
"Karena semua orang sudah tahu bagaimana peraturan dari permainan ini, sepertinya saya tidak perlu menjelaskan lagi... Karena itu, saya akan menjelaskan detail dari arena pada permaian rebut bendera satu ini. Lebar arena adalah 500 meter persegi, dengan desain arena, seperti yang saudara-saudara sekalian lihat, arena kali ini adalah kota terbengkalai. Seperti biasa, setiap lima menit, akan ada drone yang akan menunjukkan masing-masing posisi musuh. Yang berhasil memenangkan pertandingan kali ini akan mendapatkan 30 point juara dua akan mendapatkan 15 point dan juara terakhir akan mendapatkan 0 point. Baiklah tanpa basa-basi lagi, kita mulai pertandingan kedua turnamen pada hari ini!"
"Dung!"
Setelah penjelasan singkat dari pembawa acara, suara gong berbunyi, menandakan kalau pertandingan telah dimulai. Aku melihat kearah langit, sekumpulan drone sudah mulai memasuki arena. Sedetik kemudian, bendera yang harus kami lindungi muncul dari udara tipis, menandakan kalau bendera ini juga dipindahkan dengan teknologi teleportasi ketempat kami berada sekarang.
"Apa yang harus kita lakukan Mira? Apakah seperti strategi awal? Musuh yang kita hadapi lebih banyak." Tanya Raihan, dengan khawatir.
"Juga, fakta kalau jumlah kita yang paling sedikit, pasti anggota kelas lain akan menyingkirkan kelas kita pertama kali." Sambung Alexandria, memberikan pendapatnya.
"Apakah aku harus tinggal bersama Natasha, untuk membantunya menjaga bendera?" Tanya Dani.
Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan pertahanan pada Natasha. Jika bisa, aku ingin tetap ia pada peran itu. Tapi, aku juga khawatir apakah dia masih mau mengambil peran ini setelah mendengarkan pengumuman yang jelas merugikan kami. Aku menatap kearah Natasha, dengan tatapan ku, yang seolah-olah berbicara langsung ke hatinya.
"Bagaimana Natasha? Apakah kau ingin Dani membantu mu? Atau kau ingin tetap menjaga bendera sendirian?"
"....."
Ekspresi Natasha sedikit tertekan, ia terdiam sejenak. Setelah beberapa saat, ia memejamkan matanya, kemudian membalas tatapan ku dengan ekspresi yang dipenuhi dengan tekad dan keyakinan.
__ADS_1
"Aku tetap akan menjaga bendera!" Ucapnya, sembari mengepalkan tangannya di hadapan wajahnya, seolah mengindikasikan ia akan tetap melawan, tidak peduli apapun tantangan yang akan ia hadapi.
Mendengar jawaban dari Natasha, aku tersenyum kecil. Senang rasanya memiliki teman yang bisa diandalkan.
"Kita pakai strategi awal," Ucapku kepada kawan-kawan sekelas ku. "Kita akan full menyerang! Untuk masalah pertahanan bendera, serahkan pada Natasha! Kalian percaya padanya bukan?"
"Jujur saja, aku kurang puas," Ucap Dani. "Tapi aku sudah belajar dari kesalahan ku, kau pasti memiliki niat khusus untuk menyerahkan pertahanan hanya kepada Natasha. Karena itu, aku, akan mempercayakan pertahanan bendera pada Natasha sepenuhnya!"
"Mmm..." Angguk Raihan, setuju pada Dani. "Aku juga akan percaya pada Natasha!"
"Aku juga akan percaya pada Natasha! Lagipula pertandingan kali ini benar-benar berfokus pada kerja sama tim, bagaimana kita bisa bekerja sama dengan baik, kalau satu tim saja tidak percaya satu sama lain!" Ucap Alexandrira, tersenyum pada Natasha.
Tapi, sebelum bisa kita menyerahkan pertahanan pada Natasha, aku memutuskan untuk mengambil markas di salah satu gedung yang ada di samping kiri dan kanan kami. Untuk memaksimalkan performa Natasha, kita benar-benar harus memilih markas di ruang tertutup.
Aku melihat sekeliling, kemudian aku melihat gedung yang sedikit lebih besar dari gedung yang lainnya. Kalau-kalau terjadi pertarungan di dalam ruangan, Natasha akan diuntungkan disana, karena struktur bangunan yang lebih luas. Kira-kira lebar gedung sekitar 45 meter dengan memiliki dua lantai, gedung itu berada 50 meter di depan samping kiri kami. Saat memasuki gedung itu, kami langsung memilih lantai dua sebagai tempat kami menaruh bendera. Dengan lebar gedung yang memiliki lebar segitu, Natasha masih mampu untuk melawan banyak orang, juga dengan lebar segitu para lawan tidak bisa masuk dengan jumlah besar, karena ruangan itu tidaklah cukup untuk menampung lebih dari sepuluh orang.
Markas kami sudah ditentukan, dengan begini, kami hanya perlu menunggu sampai drone selesai mengscan seluruh arena, setelah itu barulah kami bergerak.
Lima menit berlalu...
__ADS_1
Device yang sebelumnya menayangkan pengumuman pembawa acara, datang kepada kami. Device itu kemudian mengeluarkan sebuah layar hologram, yang menunjukkan daerah perkotaan terbengkalai dengan luas 500 meter persegi, kami berada di daerah timur laut, dengan indikasi pada peta, menunjukkan kalau tempat kami berada di daerah yang bernama daerah perkantoran. Titik berwarna merah terletak di sebuah tanda seperti kubus di peta itu, menandakan kalau itu posisi kami yang saat ini berada di dalam sebuah gedung.
Menyusuri peta, aku menemukan titik lain yang memiliki warna biru dan hijau pada peta. Memencet titik pada peta, muncul sebuah deskripsi pada kedua titik itu, seperti dugaan ku, kedua titik itu adalah lokasi dari kelas yang menjadi lawan kami. Titik berwarna biru adalah lokasi untuk markas dari kelas B, lalu warna hijau adalah lokasi markas kelas C.
Kelas B berada di sebuah tempat yang bernama daerah hiburan, lokasi markas mereka adalah taman bermain. Mengingat sihir dari Reiko, yang seorang pengendali binatang, aku mewajarkan pemilihan lokasi di ruang terbuka seperti ini. Tentu saja pemilihan lokasi di taman bermain untuk memudahkan Reiko menggunakan hewan panggilan miliknya.
Untuk kelas C sendiri, pemilihan lokasinya begitu mengejutkan, dengan sihir Michael, aku mengira mereka akan memilih markas di ruang terbuka. Tapi nyatanya mereka memilih markas di ruang tertutup, lokasi markas mereka berada di kawasan industri, titik yang menandakan lokasi mereka berada di sebuah kubus, menandakan kalau mereka berada di sebuah bangunan.
Dari kedua titik itu, muncul titik-titik kecil, menandakan kalau itu adalah para pemain dari permainan ini.
Titik kecil kelas C, benar-benar berkumpul di titik besar, menandakan kalau mereka sama sekali tidak bergerak dari markas mereka.
Lalu untuk kelas B, titik kecil berwarna biru mulai menyebar, pergi ke arah markas milik kelas kami lalu ada seseorang yang pergi menuju markas kelas C.
Selama satu menit, semua titik menghilang, menandakan kalau waktu melihat peta telah habis. Device yang menunjukkan peta segera pergi, meninggalkan kami.
"Untuk taktik awal, seperti yang kita rencanakan... Aku dan Raihan akan pergi ke markas kelas B, lalu Dani dan Alexandria ke kelas C. Untuk Dani dan Alexandria, tugas kalian hanya mencari informasi. Seperti yang kuduga, kelas C nampaknya akan bermain bertahan, tapi jangan lengah... Siapa tahu mereka ada yang memilih untuk keluar dari markas mereka... Raihan, ayo kita cegah kelompok anak kelas B, yang ingin menyerang markas kita, setelah itu barulah kita menyerang markas kelas B."
Semuanya mengangguk, kami semuapun pergi, menjalankan tugas masing-masing meninggalkan Natasha sendirian untuk mejaga markas kami.
__ADS_1