My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 62 Babak Pertama Turnamen Part IV : Dani VS Michael Part II


__ADS_3

"Woooooooah!" Diikuti dengan suara sorakan penonton.


"Magic set. Botany Magic: Aristolochia Microstoma."


"Dasar orang gila!" Dani memaki Michael, dengan wajah mengkerut sembari menutupi hidungnya.


Michael Caseolaris mengendalikan partikel disekitarnya, menciptakan sel tumbuhan, yang segera sel itu dengan waktu tidak sampai satu detik segera berubah menjadi benih sebuah tanaman, yang langsung tertanam di tanah di sampingnya, sejauh 3 meter. Dari benih itu tumbuh tanaman dengan bentuk aneh, dengan ukuran setiap tanaman memiliki besar yang tidak wajar.


Sorak-sorai penonton yang menyertai pertandingan kali ini sepenuhnya menghilang. Bangku penonton menjadi sunyi karena sebuah alasan.


Michael, yang melihat tanamannya sudah tumbuh dengan subur, segera mundur beberapa langkah, menjauh dari tanaman yang ia ciptakan. Ia juga menutupi hidungnya sama seperti Dani.


Dani, yang ingin mengaktifkan sihirnya tidak bisa fokus mengumpulkan Partikel Carlania, media yang ia gunakan untuk mengaktifkan sihir, yaitu tangannya, tidak bisa... Atau lebih tepatnya tidak mau ia gerakkan dari batang hidungnya, dengan putus asa disertai dengan ekspresi yang dipenuhi emosi, Dani terus menekan hidungnya.


"Hueeeek..." Pembawa acara, mengeluarkan suara yang tidak mengenakkan, seakan-akan ia mengeluarkan seluruh isi perutnya. Atau lebih tepatnya, ia memang benar-benar mengeluarkan isi perutnya.


"Saudara-saudara... Huuup... Hah... Hah... Hah... Sekalian... Langkah yang... Tidak... Terdu... Hueeek... Te-Terduga... Dari kelas B..." Ucap pembawa acara dengan putus asa, ditengah-tengah perkataanya, ia mengeluarkan isi perutnya beberapa kali.


Dari bangku penonton, juga terdengar suara serupa seperti pembawa acara. Banyak yang mengeluarkan isi perutnya.


"Aku tahu dia bodoh dan berpikiran pendek... Tapi aku tidak menyangka akan separah ini." Pikir Dani, menatap kearah Michael dengan tatapan tidak menyangka.


"Huek... Saudara-saudara... Saya pamit undur diri... Bau ini... Sungguh tidak... Hueeeeek... Mengenakkan..." Terdengar suara mikrofon terjatuh dengan keras kelantai sesaat pembawa acara menyelesaikan perkataannya.


"Booooo!"


"Mati kau sialan!"


Ejekan disertai kutukan dapat terdengar dari suara penonton.


Michael Caseolaris. Mengerti benar akan kemampuannya. Ia sadar, ia tidak akan bisa mengalahkan Dani apabila bertanding secara adil. Oleh karena itu, Michael, menggunakan berbagai macam cara, walaupun cara licik sekalipun untuk mengalahkan Dani.


Tanaman yang diciptakan oleh Michael adalah tanaman pemakan serangga, yang cara penyerbukannya tanaman itu akan mengeluarkan bau khusus untuk menarik serangga yang tertarik dengan bau busuk. Singkatnya, tanaman ciptaan Michael adalah tanaman yang mengeluarkan bau busuk, yang saat ini bau itu sudah menyebar keseluruh penjuru arena, bahkan sampai dikursi penonton.


Untungnya, ruang VIP tertutup dengan kaca, membuat bau busuk yang dihasilkan dari bunga ciptaan Michael tidak dapat masuk kedalam ruangan. Akan kehilangan muka pihak akademi apabila ada bau busuk yang mengganggu kenyamanan para tamu VIP.

__ADS_1


"Botany Magic: Gypsophilia!"


Lapangan Arena yang sebelumnya hanya di isi dengan pasir, seketika mulai dipenuhi dengan struktur molekul yang seketika berubah menjadi sel DNA tanaman, sel DNA itu berubah menjadi bibit, kemudian dari bibit itu tumbulah sebuah tanaman. Tanaman itu benar-benar mengisi seluruh lapangan berpasir.


Jenis tanaman yang mengisi seluruh lapangan adalah sejenis tanaman hias, yang dikenal sebagai Baby Breath. Tanaman hias yang memiliki ukuran kecil. Batang-batang berukuran kecil dengan setinggi kurang lebih 100cm, dengan ukuran kelopak bunga sepertiga dari ukuran batang, tumbuh memenuhi arena.


"Cih!" Dani mendecikkan lidahnya.


Sebagai pengguna sihir memanipulasi tanaman seperti Michael, Dani juga memiliki pengetahuan luas mengenai tanaman. Dani, saat melihat kelopak bunga... Tidak, saat mendengar nama tanaman keluar dari mulut Michael, segera mengetahui maksud dan tujuan dari Michael.


"Jelas sekali dia ingin mematikan indera dominan milikku."


Pertama, dia menggunakan tanaman yang mengeluarkan bau busuk untuk mengganggu indera penciuman. Kedua, ia menggunakan tanaman Baby Breath untuk mengganggu indera penglihatan. Serbuk sari dari Baby Breath dapat menyebabkan gangguan penglihatan, walaupun tidak sampai fase hingga kebutaan, serbuk dari bunga ini dapat membuat mata berair dan gatal.


Serbuk sari dari bunga baby Breath segera menyebar. Dikarenakan banyaknya bunga tersebut, serbuk sari segera menutupi seluruh arena. Serbuk sari bunga itu segera menyebar dengan cepat, tanpa ada delay sedetikpun.


Dani masih menutupi hidungnya, membuat serbuk dari Baby Breath tidak langsung masuk kehidungnya. Jika sampai masuk ke hidung, serbuk dari bunga itu akan menyebabkan Dani bersin-bersin, hal itu akan membuatnya tidak bisa merapalkan mantra dengan benar. Untungnya, Michael tidak memikirkan hal ini, ia membuang-buang energi sihirnya hanya untuk mengganggu indera dominan Dani. Kalau saja Michael memikirkan lebih jauh, ia mungkin tidak akan mengeluarkan tanaman bernama Aristolochia Microstoma, yang mengeluarkan bau busuk itu. Ia mungkin langsung mengeluarkan tanaman Gypsophilia atau Baby Breath untuk langsung mengganggu indera penciuman dan penglihatan Dani, ditambah ia juga bisa membuat Dani tidak bisa fokus pada rapalannya.


Wajar jika Michael tidak memikirkan hal itu lebih jauh, ia bergerak berdasarkan emosinya. Membuat proses berpikirnya terhambat karena tertutup oleh emosinya yang kini sedang meluap-meluap.


"Untung saja Mira sudah mengingatkan ku." Pikir Dani. "Jika aku melawan Michael dengan emosi yang meluap-luap sepertinya, mungkin aku juga akan melakukan kesalahan yang sama."


"Mungkin ini yang namanya Tsundere?" Pikir Dani.


Gadis kecil bernama Mira itu, walaupun tidak menunjukkan secara gamblang, sebenarnya cukup peduli pada kawan-kawannya. Terbukti saat menolong Raihan, juga pada turnamen ini. Tidak dapat dipungkiri, Mira merupakan otak dari turnamen ini. Walaupun Dani sedikit enggan untuk mengakui hal ini.


"Magic set. Botany Magic: Giant Sequoia."


Sebelum serbuk sari benar-benar menginfeksi matanya, Dani dengan cepat mengaktifkan sihirnya. Membuat sebuah pohon berbentuk piramidal yang menjulang tinggi, dengan kayu berwarna merah karat, dengan bagian luar batang dilapisi dengan kayu yang berkerut. Pohon ini digadang sebagai pohon tertinggi didunia. Dani yang bisa mengendalikan sel tanaman dengan perantara partikel Carlania, membuat pohon ini tidak menjulang tinggi sesuai dengan tinggi pada umumnya. Ia membuat pohon ini tumbuh kurang lebih sepuluh meter dari atas arena.


Dengan ukuran tanaman ciptaan Michael yaitu, Baby Breath, yang memiliki ukuran tanaman kecil, serbuk-serbuk dari tanaman itu tidak dapat mencapai ketinggian hingga 5 meter. Serbuk sari Baby Breath menyebar pada ketinggian maksimal 1 sampai 2 meter setengah.


"Apakah aku membuatnya terlalu tinggi?" Pikir Dani, yang saat ini berdiri disalah satu cabang pohon ciptaannya.


Saat Dani berniatan untuk menurunkan ketinggian pohonnya, ia segera menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Bau busuk dari tanaman Aristolochia Microstoma tidak sampai kesini."


Itu benar. Bau busuk yang sebelumnya memenuhi arena, tidak dapat tercium oleh Dani.


"Sungguh kebetulan yang sangat menguntungkan!" Pikir Dani dengan senyum diwajahnya.


"Cih.." Menyadari kalau Dani tidak masuk dalam wilayah serangannya, Michael mendecakkan lidahnya, dengan wajah marah. "Berhenti jadi pengecut, dan hadapi aku, Dani!!!" Teriak Michael dengan nada tinggi.


"Siapa yang pengecut sebenarnya disini!" Pikir Dani dengan sedikit perasaan iritasi.


"Menggonggonglah sesuka mu Michael." Balas Dani, dengan senyum mengejek menghiasi wajahnya.


"Ba**sat kau!" Teriak Michael, menanggapi hinaan Dani.


Emosinya semakin menjadi-jadi ia menciptakan tanaman kaktus, dengan ukuran setinggi pria dewasa. Hal yang harusnya tidak terjadi, dapat terjadi apabila Partikel Carlania bertindak... Kaktus ciptaan Michael, layaknya sebuah senapan mesin, menembakkan duri-duri tajam dengan kecepatan 50m/s melesat kearah Dani.


Mengendalikan salah satu batang pohon tempatnya kini duduk, Dani menangkis serangan Michael. Setelah itu, Dani membalas serangan Michael menggunakan batang pohon Giant Sequoia. Batang dari pohon besar, yang memiliki tebal kira-kira 3 meter itu, terayun kearah Michael, layaknya cambuk.


Michael menghindari batang besar itu yang kemudian menghantam tanah tempat Michael sebelumnya berpijak, menghancurkan tanaman yang Michael buat, juga dampak lanjutan dari cambukan batang pohon tebal itu membuat tanah sedikit bergetar, menerbangkan debu, serbuk sari dan dedaunan tanaman yang memenuhi arena.


Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!


Ayunan demi ayunan batang pohon tebal terus mencambuk tanah, mengeluarkan bunyi hantaman keras, menerbangkan segala sesuatu yang ada diatas tanah.


Bau busuk, serbuk sari yang memenuhi Arena sedikit demi sedikit menghilang saat seluruh tanaman yang ada diatas tanah berterbangan, berhamburan, tidak beraturan di udara.


"Sudah ku duga... Dari segi kemampuan... Aku benar-benar kalah... Termyata benar, aku tidak bisa mengalahkan orang jenius..." Pikir Michael, yang mulai putus asa, ia saat ini tengah kesusahan menghindari cambukan batang pohon ciptaan Dani itu.


Michael kemudian, secara sekilas, melihat kearah salah satu ruang VIP.


Disana ada keluarga Caseolaris, keluarga Kalpataru, juga keluarga dari Alya... Yaitu keluarga Nikitani... Mereka semua menonton pertandingan antara Michael dan Dani dengan tatapan serius. Michael terfokus pada tatapan keluarganya, yang dari tatapan serius mereka terdapat jejak ekspresi kecewa, melihat Michael yang kesusahan dalam melawan Dani.


Mata Michael kemudian melihat kearah keluarga Nikitani... Disana, ada Alya, yang duduk tepat disamping ibunya, melihat pertandingan dengan seksama.


Wajah Michael yang sudah berekspresi putus asa seketika berubah. Ekspresinya seketika menjadi ketakutan... Tidak tahu apa yang ia lihat dari ekspresi gadis itu, yang jelas... Rasa horor yang amat kuat memenuhi hatinya, membuatnya kehilangan rasa putus asanya.

__ADS_1


"Tidak peduli! Cara apa yang kugunakan! Aku harus menang pertandingan ini!"


Michael, dengan perasaan takutnya, menciptakan pohon beringin, yang ukurannya tidak kalah besar dengan milik Dani. Ia saat ini berada disalah satu cabang pohon yang memiliki dedaunan lebat itu.


__ADS_2