My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 24 Pertandingan melawan Android Part VI


__ADS_3

Pertarungan di permainan 'rebut bendera' ini adalah hal yang tidak bisa di hindari. Saat posisi bendera ketahuan oleh musuh, satu-satu nya jalan untuk mempertahankan bendera agar tidak di rebut adalah dengan cara bertarung. Walaupun dalam permainan ini, ada aturan ketat yang berlaku saat kedua belah pihak sedang bertarung.


Salah satu aturan yang berlaku adalah luka masing-masing pemain. Dalam permainan ini, jika seseorang menerima luka fatal atau luka serius, otomatis orang itu akan di keluarkan (pemain yang terluka akan di gantikan dengan pemain cadangan jika ada), lalu orang yang melukai akan di keluarkan dari permainan dalam kurun waktu tertentu, biasanya akan memakan waktu dua kali kesempatan scan peta. Atau bisa di bilang sepuluh menit.


Karena hal itu, dalam pertarungan di permainan ini, kami di harus kan untuk berhati-hati agar tidak melukai musuh dengan fatal. Atas dasar ini, satu-satu nya cara untuk mengurangi jumlah pemain musuh adalah dengan menangkap nya, dan di kurung di suatu tempat yang hanya di ketahui oleh rekan setim. Untuk bahasa sederhana nya, orang yang kami kalahkan dalam pertarungan di permainan ini akan menjadi tawanan. Caranya tentu saja membuat orang itu tidak sadarkan diri tanpa harus melukainya dengan fatal.


Jika lawan kami manusia, hal itu mudah untuk di lakukan, tapi berbeda dengan android, yang tidak bisa pingsan hanya dengan pukulan kuat di kepala untuk membuat mereka pingsan, dan juga aku tidak pernah mendengar kalau android bisa pingsan! Yang ku tahu Android hanya bisa di nonaktifkan dengan kode tertentu. Dan kode itu tentu saja sangat rumit, tidak mungkin untuk di hapal hanya dalam sekali dengar (kecuali orang itu memiliki memory photography), di tambah kami sama sekali tidak memiliki informasi apapun mengenai android yang kami lawan.


Aku mengira, tidak... Bukan hanya aku, tapi juga rekan setim ku, mengira kalau Android yang kami lawan adalah Android biasa pada umum nya.


Atas alasan itu, tidak pernah terlintas sedikit pun di pikiran kami kalau Android yang kami lawan dapat menggunakan sihir layak nya manusia normal. Hal ini tentu saja membuat Natasha bingung sekaligus kaget saat menyaksikan android yang di lawan Dani dapat menggunakan sihir. Tentu saja, aku yang mendengar informasi itu dari Natasha juga ikut terkejut. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Dani saat mengetahui ke empat Android yang di lawan nya saat ini dapat menggunakan sihir. Mungkin ia merasa putus asa mengetahui hal ini.


"Bagaimana kondisi Dani saat ini?"


"Sangat buruk. Ia benar-benar tertekan. Bahkan ia tidak mampu mengendalikan sihir nya dengan baik." Jawab Natasha atas pertanyaan ku.


Sebagai informasi, kondisi mental juga dapat mempengaruhi pengaktifan sihir, jika seseorang mengaktifkan sihir dalam kondisi tertekan, sihir yang mereka gunakan cenderung akan gagal, dan tidak dapat di kendalikan. Dari perkataan Natasha, tebakan ku atas perasaan Dani yang tengah di landa keputusasaan rupanya benar. Jika kondisi Dani terus seperti itu, hanya tinggal menunggu waktu sampai Dani kehabisan stamina sebelum akhir nya pingsan di tempat, tentu saja hal itu akan merugikan untuk kami. Kami yang sudah kalah jumlah, tidak boleh kehilangan anggota tim.


Seperti nya aku tidak punya pilihan lain...


"Natasha, rencana berubah. Kita bantu Dani."


"Aku baru saja ingin mengusulkan hal yang sama. Tapi ada satu hal yang harus kau ingat Mira, aku tidak bisa menggunakan kemampuan mata ku dengan maksimal sekarang. Sudah hampir sepuluh menit aku menggunakan nya, dan juga tempat Dani bertarung tidak memungkinkan ku untuk mengeluarkan kekuatan penuh."


Aku lupa memberitahu hal ini, walaupun kami berada di atas atap, aku menggunakan sihir untuk membuat pelindung kepala berupa pondok kecil untuk Natasha agar ia tidak sepenuh nya terkena paparan sinar matahari. Walaupun masih belum di puncak kekuatan nya, pelindung kepala yang ku buat cukup efektif untuk menambah kekuatan Natasha sedikit. Tentu saja aku tidak bisa menggunakan cara yang sama pada saat kami bertarung membantu Dani nanti. Posisi Natasha saat di atas atap kali ini, hanya berdiam diri tanpa bergerak memungkinkan ku untuk membantu nya membuat penutup kepala, tapi lain hal nya saat bertarung nanti, Natasha akan di paksa untuk terus bergerak saat melawan musuh, membuat ku tidak bisa berfokus membantu Natasha untuk membuatkan pelindung kepala untuk nya, di tambah aku yang juga harus bertarung membuat ku semakin tidak mungkin untuk membantu nya.


"Aku tahu hal itu. Dan aku ingin jujur pada mu. Aku tidak yakin bisa menang melawan satu Android itu karena kurang nya informasi."


"Aku juga. Aku tidak yakin bisa menang dengan mudah melawan satu Android."

__ADS_1


"Ku rasa kau mengerti maksud ku kan?"


"Ya. Kita akan menyuruh Dani untuk melawan dua Android sekaligus!"


Saat ini kami tidak perlu khawatir mengenai bendera yang tidak di jaga. Aku yakin, Alexandria dan Raihan saat ini tengah berusaha menahan Android yang tersisa di markas musuh. Atas alasan itu, aku dan Natasha bisa yakin pergi menjauh dari markas kami, lagipula kami hanya pergi sebentar, setelah membantu Dani kami akan langsung kembali ke markas.


Aku dan Natasha turun dari atap bangunan, berlati menuju tempat Dani bertarung. Karena kecepatan lari kami,


Kami tiba dalam waktu singkat di dekat Dani bertarung melawan ke empat Android. Dari jalan nya pertarungan, jelas sekali kalau Dani tertekan melawan ke empat Android itu, ia hanya bisa bertahan dengan menciptakan bola yang menutupi seluruh tubuh nya dengan batang pohon, sesekali ia memang menyerang, tapi karena perasaan tertekan yang ia rasakan, serangan nya banyak meleset.


Saat jarak sekitar lima meter, aku sudah bersiap melesatkan sihir ku, merapalkan mantra dengan cepat aku pun melancarkan serangan berupa bola api ke arah salah satu android yang saat ini menyerang Dani dengan menggunakan sihir nya.


Menyadari serangan proyektil dari jauh, android yang ku incar menghentikan serangan nya kemudian melompat menjauh. Tidak berselang lama setelah aku menyerang, Natasha juga ikut menyerang, dengan menciptakan tiga buah tombak berwarna merah darah ke arah tiga android yang tersisa.


Melihat Natasha yang mampu merapalkan tiga mantra yang sama secara bersamaan membuat ku terkesan. Untuk menyerang dengan mantra yang sama secara bersamaan, memerlukan waktu yang lama untuk merapalkan mantra sihir secara sekaligus. Aku sendiri, mampu membuat jumlah mantra yang sama seperti Natasha tapi aku memerlukan waktu tiga detik untuk itu, tetapi Natasha hanya memerlukan waktu satu setengah detik untuk melakukan hal itu.


Ini membuktikan kalau menguasai satu mantra sihir membuat seseorang lebih mengenal sihir nya, membuat nya mampu merapalkan mantra dengan waktu singkat dan menambah penguasaan sihir tersebut.


Tombak darah Natasha melesat dengan cepat ke arah tiga android yang masih fokus menyerang Dani. Sama seperti sebelum nya, ketiga Android itu dengan mudah menghindari serangan Natasha.


"Dani! Kau baik-baik saja?" Tanya Natasha saat sampai di samping Dani.


"Ya. Aku baik-baik saja." Jawab Dani, terengah-engah.


Penutup kepala berupa tudung yang di kenakan para Android terbuka karena melakukan gerakan menghindar dengan tiba-tiba. Saat penutup kepala mereka terbuka, kami menyaksikan sesuatu yang sekali lagi menghempaskan akal sehat kami.


"Wajah mereka sama..." Gumam Dani dengan wajah pucat.


"Pantas saja bentuk tubuh mereka sama... Tunggu, kalau begitu, di markas musuh saat ini-"

__ADS_1


"Ya. Sesuai dugaan mu," Belum selesai aku berbicara, perkataan ku di potong Dani yang melanjutkan perkataan ku dengan air muka yang makin pucat. "Masih ada empat android yang dilawan Alexandria dan Raihan."


"Seperti nya kita harus cepat menyelesaikan pertarungan di sini." Gumam Natasha dengan senyum masam.


Natasha membantu Dani berdiri tegap, kami bertiga kemudian berbaris dengan posisi horizontal, berhadap-hadapan dengan ke empat android yang berjarak 5 meter di depan kami.


"Dari karakreristik nya, android yang kita lawan kali ini yang bernama Epsilon. Lalu melalui pertarungan dia melawan mu sebelum nya, aku yakin kalau mereka hanya dapat menggunakan sihir tingkat dasar.


"Aku juga berpikir sama. Tapi jumlah mereka yang sangat merepotkan!"


Aku pernah menggunakan sihir ini sebelum nya, sihir yang menggabungkan dua sihir dasar sekaligus. Yaitu, 'Duplicate.' Sihir 'Duplicate' ini juga ada sihir yang memiliki efek yang sama, yang bernama 'doppelganger' Kedua sihir ini sama-sama memiliki efek menggandakan suatu objek, yang membedakan nya hanyalah objek yang bisa di gandakan. Sihir 'Duplicate' hanya bisa di gunakan untuk menggandakan objek mati, sedangkan 'doppelganger' hanya bisa di gunakan untuk menggandakan objek hidup. Seperti binatang, tumbuhan, dan manusia.


Dalam kasus Android terbilang kasus khusus dalam pengaktifan kedua sihir ini. Sebagai contoh, jika Android itu tidak aktif maka menggandakan nya bisa menggunakan sihir 'duplicate' sedangkan jika android itu aktif maka sihir yang bisa digunakan untuk menggandakan nya hanyalah sihir 'Doppelganger' jika android aktif di gandakan dengan sihir 'duplicate' Maka android yang tercipta dari hasil sihir itu tidak akan bisa di aktifkan, karena itu para ilmuwan mencoba menggunakan sihir 'doppelganger' untuk mencoba menggandakan android yang dalam kondisi aktif. Hasil nya, sihir 'Doppelganger' mampu menggandakan android dalam kondisi aktif. Mengapa bisa seperti itu? Jawaban pasti nya tidak di ketahui, tetapi jika merujuk pada konsep sihir yang seperti program, maka penjelasan nya seperti ini: Carlania Partikel yang bertugas membaca kode program berupa mantra menyesuaikan kode program hingga menemukan kode yang tepat untuk merubah mantra itu menjadi suatu fenomena.


Mantra 'duplicate' memiliki kode program untuk menggandakan benda mati, tidak bergerak, tidak bernyawa dan sejenis nya. Sedangkan mantra 'doppelganger' memiliki kode program untuk menggandakan benda hidup, bergerak, bernyawa dan sejenis nya. Atas dasar konsep sihir ini, yang mungkin membuat sihir 'duplicate' tidak bekerja pada android yang aktif. Teori ini hanya sebatas kemungkinan, ini dikarenakan saat sihir 'Doppelganger' di gunakan pada mobil yang nyala, sihir itu mengalami error, tidak bekerja pada mobil. Seharus nya, jika memang konsep sihir seperti itu, sihir 'Doppelganger' mampu menggandakan mobil, yang sama-sama di gerakkan oleh mesin.


Tapi kesampingkan dulu konsep sihir yang begitu ambigu itu... Saat ini yang jelas, kalau android yang kami hadapi mampu menggunakan sihir, walaupun sihir tingkat dasar. Tapi bukan itu masalah nya, yang jadi masalah di sini adalah perbedaan kemampuan berupa stamina dan perbedaan jumlah, benar-benar merugikan kami.


Kami manusia yang memiliki stamina yang cepat habis melawan android yang memiliki stamina yang tahan lama, di tambah kami kalah jumlah. Dari kondisi dan situasi, kami benar-benar di rugikan di sini.


"Maaf untuk mu Dani, tapi aku harus jujur di sini. Aku hanya mampu melawan satu Android saja."


"Sama hal nya dengan ku." Kata Natasha sependapat dengan ku.


"Baiklah. Aku paham. Akan ku usahakan melawan dua dari mereka. Kalian puas?"


"Tentu saja... Oke, kita tidak boleh membuang waktu lagi. Ayo cepat kita selesaikan hal ini! Magic set. Boost!"


Tanpa mengulur waktu dengan bercakap-cakap lebih jauh, aku yang mengambil inisiatif menyerang duluan, dengan menggunakan sihir angin untuk melesat ke arah salah satu android. Dalam sekejap mata, aku berhasil sampai tepat di depan salah satu android. Menjulurkan tangan kanan ku ke wajah Android itu, aku mengaktifkan sihir ku dengan cepat.

__ADS_1


"Bubble!"


__ADS_2