol...


Menahaan helaan nafas lelah yang segera ingin ku keluarkan, aku menjawab pertanyaan satpam itu... Dengan senyum masam. "Iya om. Hari ini agenda nya cuma acara kelulusan doang."


"Gitu ya. Kalau kakak kelas mu sudah melakukan acara kelulusan, biasanya ulangan kenaikan kelas sudah dekat, jangan lupa belajar ya dek."


Sebagai info. Entah kenapa di negara ini, ulangan semester genap di laksanakan setelah kelas akhir seperti kelas enam untuk sekolah dasar, kelas sembilan untuk sekolah menengah, ataupun kelas dua belas untuk sekolah menengah atas melakukan acara kelulusan. Biasanya, ulangan semester genap akan dilaksanakan seminggu setelah acara kelulusan.


Saran yang bagus dari satpam ini. Tapi yang menyebalkan nya adalah. Dia tidak tahu kalau akulah yang melakukan acara kelulusan, untuk sekolah menengah. Itu benar. Aku baru saja menyelesaikan sekolah menengah ku. Tapi aku tidak ingin mengkoreksi satpam ini, jadi aku menjawab saran nya hanya dengan satu kata. "Oke!" Setelah mengatakan itu, aku berbalik lalu mempercepat langkah ku hingga sampai depan rumah.


Saat sampai di depan rumah, aku membuka pagar rumah ku, berjalan menuju depan pintu, aku langsung membuka pintu kemudian masuk kedalam rumah.


Saat di dalam rumah, aku berjalan perlahan-lahan agar tidak ketahuan oleh satu-satu nya keluarga ku yang masih berada di dalam rumah pada jam segini. Kalau aku sampai ketahuan oleh anggota keluarga ku yang satu ini, biasa nya tidak ada hal baik yang akan terjadi.

__ADS_1


Berjalan perlahan melewati ruang tengah, hingga sampai ruang keluarga, aku terus berjalan hingga mencapai tangga... Seperti nya, dia belum pulang kerumah. Tumben sekali... Aku bisa memaklumi orang tua ku yang tidak ada pada jam segini, dikarenakan pekerjaan mereka yang menuntut mereka untuk selalu pulang malam. Tapi dia... Dia tidak mungkin belum pulang pada saat seperti ini.


Tidak ada gunanya aku memikirkan orang yang tidak ada, aku pun dengan langkah biasa berjalan menaiki tangga sampai...


"Udah pulang lo cebol?"


Yap. Sesuai dugaan ku, dia ada di sini. Satu-satunya anggota keluarga ku yang pasti ada di dalam rumah pada saat seperti ini. Yaitu adik ku, yang usia nya lebih muda 2 tahun dari ku.


"Sejak kapan kau ada di rumah?" Tanya ku dengan ketus.


"Dari tadi. Bahkan aku nenunggu mu pulang di depan pagar, dan juga aku mengikuti mu masuk ke dalam rumah yang sembari mengendap-endap seperti orang idiot." Jawab adikku sembari nyengir.


"Oh. Begitu." Jawab ku dengan singkat, sembari melanjutkan langkah ku menaiki tangga menuju lantai dua tempat kamar ku berada.


"Oh. Iya. Mira, apakah kau sudah memilih untuk masuk SMA mana?" Langkah ku terhenti ketika adik ku memanggil nama ku, dan menanyakan hal itu. Tanpa melihat ke arah nya, aku menjawab singkat, "Belum."


"Akan ku pikirkan. Dan juga Mia... Aku memberikan saran kepada mu sebagai seorang kakak."


"Dengan tinggi badan mu yang lebih pendek dari ku, sangat sulit melihat mu sebagai kakak ku." Jawab adikku sambil terkekeh.


"Tapi secara urutan lahir aku lebih dulu dari kau, secara biologis aku masih kakak mu. Intinya aku hanya ingin memberitahu, belajarlah yang rajin. Ulangan kenaikan kelas sudah dekat. Jangan hanya fokus meningkatkan kekuatan sihir mu, tingkatkan juga nilai akademis mu. Aku ingin menangis melihat nilai mu saat ini."


"Ugh... " Mengabaikan wajah adikku yang awal nya tersenyum berubah menjadi ringisan, aku berjalan terus menaiki tangga hingga sampai ke kamar ku.

__ADS_1


Sesampai nya aku di kamar, aku mengganti seragam ku, mengambil earphone, memasang nya, setelah itu aku menjatuhkan diri di kasur sembari menyetel musik relaksasi.


Nada musik yang rendah dan tidak terlalu heboh seketika menenangkan diri ku, kasur yang empuk perlahan tapi pasti mengambil semua kelelahan yang ku rasakan pada hari ini. Di saat bersamaan dengan kelelahan ku yang semakin meleleh layak nya es yang mencair, pikiran ku mulai bekerja mengorganisir hal-hal penting.


Hari ini, hari senin tanggal 8 Maret tahun 2050. Aku, Mira Fantasia, lulus dari studi ku di sekolah menengah pertama, dengan menduduki peringkat pertama dari 1000 orang peserta didik. Nilai akademis dan praktek ku semua bernilai seratus, artinya nilai sempurna.


Karena nilai ku yang tinggi, kepala sekolah ku merekomendasi kan ku masuk ke akademi ternama, yang bernama akademi sihir Carlanian.


Itu benar. Akademi sihir.


Arthur C. Clarke pernah mengatakan: "Sihir adalah Sains yang belum kita pahami." Kata-kata ini terdengar seperti hayalan. Nyata nya, dengan kemajuan sains dan teknologi, terciptalah konsep sihir di dunia ini.


Konsep sihir ini benar-benar merubah dunia, karena suatu insiden di masa lalu, orang-orang dapat memasukkan program ke alam untuk membalikkan hukum entropi dan mempengaruhi atom, umat manusia yang di anggap telah mencapai puncak evolusi nya, sekali lagi berevolusi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi alam yang sekarang. Bahkan ilmuwan menemukan banyak elemen baru yang selama ini tidak ada di tabel periodik, membuat kemajuan teknologi sekarang benar-benar meningkat pesat.


Inilah alasan aku memilih jalan setapak yang tidak layak pakai, jika aku memilih jalan yang biasa di lalui oleh orang lain, aku akan melihat kendaraan-kendaraan melayang, dan orang-orang yang akan tiba-tiba muncul di karenakan menggunakan teknologi warp. Melihat hal itu setiap hari nya, membuat aku mual. Bahkan adik ku, barusan mengatakan mengikuti ku dari depan gerbang rumah. Alasan aku tidak melihat nya bukan karena aku tidak fokus, tapi karena adik ku menggunakan sihir menghilang, dengan memasukkan program membelokkan cahaya, dan mempengaruhi atom di dalam tubuh nya, ia dapat menghilang dari pandangan mata manusia lain.


Alasan aku dapat melompat sejauh dua setengah meter saat melompati sungai juga karena sihir.


Di dalam keluarga ku, entah mengapa aku sangat cepat dalam memahami konsep sihir, aku juga dapat berpikir secara paralel jika di perlukan, dan bahkan aku selama ini melakukan hal itu. Dengan berpikir secara paralel aku dapat memproses kejadian, puluhan juta kali lebih cepat dari manusia normal. Aku juga memiliki kemampuan untuk memanipulasi sel-sel di tubuh ku, dengan kemampuan ini aku bisa memperlambat, tidak... Benar-benar menghentikan proses penuaan ku. Bagi banyak orang, ini adalah kemampuan yang sangat menguntungkan. Dan aku mengakui hal itu memang benar. Tetapi kemampuan ku ini ada efek samping nya, yaitu... Menghentikan proses pertumbuhan ku.


Biar ku perkenalkan diri ku.


Nama ku Mira Fantasia, seorang gadis remaja berumur 15 tahun, yang akan segera menginjak usia 16 tahun di bulan Juli nanti. Aku memiliki rambut perak panjang sepinggang, aku memiliki mata Heterocromia, mata kanan ku bewarna merah dan kiri ku berwarna emas, inilah karakteristik fisik ku yang membuat ku mudah di kenali. Bukan hanya mata ku yang membuat ku mudah di kenali, tetapi juga tinggi badan ku. Walaupun aku berumur 15 tahun, tetapi tinggi badan ku berhenti tumbuh semenjak aku kelas empat sd, hal ini membuat banyak orang yang mengira aku anak sd. Untuk wajah ku sendiri, jika ku berikan penilaian objektif, penilaian dari orang lain, bukan dari diri ku sendiri, aku bisa di katakan memiliki wajah yang imut sampai orang tua dan adik ku khawatir para pedofil akan menculik ku suatu hari nanti. Walaupun jika ku berikan pandangan subjektif dari diri ku sendiri, aku tidak tahu sisi mana ku yang terbilang imut.

__ADS_1


"Hahaha... " Aku tertawa masam, saat berusaha keras menemukan sisi imut dari diri ku. Tetapi jika orang lain mengatakan seperti itu, aku hanya bisa menganggap hal itu sebagai fakta.


Musik relaksasi terus bergema di telinga ku, menimbulkan rasa kantuk yang tertahankan. Mata ku mulai mengerjap-ngerjap menahan rasa kantuk yang semakin kuat, tetapi percuma, aku tidak bisa melawan rasa kantuk ku. Beberapa menit kemudian, aku pun tertidur pulas dengan earphone yang masih terpasang dan musik relaksasi masih menyala.


__ADS_2