My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 23 Pertandingan melawan Android Part V


__ADS_3

"Ah... Dani terkepung..." Kata Natasha, menyipitkan mata nya untuk menambah fokus ke tempat Dani yang saat ini sedang melawan ke empat Android. "Seperti nya ia benar-benar terdesak. Apakah kau yakin tidak ingin membantu nya?" Tanya Natasha.


"Apakah kau yakin bisa membantu Dani?" Tanya ku pada Natasha. "Harus kau ingat, walaupun kita berdua pergi kesana, kita masih kalah jumlah. Walaupun mereka tidak bisa menggunakan sihir, masih banyak keunggulan yang dimiliki oleh para Android itu... Salah satu nya stamina yang tahan lama."


Berpikir realistis saja. Para android itu di kendalikan oleh mesin yang sumber energi nya adalah listrik tingkat tinggi. Menurut artikel yang ku baca, android bertipe lama dapat berlari dengan kecepatan satu kilometer dalam waktu yang lama. Manusia pada masa sekarang juga bisa melakukan itu, tapi yang namanya manusia, kami memiliki jumpah energi yang terbatas dan begitu cepat habis. Untuk manusia yang telah berevolusi, mereka bisa berlari dengan kecepatan satu kilometer dalam waktu kurang lebih satu jam. Hal ini berbeda dengan para android, dengan energi listrik yang besar, yang tersimpan di dalam baterai mereka, mereka dapat berlari dengan kecepatan satu kilometer dalam waktu tiga jam lebih. Dari segi stamina, jelas kami manusia kalah dari mereka.


Jika lawan kami adalah manusia, aku masih akan menyarankan untuk membantu Dani. Karena perbedaan stamina antara manusia tidak jauh berbeda. Tapi lain hal nya dengan para android itu, yang memiliki jumlah stamina lebih banyak dari manusia. Aku tidak ingin mengambil resiko untuk terjun ke pertarungan untuk membantu Dani.


"Kau benar. Dari segi jumlah, stamina, dan kekuatan fisik, jelas kita kalah. Hanya saja rasanya sangat tidak nyaman, menyaksikan kawan sendiri kesusahan seperti itu." Natasha menanggapi pernyataan ku dengan wajah murung.


Aku pun sependapat dengan Natasha. Aku juga merasa bersalah membiarkan Dani melawan ke empat Android itu sendirian. Tapi dunia ini tidak selalu bergerak sesuai dengan keinginan ideal kita. Harus ada yang di korbankan untuk meraih hasil yang lebih baik. Tidak peduli seberapa menyakitkan dan berharga nya hal yang dikorbakan itu, sebagai manusia yang berpikir realistis, kita harus menerima nya untuk hasil yang lebih baik.


"Heeeh.... Dia berhasil menyerang ke em-... E-Eeeh! *-*-*-Tidak mungkin! Hal itu tidak mungkin! Kalau begitu, bagaimana cara nya untuk menang!? Hal itu benar-benar tidak adil!"

__ADS_1


Natasha yang terus fokus menyaksikan pertarungan, berdecak kagum dengan sesuatu hal yang di lakukan oleh Dani, tetapi belum sempat sepenuh nya ia mengekspresikan kekaguman nya itu, ekspresi wajah nya tiba-tiba berubah. Ia seperti menelan pil yang begitu pahit, sebelum akhir nya ia mengeluh akan suatu hal yang ia saksikan dari pertarungan Dani.


Penasaran, aku pun bertanya padanya dengan wajah bingung sekaligus heran. "Kenapa? Apa yang kau lihat?"


"Aaah... Pada saat terkepung, Dani berhasil menyerang para android itu dengan menggunakan batang pohon berukuran sedang yang ia ciptakan dari sihir nya. Saat aku mengira Dani berhasil mengenai semua Android itu, aku menyaksikan sesuatu yang sulit di percaya...." Nada bicara Natasha pelan, ada keraguan didalam caranya berbicara, nada keraguan itu terus bertambah seiring ia menjelaskan kejadian pada ku dengan detail, hingga akhir nya, keraguan Natasha pun menyebabkan ia kesulitan untuk menjelaskan lebih jauh. Tanpa memaksa nya, aku menunggu Natasha mengumpulkan kembali keyakinan dalam diri nya, selama beberapa detik Natasha menghirup dan menghela nafas panjang, seolah-olah membuang semua keraguan dalam diri nya, Natasha pun kembali membuka mulut, menjelaskan hal yang terhenti dari penjelasan sebelum nya. "Aku melihat... Para Android itu... Menangkis serangan Dani dengan menggunakan sihir!"


***


Stamina Alexandria makin terkuras karena terus menghindari serangan cepat dari Android yang selama beberapa menit terakhir menyerang nya. Walaupun perkelahian nya dengan Android itu hanya berlangsung selama beberapa menit, Tetapi serangan yang datang secara beruntun membuat Alexandria tidak di berikan waktu untuk istirahat.


'Seperti nya membawa Raihan kesini adalah sebuah kesalahan!' Pikir Alexandria dengan wajah terdistorsi saat ia sesekali mencuri pandang ke arah Raihan sambil menghindari serangan dari Android yang dari tadi menyerang nya. 'Harus nya aku membawa Mira atau Natasha! Memang dari segi kemampuan fisik dia nomor satu, tapi dari pengambilan keputusan... Orang itu benar-benar payah!'


Tidak salah Alexandria mengeluhkan hal itu di kepala nya, karena memang pada kenyataan nya, Raihan memilih untuk memperhatikan perkelahian Alexandria karena ia ragu-ragu apakah ia bisa membantu Alexandria atau tidak.

__ADS_1


Raihan tahu, kemampuan fisik nya dapat dengan mudah mengungguli ke empat Android yang ada saat ini. Tapi melihat kecepatan gerak dari Android yang saat ini berjaga di depan pintu masuk, membuat Raihan ragu. Di tambah Android yang di lawan oleh Alexandria juga memiliki kekuatan di atas manusia yang telah berevolusi, membuat Raihan semakin ragu untuk membantu Alexandria sebelum ia benar-benar tahu kemampuan dari Android yang di lawan nya.


'Aku sudah mengetahui kemampuan Android yang dilawan oleh Alexandria,' pikir Raihan dengan tidak yakin. 'Harus kah aku bergerak sekarang? Tidak!... Jika aku bergerak sekarang, Android yang dari tadi mengawasi akan menyerang ku! Aku kekurangan informasi, aku harus menunggu lebih lama lagi. Saat ini, aku harus mempercayai Alexandria mampu melawan Android itu... Tidak! Aku harus membantu nya, ada perbedaan stamina dari Android itu dan Alexandria. Jika aku tidak membantu nya, Alexandria pasti akan kalah karena kehabisan tenaga lebih dulu! Tapi jika aku bergerak sekarang... Itu benar! Aku hanya perlu menunggu Mira atau Natasha... Lagipula tidak perlu dua orang untuk menjaga bendera... Tapi mungkin saja mereka membantu Dani yang saat ini juga melawan empat Android... Huh...? Tunggu dulu, jika di pikir-pikir lagi... Mengapa Android yang kami lawan berjumlah delapan...? Seingat ku, hanya ada lima Android di tim musuh. Ada sesuatu yang aneh disini, sesuatu yang kami lewatkan... Sesuatu yang penting...' Raihan makin tenggelam dalam pikiran nya, membuat nya lupa akan situasi yang di hadapi nya sekarang.


Alexandria di sisi lain, mencuri pandang sekali lagi ke arah Raihan, berharap ia sudah memutuskan untuk membantu nya. Tapi sekali lagi, ia di paksa menelan pil pahit kenyataan. Raihan bukan nya memutuskan untuk membantu nya, ia malah makin tenggelam dalam pikiran nya yang tidak ada habis nya, ia makin terseret akan perasaan ragu yang terus ada di dalam hati nya.


Walaupun hanya sepersekian detik Alexandria mengalihkan pandangan nya dari Android yang ia lawan, tetapi ia keseringan dalam melakukan itu. Alhasil...


"Debuk!"


Karena meleng, Alexandria terkena pukulan bersih di wajah nya.


Sebagai informasi, kekuatan pukulan rata-rata manusia yang telah berevolusi karena Partikel Carlania adalah 1000 joule, setara dengan atlet tinju legendaris yang hidup pada tahun 1900-an. Jika orang normal menerima pukulan sekeras itu dengan bersih di wajah, sudah jelas dia akan KO dalam istilah boxing. Tapi lain hal nya dengan manusia yang telah berevolusi, kekuatan pukulan sekeras itu rasanya hanya seperti di tampar oleh seorang gadis di tengah masa PMS nya. Karena itulah, pukulan sekeras itu sama sekali tidak memberikan efek berarti pada Alexandria. Hanya saja...

__ADS_1


"Berhenti melamun dan bantu aku sialan!" Itu membuat Alexandria kesal, ia pun berteriak ke arah Raihan menyadarkan nya dari lamunan yang tiada habis nya.


__ADS_2