
Karena dedaunan lebat yang menutupinya, Dani tidak dapat melihat lokasi pasti dari Michael, hal ini segera dimanfaatkan oleh Michael... Dengan rasa putus asa untuk meraih kemenangan, Michael sekali lagi membuat langkah yang salah. Ia menggunakan sihirnya untuk membuat suatu tanaman. Hanya beberapa buah ia membuat tanaman itu dengan sihirnya. Ia melakukan sesuatu pada tanaman itu. Setelah selesai, Michael tersenyum lebar. Layaknya orang gila yang sudah kehilangan akal sehatnya.
"Dengan ini... Dengan ini... Aku pasti menang!"
Michael... Segera memanipulasi tanamannya, membuat batang pohon yang saat ini ia pijak melesat kearah Dani.
Gerakan Michael yang melesat menggunakan batang itu, membuat Dani sedikit terkejut, ia tidak menduga kalau Michael akan menyerangnya secara langsung. Kini, Michael, sudah berada didepannya, tersenyum layaknya orang gila.
"Makan ini!" Teriak Michael dengan suara seraknya, melemparkan sesuatu ke arah Dani.
"Aaakh! Apa ini!? Serbuk apa ini!?" Teriak Dani dengan panik, mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahnya, menjauhkan serbuk yang menutupi wajahnya.
Karena terkejut, Dani kehilangan keseimbangan. Alhasil ia jatuh dari atas pohon yang memiliki tinggi 10 meter itu.
Untungnya, Dani membuat sebuah daun raksasa, yang berguna sebagai trampolin, menahan kecepatannya jatuh.
"Sialan kau Michael!" Teriak Dani emosi.
"Hahahaha... Rasakan itu! Apapun yang terjadi, aku akan memenangkan pertandingan ini! Kemudian aku akan menikahi Alya! Sampah seperti mu, hanya harus diam dipinggiran dan saksikan hal itu terjadi!" Teriak Michael.
"Sialan kau Michael!" Teriak Dani, semakin emosi saat mendengar Michael yang positif untuk menikahi gadis yang ia suka, yaitu Alya.
Dengan emosi yang meluap-luap, Dani mengeluarkan sihirnya... Tanpa menahan dirinya.
__ADS_1
***
"Aneh," Gumamku, melihat Dani yang mulai kehilangan kendali atas dirinya, berteriak ke Michael dengan emosi yang membara bagaikan api yang dengan cepat melahap semua yang ada didepanmya.
"Apa yang aneh Mira?" Tanya Natasha.
"Kenapa Dani tiba-tiba emosi seperti itu?"
"Bukankah dia kesal karena dilempar sesuatu kewajahnya oleh Michael?" Ucap Alexandria, memberitahu, dengan wajah tidak yakin.
"Atau mungkin itu karena perkataan yang diucapkan Michael...? Aku hanya mendengarnya sekilas, tapi aku yakin kalau Michael ada menyebut nama Alya. Ituloh, gadis yang Dani suka." Sambung Natasha, mendukung hipotesa Alexandria.
"Lalu mengapa ia emosi seperti itu? Rasanya ada yang tidak wajar dengan lonjakan emosi Dani."
"Saat perasaan cinta yang menjadi penyebabnya, aku rasa wajar jika Dani emosi seperti itu. Lagipula ada perkataan kalau cinta tidak memandang logika." Ucap Alexandria. "Juga, aku sedikit memahami perasaan Dani, orang yang kau benci, mengucapkan nama orang yang kau cinta, siapapun pasti akan kehilangan kendali." Sambungnya.
Aku diam, tidak membalas perkataan Alexandria.
Tidak ada hal seperti itu didunia ini. Semua hal, pasti dapat dijawab dengan logika. Jika tidak ada ada jawabannya, tugas seorang manusia untuk mencari jawaban dari hal yang tidak terjawab itu. Salah satunya cinta... Sebenarnya rasa cinta hanyalah reaksi alamiah manusia, hormon oksitosin memiliki peran dalam menghasilkan emosi yang disebut cinta ini... Jika tidak ada hormon ini, aku ragu apakah manusia dapat jatuh cinta. Intinya, emosi Dani yang tiba-tiba melonjak naik itupun pasti memiliki penjelasan ilmiahnya.
Tetapi... Aku tidak tahu penyebab pasti dari hilangnya kendali emosi Dani itu.
"Haaah..." Aku menghela nafas pelan.
__ADS_1
"Nampaknya pertandingan kali ini sesuai dengan prediksi ku. Hal yang kuhawatirkan akhirnya terjadi."
***
Dani, yang tidak menahan dirinya, mengeluarkan sihir yang betul-betul dahsyat dari sudut pandang orang awan.
Pohon Giant Sequoia ciptaannya,ia perbesar hingga ukuran tidak wajar. Pohon beringin ciptaan Michael nampak seperti rumah didepan gedung bertingkat jika dibandingkan pohon ciptaan Dani.
"Baaaaaaaaaaang!"
Ayunan dari batang pohon yang juga tidak wajar ukurannya seketika menggetarkan arena, saat Dani menggunakan batang pohon itu untuk menyerang pohon tempat Michael berada.
Michael tanpa bisa memproses apapun yang terjadi, kalah hanya dalam sekali serang. Manusia normal pasti akan mati menerima serangan Dani itu, untungnya ia juga sudah bervolusi berkat Partikel Carlania, membuat tubuhnya lebih keras dari manusia normal. Michael tidak sadarkan diri, dengan luka parah. Beberapa tulangnya remuk, membuat kondisinya saat ini kritis.
Melihat Michael yang sudah tergeletak ditanah. Membuat Dani menghentikan sihirnya, menghilangkan tanaman besar yang menjadi pemandangan menakjubkan yang menghiasi arena.
Tim medis segera datang membawa Michael pergi. Dani hanya bisa melihat lawannya dibawa keruang medis dengan tatapan gelisah.
"Aaaah... Saya yang bertugas sebagai pengganti pembawa acara yang masih pingsan, akan mengumumkan hasil pertandingan kali ini." Suara seorang wanita, dapat terdengar dari pengeras suara arena.
Nampaknya pembawa acara masih pingsan karena bau busuk tanaman yang Michael ciptakan sebelumnya, membuat pihak panitia, dengan sigap mencari pengganti dari pembawa acara tersebut.
"Karena bisa dipastikan kalau anggota kelas C masih hidup, membuat murid kelas A tidak di diskualifikasi. Dengan ini, jelas pemenang pada babak ini adalah Dani Kalpataru, murid perwakilan dari kelas A."
__ADS_1
Suara sorak sorai penonton menyertai saat kemenangan Dani diumumkan.
Entah apa yang terjadi, wajah cemas Dani menghilang, ia segera melompat kegirangan, saat mendengar kemengannya diumumkan. Ia berada di Euforia yang dapat dikatakan berlebihan.