
"Hah... Hah... Hah... Hah..." Nafas ku mulai habis, aku mulai terengah-engah, kepalaku juga mulai sakit.
Sedari tadi aku terus menghindari serangan dari hewan buas milik Reiko. Sudah sekitar sepuluh menit aku terus menghindari serangan hewan buas yang presisi, mengincar daerah Vital ku.... Situasi makin diperparah dengan Panther yang sudah pulih, atau lebih tepatnya sudah mulai bergerak... Panther mengabaikan luka dimatanya, menyerang ku, ikut bersama dua hewan buas lainnya.
"Mungkin ini saat yang tepat untuk mengalah... Aku sudah tidak kuat lagi, efek menggunakan sihir secara berlebihan terasa makin parah, kepala ku makin sakit... Sudah saatnya aku menyerah, tapi sebelum itu, aku harus melakukan satu hal."
"Uugh... Ini mungkin akan menyakitkan... Tetapi demi informasi... Aku harus melakukan ini!"
Membulatkan tekadku, aku menghindari serangan terakhir yang dilancarkan oleh singa. Dengan sengaja aku membiarkan kakiku kehilangan keseimbangan, membuka celah untuk para hewan buas untuk menyerang.
Insitng hewan buas tidak main-main, menyadari kalau aku telah membuka celah, Panther yang mengayunkan cakarnya berhasil melukai perut bagian kanan ku.
"Uugh!" Aku merintih kesakitan. Bukan hanya tajam, kaki depan Panther ini lumayan berat, ayunan cakarannya cukup untuk membuat ku terlempar sejauh 3 meter.
Karena momentum ku sewaktu terlempar, aku berhasil menciptakan jarak antara ketiga hewan buas itu, memberikan ku cukup waktu untuk merapalkan mantra sihir untuk semakin membuat mereka menjauh.
"Magic Set. Fire wall!"
__ADS_1
Dinding api besar muncul di depan ku, mengenai ketiga hewan buas yang menerjang kearah ku. Rintihan kesakitan mereka dapat terdengar, mereka segera mundur kesisi tuannya.
"Hah... Hah... Hah... Hah... Sial... Ini... Benar-benar... Sakit... Hah... Hah..." Ucap ku, sembari memegangi perut ku yang dari tadi mengeluarkan banyak darah. Dinding api yang kuciptakan telah menghilang pada titik ini, menyibak sosokku yang terluka tepat didepan Reiko.
"Oooh... Saudara-saudara sekalian! Perwakilan kelas A, Mira Fantasia menerima luka fatal! Apakah ini pertanda kekalahannya!?" Komentar dari pembawa acara mengikuti saat sosokku yang terluka dapat terlihat oleh semua orang yang menonton pertandingan.
"Hah... Hah... Hah..."
"... Menyerah saja... Kau sudah tidak dapat bertanding lagi, jika terus memaksakan diri, kau hanya akan membahayakan nyawa mu..." Reiko terdiam sejenak saat melihat sosokku yang terluka, ia kemudian menyarankan aku mundur dari pertandingan ini.
"Yah.. Memang itulah rencana ku... Tapi aku ingin sesuatu dari mu dulu..." Pikir ku, sebelum aku mengucapkan sesuatu untuk memancing kesombongan Reiko.
"Heh! Kau masih tidak tahu alasan mu kalah!? Jelas itu karena perbedaan bakat kita..." Ucap Reiko dengan senyum sombong.
"Uugh..." Aku memasang wajah kesal bercampur dengan suara ringisan yang menyedihkan.
"Kau tahu kenapa sihir Summoning sangat sedikit penggunanya?"
__ADS_1
"..."
"Itu dikarenakan bakat setiap orang berbeda-beda! Aku, dilahirkan di negara hancur tempat sihir summoning ini di ciptakan. Negara di timur, yang pernah mendapat julukan negeri matahari terbit! Orang-orang yang lahir ditempat itu memiliki gen yang berbeda! Seorang jenius dari sana dulu menciptakan sebuah sihir dengan menggabungkan Partikel Graviton, Partikel Higgs, Proses Apoptosin, Proses Regenerasi sel, juga frekuensi suara tertentu untuk membuat sihir summoning ini... Dengan gen khusus dari warga negara matahari terbit, otak para warga di negara yang berjuluk negeri matahari terbit itu berhasil melakukan pemerosesan rumus rumit di otak mereka tanpa harus mencederai otak mereka! Dengan kemampuan ini, kami berhasil menciptakan sihir yang hanya ada di cerita Fantasi menjadi nyata, yaitu sihir Summoning! Orang biasa seperti mu tidak akan bisa melakukan hal yang sama seperti warga dari negara itu, yang sayangnya negara itu kini telah hancur." Ucap Reiko Kagami dengan wajah sombognya, senyum lebarnya benar-benar nampak menyebalkan.
"Uuuuwaaaah... Dia benar-benar menclotehkan informasi penting dalam waktu singkat! Bahkan aku hanya memancingnya sekali! Uwaaaah... Terkadang orang dapat dibutakan oleh kesombongannya... Uwaaah..."
"Apa? Kenapa ekspresi mu seperti itu? Kenapa kau menatapku dengan mata penuh rasa iba seperti itu?"
Ups. Sepertinya yang kupikirkan tergambar jelas diwajahku.
"Sudahlah menyerah saja, kau tidak mungkin bisa me-"
"Aku menyerah!" Ucap ku dengan lantang, mengumumkan pengunduran diri ku.
"Eeeeh... Kau menyerah semudah itu!"
"Saudara-saudara! Perwakilan kelas A menyatakan mundur! Pemenang pada pertandingan kelas ini adalah Kelas B, yang diwakilkan oleh Reiko Kagami!" Ucap pembawa acara, mengumumkan kemenangan Reiko.
__ADS_1
"Tidak. Kau salah pembawa acara. Aku menang telak pada pertandingan kali ini... Haah.. Aku lelah, tidak ada salahnya untuk istirahat sebentar bukan?" Pikir ku, sebelum akhirnya aku menjatuhkan diriku ke tanah, memejamkan mataku, membiarkan kesadaranku menghilang di sertai dengan senyum puas di wajahku.