
Babak pertama turnamen yang berupa duel antar kelas dimulai. Tapi sebelum duel benar-benar dimulai, masing-masing kelompok dipersilahkan untuk melakukan diskusi, untuk menentukan peserta yang akan ikut dalam duel ditiap ronde babak ini.
Masing-masing kelompok, hanya diperbolehkan untuk mengirim tiga anggota. Untuk babak pertama, kami mendiskusikan siapa saja orang yang akan kami kirimkan. Orang yang pertama memberikan pendapatnya adalah aku sendiri.
"Sudah dapat dipastikan, kalau Michael akan ikut dalam babak pertama ini, juga dari keperibadian Reiko Kagami, aku sangat yakin dia juga akan ikut. Untuk mengatasi mereka berdua, lebih baik aku, Natasha dan Raihan yang turun dalam perlombaan ini." Ucapku, memberi usulan kepada anggota tim ku, dengan pertimbangan peserta yang akan lawan kirimkan.
Natasha adalah orang yang cocok untuk melawan Michael, dengan kemampuan Natasha yang dapat membuat senjata tajam dari darahnya, ia akan dapat dengan mudah untuk memotong semua tanaman yang dibuat oleh Michael. Selanjutnya ada Raihan, yang jelas akan seimbang kemampuannya dengan Reiko Kagami yang mampu memanggil hewan panggilan, dengan sihir transformasinya ia mampu melawan semua panggilan dari Reiko Kagami, juga kita telah sepakat untuk membuat Raihan bergantung dengan sihir Transformasinya selama turnamen nanti.
Kemudian ada aku, diantara yang lainnya, kemampuan sihir ku yang paling biasa saja. Jika aku hanya menggunakan sihir dasar selama turnamen dan tidak mengungkapkan kartu as-ku, aku dapat dengan mudah menipu para peserta lain mengenai kemampuan sihir ku.
Inilah pertimbangan yang kulakukan saat mengusulkan anggota yang akan maju pada babak ini. Juga alasan yang kuberikan cukup logis, dengan begini harusnya kawan setimku akan setuju dengan usulan ku.
"Mira... Sebaiknya yang maju pada babak ini aku, Raihan dan kau saja." Aku merasa usulan ku sudah bagus dan tidak ada celah untuk disanggah, tapi nyatanya aku salah. Dani, menyanggah usulan ku, dengan cara mengusulkan dirinya sendiri untuk ikut serta dalam babak pertama ini.
Aku menanyakan mengapa ia mengusulkan dirinya.
"Tidak ada yang mengetahui kemampuan Michael sebaik aku." Jawab Dani atas pertanyaan ku.
"Bukankah kita sudah membahas hampir semua kemampuan orang itu saat penyusunan strategi kemarin? Harusnya tidak ada masalah untuk menyerahkan Michael kepada Natasha."
__ADS_1
"Bukankah kau sendiri yang bilang. Bisa saja dia menyembunyikan kemampuannya yang sebenarnya. Memikirkan kemungkinan ini, satu-satunya jalan terbaik adalah mengirimku dalam babak kali ini."
Aku memegangi daguku, sembari memikirkan alasan yang dilontarkan oleh Dani.
Jelas sekali bukan itu alasan yang sebenarnya dari ia mengusulkan dirinya pada babak kali ini. Aku menduga ia memiliki maksud tersembunyi.
Terlebih lagi, lawannya kali ini adalah orang yang selalu menjadi saingannya dalam memperebutkan seorang gadis. Ada pepatah "Wanita adalah racun dunia.' banyak kehancuran yang berawal dari seorang perempuan, bahkan dari mitologi agama Samawi, alasan manusia dikeluarkan dari surga bermula dari seorang wanita.
Aku khawatir, dari rasa persaingan memperebutkan seorang gadis, membuatnya tidak bisa menilai situasi dengan baik. Jika ini benar terjadi, hal ini bisa menjadi bumerang untuk kami.
"Waktu diskusi habis! Masing-masing perwakilan kelas dipersilahkan untuk menuju ke tengah arena." Saat aku masih berpikir, pembawa acara, mengumumkan habisnya waktu diskusi. Membuat diskusi kami tidak selesai.
"Mmm... Aku setuju dengan Natasha." Sambung Alexandria.
"Kelas A. Waktu diskusi telah habis, silahkan kirim anggota kalian. Jika lambat, kalian akan didiskualifikasi secera otomatis."
Atas desakan dari pembawa acara, Dani tanpa pikir panjang segera berjalan ke tengah lapangan, mengabaikan usulan dari Alexandria dan Natasha.
"Tunggu! Ini bukan seperti yang kita diskusikan!" Ucapku pada Dani.
__ADS_1
"Tidak ada waktu lagi! Kau tidak dengar? Jika lambat, kita akan didiskualifikasi!" Jawab Dani, menghentikan langkahnya, menengok kebelakang, memarahiku, sebelum akhirnya ia lanjut berjalan ketengah lapangan.
"Aaaa... Mooou..." Aku dengan perasaan kesal, mengikuti langkah Dani pergi berjalan ke tengah lapangan. Raihan mengikuti dibelakang ku.
Semua anggota yang akan ikut berpartipisai dalam babak pertama berbaris ditengah lapangan. Seperti dugaan ku, Reiko Kagami dan Michael Caseolaris ikut serta dalam babak ini.
Mungkin lambat untuk kuberitahu, tapi sebagian besar murid kelas B, banyak beranggotakan perempuan. Lalu anggota murid kelas C, banyak beranggotakan murid laki-laki.
Untuk penentuan lawan, akan dilaksanakan dengan cara diundi. Babak pertama sendiri, terbagi lagi menjadi beberapa ronde, yaitu ronde 8 besar, 4 besar, lalu ronde final. Karena peserta pada babak pertama ini beranggotakan 9 orang, maka akan ada satu ronde tambahan. Bisa dikatakan ronde tambahan ini adalah ronde kualifikasi. Sialnya, untuk ronde kualifikasi ini kelas kami akan maju pertama melawan anggota dari kelas C.
Hasil undian untuk babak pertama seperti ini:
Raihan Adaka melawan anggota kelas B, bernama Ema Knežević.
Anggota kelas C, Michael Caseolaris melawan Dani Kalpataru
Anggota kelas B melawan seorang murid perempuan dari kelas C.
Lalu ada Reiko Kagami melawan antara aku dan salah seorang murid laki-laki dari kelas C, tergantung siapa pemenang dari babak ini.
__ADS_1
Yap. Itu benar, yang maju pada babak kualifikasi pertama kali adalah anggota dari kelas kami, yaitu aku sendiri. Nampaknya hari ini benar-benar hari sial kami, karena setelah melawan murid kelas C, yang selanjutnya kulawan adalah Reiko Kagami. Yang ku khawatirkan selanjutnya adalah Dani yang melawan Michael. Aku tidak khawatir akan kemungkinan ia kalah, tapi kemungkinan yang lebih buruk dari itu, yang bisa saja hal ini berdampak pada hasil akhir pada babak pertama ini.