My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 80 Rencana kelas B dan kelas C


__ADS_3

Device yang menunjukkan peta arena, datang ke depan seorang gadis yang menjadi pemimpin kelas B, Reiko Kagami. Peta berbentuk hologram itu menunjukkan lokasi mereka dan lokasi musuh mereka pada pertandingan kali ini. Reiko, memfokuskan pandangannya ke lokasi yang menunjukkan anggota kelas C, yang berlokasi di kawasan industri.


"Kita serang Kelas C terlebih dahulu." Ucap Reiko, memberikan perintah.


Menurut Reiko, ia harus melawan anggota yang paling banyak terlebih dahulu, yakni kelas C, terlebih lagi saat ini lokasi markas kelas itu yang berada didalam pabrik, membuatnya mudah untuk menghabisi anggota atau langsung merebut bendera mereka.


"Jangan abaikan kelas A Reiko."


Ema Knežević tidak sependapat dengan Reiko, saat Reiko memberikan perintahnya, ia segera memberikan opsi lain. Hal ini, segera membuat Reiko melihat ke arah Ema dengan tatapan tajam, tidak senang dengan pendapatnya yang dibantah oleh Ema, tetapi Reiko tidak menyuarakan ketidak senangannya itu, karena ia tahu otak dari kelas ini adalah Ema. Dan tubuh, tidak bisa bergerak tanpa adanya otak. Karena itu, Reiko sebagai bagian tubuh dari kelas ini menyerahkan masalah kali ini pada Ema. Ia tidak ingin merasakan kesusahan lagi seperti pada turnamen babak pertama, saat ia melawan kehendak otak dari kelas ini, yakni Ema.


"Jujur saja, dari semua kelas, aku bisa katakan kelas A adalah kelas yang paling berbahaya. Mereka bergerak layaknya ular, yang melewati celah-celah sempit."


Metafora yang diberikan oleh Ema benar-benar tepat untuk mengambarkan anggota kelas A. Otak dari kelas A, berpikiran licik, dia bergerak layaknya ular, yang melewati celah sempit, berkamuflase, sebelum benar-benar mematok mangsanya disaat mangsanya lengah. Juga dalam mitologi Israilian, ular adalah penyebab Adam diturunkan ke bumi, ularlah yang menghasut hawa untuk mengajak suaminya yang taat pada tuhan, melanggar perintahnya untuk memakan buah terlarang. Menyebabkan sejarah panjang umat manusia seperti sekarang.


Untuk kelas A yang memiliki sifat licik seperti itu, seperti binatang yang menyebabkan adam dan hawa turun dari surga, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mereka harus mengatasi kelas A secepatnya!


"Lalu, apa yang ingin kau lakukan Ema?" Tanya Reiko.


"Kita kirim empat orang untuk mengatasi kelas A." Jawab Ema.


"Untuk kelas C?" Tanya Reiko sekali lagi.


"Kita kirimkan satu orang untuk mengawasi mereka... Dan dikelas kita ada satu orang yang cocok untuk tugas itu."


Seorang remaja laki-laki, berambut pirang, berbadan pendek serta kurus berjalan mendekati Ema dan Reiko, dia adalah pelari nomor satu dikelas B. Hans Krüger. Ia memiliki kaki yang sangat cepat, bukan hanya itu, ia memiliki mata elang, mampu melihat hingga 80 meter jauhnya, pendengarannya juga tajam, ia mampu mendengar suara derak air sejauh 25 meter. Untuk misi pengintaian, tidak ada orang yang lebih cocok daripada dirinya.


"Hans... Akan pergi ke lokasi kelas C berada. Aku dan tiga orang lainnya, akan pergi ke lokasi kelas A." Ucap Ema.


"Baiklah... Untuk babak kali ini, aku benar-benar menyerahkan pada mu Ema, lakukan sesuka mu." Jawab Reiko, dengan senyum tidak puas.


Dengan begini, anggota telah ditentukan, semua anggota kelas B, bergerak melakukan tugas masing-masing. Empat orang menuju markas kelas A, dan satu orang, Hans Krüger berlari, dengan kecepatan tinggi menuju markas kelas C.


***

__ADS_1


Di wilayah industri, dalam sebuah pabrik. Michael, baru saja memberikan perintah kepada para anggota timnya. Perintahnya hanya satu.


"Bertahan!"


Michael yang sudah masuk ke dalam kolam keputusasaan tidak bisa memikirkan strategi lain. Rasa putus asanya, menimbulkan rasa negatif lain. Rasa takut.


Rasa takut akan kekalahan, rasa takut kehilangan keluarganya akibat kekalahannya. Ia takut jika sampai ia kalah, Alya Nikitani, seorang gadis yang menjadi tunangannya saat ini, melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada keluarganya. Di kolam keputusasaan dengan di hantui rasa takut, hanya inilah yang bisa ia pikirkan. Hanya strategi inilah yang melekat di dalam kepalanya.


"Ketua! Strategi bertahan sudah kuno! Banyak tim kuat yang gagal meraih liga domestik karena memakai strategi ini."


Seorang dari kelas Michael, segera membantah strateginya.


Sebagai informasi, permainan rebut bendera, adalah sebuah olahraga yang telah dipertandingkan dan ditayangkan di televisi nasional, bahkan negara ini memiliki liga domestiknya sendiri. Sejarah dari permainan ini, cukup terbilang panjang, hampir genap dua puluh tahun. Dengan estimasi waktu liga domestik permainan ini dibuat, tentu saja banyak strategi yang berkembang, salah satunya adalah strategi full bertahan. Hanya saja, strategi ini sudah usang, setidaknya itulah yang dipikirkan seorang laki-laki yang baru saja membantah perintah Michael. Dia adalah Kahraman Volkan.


Kahraman Volkan, seorang remaja berkulit coklat dengan rambut hitam lebat keriting.


"Kahraman! Kau sekali lagi menentang ku!" Ucap Michael.


Seperti yang telah dijelaskan, kelas B memiliki sistem hierarki sendiri di dalam kelas ini, dengan Michael yang seharusnya yang menjadi raja, pemimpin dikelas ini. Tapi sistem ini melahirkan beberapa kelompok yang menentang kepemimpinan Michael, dan salah satu dari anggota kelompok itu adalah Kahraman Volkan.


"Uuugh!" Kahraman, segera mengerang kesakitan, saat akar tebal itu melilit tubuhnya, hendak meremukkan tulang-tulang tubuhnya.


"Kau tahukan jika menentang ku apa yang akan terjadi!?" Ucap Michael, dengan wajah memerah. Marah.


"U-U-Uugh..."


"Pa-Pak ketua! Su-Sudah! Dia bisa mati!" Kata seorang murid kelas C, menghentikan Michael.


Bukannya menerima saran dari orang itu, Michael juga ikut melilitnya dengan akar pohonnya.


"Jangan memerintah ku! Aku raja kalian! Aku pemimpin kalian! Yang harus kalian lakukan nurut dan patuh terhadap perintah ku!" Teriak Michael, emosi.


Puas melampiaskan emosinya, Michael melepaskan Kahraman dan seseorang yang memberinya saran barusan.

__ADS_1


"Ikuti perintah ku!" Tegas Michael, sekali lagi.


Semua murid kelas C, hanya bisa terdiam. Mengangguk-anggukkan kepala mereka dengan wajah pucat dipenuhi dengan teror. Mereka hanya bisa menuruti perintah Michael yang benar-benar menjadi seorang diktator.


"Jaga benderanya! Jangan sampai direbut!" Perintah Michael, kemudian ia pergi, keluar dari dalam pabrik.


"Kahraman! Kau baik-baik saja?" Anggots kelas C lain, mendekati Kahraman yang masih terbaring ditanah, memegangi dadanya.


"Y-Ya... Aku baik-baik saja." Ucap Kahraman, dengan wajah yang masih meringis kesakitan.


"Se-Sebaiknya kau jangan menentang Michael. Tidak akan ada yang tahu jika dia kehilangan kendali!"


"Hmph! Dia adalah orang yang tidak berguna. Untuk menang di babak pertama saja dia tidak bisa." Desis Kahraman dengan wajah emosi.


"Sssst... Jangan mengatakan hal itu!" Tegur salah satu anggota kelas C.


"Yang lebih penting lagi, apakah kalian mau menerima perintah Michael terus!? Apakah kalian rela diperlakukan layaknya alat!?" Ujarnya dengan nada membara, layaknya nama marganya, Volkan, yang berarti vulkano, dari bahasa negara yang mempunyai julukan negara transkontinental yang pernah berdiri di masa lalu.


Vulkano dari namanya benar-benar menggambarkan sifat benda itu sendiri, panas bagaikan api membara, sesuai dengan sifat Kahraman yang memiliki semangat berapi-api untuk lepas dari kediktatoran Michael.


"Walaupun kau mengatakan itu, kita tidak bisa melawannya." Ungkap salah seorang anggota kelas C.


"Ya. Aku tahu hal itu. Aku tahu aku tidak bisa memberontaknya secara langsung. Karena itu aku akan memberontak kepada Michael dengan cara tidak langsung. Akan ku buat tim ini kalah! Akan ku buat tim ini kalah dengan cara ku sendiri!" Ucap Kahraman, pergi dari pabrik melalui pintu belakang.


"Aku akan ikut dengan Kahraman, jika kita tidak menjaga bendera. Pasti tim ini akan kalah."


"Aku juga."


"Aku juga ikut."


"Mmm... Aku juga ikut memberontak bersama Kahraman."


Empat orang, mengikuti langkah Kahraman, pergi dari pabrik, meninggalkan tugas yang diperintahkan Michael kepada mereka.

__ADS_1


Sekarang di markas kelas C hanya menyisakan kurang dari setengah tim, lebih tepatnya sekarang di markas kelas C, hanya menyisakan 3 orang yang menjaga bendera, termasuk Michael.


__ADS_2