My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 77 Rapat anggota Kelas A


__ADS_3

"Sekarang mari kita mulai diskusi untuk turnamen besok."


Saat situasi menurutku sudah pas, aku segera membuka ruang diskusi, memulai topik pembicaraan.


Seperti yang kukatakan, topik pembahasan kali ini adalah rencana yang akan kami gunakan untuk pertandingan esok hari, menurut Instruktur Jhon, pertandingan selanjutnya adalah rebut bendera. Game yang sama, yang kami lakukan saat tes kemampuan saat kami melawan android beberapa bulan yang lalu. Hanya saja kali ini, dalam satu arena akan ada tiga tim sekaligus. Kelas kami, kelas B, juga kelas C.


Tetapi sebelum itu ada yang menarik perhatian ku.


Semua murid harus dalam kondisi prima, karena itu sebelum bertanding akan ada tim medis yang akan memeriksa kondisi kami. Bisa saja, Michael mengadukan macam-macam mengenai Dani. Mengingat ia berbuat curang dengan melemparkan serbuk Coca ke wajahnya... Untungnya masalah ini berhasil ku cegah, sehingga kami tidak perlu khawatir lagi akan masalah itu. Yang menarik perhatian ku adalah, bagaimana reaksinya saat ia mengetahui tidak adanya zat kimia dari tanaman Coca itu di tubuh Dani...


"Fufufu... Ini menarik untuk disaksikan..."


Anyway, itu hanya ketertarikan pribadi ku saja, membuatku tidak mempunyai alasan untuk mendiskusikan hal itu lebih lanjut. Yang penting untuk sekarang ini adalah diskusi rencana untuk pertandingan rebut bendera.


"Hmm...?"


Aku menyadari sesuatu... Jika Michael menuduh Dani yang macam-macam, lalu Dani terbukti tidak melakukan itu. Bukankah aku bisa menggunakan ini untuk menyerang balik? Dengan menuduhnya balik kalau Michael memberikan tuduhan palsu untuk Dani, bukankah ini bisa ku gunakan untuk menyingkirkan anggota kelas C, secara cepat? Lagipula tindakan menuduh seseorang tanpa adanya bukti adalah tindakan kriminal, pastinya pihak akademi tidak akan tutup mata atas kejadian ini... Ya... Aku bisa menggunakan cara ini, untuk menyingkirkan satu tim musuh.


Tapi aku tidak akan menaikkan harapan ku disini, lagipula ini hanyalah rencana yang kupikirkan secara spontan, masih banyak celah untuk rencana ini akan gagal... Bisa saja, Michael hanya diam saat pemeriksaan, dan mengikuti arus dari situasi. Yah, apapun itu, aku bisa menggunakan cara ini, tapi aku juga harus memikirkan rencana cadangan apabila rencana ini gagal.


"Haaah... Pada akhirnya, aku harus tetap memikirkan cara untuk melawan kedua kelas itu ya." Gumam ku dengan ekspresi kecewa, setelah menghela nafas panjang.


"Ada apa Mira?" Tanya Natasha.


"Tidak. Bukan apa-apa... Baik kita masuk ke diskusinya. Pertama aku ingin memberitahu kalian informasi baru."


"Apa itu?" Tanya Dani.


"Ini mengenai sihir Reiko."


Aku menjelaskan bagaimana cara kerja sihir Reiko kepada kawan-kawan ku, untungnya mereka pernah mendengar mengenai Einstein Rosen Bridge atau biasa yang disebut dengan Wormhole, sehingga membuatku tidak perlu menjelaskan terlalu detail mengenai cara kerja sihir Reiko Kagami ini, aku juga memberitahu mereka mengenai gelang Reiko, yang ku asumsikan sebagai Stabilizer dari sihirnya.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita bisa mencegah Reiko memanggil hewan panggilannya, dengan cara menghancurkan White hole miliknya, atau mungkin merusak Stabilizer miliknya?" Tanya Alexandria.


"Ya. Ada cara itu, tapi itu sangat berbahaya. Bayangkan apabila White hole itu hancur, atau mungkin stabilizer nya rusak. Ledakan besar mungkin akan terjadi apabila kita mengganggu proses pembuatan White hole itu, dan bila Stabilizer nya rusak, mungkin saja yang dibuat Reiko bukanlah White hole tetapi bisa saja ia membuat black hole."


"Hmmm... Kau benar... Juga dari pertandingan Dani sebelumnya, kemampuan Reiko dalam menginstruksikan hewan panggilannya sedikit membaik, walaupun masih monoton, kemampauan menyerang hewan panggilan Reiko, lebih terorganisir." Kata Alexandria, menyetujui pendapat ku.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan? Hewan panggilannya cukup merepotkan." Tanya Dani.


"Juga, ada gadis yang namanya Ema itu. Dia tidak kalah hebatnya dengan Reiko." Sambung Raihan, mengingatkan kami kepada sosok Ema Knežević.


"Untuk Reiko, aku tahu bagaimana cara menghadapi hewan panggilannya. Caranya cukup mudah. Tetapi untuk Ema, aku kekurangan informasi mengenai dirinya. Yang kutahu, ia sangat hebat dalam mengendalikan Partikel Carlania, sampai bisa menciptakan benda seperti palu besar hingga mengendalikan beratnya. Jujur saja kemampuannya cukup merepotkan. Juga kalian melihatnya sendiri bukan? Dia bisa menciptakan cairan bersifat khusus saat melawan Raihan, kalian ingat kan? Sewaktu dia menangkis serangan Raihan."


"Ya. Aku ingat," Jawab Raihan. "Saat aku menyeruduknya, cairan itu seperti lunak? Tidak bukan lunak... Tapi seperti elastis, rasanya seperti memukul benda yang terbuat dari karet."


"Non Newtonian Fluid. Itulah nama cairan yang ia gunakan saat menangkis serangan mu. Cara membuatnya mudah... Hmm... Tunggu, kalau begitu... Kemampuan Ema bukan hanya di pengendalian partikel Carlanianya saja, tapi juga kemampuan berhitungnya."


Untuk bisa melakukan apa yang Ema lakukan, kita harus menyesuaikan sudut yang tepat, agar serangan yang dilancarkan tidak benar-benar berkontak secara langsung, membuat serangan yang diterima seperti seolah-olah hanya mengetuk air yang kita gunakan. Kalau bisa menghitung sudut sebaik itu, harusnya Ema hanya perlu menghindari serangan Raihan, tidak perlu repot-repot melakukan hal itu... Kalau begitu...


"Ini blunder yang ia lakukan!?"


"Tu-Tunggu Mira, tenang. Jangan menarik kesimpulan secara gegabah... Ingat kejadian sewaktu melawan android, hasil dari penarikan kesimpulan mu yang terlalu gegabah ini membuat tim mu kalah. Aku harus memikirkan kemungkinan lain, kemungkinan lain kalau sebenarnya Ema ini hanya berakting seolah-olah ia melakukan blunder."


Walaupun aku memikirkan seperti itu, tapi aku sangat yakin kalau ia melakukan blunder... Kalau ini memang benar, berarti ada satu kekurangan dari Ema. Dia kurang teliti dalam mengawasi dan menganalisis situasi... Kalau memang benar, kekurangan dari sifat Ema ini bisa kami gunakan sebagai senjata.


Tetapi... Untuk memastikan hal ini, aku harus melawannya secara langsung. Saat aku mengatakan hal ini, semuanya setuju tanpa ada yang membantah ku.


Sedikit terkejut tidak ada yang membantah ku, terutama Dani, yang selalu saja membantah ku, akupun hanya bisa menatapnya dengan wajah terpelongo, tidak percaya dengan perilaku yang ia tunjukkan barusan.


"Aku juga belajar dari kesalahan... Sebelum hewan panggilan Reiko menyerang ku, aku selalu mengingat perkataan mu... Karena itu, yang bisa kulakukan hanyalah mempercayai keputusan mu." Katanya dengan sedikit malu-malu.


"E-Eeh... Serius..." Ucap ku, sedikit terlempar dengan fakta tersebut.

__ADS_1


Rasanya sangat aneh, mendengar seseorang berkata seperti itu padaku. Terlebih lagi, yang mengatakan itu adalah Dani, yang selalu menyanggah rencanaku, jika memang rencana ku sesuai dengan jalan pikirnya, ia nampak enggan untuk mengikuti ku.


Walaupun merasa aneh, aku sedikit senang dengan fakta ini. Dengan begini, aku bisa fokus dengan apa yang ada didepan mataku. Jika memang semuanya sudah mempercayai ku, walaupun tidak sepenuhnya, aku juga akan berusaha mempercayai mereka untuk rencana ku selanjutnya.


"Baiklah... Sesuai kesepakatan, untuk Ema, kalian serahkan padaku. Lalu untuk melawan Reiko, aku akan menyerahkannya pada Raihan. Seperti rencana awal. Untuk yang melindungi bendera, aku serahkan pada Natasha. Lalu untuk Alexandria dan Dani, kalian bisa melawan anggota kelas B lainnya... Untuk kelas C sendiri, aku sangat yakin mereka akan menggunakan strategi full bertahan, sehingga kita bisa fokus untuk melawan anggota kelas B."


Lalu, jika memang anggota kelas C memilih untuk menyerang base kami, aku yakin Natasha pasti bisa menghadapi mereka. Yang perlu kita lakukan hanyalah menghindari agar para anggota kelas B dan kelas C, bekerja sama untuk menyerang base kami. Tapi kemungkinan ini sangat kecil, mengingat sifat Reiko yang sombong. Ia tidak mungkin mau bekerja sama dengan orang yang ia pandang lebih rendah dari dirinya.


"Dari informasi yang kudapatkan dari instruktur Jhon, semua kelas akan mengirimkan 5 orang anggota. Bersyukurlah dengan hal ini, nampaknya pihak akademi ingin kita bertanding dengan adil." Sambungku, menjelaskan strategi pada pertandingan kedua nanti.


"Satu hal lagi..." Ucap ku, "Untuk Reiko ada satu celah untuk menyerangnya apabila dia berhasil menggunakan sihir Summoningnya. Raihan hanya harus menyerang hewan panggilannya sebelum ia memberikan perintah. Karena proses apoptosin yang terjadi saat hewan panggilannya memasuki wormhole hewan yang ia panggil nampak tidak berdaya. Saat Reiko Kagami memerintahkan hewannya, proses regenerasi sel hewan panggilannya akan aktif, membuat kondisi hewannya membaik. Inilah celah yang harus kau manfaatkan dengan baik Raihan, dengan sihir penguatan fisik mu, aku yakin kau mampu bergerak cepat untuk langsung menyerang hewan panggilan Reiko."


"Aku ingin bertanya Mira, apa yang akan kita lakukan jika Natasha dalam kondisi terdesak?" Tanya Alexandria.


"... Kita biarkan saja... Kau bisa mengatasi hal itu sendiri kan, Natasha?"


"Jika aku meminum darah yang berkualitas, aku yakin bisa melindungi bendera tanpa ada masalah. Juga, aku tidak boleh terkena sinar matahari untuk bisa mengeluarkan kemampuan penuh ku. Tapi kau berkata kita harus menyembunyikan kemampuan kita bukan?" Kata Natasha, memberikan pendapatnya.


"Natasha... Aku sempat mencari informasi mengenai penyakit mu. Harusnya kau bersyukur dengan penyakit itu, karena sindrom Vampir memberikan mu berkah seperti mampu mengendalikan darah, juga kemampuan fisikmu meningkat drastis saat tidak terkena sinar matahari. Bahkan dari semua manusia yang berevolusi, kemampuan fisikmu masih jauh dari jangkauan kami."


Satu informasi yang kudapatkan dari sebuah forum diskusi. Forum diskusi itu diisi dengan dokter ternama. Ia berpendapat kalau penyakit sindrom Vampir tidak pantas untuk disebut sebagai penyakit. Karena penderita penyakit ini, memberikan kemampuan yang melebihi manusia yang telah berevolusi akibat Partikel Carlania.


Dokter itu berpendapat, kalau kemampuan fisik yang penderita sindrom Vampir setara dengan seratus orang dewasa yang telah berevolusi, yang satu orangnya saja mampu mengangkat beban satu ton.


Mendengar penjelesan ku ini, Natashapun menjawab tantangan ku untuk melindungi bendera sendiri dengan....


"Baiklah. Serahkan perlindungan bendera pada ku. Karena kau juga telah memberikan izin, aku tidak akan menahan diri."


Ada kalanya informasi yang didapatkan tidak berguna sama sekali. Apabila pencuri informasi itu memiliki kemampuan yang lebih inferior daripada pemilik informasi.


Sebagai contoh, negara yang tidak memiliki sumber daya untuk membuat nuklir, mendapatkan informasi cara pembuatan nuklir. Karena kurangnya sumber daya, informasi itu tidak akan berguna apabila dinegara tersebut tidak ada yang mampu membuat nuklirnya sendiri.

__ADS_1


"Mm..." Aku mengangguk, atas deklarasi Natasha itu. "Aku mempercayakan pertahanan pada mu, Natasha."


Dengan begini, diskusi telah selesai. Kami semua kembali keruang istirahat, bersiap untuk menyambut hari esok.


__ADS_2