
Dani, Raihan, dan Alexandria saat ini berada di atas sebuah gedung yang tinggi nya sekitar 5 meter. Di depan gedung ada taman terbuka. Mereka bertiga berbaring di atas atap gedung, menundukkan kepala mereka serendah mungkin, sambil berhati-hati, mereka mencuri-curi pandang ke arah taman yang berada di bawah mereka.
Setelah mencuri-curi pandang beberapa kali, mereka bertatap-tatapan satu sama lain, seakan-akan mereka berbicara melalui pandangan mereka, mereka bertiga mengangguk dengan wajah yakin, tanpa basa-basi mereka bertiga turun dari gedung secara bersamaan, lalu berlari ke arah taman yang berada persis di depan mereka.
Mereka terus berlari dengan kecepatan yang melebihi atlet lari professional. Taman tempat mereka berlari saat ini kurang lebih berjarak 2.5 meter persegi. Dengan kecepatan lari yang dapat menempuh jarak 100 meter dalam sepersekian detik, mereka bertiga dalam sekejap mata sampai di seberang taman.
Seperti sudah menentukan posisi yang akan di ambil, Alexandria, Dani, dan Raihan langsung mengambil tempat persembunyian mereka masing-masing setelah melewati taman.
Mereka benar-bener bergerak dengan hati-hati. Mulai dari keluar dari gedung penyimpanan tempat mereka berdiskusi dengan dua teman mereka yang lain nya, mereka bertiga telah memutuskan untuk bergerak dengan hati-hati, saking hati-hati nya mereka tidak mau mengeluarkan suara sama sekali, bahkan mereka telah membuat kode tangan untuk bertukar kata satu sama lain. Alasan mereka bergerak dengan hati-hati seperti ini karena kurang nya informasi mengenai Android yang akan mereka lawan.
memutuskan melawan android-android itu secara langsung dengan sedikit nya informasi sama saja bunuh diri. Karena itu mereka memutuskan untuk menggunakan taktik griliya, menghindari melawan Android-android secara langsung.
'Sudah sekitar tiga menit kita bergerak, tapi belum ada tanda-tanda android itu akan muncul. Aku harus memikirkan cara lain yang lebih efektif.' Pikir Dani sembari menempelkan punggung nya di dinding bangunan.
Dani mengirimkan kode tangan kepada kedua teman lain nya yang memiliki arti 'diam di tempat.' Menuruti kode yang di berikan dari Dani, Alexandria dan Raihan membalas kode tangan dari Dani yang berarti 'Mengerti!' Setelah menerima kode dari mereka berdua, Dani menginspeksi lokasi sekeliling dengan hati-hati di sudut dinding bangunan tempat ia menyandarkan punggung nya.
'Aku pikir di sana tempat yang cocok.'
Setelah melihat ke kiri dan ke kanan, menginspeksi beberapa lokasi dengan cepat, Dani mendapatkan lokasi yang cocok. Dengan kecepatan tinggi ia berlari ketempat yang di maksud dengan kecepatan tinggi, lebih tepat nya di perempatan jalan. Berhenti tepat di tengah perempatan, Dani mengumpulkan energi sihir nya kemudian ia merapalkan mantra. "Magic Set. Botany Magic: Big Tree!"
Dengan energi sihir yang telah ia kumpulkan di kedua telapak tangan nya, Dani membungkuk, menempelkan tangan nya di tanah. Seketika akar-akar tanaman yang masih belum tumbuh di tanah berkembang dengan kecepatan tidak masuk akal, di sertai dengan getaran kecil di tanah.
Akar itu tumbuh makin besar, hingga akhir nya menumbuhkan batang pohon berdiameter 3 meter, batang itu terus tumbuh hingga mencapai 12 meter, hingga pada akhir nya cabang-cabang besar dan kecil di sertai dengan daun tumbuh di puncak batang yang telah mencapai tinggi 12 meter itu.
__ADS_1
Dani yang berdiri di tempat pohon yang tumbuh akibat sihir nya itu otomatis ikut di bawa naik sampai ketinggian yang sama dengan pohon itu, saat ini ia tepat berada di pucuk.
Raihan dan Alexandria yang melihat Dani melakukan itu hanya bisa menganga dengan wajah kaget dan bingung. Itu wajar. Karena perbuat Dani itu benar-benar bertentangan dengan rencana awal yang ingin melakukan taktik geriliya. Dengan menciptakan pohon setinggi itu, otomatis Dani secara tidak langsung memberitahu musuh 'Aku disini!' Dan juga Dani tidak menjelaskan apapun mengenai hal ini, wajar kalau Raihan dan Alexandria terkejut, bingung sekaligus heran dengan perbuatan Dani.
***
Aku dan Natasha berada di atap gedung penyimpanan tempat bendera kami berada, dari kejauhan sekitar 100 meter dari tempat kami, aku dan Natasha melihat sebuah pohon yang tumbuh besar menyaingi tinggi bangunan-bangunan tempat arena permainan kami. Jelas itu adalah perbuatan Dani, satu-satu nya orang di kelas kami yang dapat menggunakan sihir memanipulasi tanaman.
"Apa yang di lakukan anak itu?" Tanya Natasha dengan wajah skeptis saat melihat pohon itu tumbuh.
"Mungkin dia ingin menarik perhatian musuh. Dengan arena sebesar ini, dan kurang nya informasi akan sangat berbahaya kalau musuh mengetahui posisi bendera kita terlebih dahulu. Mungkin dengan menarik perhatian musuh, dan menganalisis dari arah mana mereka datang, Dani bisa menebak lokasi bendera musuh sebelum drone menunjukkan peta. Yah, yang ku katakan kali ini hanyalah kemungkinan saja, bisa saja Dani memiliki maksud lain."
Aku menjelaskan kepada Natasha mengenai maksud Dani dari hasil analisis dari kepala ku. Walaupun terdengar meyakinkan di telinga nya, aku masih tidak tahu apa maksud sebenarnya dari tindakan Dani.
'Tetapi, gerakan Dani kali ini benar-benar nekad. Aku masih memikirkan kemungkinan lain di kepala ku, tapi lebih baik ia tidak melakukan itu. Karena jika ia sampai nekad melakukan hal itu, kemungkinan berhasil nya di bawah lima persen.'
***
"Tidak boleh buang-buang waktu!"
Kata Dani sebelum akhir nya turun dari puncak pohon. Alexandria dan Raihan kemudian mendekati Dani saat ia sudah benar-benar berada di tanah.
"Apa yang kau lakukan!" Alexandria bertanya dengan nada marah.
__ADS_1
"Tidak ada waktu untuk menujelaskan," Kata Dani dengan cepat. "Markas musuh kemungkinan besar berada di arah timur, sampai ke timur laut. Aku ingin kalian berdua kesana!"
"E-eh...!? Bisa kau jelaskan terlebih dahulu situasi nya!?"
"Aku melihat empat orang musuh datang dari arah timur laut, jadi kemungkinan besar markas mereka ada di sana! Jika mereka mengirim empat orang untuk datang kesini, itu artinya..."
"Hanya ada satu orang yang menjaga bendera..." Kata Alexandria menyambung penjelasan Dani.
"Ya. Kau benar. Ada kemungkinan besar itu adalah jebakan musuh, dan bisa jadi mereka menempatkan markas mereka di arah berlawanan, tapi untuk saat ini kita tidak memiliki waktu untuk memastikan hal itu! Karena pilihan yang terbaik kita saat ini adalah pergi ke arah mereka datang!"
"Baiklah. Kami akan mengikuti instruksi mu." Jawab Alexandria.
"Tu-tunggu sebentar! Dani, kau bilang empat orang musuh mengarah kesini bukan? Apa yang akan kau lakukan selama kami pergi?" Tanya Raihan.
"Aku akan menahan mereka disini!"
"Kau yakin bisa melakukan nya?" Tanya Raihan.
"Jujur saja. Aku tidak bisa. Tetapi dengan begitu aku bisa mendapatkan informasi mengenai kemampuan musuh."
"Kalau begitu aku akan tinggal!"
"Tidak. Kau harus ikut bersama Alexandria. Kemampuan mu sesuai dengan peran ini. Cepatlah pergi! Selama kita berbicang-bincang seperti ini, keempat orang itu terus berlari menuju kesini!"
__ADS_1
"U-um... Ba-Baiklah..."
Dengan ragu-ragu, Raihan pun pergi bersama Alexandria kearah timur laut. Mereka mengambil jalan memutar agar tidak bertemu dengan ke empat android yang mendatangi Dani, Alexandria dan Raihan juga masih bergerak dengan hati-hati, menyembunyikan hawa keberadaan mereka.