My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 54 Memasuki Arena Pertandingan


__ADS_3

Guru Jhon berjalan lagi, membimbing kami menyusuri bangunan kubah besar. Aku tidak tahu bagaimana struktur bangunan ini, yang jelas, hawa panas tidak terasa didalam ruangan. Malahan suhu didalam ruangan, dapat dikatakan stabil. Penggunaan Air Conditioner, tidaklah cukup untuk menghasilkan suhu yang stabil seperti sekarang ini, jelas, struktur dari bangunan juga ikut memainkan peran dalam penjagaan suhu dalam ruangan.


Berjalan kurang lebih lima menit, kami tiba disebuah lorong yang berjarak dua setengah meter, yang diterangi dengan lampu LED. Menyusuri lorong, kami tiba di ujung ruangan, yang terdapat pintu yang juga terbuat dari logam.


Pintu logam itu dapat dibuka dengan pemindaian sidik jari.


"Ruangan ini adalah ruangan khusus staff, yang selama turnamen ini akan digunakan untuk tempat kalian beristirahat." Ucap guru Jhon kepada kami sesaat kami semua masuk kedalam ruangan.


Ruangan yang kami masuki berisi beberapa ruang kecil yang dari tanda diatas pintu ruangan dapat dipastikan kalau ruang-ruang kecil itu berguna sebagai toilet dan ruang ganti pakaian, di bagian ujung ruangan terdapat dua buah kasur bertingkat dan satu buah kasur ukuran kecil, ada juga kulkas yang telah dipenuhi dengan buah-buahan, sayur-sayuran dan minuman. Ada sedikit tempat kecil yang berguna sebagai dapur di sisi lain ruangan. Rupanya, ruangan staff ini benar-benar di desain untuk tempat peristirahatan kami selama turnamen ini.


"Pintu yang disana itu terhubung kelorong yang akan membawa kalian langsung ke bangunan tempat turnamen diadakan." Ucap guru Jhon, menunjuk salah satu pintu di dalam ruangan, yang memiliki desain yang tidak sama dengan desain pintu pada ruangan ini. Pintu yang digunakan untuk ruang ganti dan toilet semua terbuat dari logam, tapi pintu yang ditunjuk oleh Guru Jhon terbuat dari kayu pohon ek. Membuat pintu itu lebih menonjol dari pintu lainnya.


"Kalian memiliki waktu 5 menit untuk bersiap-siap. Setelah selesai, kalian langsung pergi menuju ke bangunan tempat turnamen diadakan. Jangan sampai terlambat! Kalian mengerti!?"


"Baik." Jawab kami serempak atas instruksi guru Jhon.

__ADS_1


"Bagus! Aku akan pergi duluan ke bangunan sebelah." Ucap guru Jhon, sebelum akhirnya ia pergi keluar ruangan.


Ia tidak keluar menggunakan pintu yang baru saja ia beritahu pada kami, melainkan ia keluar menggunakan jalan yang baru saja kami lalui untuk menuju ruangan ini. Dari sini, bisa disimpulkan, kalau terdapat jalan lain menuju bangunan tempat turnamen dilaksanakan.


Kami semua mengikuti instruksi dari guru Jhon, yaitu mempersiapkan diri. Walaupun begitu... Tidak banyak yang dapat kami lakukan, paling-paling yang kami lakukan saat ini hanyalah mengulang kembali strategi yang akan kami gunakan saat pertandingan nanti. Ini adalah kali kedua kami melakukan hal ini, yang pertama kali kami lakukan dimobil saat berangkat kesini. Alasan ku terus mengulang strategi yang telah kami tetapkan untuk berjaga-jaga, apabila ada seseorang diantara kami yang kelupaan. Hal itu justru akan sangat fatal. Oleh sebab itu, aku terus mengulangi pembahasan mengenai strategi ini berulang-ulang. Sebegitu berhati-hatinyalah diriku.


Setelah selesai mengingat-ngingat strategi, kamipun keluar melalui pintu kayu ek, sesuai dengan instruksi guru Jhon.


***


Seperti yang dikatakan guru Jhon. Dibalik pintu ek, terdapat sebuah lorong dengan pencahayaan remang-remang yang memiliki lebar yang cukup untuk dilalui lima orang apabila berbaris sejajar. Kamipun berbaris sejajar, berjalan dengan kecepatan normal, menyusuri lorong.


"Wooooooah!!!"


Sesaat kami keluar dari ruangan, kami merasa ditekan dengan keadaan. Dibalik lorong yang kami lalui, adalah sebuah arena, layaknya stadion, yang dimana arena ini berada di sebuah ruangan tertutup. Di sekeliling arena terdapat tribun penonton bertingkat-tingkat yang kesemua bangkunya telah terisi penuh dengan puluhan ribu manusia. Sorakan dari ribuan manusia itu, menggetarkan seisi arena, yang menjadi penyebab utama kami merasa ditekan sesaat keluar dari lorong.

__ADS_1


Arena tempat kami berdiri saat ini memiliki tiga lorong utama, yang ada di tiga sisi ujung arena. Kami anak murid kelas A, adalah kelompok yang paling pertama keluar. Tidak berselang lama, kelompok lain akhirnya ikut keluar dari lorong yang berbeda-beda. Bisa dipastikan kalau kelompok yang keluar dari lorong itu adalah peserta turnamen kali ini, yaitu anak murid kelas satu.


Sorakan makin heboh saat semua kelompok pesert keluar dari lorong masing-masing. Sorakan yang begitu meriah ini tentu saja semakin memberikan tekanan kepada kami, orang yang menyebabkan semua penonton bersorak.


"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, bapak-bapak dan ibu-ibu, kakak-kakak dan adik-adik..."Suara laki-laki paruh baya, yang terdengar dari seluruh pojok lapangan menggema, memecahkan suara sorak-sorai penonton. Suara dengan nada bersemangat seakan-akan hari ini adalah hari yang begitu membahagiakan tertransmisikan melalui pengeras suara yang berada di setiap sudut lapangan.


"Saya adalah pembawa acara pada turnamen kali ini," Sambung pemilik suara memperkenalkan dirinya. "Turnamen kali ini sangatlah begitu mengejutkan! Karena apa...? Seperti yang kalian lihat! Peserta turnamen kali ini adalah peserta yang paling sedikit pengikutnya dalam sejarah akademi! Tapi tenang saja... Peserta tahun ini tidak kalah hebat... Bukan, lebih tepatnya, mereka adalah peserta yang jauh lebih hebat dari peserta dari tahun-tahun sebelumnya!"


"Wooooah!!!"


Mendengarkan deklarasi seperti itu, membuat penonton yang telah hening, menjadi heboh kembali. Tapi kehebohan itu tidak berlangsung lama saat pembawa acara melanjutkan kembali perkataannya.


"Peserta untuk tahun ini, adalah peserta yang telah di filter dengan ujian yang begitu sulit. Yang bahkan peserta tahun sebelumnya saja mungkin tidak mampu untuk menyelesaikannya!" Mendengar hal ini, para penonton bersorak sekali lagi, kali ini lebih heboh. "Oooh... Dari suara kalian, saya bisa tahu kalau kalian begitu bersemangat untuk mengetahui kemampuan mereka ya... Tenang saja, saudara-saudara, saya juga sama seperti kalian, saya juga begitu bersemangat untuk mengetahui kemampuan para peserta pada tahun ini! Baiklah... Tanpa banyak basa-basi, kita mulai turnamennya!"


"Woooooooooah!"

__ADS_1


"Tapi sebelum itu, mari kita perkenalan dengan perwakilan setiap tim! Masing-masing perwakilan, silahkan pergi ke tengah arena!"


Pembawa acara memberikan instruksinya. Sesuai dengan prediksi ku, yang disuruh perkenalan disini bukanlah ketua tim, melainkan perwakilan tim. Sejauh ini masih sesuai dengan perhitungan ku. Jika kejadian setelah ini masih sesuai dengan perhitungan ku, aku merasa kasihan pada Dani. Tapi hal ini diperlukan... Tidak peduli apa yang akan terjadi pada Dani, kita harus bergerak sesuai dengan rencana yang telah kita diskusikan.


__ADS_2