My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 18 Praktek Sihir Khusus


__ADS_3

"Hmmm... Dari yang kulihat, kalian semua tidak dapat mengendalikan energi sihir dengan sempurna, atau lebih tepatnya kalian tidak biasa menggunakan sihir tingkat dasar?" Saat guru Robert menebak satu persatu kemungkinan, wajah murid yang tidak berhasil menggunakan sihir dasar dengan baik, menegang, membuat guru Robert berhasil menebak alasan mengapa mereka begitu buruk dalam menggunakan sihir dasar. "Jadi begitu ya... Kalian tidak biasa menggunakan sihir tingkat dasar, kalau begitu sihir apa yang biasa kalian gunakan?"


Semua murid menjawab dengan serempak. Kecuali aku yang diam, tidak menjawab, dan Natasha yang memiliki sihir khusus milik nya sendiri.


"Sihir warisan keluarga!"


"Sihir pengendali darah."


"Begitu ya... Semua orang kecuali Mira memiliki sihir khusus nya masing-masing. Saya jadi penasaran dengan sihir kalian, bisa kalian peragakan di sini?"


"Baik pak. Dengan senang hati."


Yang mengajukan diri pertama kali adalah Dani. Ia keluar dari barisan, lalu berjalan beberapa langkah ke depan dengan senyum percaya diri.


Dani menghela nafas panjang, menghembuskan nya kembali sebelum akhir nya ia mengumpulkan energi sihir di lanjutkan dengan merapalkan mantra. "Magic set. Botany Magic: Trunk!"


Sebuah batang tumbuh di depan Dani dengan diameter 1 meter, batang itu terus tumbuh hingga akhir nya setinggi 10 meter, kemudian seakan-akan batang itu memiliki kesadaran nya sendiri, batang itu bergerak layak nya ular kobra yang memekarkan sisik di sekiataran leher nya.


Guru Robert berkata "Cukup!" Tanda ia puas saat melihat Dani menunjukkan kemampuan nya, Dani kemudian merapalkan mantra lagi, seketika batang yang tumbuh dari tanah, menyusut kembali hingga meninggalkan lubang di tanah di tempat batang itu tumbuh.


Melanjutkan Dani, selanjutnya yang maju adalah Alexandria, tanpa banyak basa-basi, Alexandria merapalkan mantra nya: "Magic Set. Morphing!" Sesaat ia merapalkan mantra nya, tubuh Alexandria perlahan-lahan berubah. Dada, pinggul, dan bokong nya menuyusut, tinggi badan nya sedikit tumbuh, volume tubuh nya membesar, semua proses itu terjadi selama sepuluh detik. Sihir yang ia aktifkan membuat tubuh Alexandria yang begitu feminim berubah menjadi begitu maskulin.


Semua orang membuka mulut nya dengan ekspresi terkejut saat melihat tubuh Alexandria berubah tepat di depan mata mereka. Bahkan guru Robert tidak dapat berkata apa-apa selama beberapa detik. Setelah mengumpulkan kesadaran nya, Guru Robert menyuruh Alexandria kembali ke barisan. Alexandria menuruti suruhan dari Guru Robert, ia pun kembali ke barisan dengan wujud nya yang masih maskulin.


"Jadi ini penjelasan mengapa aku tidak bisa menebak gender mu dengan tepat."

__ADS_1


"Ya begitulah..." Jawab Alexandria dengan senyum canggung di wajah nya. Saat ia berbicara barusan, aku menyadari satu hal. Walaupun Alexandria dapat merubah tubuh nya menjadi wujud laki-laki, suara nya sama sekali tidak berubah. Suara nya masih begitu halus layak nya seorang gadis. Pantas saja waktu kami pertama kali bertemu suara nya serak, dan memberikan kesan aneh. Tetapi, keputusan membuat suara serak adalah hal yang tepat. Sangat aneh melihat seseorang yang begitu tampan berbicara menggunakan suara perempuan.


"Aexandria, mengapa kau tidak kembali ke wujud mu sebelum nya?" Tanya Guru Robert.


"Saya tidak bisa melakukan itu pak. Saya harus menunggu setidak nya sepuluh menit untuk bisa mengaktifkan sihir lagi pak."


"Begitu ya... Selanjutnya kamu!"


Yang di tunjuk oleh Guru Robert adalah Natasha. Natasha mengangguk, sebelum akhir nya maju kedepan untuk mendemonstrasikan kemampuan nya.


Natasha tidak langsung Mengaktfikan sihir nya seperti dua orang sebelum nya, ia mengigit ujung jari jempol nya hingga mengeluarkan darah, setelah melakukan itu Natasha mengumpulkan energi sihir nya, ia kemudian merapalkan mantra saat darah nya setetes jatuh dari luka di jempol nya.


"Magic Set. Blood's Magic Activated, Shape one: Blade!"


Mengikuti setetes darah yang jatuh sebelum nya, dari luka Natasha keluar makin banyak darah hingga membentuk sebuah garis lurus. Sesaat tetesan darah nya menyentuh tanah, darah nya mengeras sebelum akhirnya berubah bentuk dalam waktu sepersekian detik. Darah Natasha berubah bentuk menjadi pedang bermata satu.


"Maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu, karena menyangkut informasi pribadi." Jawab Natasha.


"Begitu ya... Baiklah kau boleh pergi, selanjut nya kamu Raihan."


Natasha mundur, kembali ke barisan, sebelum posisi nya di gantikan oleh Raihan. Guru Robert mempersilahkan Raihan untuk menunjukkan kemampuan nya, Raihan membalas suruhan dari Guru Robert tanpa mengatakan apapun, ia segera mengumpulkan energi sihir, setelah itu ia merapalkan mantra pengaktifan sihir.


"Magic set. Transformation!


" Aaaaaakh.....! Mooooooo!"

__ADS_1


Setelah merapalkan mantra, Raihan berteriak kencang. Tubuh nya perlahan berubah ke bentuk yang berbeda, kedua kaki dan tangan nya berubah bentuk menyerupai kaki hewan, kepala nya tumbuh tanduk, wajah nya terdistorsi menunjukkan perubahan yang begitu signifikan. Saat wajah nya berubah sepenuh nya, teriakan Raihan juga ikut berubah menjadi suara hewan menyerupai sapi. Setelah beberapa detik proses transformasi, tubuh Raihan akhir nya berubah sepenuh nya. Bentuk tubuh nya, berubah sepenuh nya menjadi hewan. Lebih tepat nya ia berubah menjadi banteng.


Sebagai info tambahan. Pakaian yang Raihan kenakan robek saat proses transformasi nya.


"Ooooh... Transformasi yang sempurna. Bagus... Bagus.... Bagus sekali." Kata guru Robert dengan kagum sembari mendekati Raihan dengan mata berbinar.


Menambah fokus ku, aku terus memperhatikan perilaku Raihan yang telah berubah wujud menjadi seekor banteng. Saat melihat guru Robert terus berjalan mendekati Raihan, aku menyadari sesuatu yang aneh dari perilaku Raihan.


"Teman-teman, jangan ada yang bergerak." Kata ku kepada yang lain nya. Tentu saja mereka bingung mendengar peringatan ku yang tiba-tiba, tapi aku tidak memiliki waktu untuk menjelaskan situasi kepada mereka! Ada sesuatu yang lebih penting dari itu!


"Pak Robert. Lumpuhkan Raihan! Dia kehilangan kendali atas sihir nya!" Kata ku kepada Guru Robert.


Natasha yang awal nya kebingungan dengan sikap ku yang tiba-tiba memberi peringatan, mengalihkan pandangan nya ke arah Raihan, lalu menatap nya dengan seksama, setelah beberapa detik tubuh Natasha tersentak, ekspresi nya menunjukkan keterkejutan hebat. "Pak Robert, segera hentikan Raihan!"


Karena melihat kami berdua yang dengan keras kepala memberi peringatan kepada nya, guru Robert pun tanpa pikir panjang melumpuhkan Raihan yang telah berubah wujud. Ia mengaktifkan sihir penguatan fisik, lalu dengan kedua tangan nya mengangkat tubuh Raihan kemudian ia membanting nya. Saat tubuh Raihan tersungkur di tanah, guru Robert memukul wajah nya Raihan.


"Moo!" Raihan dalam wujud banteng nya mengeluarkan rintihan kesakitan. Sesaat wajah nya di pukul, ia kehilangan kesadaran. Pukulan Guru Robert pastilah sangat kuat sampai-sampai Raihan hilang kesadaran hanya dalam sekali pukul. Tubuh Raihan menyusut kembali, perlahan-lahan berubah menjadi manusia lagi.


Karena pakaian nya telah robek, tentu saja saat ini Raihan telanjang. Sebelum aku melihat seluruh bagian tubuh nya, aku memalingkan wajah ku. Natasha mengikuti ku, sedangkan Alexandria yang masih dalam wujud laki-laki nya tidak mengikuti langkah kami.


"Huft! Hampir saja!" Guru Robert bernafas lega menyaksikan Raihan yang telah berubah kembali ke wujud semula.


Setiap hewan memiliki tanda-tanda akan menyerang, sebagai contoh ular kobra yang memekarkan sisik di sekitaran leher nya sebagai tanda waspada. Jika kita mengganggu ular kobra pada fase itu, jangan terkejut kalau kita di serang. Sama hal nya dengan banteng. Mereka memiliki kebiasaan jika dalam kondisi waspada. Guru Robert sebelum nya mendekati Raihan yang dalam wujud banteng nya saat ia menunjukkan perilaku waspada, jika guru Robert terus mengganggu Raihan, tidak mengejutkan apabila ia di serang.


"Nampak nya Raihan tidak dapat mengendalikan kesadaran nya saat ia bertransformasi." gumam Guru Robert. Aku tidak tahu apakah ia mengetahui perilaku hewan, tapi yang jelas Guru Robert mengetahui kalau diri nya akan di serang oleh Raihan jika terus mengganggu nya. Ia bahkan sudah bersiap mengaktfikan sihir nya sesaat sebelum aku memberi peringatan.

__ADS_1


"Kita akan menunggu Raihan sadar. Setelah itu kita akan melakukan praktek selanjut nya." Kata Guru Robert memberikan instruksi kepada kami.


Guru Robert menggendong Raihan, kemudian membawa nya pergi dari lapangan. Kami semua pun di biarkan beristirahat.


__ADS_2