
Tahun ajaran baru di mulai pada musim semi, lebih tepat nya awal April. Pada tahun 2050 ini, tanggal spesifik mulai nya ajaran baru pada tanggal 04 April.
Sebulan yang lalu pada sore hari di ruang tengah, saat diskusi dengan ayah dan ibu mengenai masa depan ku. Aku memutuskan untuk mengikuti saran kedua orang tua ku dan memilih masuk ke akademi sihir. Selama sebulan penuh ini, aku sudah menyiapkan berkas yang di perlukan dan sudah mengirim berkas itu ke bagian administrasi dari akademi sihir. Lalu seminggu kemudian, undangan untuk mengikuti tes di akademi sihir telah datang kepada ku.
Sesaat undangan itu datang, aku menyiapkan diri ku selama seminggu penuh. Aku banyak membaca refrensi mengenai sihir, melatih kekuatan sihir ku, mejaga kebugaran tubuh ku, dan melakukan persiapan lain nya. Walaupun aku masih agak sedikit gugup, tapi setidak nya aku sudah siap dengan tes yang akan di lakukan pada hari ini.
"Mira, kami akan mendoakan yang terbaik untuk mu." Ayah, Ibu, dan Adikku menyaksikan ku pergi di depan rumah untuk melakukan tes di akademi sihir.
"Aku akan membalas doa ibu dengan usaha maksimal!" Balas ku dengan penuh semangat.
"Tetapi, dari surat undangan seharus nya jemputan akan datang... Ah... Baru saja di omongin, jemputan mu benar-benar datang." Adik ku yang nampak nya sudah tidak sabar melihat ku pergi melakukan tes, mengecek sekeliling untuk melihat mobil jemputan yang telah di siapkan oleh akademi sihir untuk menjemput ku. Masalah mobil jemputan ini di beritahukan di surat undangan yang di kirim oleh akademi, para peserta ujian di instruksikan untuk menunggu mobil jemputan di rumah masing-masing. Alasan mengapa kami tidak langsung pergi ke lokasi ujian dan harus menunggu jemputan karena lokasi akademi sihir yang sedikit spesial dari sekolah lain nya, tidak sembarang orang yang dapat pergi kesana dengan kemampuan mereka sendiri, karena itu di perlukan jemputan untuk mengantar kami ke lokasi ujian.
Jemputan yang di maksud adalah mobil berwarna hitam, dengan body mobil yang lumayan besar seperti mobil hammer. Ada lambang akademi sihir di bagian bumper depan mobil itu, karena itu adikku segera mengetahui kalau mobil yang datang kali ini adalah mobil yang di maksud.
Mobil jemputan berhenti di depan halaman rumah ku, lalu dari kursi pengemudi keluar seorang wanita dengan memakai pakaian dinas. Sesaat wanita itu keluar dari mobil, ia memasuki halaman lalu menyapa kedua orang tua ku dengan ramah setelah itu barulah ia menginstruksikan ku untuk ikut bersama nya ke akademi sihir.
"Ayah, ibu, Mia. Aku berangkat!"
"Semangat Kak Mira!"
"Mia... Mendengar mu memanggil ku begitu membuat ku merinding."
Aku dan Adikku, Mia sampai akhir melakukan pertengkaran kecil kami sebagai saudara. Pertengkaran kami kali ini tidak sampai membuat kami berkelahi seperti biasa, malah sebalik nya, pertengkaran kami kali ini membawa senyum bahagia di wajah kami.
Aku berjalan keluar halaman rumah ku, setelah keluar, aku pun langsung membuka pintu belakang mobil, yang memang di khusus kan untuk penumpang.
__ADS_1
"Ah. Bisakah kau duduk di bagian depan?" Entah kenapa sesaat aku membuka pintu belakang, aku segera di hentikan oleh supir yang mengemudikan mobil jemputan. Walaupun merasa heran, aku tidak ingin mengulur waktu dengan bertanya mengapa, aku pun mengikuti instruksi lalu duduk di kursi penumpang bagian depan, di samping pengemudi mobil.
Sesaat aku masuk ke dalam mobil, aku segera melakukan langkah pertama keamanan dalam menaiki mobil, yaitu memasang sabuk pengaman.
"Kau mengenakan sabuk pengaman?" Tanya pengemudi mobil kepada ku.
"Sebagai warga negara yang baik, sebisa mungkin aku mentaati peraturan yang di buat." Jawab ku atas pertanyaan pengemudi mobil.
"Eeeh... Anak baik... Lalu apakah kau tidak ada pertanyaan untuk ku?"
".... Kalau begitu.... Bisa tante mengemudikan mobil nya sekarang?"
".... Baiklah jika itu mau mu."
Pengemudi mobil menstarter mobil nya, suara mobil sangatlah halus, aku hampir tidak bisa mendengar suara mesin nya saat di nyalakan, bahkan aku tidak bisa merasakan getaran dari mesin mobil ini. Sesaat mobil menyala, pengemudi mobil memencet sebuah tombol di samping kemudi mobil, seketika aku merasakan tekanan, seakan-akan kami sedang melawan gravitasi.
Sesaat mobil sudah melayang beberapa sentimeter dari atas tanah, pengemudi menginjak pedal gas yang membuat mobil dengan kecepatan tinggi maju kedepan. Efek G-Force langsung terasa saat ia melakukan itu, ia kemudian menarik kemudi ke arah nya setelah mobil melesat ke depan sejauh beberapa meter, seketika lintasan mobil berubah yang awal nya terus lurus kedepan menjadi semakin naik ke atas seperti sebuah pesawat yang sedang lepas landas.
Kami terus naik ke atas dengan lintasan diagonal hingga akhir nya kami mencapai ketinggian seratus meter dari atas tanah. Setelah mencapai ketinggian inilah, pengemudi mobil mendorong kemudi nya kedepan secera perlahan. Posisi mobil perlahan berubah yang awal nya menghadap diagonal menjadi menghadap horizontal lurus kedepan layak nya mobil yang sedang berjalan di atas tanah.
"Maaf tiba-tiba ngebut seperti itu. Apakah kau merasa mual?" Tanya pengemudi mobil.
"Tidak."
"Baguslah." Pengemudi mobil berkata mengungkapkan rasa syukur nya sembari menyalakan GPS di bagian samping kemudi. "Selama kita menuju akademi sihir, aku akan memberitahu mengenai tes yang akan kau lakukan. Tes untuk tahun ini ada tiga tahap. Yang kesemua nya di tujukan untuk menguji keterampilan, kekuatan dan pengetahuan mu tentang sihir. Peserta yang mengikuti tes kali ini ada sekitar 3000 orang dengan batas penerimaan adalah 50 orang."
__ADS_1
"Li-Lima puluh... Bukankah itu terlalu sedikit!?"
"Dengarkan penjelasan ku dulu. Alasan mengapa penerimaan tahun ini begitu sedikit karena pihak akademi ingin membiayai semua yang di perlukan oleh peserta didik. Karena itu jumlah penerimaan untuk tahun ini begitu sedikit."
"Begitu ya... Alasan yang logis..." Kalau begitu, jika aku lulus, beban orang tua ku akan berkurang... Jika memang itu benar, aku harus lolos tes ini bagaimana pun caranya!
"Baguslah kau mengerti. Sebelum kau memulai tes tahap pertama, aku ingin memberitahu mu lokasi dari akademi sihir."
Hah...? Tunggu. Dari perkataan nya barusan-
"Akademi sihir berjarak lima kilometer di arah barat daya. Dengan mobil ini kau bisa sampai sana dalam waktu sepuluh menit. Itupun kalau penguji membiarkan mu sampai kesana dengan mudah."
Pengemudi mobil tersenyum sinis setelah selesai menjelaskan semua hal itu pada ku. Sekarang aku tahu maksud dari semua hal aneh yang ia lakukan sebelum nya. Alasan ia menyuruh ku duduk di kursi depan, alasan ia menanyakan mengapa aku menggunakan sabuk pengaman, dan alasan mengapa ia tidak menggunakan sabuk pengaman sama sekali... Semua keanehan itu telah terjelaskan...
Sesuai dengan dugaan ku.
Mobil yang kami naiki berguncang hebat. Melihat keluar melalui jendela, aku dapat melihat beberapa orang menembaki kami dengan senjata api, mereka terbang menggunakan sihir dan ada beberapa yang menggunakan motor terbang.
"Penguji sudah datang. Semoga berhasil, Mira Fantasia!"
"Tidak mungkin!"
Pengemudi mobil membuka pintu mobil, kemudian ia melompat keluar dari mobil. Aku mendongakkan kepala ku untuk melihat nasib nya, ia menggunakan sihir terbang untuk pergi menjauh dari ku dan beberapa orang bersenjata yang telah mengepung mobil ini.
"Wanita sialan!" Aku mengutuk wanita itu sembari berusaha melepaskan sabuk pengaman dengan panik.
__ADS_1
Efek dari kemudi yang di lepas akhir nya terjadi, mobil yang kunaiki hilang kendali!