My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 25 Pertandingan Melawan Android Part VII


__ADS_3

"Bubble!" Menciptakan gelembung air berdiameter satu meter tepat di depan wajah Android yang ku lawan, aku berhasil menjebak Android itu di dalam nya. Itu semua berhasil kulakukan di karenakan aku menyerang nya dengan tiba-tiba, tanpa membiarkan Android yang ku incar bersiap-siap menerima serangan ku.


Android di samping ku, menyaksikan kawan nya? Atau mungkin doppleganger nya? Tertangkap, ia langsung bereaksi cepat untuk membebaskan Android yang ku jebak di dalam gelembung air. Tapi sebelum ia bisa melakukan itu, Natasha menembakkan anak panah darah nya ke wajah Android itu, membuat nya mengalihkan perhatian nya ke Natasha.


Tidak mau kalah, Dani menyerang menggunakan batang pohon berukuran 20 centimeter ke dua android yang tersisa.


Aku menggunakan sihir angin untuk mementalkan gelembung air menjauh dari posisi awal, gelembung itu melesat, menjauh sejauh 15 meter ke arah depan. Aku mengikuti gelembung air itu, meninggalkan Natasha dan Dani yang sibuk menahan Android yang tersisa untuk tidak mengejar ku. Tapi tidak tahu mengapa, android yang tersisa mengabaikan serangan Dani dan Natasha, memilih mengejar ku. Akibat mengabaikan kedua kawan ku itu, para Android itu beberapa kali terkena serangan oleh kedua kawan ku. Menyebabkan beberapa kerusakan kecil di tubuh mereka.


Nampak nya mengabaikan serangan mereka berdua membuahkan hasil. Ketiga Android itu berhasil menangkap gelembung air ku, dan membebaskan android yang terperangkap di dalam nya.


Aneh... Mengapa mereka harus repot-repot menolong kawan mereka? Apakah mereka ingin mempertahankan jumlah mereka?


Yang jelas, pergerakan mereka sangat tidak wajar... Jika aku mengetahui alasan mereka melakukan hal itu, mungkin saja hal itu akan berfungsi sebagai kartu as kami.


Atas alasan itu, aku menginstruksikan kedua kawan ku untuk memisahkan para Android itu. "Pisahkan mereka!"


Mungkin mereka menyadari keanehan dari pergerakan para Android, sehingga sebelum aku berikan instruksi mereka sudah melakukan nya.


Natasha membuat dua buah pedang darah, melesat ke salah satu Android. Kekuatan fisik nya yang di atas rata-rata manusia berevolusi jelas sekali mendominasi jalan nya pertarungan, di tambah Dani yang terus merepotkan Android lain dengan sihir tanaman nya semakin membuat para Android itu terpisah. Saat ini jarak mereka berempat sekitar 3 meter. Mereka masih belum menujukkan perilaku tidak wajar seperti sebelum nya.


Aku memancing Android lain, dengan menggunakan sihir Magnet, membuat jarak mereka semakin jauh.


Ada beberapa unsur logam di dalam tubuh ke empat Android itu, sehingga aku dapat dengan mudah menarik salah satu android ke arah ku dengan sihir magnet... Akibat tertarik menjauh dari ke tiga android yang lain, android yang ku tarik pun menunjukkan perilaku tidak wajar seperti sebelum nya.


Ia dengan susah payah melawan tarikan akibat sihir Magnet ku. Dia membalas tarikan dari sihir magnet ku dengan sihir magnet juga, alhasil kedua kutub magnet yang sama bertemu, menyebabkam gaya tolak yang cukup untuk menghentikan daya tarik dari sihir ku.


Tapi, itu sudah cukup. Dengan perhitungan cepat di kepala ku, aku dapat mengetahui jarak maksimal perpisahan mereka.


"7 meter! Mereka berusaha agar tidak berpisah dengan jarak maksimal 7 meter!"


Mendengar teriakan ku, ke empat Android itu menunjukkan perilaku waspada, seperti seorang anak kecil yang ketahuan berbuat nakal oleh orang tua mereka.


Mereka berempat, menciptakan barrier sihir berbentuk setengah lingkaran yang mengelilingi mereka berempat. Aku kembali keposisi awal, berkumpul kembali bersama ketiga kawan ku.


"Kalian menyadari hal itu?" Tanya ku kepada Natasha dan Dani.


"Ya. Mereka berusaha agar tidak berpisah satu sama lain." Jawab Dani.


"Mira, apakah ada aturan tertentu yang berhubungan dengan jarak pada sihir 'Doppleganger?'" Tanya Natasha.


"Tentu saja ada. Batas maksimal tiruan bisa berpisah dengan tubuh utama sekitar 500 meter. Lalu ada juga batasan terhadap berapa banyak tiruan yang dapat di ciptakan."


"Berapa banyak tiruan yang dapat di ciptakan?"

__ADS_1


".... Empat. Kita hanya bisa menciptakan empat tiruan, lebih dari itu sihir akan mengalami error, dan gagal untuk di aktifkan."


"Kalau begitu, apakah batas maksimal juga akan berkurang saat kita menambah tiruan?"


"Tidak dalam sepengetahuan ku."


Sejujur nya aku tidak tahu mengenai pengurangan jarak maksimal itu. Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang sempurna, sama hal nya dengan sihir. Setiap sihir pasti ada kekurangan yang tidak dapat di hindari, tidak terkecuali dengan sihir Doppleganger, untuk kasus sihir Doppleganger sendiri, aku sudah bereksperimen dengan sihir ini berkali-kali. Alhasil, aku mengetahui beberapa batasan dalam sihir ini.


Pertama, tiruan dari diri kita tidak bisa melangkah melebihi 500 meter dari tubuh utama. Jika tiruan melebihi batas itu, tiruan akan hancur.


Kedua, tiruan yang dapat di buat maksimal berjumlah 4 orang. Jika melebihi batas maksimal, dan masih ngotot menambah, sihir akan mengalami error membuat sihir akan gagal dan tiruan yang telah di ciptakan hancur.


Ketiga, tiruan hanya memiliki 20% kekuatan dari tubuh utama.


Keempat, tiruan tidak bisa bergerak sesuai kehendak sendiri, sebagai pengguna kita dapat memerintahkan tiruan melalui gelombang otak kita yang akan di sampaikan secara real time kepada masing-masing tiruan. Untuk sederhana nya, kita dapat mengendalikan tiruan melalui pikiran kita.


Dari hasil eksprimen ku, hanya empat hal itu yang tercatat sebagai kekurangan dari sihir Doppleganger ini. Tentu saja, aku sudah mencoba batas maksimal perpisahan saat menambah jumlah tiruan. Hasil nya, tidak ada perubahan. Tapi itu mungkin saja terjadi karena tingkat penguasaan sihir ku yang tinggi, sehingga pengurangan batas maksimal itu tidak terjadi saat aku menggunakan nya.


Mungkin saja android yang menggunakan sihir ini tidak terlalu menguasai sihir Doppleganger, membuat terjadi nya pengurangan batas maksimal perpisahan. Atau mungkin...


Aku tersenyum masam, saat memikirkan dua kemungkinan yang ada di kepala ku. Aku tidak memikirkan kemungkinan lain dari dua kemungkinan ini, jadi mungkin saja salah satu dari kemungkinan yang masih ku simpan di dalam kepala ku ini benar.


"Magic set. Creation!"


"Cek, cek, apakah kalian bisa mendengar suara ku dari alat itu?" Tanya ku.


"Ya." Jawab Natasha dan Dani bersamaan, suara mereka bergema di telinga ku. Di telinga kiri ku, aku dapat mendengar suara mereka melalui alat yang ku ciptakan di telinga kanan ku aku dapat mendengar mereka secara langsung. Karena secara posisi, kami bertiga memang berdekatan.


"Bagus. Kita tidak bisa berdiam diri seperti ini, kita akan bahas perilaku aneh mereka sambil bertarung jika memungkinkan, jika tidak, aku dan Natasha akan memaksakan diri menyelesaikan pertarungan kami secepat nya. Sampai saat itu tiba, aku ingin Dani menahan mereka sebisa mungkin."


"Mengerti," Balas Dani.


Pertarungan kami pun berlanjut. Menyerang barrier pelindung yang melindungi keempat Android di depan kami. Kami menyerang secara bersamaan, Natasha melemparkan tombak darah nya, Dani mencambuk menggunakan batang besar, lalu aku menyerang menggunakan bola api berdiameter 5 meter.


Karena kami menyerang dengan begitu kuat secara bersama-sama, Barrier itu hancur seketika. Aku reflek mendecakkan lidah ku sesaat Barrier itu hancur.


"Kita membiarkan mereka selama beberapa detik, dan mereka sudah saling menyembuhkan satu sama lain." Gumam ku dengan kesal. "Maaf Natasha, tapi urus lawan ku sebentar."


"Aku tidak tahu apa yang rencanakan, tapi percepat apapun yang sedang kau lakukan itu."


"Tenang saja, aku tidak akan lama!"


Waktu perapalan satu mantra yang dapat ku lakukan kurang dari satu detik, tapi saat aku memaksa menggunakan dua mantra sekaligus, waktu perapalan akan berkurang menjadi dua detik. Aku memikirkan berbagai cara untuk menutupi kelemahan ini, hingga aku menemukan sihir yang tepat untuk mengatasi kelemahan ku ini.

__ADS_1


"Magic Set. Delay Magic," Seperti nama nya, Delay Magic berguna untuk menunda waktu pengaktifkan suatu sihir. Seperti memasukkan kode program dalam komputer tetapi menunda waktu pengaktifan program tersebut, jika program itu ingin di aktifkan kita hanya perlu menekan tombol aktif atau enter untuk mengaktifkan program tersebut. Sama hal nya yang ku lakukan sekarang, aku memasukkan kode program sihir kedalam Partikel Carlania, lalu mengatur kode pengaktifan mantra. Sebagai contoh, aku meraplkan mantra sihir api, yang dapat ku aktifkan tiga menit kemudian. Mungkin menurut sebagian orang mantra ini tidak berguna, karena menunda waktu pengaktifan mantra. Tapi jika di gunakan dengan baik, mantra ini sangatlah berguna.


"No.1. Fire Ball, No.2. Barrier, No.3. Bubble, No.4. Boost, No.5. Blow, No.6. Magnet, No.7. Gravity Field!" Aku merapalkan mantra sihir satu persatu, total ada tujuh mantra yang ku aktifkan. Tapi karena efek dari Delay Magic tidak terjadi apapun saat aku merapalkan mantra itu. Seharus nya, jika tidak ada delay magic, kesemua mantra itu akan aktif dan menciptakan sebuah fenomena alam dalam waktu sepersekian detik setelah mantra itu di rapalkan.


"Selesai Natasha. Kau fokus pada musuh mu! Dan juga terima kasih! 'Activated Number four!"


Mantra dalam nomor urut empat adalah mantra Boost, yang menciptakan angin pendorong di belakang ku. Tubuh ku terdorong ke arah depan, ke arah salah satu Android yang berada di dekat Natasha. Android itu menyadari keberadaan ku, tapi seperti sebelum nya, ia terlambat dalam bereaksi, aku menjulurkan tangan ku mengaktifkan mantra nomor urut satu, yaitu 'Fire Ball' bola api berdiameter satu meter tercipta di telapak tangan ku, seketika membakar android yang ku incar, tidak selesai sampai di situ aku mengaktifkan mantra nomor urut dua, 'barrier'. Yang berguna untuk mengurung android yang terbakar itu dalam ruang tertutup, memanggang nya.


"Bukankah itu berlebihan!?" Teriak Dani dari suatu tempat.


Memang itu berlebihan, tapi perlu di ingat, lawan kami kali ini bukanlah manusia. Lawan kami adalah tiruan dari manusia, yaitu Android yang memiliki tubuh dengan unsur logam di dalam nya. Di tambah aku segera menutup jalur oksigen dengan 'Barrier' ku. Api tidak bisa nyala tanpa ada nya oksigen, jika api menyala di ruang tertutup, api itu akan segera menyerap oksigen di dalam nya hingga hampa kemudian api itu akan mati. Hal itulah yang terjadi saat ini, api yang ku buat hanya memanggang android yang ku serang selama beberapa detik.


Api yang ku ciptakan memiliki panas kurang lebih 700-980 derajat celcius. Manusia normal akan mengalami luka bakar tingkat tiga. Tapi berbeda dengan android, yang tubuh nya terdapat logam dengan titik leleh yang melebihi 1000 derajat, api setingkat itu sama sekali tidak berdampak pada mereka. Mentok-mentok hanya membuat tubuh mereka memanas. Tapi itulah yang ku incar!


"Activated Number Three!" Sihir pada nomor urut ketiga adalah 'Bubble!' air yang ku gunakan untuk sihir Bubble bersuhu rendah. Dan saat ini, android yang berada di dalam barrier terperangkap di dalam gelembung air ku, sesaat sihir barrier yang melindungi android itu menghilang, ia pun akan langsung berada di dalam ruangan bersuhu rendah. Perubahan suhu yang mendadak itu, menyebabkan beberapa malfungsi pada mesin android. Hal itu dapat ku ketahui dari kilatan listrik yang muncul dari pergelangan tangan dan kaki android yang tengah terperangkap itu. Gerakan android yang terperangkap menjadi kaku, sebelum akhir nya ledakan kecil terjadi menimbulkan kepulan asap keluar dari kepala android itu.


Satu android telah kalah. Sesaat android itu mengalami kerusakan, android itu langsung hancur. Menandakan kalau yang ku lawan adalah Doppleganger.


Mengalihkan perhatian ku, aku dapat menyaksikan Natasha berhasil menusuk dada Android tidak jauh dari tempat ku, android itu langsung hancur sama seperti yang ku lawan.


Pertarungan Dani di sisi lain belum selesai, ia masih berusaha melawan kedua android yang tersisa. Jujur aku ingin membantu nya, tapi menggunakan "Delay Magic" Memberikan efek samping pada tubuh ku. Sebenarnya efek yang di berikan tidak berarti, hanya timbul rasa lelah yang setara dengan melakukan lari sejauh satu kilometer.


"Hah... Hah... Hah..." Aku terengah-engah, berusaha mengambil udara sebanyak-banyak nya.


Sama seperti ku Natasha juga terengah-engah. Di paksa bertarung dengan menggunakan kekuatan darah yang akan memberikan efek Anemia kepada pengguna di tambah terpapar sinar matahari, Natasha dalam kondisi lebih buruk dari ku. Wajah nya pucat pasi, kaki nya bergetar hebat, alhasil ia pun jatuh tersungkur di tanah.


"Kami... Hah... Hah... Serahkan... Sisanya... Hah... Hah... Padamu... Dani... Hah... Hah..." Gumam Natasha dengan terengah-engah, melirik kesamping, berjarak 5 meter dari tempat kami berada ada Dani yang masih berusaha melawan dua android yang masih tersisa.


Menarik tangan Natasha, aku menjauh sekitar tiga meter lagi dari tempat Dani bertarung. Pada saat inilah aku menjelaskan pada Dani segala kemungkinan alasan perilaku aneh android sebelum nya yang ada di kepala ku.


"Dani dengarkan aku. Mungkin penguasaan sihir Doppleganger yang android ini gunakan tidak sempurna sehingga jarak pisah mereka begitu dekat, itu kemungkinan pertama. Lalu yang kedua mungkin saja mereka menjebak kita dengan informasi palsu. Sebenarnya mereka bisa berpisah lebih dari 7 meter, tapi memilih untuk tidak melakukan nya untuk menjebak kita. Yah... Karena kita berhasil mengalahkan dua dari tiga Dopleganger, android ini mungkin akan menunjukkan niat sebenarnya, dengan menyerang ku dan Natasha yang saat ini kelelahan. Lalu kemungkinan terakhir, android yang kita lawan saat ini masih belum sempurna. Sihir yang bisa mereka gunakan, mungkin saja lebih rendah kualitas nya dari sihir yang kita gunakan."


"Begitu ya... Itu kabar yang baik!" Balas Dani, suara nya terdengar dari telepon nirkabel yang ku buat.


"Biarkan aku istirahat sebentar, setelah itu aku akan membantu mu." Balas ku.


"Oke! Selagi kau mengumpulkan tenaga, tidak akan ku biarkan salah satu dari mereka mendekat!"


Tiba-tiba terdengar suara dari pengeras suara yang ada di sebuah gedung di dekat kami.


"Ah. Kalian bisa mendengar ku? Guru kalian Robert yang saat ini bicara. Aku lupa memberitahu kalian, waktu 90 menit itu terlalu lama. Lagipula hanya ada dua tim yang bertarung. Karena itu peraturan permainan akan ku ganti, siapapun yang berhasil merebut bendera lawan terlebih dahulu akan di nyatakan sebagai pemenang. Kalau begitu, Good Luck!"


Seperti nya, kami benar-benar harus mengerahkan seluruh kemampuan kami. Persetanan dengan istirahat!

__ADS_1


Walaupun kelelahan, aku dan Natasha membantu Dani... Tanpa kami sadari, tindakan gegabah kami kali ini yang membawa kami pada kekalahan.


__ADS_2