My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 58 Pembicaraan berbagai pihak


__ADS_3

Di lorong tempat para murid kelas B, berkumpul.


Reiko Kagami, melihat pertandingan Mira dengan tatapan tajam, seolah-olah predator yang telah menemukan mangsanya.


"Ada apa Reiko?" Tanya seorang gadis berambut coklat pendek. Ia memiliki wajah yang tidak kalah cantik dari Reiko, bentuk tubuhnya bak seorang model, ramping dan proposional. Tapi sayang bagian dadanya rata, menurunkan pesona kedewasaannya. Gadis ini adalah Ema Knežević, tangan kanan dari Reiko Kagami.


"Ema... Menurutmu, siapa yang lebih kuat. Aku atau dia?"


"Entahlah... Dia benar-benar menyembunyikan kemampuannya selama pertandingan tadi."


"Hmm..."


"Kau khawatir?"


"Hmph! Pertanyaan konyol. Kau pikir siapa aku?"


***


Dilorong lain, tempat murid kelas C berkumpul.

__ADS_1


Michael melihat anggota yang ia kirim, dibawa dengan tandu ke sebuah lorong yang mengantarkan keruang perawatan. Alisnya mengkerut, giginya bergetar hebat, wajahnya saat ini terdistorsi hebat, menunjukkan ekspresi marah.


"Sialan... Sialan... Aku tidak boleh kalah disini... Kalau aku kalah, Alya akan..."


Ekspresi marah Michael seketika berubah menjadi ekspresi horor, seperti seseorang melihat sesuatu yang begitu menakutkan. Matanya bergetar hebat, menunjukkan sesuatu yang tidak bisa digambarkan.


"Apapun yang terjadi, aku harus menang... Dan masuk kekelas A."


"Ini semua demi keselamatan anggota keluarga ku."


***


"Selamat Mira!" Yang mengucapkan kata selamat pertama kali adalah Natasha, yang dengan semangatnya langsung segera memelukku, sesaat aku tiba dilorong.


"Kemenangan yang begitu mudah. Selamat Mira." Sambung Alexandria.


"Ya. Sangat mudah. Saking mudahnya sampai-sampai membuatku curiga kalau Michael merencanakan kemenangan ku." Ucapku menanggapi perkataan selamat mereka berdua.


"Apa yang kau katakan Mira? Jelas sekali kalau sibodoh itu tidak akan bisa merencanakan hal ini. Kemenangan ini murni karena usaha mu, tanpa ada Interevensi pihak ketiga. Kalau tidak percaya, kau bisa melihat wajah Michael itu... Dia sangat kesal dengan kekalahan ini." Kata Dani, dengan senyum mengejek, mencoba untuk menghilangkan keragu-raguanku.

__ADS_1


"Akan bagus jika seperti itu..." Ucapku sebelum menghela nafas panjang.


Saat kami berdiskusi, pembawa acara mengumumkan pertandingan selanjutnya.


Kali ini yang berduel adalah anggota kelas B, melawan seseorang dari kelas C. Jika kelas C kalah lagi pada pertandingan ini, itu artinya peserta dari kelas C hanya menyisakan Michael seorang.


Kedua peserta memasuki arena pertandingan, mengambil posisi yang sama seperti pertandingan ku sebelumnya. Dengan deklarasi dari pembawa acara diikuti dengan bunyi bel, pertandingan kedua pun dimulai.


Pertandingan kali ini berjalan cukup sengit, kedua peserta saling bertukar serangan. Karena sengitnya pertandingan kali ini, membuat sorak-sorai penonton semakin bersemangat, dan tentu saja pembawa acara mengomentari pertandingan kedua ini juga sama bersemangatnya dengan para penonton.


Untungnya pertandingan kedua ini dimenangkan oleh kelas C. Membuat mereka menghindari skenario terburuk, yaitu menyisakan satu anggota yang akan bertanding.


Setelah pertandingan kedua selesai, tanpa jeda seperti pertandingan sebelumnya, pertandingan ketiga dilanjutkan.


"Kali ini, pertandingan antara Kelas A, dan kelas B... Raihan Adaka melawan Ema Knežević!"


"Woooaaaah!"


"Kedua peserta, dipersilahkan memasuki arena!"

__ADS_1


Raihan melakukan pemanasan sedikit, tersenyum pada kami, kami merespon senyumnya dengan menyemangatinya. Senyuman Raihan makin lebar setelah mendengar kata-kata semangat dari kami, ia kemudian berjalan menuju arena dengan kepala sedikit mendongak, menunjukkan rasa percaya dirinya.


__ADS_2