My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 76 Kondisi Michael setelah pertandingan


__ADS_3

Di ruang medis kelas C, saat ini ada tiga orang yang tengah dirawat di ruang medis ini. Salah satunya, dan memiliki luka yang paling parah adalah Michael Caseolaris.


Untungnya dengan teknologi Nanobot, luka Michael yang parah itu, berhasil disembuhkan dengan waktu singkat.


Walaupun lukanya telah pulih, staminanya masih belum kembali. Alhasil ia pun pingsan selama beberapa jam, tapi sekarang hari sudah berakhir, cahaya rembulan telah muncul, menyinari gelapnya malam. Stamina Michael telah kembali, iapun menunjukkan tanda-tanda kesadarannya, saat matanya mulai mengerjap-ngerjap.


"Uggh..." Dengan erangan kecil, Michael perlahan membuka matanya.


Memfokuskan pandangan untuk sesaat, Michael menunggu sampai cahaya dimatanya kembali, setelah itu barulah fokus matanya mencapai titik maksimal, pandangannya yang awalnya kabur, berhasil melihat kearah langit-langit ruangan yang hanya berisikan plafon dengan lampu LED yang menerangi ruangan medis.


"Ketua, kau sudah sadar!?"


Michael melirik ke arah asal suara, disana ada teman sekelasnya. Tidak... Bukan teman sekelas, melainkan pesuruh dikelas. Orang ini, memiliki kasta terendah dikelas C, membuatnya menjadi pesuruh-pesuruh dikelas layaknya budak pada abad pertengahan.


Kelas C, memiliki sistem Hierarki yang dibuat oleh Michael sebagai ketua kelas, sebenarnya ia juga tidak dipilih untuk menjadi ketua kelas, melainkan ia mendklarasikan dirinya sendiri. Awalnya banyak yang menolak, tapi penolakan itu segera diselesaikan oleh Michael menggunakan cara kekerasan, sekarang ia, secara harfiah benar-benar seorang pemimpin dari kelas C.


Sistem hirearki yang dibuat Michael ini bukannya menimbulkan dampak baik, malahan menimbulkan dampak buruk. Ini semua terlihat dari hasil pertandingan pada hari ini, Michael tidak mengetahui kemampuan anggota sekelasnya. Ia berpikiran, seorang raja tidak perlu tahu mengenai masalah masyarakat kelas kecil, yang disini adalah teman-teman sekelasnya.


Sistem Hirearki ini juga menimbulkan perpecahan. Kelas C, yang memiliki anggota paling banyak diantara kelas lainnya, terpecah belah, menjadi beberapa kelompok. Yang tentu saja ini sangat berdampak buruk untuk kerja sama kelas C itu sendiri, terlebih lagi pada pertandingan babak kedua nanti, aspek ini yang menjadi kunci utama kemenangan untuk babak tersebut.


"Sebentar ketua, aku akan memanggil pacar mu kesini." Ucap pesuruh kelas C itu.


Saat pesuruh itu hendak berdiri, Michael segera menghentikannya, mencegahnya untuk memanggil seseorang yang disebut pesuruh itu pacar Michael.


"Jangan panggil wanita itu kesini." Ucap Michael dengan nada mengancam, saat ia menggenggam tangan pesuruh itu dengan kuat.


"Kenapa aku tidak boleh dipanggil keruangan ini, Michael?"


Ancaman Michael tidak berguna, belum dipanggil, seseorang yang tidak Michael inginkan telah berada diruangan ini. Rupanya sosoknya tersembunyi di balik tirai yang memisahkan kasur satu dengan kasur lain.


Sosok yang tidak Michael inginkan adalah seorang gadis, berumur satu tahun lebih tua darinya, ia memiliki rambut biru indah, seperti langit cerah pada musim semi. Wajahnya juga cantik, serta tubuhnya menunjukkan kematangan usianya.


"A-Alya..."


Orang yang Michael tidak inginkan adalah Alya, tunangannya sendiri.

__ADS_1


Wajah cantik gadis itu seperti menunjukkan ekspresi polos, memberikan kesan lugu pada gadis itu. Tetapi, walaupun begitu, Michael melihat ekspresi gadis itu dengan ekspresi ketakutan... Nampak seperti ada sesuatu yang mengerikan yang ia sembunyikan dibalik wajah polosnya.


"Kenapa kau ada disini?" Tanya Michael, dengan suara bergetar hebat.


Keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya, sesaat kemudian air mukanya berubah menjadi pucat pasi.


"Ada apa Michael? Mengapa aku tidak boleh berada disini?" Tanya gadis itu sekali lagi, dengan ekspresi polosnya.


"A-Ah... I-Itu..." Michael terbata-bata, lidahnya seketika merasakan kebas, saat perasaan horor, takut, lagikan ngeri muncul di dalam dirinya.


"Maaf, bisa kau tinggalkan kami berdua?" Tanya Alya, kepada pesuruh kelas.


Pesuruh kelas itu menganggukkan kepalanya beberapa kali, sebelum akhirnya ia pergi sesaat tangan yang digenggam Michael telah ia lepaskan.


Alya melihat pesuruh itu pergi hingga ia betul-betul keluar, setelah itu ia melihat ke sekeliling ruangan, seolah-olah memastikan sesuatu. Dua orang peserta asal kelas C, masih terbaring di kasur mereka, tertidur dengan pulas.


Yakin akan sesuatu, ekspresi polos Alya, seketika berubah, terdistorsi, menunjukkan amarah yang menggebu-gebu. Wajah cantiknya seketika berubah menjadi menyeramkan.


"Dasar bodoh! Tidak berguna! Sialan!" Kata-kata kasar seketika keluar dari mulut Alya.


"Hiii!" Michael seketika menjerit ketakutan. "A-Ampuni aku!" Ucapnya, dengan suara bergetar, sembari menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya.


"Sret..."


Terdengar suara pelan, kain selimut yang berpindah, Alya segera melirik ke asal suara tersebut. Di sana ada anggota kelas C, yang menyesuaikan posisi tidurnya, membuat selimut yang ia kenakan terjatuh dari tempat tidurnya.


"Cih..." Dengan pelan Alya, mendecakkan lidahnya. Ekspresinya kembali, menunjukkan wajah polosnya, wajah menyeramkannya barusan seperti sebuah ilusi semata.


"Aku ingin memeriksa kondisi mu." Kata Alya. "Nampaknya Dani menghajar mu cukup keras ya..."


"Y-Ya." Jawab Michael, dengan suara bergetar.


"Aku ingin memberitahu mu, kelas C kalah. Anggota kelas mu, habis pertama kali. Alhasil kelas mu tidak mendapatkan point pada pertandingan kali ini. Jika hal ini terus berlanjut sampai pertandingan babak kedua, sudah dipastikan kelas mu akan gugur pada turnamen kali ini. Dan itu akan tercatat dalam sejarah akademi Carlania, sebagai anggota kelas yang paling cepat gugur. Cih... Memalukan!"


Saat Alya menjelaskan hal ini pada Michael, diakhir perkataannya, ekspresi menyeramkannya kembali lagi, walaupun hanya sekilas.

__ADS_1


"Ma-Maaf..."


"Maaf tidak akan merubah apapun! Kau harus memenangkan turnamen pada babak kedua besok. Kau mengerti!?"


"Ba-Baik... La-Lalu siapa yang menjadi peringkat pertama? Apakah itu kelas A"


"Tidak. Kelas A menduduki peringkat kedua. Mereka mendapatkan 15 Point sementara kelas B, yang menjadi peringkat pertama mendapatkan point penuh, yakni 30 point."


"Be-Begitu ya..." Sedari tadi, Michael begitu ketakutan, membuat semua kata-kata yang keluar dari mulutnya menjadi terbata-bata layaknya orang gagap.


"Sudahlah... Hanya itu yang ingin ku beritahu padamu. Jika kau tidak ingin aku berada disini, aku akan menuruti kemauanmu untuk kali ini." Setelah mengatakan itu, Alya pergi keluar ruangan dengan wajah dingin.


Melihat orang yang tidak ingin ia lihat pergi, Michael reflek menghela nafas panjang, dengan ekspresi lega.


Seluruh kekuatan dan stamina yang telah pulih dari dirinya, seketika menghilang kembali, Michaelpun terjatuh ketempat tidurnya dengan bunyi keras.


"Jika aku mau, aku akan memberikan Alya langsung padamu Dani." Gumam Michael.


Keluarga Nikitani, memiliki kemampuan sihir yang cukup mengerikan. Mereka memiliki kemampuan untuk mempengaruhi sistem neuron pada otak.


Dengan kemampuan ini, mereka dapat merusak sistem saraf pada otak. Membuat target menjadi lumpuh, kejang-kejang hingga lupa ingatan. Yang paling mengerikan dari kemampuan keluarga Nikitani adalah mereka dapat membuat orang sehat menderita penyakit Alzheimer, membuat targetnya melupakan sesuatu secara perlahan, hingga akhirnya melupakan cara untuk bernafas, yang lebih parahnya dengan kemampuan ini, keluarga Nikitani bisa memperparah penyakit Alzheimer ini hingga ke stadium akhir dalam waktu singkat.


Di antara kelurga Nikitani, yang sangat ahli dalam melakukan hal ini adalah Alya. Hal ini membuat Alya dimanja oleh keluarganya, apapun yang ia lakukan akan dimaafkan, membuat kepribadian Alya menjadi bengkok. Alya adalah gadis yang bersifat self centre, ia sangat senang apabila perhatian lebih diberikan padanya.


Apalagi dia tahu kalau Michael dan Dani menyukai dirinya... Memang awalnya Michael suka pada Alya, tetapi karena suatu kejadian, ia mengetahui sifat asli Alya.


Awalnya Alya menyembunyikan sifat buruknya itu, tapi sialnya malah Michael yang pertama kali mengetahui sifat asli Alya... Dan hal yang lebih parah terjadi, Alya diam-diam mempengaruhi sel Neuron otak keluarga Michael, membuat mereka menderita penyakit Alzheimer tingkat awal. Saat diperiksa ke dokter penyakit ini tidak terdeteksi akibat sihir Alya yang segera mengendalikan sel Neuron otak keluarga Michael, menyembuhkam penyakitnya. Ini menyebabkan Michael dengan terpaksa menjadi babu Alya.


Ini jugalah yang menyebabkan sifat Michael bengkok. Ia menjadi kasar. Alasan ia bersifat seperti itu sebagai pelampiasan semata.


Alasan ia juga ingin sekali menjadi pemimpin, karena ia merasa tertekan menjadi babu Alya, ia ingin merasakan di atas orang lain... Menurut Michael hanyalah ini satu-satunya cara untuk menghibur dirinya.


"Haah... Jika ada seseorang yang bisa menolong ku, aku tidak akan ragu untuk sujud dikakinya." Pikir Michael.


Rasa lelahnya sudah tidak sanggup ia tahan. Matanya perlahan-lahan menutup, saat kesadarannya memasuki alam mimpi, sedikit menghibur dirinya yang saat ini merasa inferior.

__ADS_1


__ADS_2