My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 07 Gangguan di Akhir pekan


__ADS_3

Setelah menyelesaikan tes masuk, para peserta yang telah berhasil lolos telah resmi menjadi murid dari akademi sihir Carlanian. Tetapi kami tidak langsung bersekolah pada esok hari nya, kami di berikan waktu untuk istirahat untuk memulihkan energi kami setelah menyelesaikan tes, dengan kata lain, kami di berikan waktu libur.


Saat aku pulang dari tes masuk, aku memberitahukan kepada keluarga ku kalau aku lulus tes. Aku juga memberitahukan kalau penerimaan pada tahun ini di batasi menjadi lima puluh orang peserta masuk. Aku tidak memberitahukan bagaimana bentuk tes yang ku jalani, tes yang aku lakukan sudah dapat di katakan berbahaya. Jika aku memberitahu keluarga ku, mereka akan khawatir, dan aku tidak ingin itu terjadi! Karena itu aku tutup mulut mengenai konten tes. Aku juga memberitahu kalau seluruh biaya sekolah ku akan di tanggung pihak akademi karena berhasil lulus tes masuk yang begitu sulit. Tentu saja anggota keluarga ku senang dengan kabar ini.


Setelah aku memberitahu kabar itu kepada orang tua ku, aku langsung pergi ke kamar dan tidur. Karena rasa lelah yang terakumulasikan dari menjalani tes yang begitu berat, aku langsung tertidur pulas saat kepala ku menyentuh bantal yang empuk.


Ke esokan hari nya, aku terbangun dari tidur ku. Melihat ke arah jendela, matahari sudah meninggi, melihat ke arah jam dinding, waktu menunjukkan pukul sepuluh. Aku tidak menyangka akan terbangun begitu lambat. Ini menandakan seberapa lelah nya tubuh ku. Mengambil smartphone di atas meja belajar, aku segera menyadari sesuatu.


"Pantas saja kami di suruh libur. Ternyata hari ini hari minggu."


Biar ku beritahukan sebuah kisah dari teman daring ku yang ku kenal dari game online. Dia memberitahu diri nya adalah seseorang yang menghidupi kehidupan nya dengan bermain game. Dia memberitahu ku, karena melakukan kegiatan monoton setiap hari nya, ia sampai lupa tanggal dan hari. Aku setuju dengan hal ini, terkadang saat libur panjang, dan tidak ada kegiatan, aku sampai lupa hari.


Tanggal di smartphone ku menunjukkan 3 April, hari minggu. Pantas saja kami di berikan waktu sehari untuk libur.


Tubuh ku masih terasa berat, mungkin aku harus mengikuti instruksi dari pihak akademi dan menghabiskan waktu pada hari ini untuk istirahat? Yap. Itu ide yang bagus.


Memutuskan untuk istirahat seharian, aku sekali lagi naik ke atas kasur dan memejamkan mata ku untuk menyambung tidur lagi.


"Mira! Ada teman mu yang datang!"


Aaaakh! "Siapa yang berani mengganggu istirahat ku!"


Sayang nya rencana ku di gagalkan oleh adik ku yang tiba-tiba masuk ke kamar, menganggu tidur ku.


"Aku tidak tahu. Dan juga baru kali ini aku melihat teman mu datang mengunjungi mu." Atas protes ku yang emosi karena tidur ku di ganggu, adikku menjawab ku dengan wajah cemberut.


Alasan mengapa tidak ada satu teman ku yang mengunjungi rumah ku, karena aku tidak memiliki satu pun teman di SMP. Aku tidak memiliki teman bukan berarti aku adalah seorang penyendiri! Aku hanya tidak ingin bergaul dengan teman sekolah ku karena sebagian dari mereka adalah berandalan. Aku tidak ingin mereka membawa pengaruh buruk pada ku! Jika aku tidak memiliki teman dari SMP ku, bagaimana dengan teman SD ku? Aku memiliki banyak teman di sekolah dasar ku, tapi aku tidak tahu bagaimana nasib mereka sekarang. Setelah lulus, aku kehilangan kontak dengan mereka. Bahkan teman SD di dekat rumah ku sudah pindah setelah kami lulus. Kalau bukan teman SD dan SMP lalu siapa? Kalau teman SD ku, pasti Mia mengenali nya.


"Suruh dia tunggu di bawah, aku ingin bersiap-siap sebentar."


Karena penasaran siapa yang datang mengunjungi ku, aku tidak bisa menyuruh nya pulang. Aku pun memutuskan untuk menemui nya.

__ADS_1


***


"Kita bertemu lagi Mira."


"...."


"Hmmm...? Kenapa kau begitu terkejut melihat ku?"


"Aku punya satu pertanyaan... Bagaimana kau bisa tahu rumah ku, Natasha?"


Setelah bersiap-siap, mencuci muka dan mengganti pakaian ku, aku langsung menemui tamu yang kata adikku adalah teman ku. Namun betapa terkejut nya aku saat melihat yang mengunjungi ku adalah, seorang gadis vampir berambut pirang yang baru aku kenal kemarin. Aku bahkan tidak memberitahu alamat rumah ku, bagaimana bisa dia tahu tempat tinggal ku!?


"Aku mengikuti mu."


"A-Apa? Bisa di ulang?"


"Aku mengikuti mu."


"...."


Di-Dia mengikuti ku!? Bagaimana? Mengapa? Aaah... Kepala ku mulai di penuhi dengan pertanyaan. Gadis normal mana yang mengikuti seseorang yang baru di kenal nya selama beberapa menit? Hmm....? Untuk mengatakan Natasha gadis normal rasa nya adalah sebuah pujian yang tidak realistis...? Aku sangat yakin dia sama sekali tidak normal! Bukan karena 'Sindrom Vampir' nya, tapi dari sifat nya yang selama ini dia tunjukkan. Aku yakin dia gadis yang aneh.


"Aku bosan di rumah. Karena itu aku mengunjungi mu.


Yap. Jelas sekali dia adalah gadis yang aneh.


"Apakah kalian ingin pergi ke suatu tempat?" Adikku, Mia yang baru datang dari dapur sembari membawa nampan berisikan teh, menanyakan hal itu.


"Hmmm... Aku belum memutuskan. Tapi jika Mira mau, aku tidak akan menolak."


"Aku ti-"

__ADS_1


"Eeeeh... Ayo kita pergi ke mall, Mira selalu berdiam di rumah, dan juga dia akan sibuk mulai besok, jadi ini adalah kesempatan yang bagus untuk refreshing!"


"Mia... Aku belum-"


"Ayolah Mira. Tidak ada salah nya kan melakukan refreshing untuk sesaat."


"Uugh... Haaaah... Baiklah."


"Yes!!! Ah. Boleh aku ikut? Aku juga ingin refreshing setelah melakukan ujian."


"Ya. Boleh saja." Jawab Natasha atas pertanyaan adikku.


Adikku, menyusun semua rencana untuk mengajak ku refreshing bersama dengan Natasha. Bahkan aku tidak di beri kesempatan untuk menyampaikan pendapat!


"Kau punya adik yang baik Mira. Dia begitu peduli pada mu."


"Terima kasih atas pujian mu... Tunggu, dari mana kau tahu dia adikku?"


Sangat jarang orang mengetahui Mia adalah adikku. Ini akibat tinggi badan ku yang jauh lebih pendek dari nya. Biasanya orang-orang akan menganggap Mia sebagai kakak ku. Hal ini bisa di hindari jika Mia memanggil ku dengan sebutan 'kakak' tapi Mia memanggil ku dengan nama ku, hal ini semakin membuat kesalahpahaman di antara orang-orang. Dan juga saat pertama kali bertemu dengan Natasha, dia sama sekali tidak menganggap ku sebagai anak kecil, seperti orang lain pada umum nya. Hal ini terselip dari pikiran ku waktu tes kemarin karena aku memfokuskan diri untuk menyelesaikan tes. Jika ku pikirkan lagi, ini sangat mencurigakan.


"Hmmm... Biasanya aku tidak memberitahu hal ini pada orang lain. Tapi karena kau orang yang bisa di percaya Mira, aku akan memberitahu mu. Aku memiliki mata khusus untuk menganalisis seseorang." Jawab Natasha sembari menunjuk mata nya yang berwarna merah darah. "Dengan mata ini, aku dapat mengetahui umur, kekuatan sihir, kemampuan, dan kualitas dari darah orang yang ku analisis. Ini sama seperti mata emas milik mu, walaupun mata emas mu seperti nya memiliki kemampuan yang lebih dari punya ku."


Aku tidak tahu penderita 'sindrom vampir' memiliki kemampuan seperti itu. Dan juga perkataan nya barusan saat ku tanya dari mana dia tahu rumah ku. Dia mengatakan dia mengikuti ku. Aku tidak merasakan kehadiran seseorang tadi malam saat aku pulang. Lalu bagaimana dia bisa lepas dari kemampuan mendeteksi ku? Seperti nya aku harus sedikit mewaspadai Natasha. Banyak hal yang tidak ku ketahui tentang nya. Lalu ia mengatakan mata emas ku memiliki kemampuan yang sama seperti milik nya, apa maksud nya...? Aku baru dengar mengenai hal ini.


"Uuum... Kalian sudah selesai bicara?" Adikku yang menyadari kalau suasana semakin menegang saat aku mulai mencurigai Natasha,mencairkan suasana dengan menanyakan hal itu.


"Ya. Kami sudah selesai. Ah, aku lupa memperkenalkan kalian. Mia, dia adalah peserta yang lolos tes masuk sama seperti ku, namanya Natasha. Dan Natasha seperti yang kau bilang, dia adalah adikku, namanya Mia."


"Senang berkenalan dengan mu."


"Aku juga Mia. Senang bisa kenal dengan mu."

__ADS_1


Mereka saling jabat tangan sembari tersenyum.


__ADS_2