My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 03 Tes Masuk Tahap Pertama Part II


__ADS_3

"Langsat! Kenapa sabuk pengaman nya harus macet di saat seperti ini!"


Aku berusaha melepaskan sabuk pengaman yang macet, tapi karena mobil terus jatuh dengan tidak wajar, aku menyerah melakukan itu dan memilih memutuskan nya dengan kekuatan ku sendiri. Aku segera berpindah ke kursi pengemudi.


"Orang dewasa mana yang membiarkan anak di bawah umur memegang kemudi! Sistem pendidikan negara ini harus segera di benahi!" Aku mengutuk sembari menarik kemudi untuk menstabilkan posisi mobil. Untung nya, mobil yang ku naiki langsung kembali ke posisi stabil. Walaupun mobil telah kembali ke posisi yang aman, mobil yang ku naiki terus bergetar hebat karena tembakan dari orang-orang bersenjata yang terus menembaki mobil ku dari tadi.


"Aaaah... Sialan!" Aku dengan panik menutup pintu mobil, aku tidak ingin terkena tembakan dari senjata api secara langsung. Walaupun peluru yang di pakai mungkin saja adalah peluru yang tidak berbahaya, tapi tetap saja itu akan menyakitkan jika terkena tubuh ku!


"Apa yang harus ku lakukan... Apa yang harus ku lakukan... Aku sama sekali tidak tahu cara menyetir mobil!"


Tenang.... Tenang... Tenang Mira... Kau bisa melakukan ini... Etto... Kalau tidak salah... Aku menenangkan diri, kemudian menginjak pedal gas. Atau begitulah niat ku...


"Ka-Kaki ku... Tidak bisa sampai." Itu benar. Karena tubuh ku yang pendek, kaki ku tidak dapat menyentuh pedal gas.


Aku terus menjulurkan kaki ku untuk menyentuh pedal gas, tapi selama aku melakukan itu mobil yang ku naiki terus berguncang hebat karena terus di tembaki dengan senjata.


"Aaah... Mou... Inilah yang ku benci dari tinggi badan ku!"


Aku menurunkan posisi badan ku sedikit untuk menginjak pedal gas, tapi karena guncangan hebat, tubuh ku tidak sengaja terpelesat dari tempat duduk. Untung nya, hal itu membuat ku dapat menginjak pedal gas. Dengan penuh. Akibat nya, mobil yang kunaiki melesat ke depan dengan kecepatan tinggi. Karena mobil ku yang melaju dengan kecepatan tinggi, aku dapat lepas dari kelompok bersenjata yang dari tadi terus menembaki ku, tetapi dampak negatif nya posisi ku agak sedikit menjauh dari posisi akademi yang di beritahu oleh pengemudi mobil sebelum nya. Aku dapat mengetahui hal itu karena sebelum nya aku sempat melirik ke layar GPS yang aktif di samping kemudi.


Aku membetulkan posisi duduk ku, lalu melihat sekeliling, mata ku kemudian menangkap ada tombol untuk fungsi autopilot. Aku mengatifkan nya, kemudian mengset mode standby di opsi autopilot. Dengan begini, mobil yang ku naiki akan terus berada di posisi yang benar walaupun aku melepaskan kemudi mobil.


Aku tidak bisa mengemudi mobil jika kaki ku saja tidak bisa menyentuh pedal. Dengan keputusan itu, aku pun sampai pada satu kesimpulan.


"Magic set. Creation magic: block!" Dengan memanipulasi atom di sekitar ku, aku menciptakan tiga buah balok sebagai pembantu pijakan kaki untuk menyentuh pedal. Ada tiga buah pedal, yaitu kopling, gas, dan rem.


Setelah selesai dengan bantuan pijakan, aku menggali ingatan ku, saat aku masih duduk di bangku kelas satu sekolah menengah, aku mengobservasi ayah ku yang sedang naik mobil. Dari hasil observasi itu, aku mengetahui posisi gigi, kapan harus menginjak pedal kopling dan bagaimana cara mengendalikan setir mobil. Walaupun sudah tahu cara nya dari hasil observasi yang telah ku lakukan sebelum nya, tetapi karena aku belum melakukan praktek secara langsung, aku masih meragukan kemampuan ku untuk mengemudikan mobil. Belum tentu kau bisa melakukan praktek dengan lancar walaupun kau sudah menguasai teori dengan benar. Itu adalah kesimpulan yang ku ambil dari pengalaman ku selama ini.


"Baiklah... Kau bisa melakukan ini Mira. Jangan mengecewakan keluarga mu yang telah mendukung mu!" Gumam ku untuk menambah motivasi ku.

__ADS_1


Aku menyentuh kemudi, mematikan mode autopilot, menginjak pedal kopling, mengganti gigi lalu menginjak pedal gas.


Mobil yang ku kendarai melesat dengan cepat, karena aku menginjak pedal gas terlalu kuat. Tapi aku segera menyesuaikan kekuatan injakan ku, membuat mobil yang ku kendarai melaju dengan kecepatan normal. Mengganti gigi lagi, aku menambah kecepatan ku lalu mengarahkan mobil ke arah akademi sihir yang telah di tentukan oleh GPS.


Selama aku mengemudikan mobil, aku terus memperhatikan sekeliling ku, mengantisipasi serangan lanjutan dari orang-orang yang sebelum nya meyerang ku. Berdasarkan pengemudi sebelum nya, identitas dari penyerang ku ini adalah penguji untuk tes yang tengah kulakukan sekarang.


Tes pertama dari tiga tes yang pengemudi sebelum nya beritahu adalah mencapai akademi sihir selagi aku di serang oleh kelompok bersenjata.


Siapapun yang mendesain tes ini, dia pasti sudah tidak waras!


Tetapi, tidak ada gunanya terus kesal dengan sistem tes ini. Yang ku lakukan hanyalah fokus untuk lulus dari ketiga tes ini.


Aku menggali otakku sekali lagi, walaupun barusan aku panik, aku masih bisa melakukan pengamatan terhadap situasi yang barusan ku hadapi. Dari hasil pengamatan ku, aku dapat mengetahui jumlah musuh yang menyerang ku barusan.


Jumlah nya ada delapan orang. Empat orang menggunakan sihir melayang dan sisa empat orang lain nya menggunakan motor terbang. Empat orang yang melayang dengan sihir menggunakan senjata machine gun, dan yang menggunakan motor menggunakan pistol.


Selama mereka menyerang ku, aku dapat mengetahui kalau yang menggunakan motor hanya mampu menembakkan lebih sedikit peluru. Aku tidak tahu pasti nya, tapi kemungkinan tidak lebih dari dua puluh peluru. Yang jadi masalah adalah yang menggunakan machine gun. Aku tidak sempat melihat mereka melakukan reload selama mereka memborbardir ku dengan peluru. Aku tidak tahu jumlah peluru yang dapat mereka tembakkan.


"Aku harus menambah kecepatan sampai ke akademi sihir. Jika mereka masih mengejar, aku akan menaklukkan kelompok bermotor terlebih dahulu."


Delapan menit berlalu... Tidak ada serangan lanjutan.


Seperti kata wanita sialan yang mengemudikan mobil ini sebelum nya, aku dapat mencapai akademi dalam waktu sepuluh menit, saat ini aku berjarak satu setengah kilometer dari akademi dan bisa sampai dalam waktu kurang dari satu menit jika aku terus melaju dengan kecepatan ini.


Tetapi aku tidak akan menurunkan penjagaan ku, biasanya bahaya akan datang jika seseorang telah menurunkan penjagaan nya.


Dan... Dugaan ku benar...


Mobil yang ku kendarai entah kenapa berhenti bergerak.

__ADS_1


Aku kemudian melihat sekeliling, dan melihat kelompok orang yang menyerang ku beberapa menit lalu telah muncul. Mereka menggunakan sihir magnet untuk menghentikan pergerakan mobil ku.


Setelah mobil ku berhenti, mereka kembali menembaki ku. Kali ini mereka menembaki ku dengan lebih brutal, mereka menembaki ku dengan peluru yang telah di isi dengan energi sihir. Hal itu membuat body mobil ini penyok dengan cepat hanya dalam beberapa puluh kali tembakan.


"Aku sudah menunggu kalian." Gumam ku dengan suara lirih.


Pertama, aku harus membereskan empat orang pemotor yang menahan pergerakan ku dari ke empat sisi.


Mengaktifkan mode autopilot, aku kemudian mengaktifkan sihir ku. "Magic set. Barrier!" Aku menciptakan pelindung tak kasat mata, setelah itu aku menendang pintu mobil hingga terlepas. Aku kemudian melompat keluar ke arah bagian atas mobil, saat kaki ku menyentuh bagian atas mobil, aku berdiri secara perlahan sembari di hujani peluru yang terus mengarah ke arah ku. Pelindung yang ku buat berhasil! Semua peluru yang mengarah ke arah ku terpantul layak nya bola yang membentur dinding.


"Jangan dendam kepada ku tuan-tuan... Magic set. Water Magic, Bubble!"


Bola air berdiamater satu setengah meter muncul di sekitar ku, dengan menggunakan sedikit energi sihir aku dapat membuat empat buah bola air. Aku melemparkan bola air itu ke arah pengendara motor yang mengepung ku di ke empat sisi. Depan, belakang, kiri, dan kanan. Mereka hendak menghidar, tetapi bola air ku lebih cepat karena massa dari bola air ku lebih ringan dari massa motor mereka.


Tertangkap! Mereka terjebak dalam bola air ku. Jika mereka tidak melepaskan diri dari bola itu dengan cepat, mereka akan mati karena kehabisan nafas.


"Magic set. Turbo!"


Aku menambahkan kecepatan dorong ke mobil ku dengan sihir. Dengan panik, aku memasuki mobil ku. Duduk di kursi pengemudi, mematikan mode autopilot, aku menginjak pedal gas dengan sekuat tenaga. Dengan sihir percepatan, aku melesat dua kali lipat dari kecepatan normal. Aku segera bisa melihat akademi sihir berjarak seratus meter di depan ku.


Yap. Bukan di bawah, mengingat mobil ku melayang saat ini, itu adalah spekulasi logis. Tapi kenyataan nya tidak begitu, akademi sihir tepat berada di depan ku, melayang di sebuah pulau.


Aku meninggikan sedikit mobil ku, tetapi karena kecepatan tambahan yang ku berikan pada mobil ku, aku tidak bisa mengendalikan jarak tempuh dari mobil ku. Niat awal yang hendak meninggikan sedikit malah berakhir melesat jauh dari atas tanah akademi sihir.


Karena sudah lewat target, dan kelompok bersenjata yang tersisa masih mengejar, aku dengan sengaja mematikan mesin, membuat mobil ku jatuh dengan kecepatan tidak masuk akal.


"Magic set. Creation Magic, Cushion!"


Membuat bantalan empuk dengan sihir untuk menahan benturan dari mobil ku, aku berhasil mendarat...

__ADS_1


Dengan selamat tetapi tidak mulus.


__ADS_2