
"Bagus! Kalian semua tepat waktu!"
Saat kami semua sampai ke lapangan belakang sekolah, kami di sambut oleh guru Robert dengan senyum lebar nya, ia nampak bersemangat melihat kami semua yang berhasil tepat waktu sampai kelapangan.
Lapangan di belakang bangunan Academy, adalah lapangan rumput dengan lebar dan panjang masing-masing berjarak 100 meter. Sekitaran lapangan terdapat pohon rimbun, menghiasi lapangan. Kami semua berdiri di tengah lapangan, berbaris horizontal berhadap-hadapan dengan guru Robert.
Kami berlima berlari dari dalam kelas hingga sampai ke lapangan ini, karena ukuran sekolah yang luas, kami tidak bisa berjalan santai jika ingin menghindari hukuman dari guru Robert. Untuk orang normal, mungkin mereka akan berkeringat dan terengah-engah jika berlari dari tempat kami mulai, tapi karena tubuh kami berevolusi hingga kekuatan fisik kami meningkat, kami sama sekali tidak mengeluarkan keringat dan terengah-engah.
"Sayang sekali kalian tidak ada yang terlambat. Padahal saya ingin setidak nya menghukum satu orang pada hari ini." Guru Robert berbicara dengan nada kecewa, tapi kami semua tahu ia berbohong dari ekspresi wajah nya yang dari awal kami datang hingga sekarang masih tersenyum puas.
"Karena tidak ada yang kena hukum hari ini, kita akan langsung mulai pelajaran pada hari ini. Untuk mata pelajaran yang saya ajarkan akan mengambil waktu dua kali mata pelajaran... Hari ini kita akan belajar sihir dasar, yaitu sihir penguatan fisik. Sihir ini adalah sihir paling mudah, bahkan anak SD saja dapat melakukan nya dengan baik, jika ia dapat merasakan energi sihir. Oleh karena itu saya tidak akan menjelaskan lebih lanjut mengenai sihir ini, kalian langsung bisa mulai memperaktekkan sihir nya sekarang!"
Hm. Guru bernama Robert Podolski ini tidak baik dalam menjelaskan teori. Seperti mata pelajaran yang ia ajarakan, Praktek sihir. Ia adalah tipe orang yang lebih mementingkan praktek dari pada teori. Bahkan dari penampilan nya sendiri tidak menunjukkan profesionalitas.
Kami semua mengikuti instruksi guru Robert, lalu mengaktifkan sihir penguatan fisik. Saat kami menggunakan sihir itu, seketika tubuh kami menjadi ringan.
Sebenarnya, sihir yang kami gunakan di sebut sebagai sihir penguatan fisik itu kurang tepat. Karena sihir yang kami gunakan saat ini hanyalah doping menggunakan Partikel Carlania, untuk mempercepat pembuatan Hormon Endorphine dan Adrenaline, membuat seolah-olah kemampuan fisik kami meningkat, yang sebenarnya itu hanyalah ilusi yang di ciptakan dari efek Hormon Endorphine dan Adrenaline yang memaksakan kekuatan fisik kami.
Untuk manusia normal penggunaan doping seperti ini akan memberikan efek negatif seperti tegang otot atau kelelahan hingga tepar, tapi sekali lagi, karena kami sudah berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi dari sebelum nya, efek negatif itu dapat di hindari, jika penggunaan sihir ini pada batas wajar.
__ADS_1
Sebenarnya Fakta mengenai hal ini sudah di ketahui dari jauh hari, tapi saat sihir ini pertama kali di temukan, sihir ini di beri nama dengan sihir penguatan fisik, pihak pemerintah juga tidak ingin repot-repot mengganti namanya, akhirnya nama sihir ini pun tidak berubah sampai sekarang.
"Sekarang kalian tes lari satu putaran mengelilingi lapangan ini!"
Pada akhir nya kami masih di suruh lari!
"Di mulai dari kamu!"
Guru Robert menunjuk Raihan. Raihan pun mulai berlari, mengikuti instruksi dari guru.
Guru Robert mengambil sebuah alat dari saku nya, sesaat Raihan mulai berlari. Kemampuan manusia yang sudah berevolusi di tambah dengan kemampuan fisik yang telah di tingkatkan hingga ke tahap maksimal benar-benar mengejutkan! Raihan dapat mengelilingi lapangan berjarak 100 meter hanya dalam waktu sepersekian detik. Setelah Raihan sampai ke tempat awal ia berdiri, guru Robert menunjuk murid yang ia ajar satu persatu, di mulai dari Dani, dilanjutkan Alexandria, aku dan terakhir Natasha.
"Hmm... Saya mengerti kemampuan fisik kalian dari tes barusan. Pertama kamu, siapa nama mu?"
"Raihan."
"Kamu memiliki kecepatan lari 200km perjam, di lanjutkan kamu, yang memiliki kecepatan lari 150km perjam, lalu kamu 120km perjam, kamu 119km perjam, dan terakhir kamu, memiliki kecepatan lari yang begitu jauh dari lain nya, yaitu 90km perjam."
Di antara kami berlima yang memiliki kecepatan tertinggi adalah Raihan, di susul Dani lalu ada Alexandria dan Natasha yang kecepatan mereka hampir sama dan di posisi terakhir ada aku yang memiliki kecepatan lari di bawah seratus kilo. Aku merasa kalau kecepatan lari ku sudah di luar kecepatam manusia normal, tetapi di sini aku sadar kalau di atas langit masih ada langit. Dulu aku membanggakan dapat berlari lebih cepat dari atlet professional, tapi di sini aku di suguhkan fakta kalau aku adalah murid dengan fisik terlemah di antara murid lain nya. Seperti yang ku bilang di awal, untuk kemampuan fisik kami sebenarnya sudah meningkat berkat evolusi akibat Partikel Carlania, sihir peningkatan fisik hanyalah doping yang memberikan efek peningkatan kinerja otot kami, sehingga untuk tes kali ini benar-benar hasil dari kondisi fisik dasar dari seseorang.
__ADS_1
Raihan yang dapat berlari lebih cepat dari yang lain, bukan berarti kemampuan sihir nya lebih tinggi dari ke empat murid lain nya, tapi murni karena kemampuan fisik nya sudah di atas rata-rata manusia yang telah berevolusi, begitu pula dengan ku, aku mendapatkan hasil akhir bukan karena kemampuan sihir ku di bawah rata-rata, tapi karena memang kemampuan fisik ku yang lebih lemah dari mereka berempat. Bahkan setelah evolusi ku, aku masih tidak dapat mengalahkan kekuatan fisik mereka.
Sebagai catatan, lapangan yang kami gunakan tertutup oleh pohon yang ada di sekeliling lapangan, sehingga sinar matahari tidak sepenuh nya menyorot ke lapangan yang kami gunakan. Ini tentu saja berpengaruh untuk Natasha yang memiliki penyakit Syndrom Vampir. Jika sinar matahari menyorot sepenuh nya kelapangan, mungkin ia akan menduduki posisi terakhir. Jadi bisa di katakan, saat ini Natasha berada di puncak performa nya.
"Kalian pasti bertanya, mengapa aku mengecek kemampuan fisik kalian? Itu di karenakan, beberapa sihir akan menunjukkan kinerja penuh nya, jika kemampuan fisik nya mendukung. Sebagai contoh, si Raihan dan... Siapa nama mu?"
"Mira."
"Mira... Baiklah, saya ingat nama mu. Saya ulang, seperti yang saya bilang sebelum nya. Beberapa sihir akan bekerja dengan maksimal jika seseorang memiliki kemampuan fisik yang mendukung. Seperti Raihan dan Mira..." Guru Robert menjelaskan sebagian besar sama seperti penjelasan ku sebelum nya. Intinya ada beberapa sihir yang memerlukan kondisi fisik prima agar dapat bekerja dengan maksimal.
"Selanjut nya, kita akan mulai praktek sihir elemen tingkat dasar. Karena sebelum nya sudah Raihan yang mulai pertama, selanjut nya kamu, Mira, yang mulai duluan."
Guru Robert menunjuk ku untuk memulai demonstrasi. Aku mengikuti arahan nya, mulai mengaktifkan sihir ku. Mengumpulkan energi sihir dengan hati-hati di telapak tangan kanan ku, aku merapalkan mantra. "Magic set. Water Magic: Bubble!"
Setelah aku mengucapkan mantra, sihir pun mulai aktif dengan memunculkan bola air berdiameter 2 meter dari udara kosong tepat persis di depan telapak tangan kanan ku. Menjulurkan tangan kanan ku ke depan, aku melepaskan bola air. Bola air melayang perlahan sejauh lima meter ke arah depan, sebelum akhirnya bola air meletus, di ikuti dengan percikan air yang langsung jatuh ketanah tertarik dengan gravitasi.
"Kecepatan pengaktifan, kontrol akan fenomena dan jumlah energi yang di kumpulkan.... Bagus... Bagus sekali... Kau berbakat dalam memanipulasi energi sihir. Selanjutlah adalah kamu."
Setelah aku mendemonstrasikan kemampuan sihir ku, guru Robert melanjutkan menunjuk teman sekelas ku satu persatu. Di mulai dari Natasha, Dani, Alexandria dan terakhir Raihan. Di antara mereka berempat, yang memiliki kontrol akan sihir yang baik hanyalah Alexandria, selebih nya tidak mampu mengendalikan sihir dengan baik. Untuk Natasha berhasil membuat bola air, tapi sebelum bola air itu di lesatkan, bola air itu langsung pecah, untuk Dani bentuk bola air yang ia buat tidak sempurna dan tidak bisa di kendalikan saat di lepaskan, yang paling buruk adalah Raihan. Ia sama sekali tidak mampu membuat bola air, saat air berukumpul di telapak tangan nya, air itu langsung jatuh ketanah sebelum bisa membentuk bola air dengan sempurna. Bisa di katakan Raihan tidak baik dalam mengontrol energi sihir nya. Mengapa ia tidak mampu membuat bola air dengan sempurna? Alasan nya pada input Partikel Carlania yang ia masukkan, atau bisa di bilang energi sihir yang ia gunakan saat merapalkan mantra. Raihan terlalu banyak menggunakan energi sihir saat ia merapal mantra, menyebabkan mantra yang ia rapalkan tidak stabil dan berakhir gagal.
__ADS_1