
Mobil terbang yang ku naiki jatuh dengan keras membentur tanah. Untung nya sebelum benar-benar menyentuh tanah, aku telah menciptakan sebuah bantalan besar untuk mengurangi daya hancur saat mobil ku terjatuh. Walaupun bantalan besar berhasil mengurangi kerusakan yang di terima, tapi tetap saja terjatuh dari ketinggian kurang lebih 50 meter dengan berat mobil yang mencapai puluhan kilogram, membuat bantalan besar tidak mampu menahan daya hantam yang begitu besar yang tercipta dari tarikan gaya gravitasi.
Akibat nya, mobil yang ku naiki rusak parah. Jika aku adalah manusia normal pada umum nya, aku akan menerima luka serius seperti patah tulang atau gagal otak ringan, untung nya hal itu tidak terjadi pada ku. Hal itu bisa terjadi karena mulai dari tulang hingga ke otot-otot ku telah di perkuat dengan energi sihir yang secara tidak langsung telah di serap oleh tubuh ku.
"Magic set. Heal!" Walaupun aku tidak menerima luka, tetapi tubuh ku terasa berat karena syok yang ku terima akibat serangkaian peristiwa yang terjadi sebelum nya. Karena itu aku menggunakan sihir penyembuhan untuk memulihkan tenaga ku sedikit. Setelah tubuh ku sudah terasa agak ringan, aku beranjak keluar dari mobil yang telah kehilangan bentuk indah nya akibat terhempas jatuh.
Saat aku menginjak tanah, kaki ku bergetar selama beberapa detik, aku berdiam sejenak untuk menghilangkan getaran di kaki ku. Saat kaki ku sudah pulih sepenuh nya, aku mendongak ke atas melihat ke arah langit tepat di mana para penyerang mobil ku melayang.
Mereka telah menyarungkan senjata mereka di bagian punggung mereka, aura permusuhan yang sebelum nya mereka tunjukkan telah menghilang, kemudian salah satu dari penyerang itu turun.
Penyerang yang turun adalah orang tua berumur 40 tahunan, dengan wajah sangar dan berambut hitam tipis. Orang tua berwajah sangar itu tersenyum ramah...? Atau tidak... Aku tidak tahu... Mungkin itu adalah niatannya? menunjukkan senyum ramah pada ku. Walaupun memang nampak nya ia tersenyum ramah, tetapi karena wajah nya yang nampak sangar, senyuman ramah nya terlihat seperti senyuman sinis yang seakan-akan menunjukkan kesan intimidasi ke orang lain.
"Bravo! Bravo!" Yap. Ternyata benar dia tersenyum untuk menunjukkan kesan ramah. Hal ini terbukti dari intonasi suara nya yang nampak senang saat ia megucapkan dua kalimat itu. "Selamat Mira Fantasia! Anda telah lulus tes tahap pertama."
Ia memuji ku... Tetapi dengan senyuman nya yang nampak sinis itu, rasanya ia melontarkan kalimat sarkas kepada ku.
"Sebagai hadiah karena telah menyelesaikan tes tahap pertama, saya akan mengantar anda ke lokasi tes tahap kedua di laksanakan!"
"Hadiah nya hanya itu? Apakah kau tidak memberikan ku sedikit informasi mengenai tes tahap kedua ini? Seperti bagaimana bentuk tes di tahap kedua ini?"
"Mohon maaf. Saya tidak bisa memberikan informasi apa-apa mengenai hal itu. Saya hanya di berikan tugas oleh atasan untuk mengantar peserta yang telah lulus tes pertama."
"Begitu ya..."
Lagi-lagi begini. Tes yang akan di laksanakan sangatlah ambigu. Kami tidak di berikan informasi sama sekali. Seperti nya perancang tes ini memang serius ingin membatasi peserta yang lulus hingga 50 orang saja.
Laki-laki berwajah menyeramkan, mengeluarkan sesuatu di dalam saku baju nya.
"Apa itu?" Tanya ku.
"Ini adalah Crystal sihir. Anda pasti pernah mendengar nya kan?"
Crystal sihir adalah sebuah benda berbentuk octagram, berwarna pelangi dan memiliki ukuran yang beragam. Crystal sihir berguna untuk menyimpan suatu sihir yang sukar di gunakan oleh orang yang mampu menggunakan sihir. Biasanya Crystal sihir di gunakan untuk menyimpan sihir warp, teleportation, gate dan sihir sejenis. Dari penjelasan ini, aku dapat menduga kalau sihir yang tersimpan di dalam Crystal sihir itu adalah sihir perpindahan ruang.
"Baguslah anda sudah tahu kegunaan dari Crystal sihir ini, saya pun tidak perlu menjelaskan kegunaan dari Crystal sihir ini."
Aku berjalan mendekati laki-laki berwajah seram. Untuk mengaktifkan Crystal sihir, pengguna hanya perlu membanting Crystal itu hingga pecah. Sihir yang tersimpan di dalam nya, akan secara otomatis mengubah hukum entropy, mengaktifkan sihir yang tersimpan. Saat sihir aktif, semua object dalam jarak satu meter akan terkena sihir itu. Jadi untuk aku agar bisa berpindah ke lokasi tes yang di tentukan, aku harus berada di dekat laki-laki berwajah seram untuk terkena efek dari sihir nya.
Laki-laki berwajah seram membanting Crystal sihir sesaat aku telah berada di samping nya. Sedetik kemudian cahaya terang menyorot mata ku, membuat ku reflek menutup mata ku. Kemudian aku merasakan tubuh ku seperti tertarik oleh sesuatu, perasaan itu tidak lama hanya sepersekian detik saja. Setelah perasaan itu menghilang, aku perlahan membuka mata ku.
Saat aku membuka mata ku, pandangan ku sedikit kabur, tetapi saat retina mata ku mulai fokus kembali, aku bisa tahu kalau aku telah berpindah tempat.
Aku bisa tahu itu, karena sebelum nya aku berada di tempat seperti taman, tapi kali ini aku berada di ruangan dengan diameter 10 meter. Di depan ku ada 5 orang yang tidak ku kenal, tetapi dari penampilan mereka yang nampak seumuran dengan ku, aku bisa tahu kalau mereka adalah peserta tes masuk, sama seperti ku.
__ADS_1
Aku mengalihkan pandangan ku dari mereka, mengobservasi sekeliling ku. Hah...? Pengantar yang mengaktifkan sihir perpindahan untuk ku tidak ada bersama ku. Padahal jelas dia berada dalam radius efek sihir dari Crystal sihir yang ia gunakan, lalu bagaimana cara nya dia tidak ikut berpindah bersama ku?
Saat aku memikirkan hal itu, salah satu dari lima orang yang ada di ruangan bersama ku berbicara dengan nada heran.
"Kenapa bisa ada anak kecil di sini?"
"..."
"Adik kecil... Mengapa kau bisa berada di sini?"
"..."
"... Hmm? Apakah kau bisu?"
"... Tidak... Aku tidak bisu... Dan siapa anak kecil yang kalian maksud..? Jika kalian merujuk pada ku... Haaaah... Maaf mengecewakan kalian... Walaupun terlihat seperti ini, aku berumur 15 tahun, bahkan beberapa bulan lagi aku akan berumur 16 tahun."
Entah kenapa mereka semua membeku saat aku mengungkapkan fakta itu. Mereka melihat ku seakan-akan melihat mahluk asing yang tidak pernah mereka lihat. Apakah begitu aneh kalau ada remaja sependek aku...?
"Lupakan tentang ku, jika kalian ada di sini tandanya kalian juga lulus tes tahap pertama?" Untuk mengalihkan fokus mereka, aku menanyakan sesuatu hal yang sudah jelas jawaban nya.
Dan seperti harapan ku, mereka menjawab kalau mereka telah lulus tes tahap pertama sama seperti ku. Dan yang lebih menjengkelkan nya lagi, ternyata mereka menjalankan tes yang lebih mudah dari ku. Mereka hanya menjalankan tes tertulis untuk bisa sampai ketahap ini. Apa-apaan ini... Perlakuan tidak adil yang ku terima.
Mungkin kejengkelan ku terhadap panitia penyelenggara tes ini tergambar jelas dari wajah ku, sehingga membuat mereka bertanya-tanya mengapa aku terlihat jengkel.
"Bukankah kau orang yang menjemputku!?"
Itu benar. Wanita yang muncul dari lubang hitam itu adalah wanita yang menjemputku.
"Oh. Anda berhasil lulus Mira Fantasia." Ia tersenyum ramah saat membalas teriakan emosi dari ku. Melihat senyum nya itu membuat ku semakin jengkel, tetapi tidak ada gunanya untuk terus jengkel terhadap apa yang telah ia lakukan di masa lalu, untuk saat ini aku hanya harus fokus untuk menyelesaikan semua tes ini. "Seperti nya ada yang ingin anda katakan pada saya. Tidak perlu sungkan, silahkan utarakan pendapat anda."
".... Aku hanya ingin mengkonfirmasi satu hal. Apakah alasan mu disini untuk mengetes kami secara langsung?"
".... Tidak... Alasan saya di sini adalah untuk mengantar anda dan peserta lain nya ke lokasi tes selanjut nya."
Dia nampak terkejut saat aku tidak mengutarakan kekesalan ku pada nya, tetapi wajah terkejut nya itu segera menghilang di gantikan dengan senyum ramah saat menjawab pertanyaan ku.
Aku tidak menduga ini pada awal nya, tapi entah mengapa... Semua gerak-gerik wanita ini nampak mencurigakan. Ia seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
"Sudah cukup cakap-cakap ringan nya, cepat antar kami ke lokasi tes tahap kedua di laksanakan." Salah satu peserta tes dengan tidak sabar mendesak. Wanita itu merespon dengan menyuruh kami untuk memasuki lubang hitam yang ada di belakang nya.
Satu persatu peserta memasuki lubang hitam itu, hingga aku akhirnya masuk di urutan paling terakhir. Saat aku melewati wanita pengantar untuk memasuki lubang hitam, ia membisikkan sesuatu pada ku. "Hibur aku lagi."
Mengabaikan maksud dari perkataan nya, aku memasuki lubang hitam itu.
__ADS_1
Lubang hitam yang ku masuki adalah sebuah sihir bernama "Gate." Sihir ruang waktu yang dapat memindahkan orang dengan jumlah banyak, seperti kegunaan nya, saat aku memasuki lubang hitam, aku segera berpindah ke suatu tempat yang ternyata adalah sebuah stadion. Di dalam stadion ini ada banyak orang yang seumuran dengan ku. Sudah jelas mereka adalah peserta tes. Tidak ku sangka jumlah mereka masih sebanyak ini, setelah melewati tes yang begitu sulit mereka masih berhasil untuk lolos tes tahap pertama.... Tunggu... Apa jangan-jangan hanya aku yang mendapatkan tes yang sulit, lalu peserta lain nya hanya mendapatkan tes tertulis seperti lima peserta tes yang sebelum nya...?
Tidak ada gunanya memikirkan hal itu, lebih baik aku fokus terhadap tes yang akan di laksanakan.
Memerhatikan sekeliling, aku melihat seorang gadis yang sangat mencolok penampilan nya. Ia berambut pirang panjang sepinggang, kulit nya begitu pucat, ia memiliki bentuk tubuh layak nya model, dan memiliki paras yang begitu cantik. Tetapi alasan mata ku berfokus pada nya bukan karena penampilan nya yang menarik, tetapi karena hal lain. Gadis berambut pirang itu nampak lesu, ia berjalan kesana kemari seperti mayat hidup dengan langkah sempoyongan. Ia terkadang terjatuh karena kaki nya tidak kuat menopang tubuh nya. Aku mengabaikan nya, dan mengalihkan fokus ku ke tempat lain... Hingga akhirnya...
"Aw!"
"Kalau jalan pakai mata!"
Beberapa detik berlalu saat aku mengalihkan pandangan ku dari nya, dan gadis itu sudah berada di dekat ku. Ia menabrak salah satu peserta perempuan yang sebelum nya satu ruangan dengan ku. Saat gadis berambut pirang itu menabrak nya, perempuan yang di tabrak langsung membentak nya dengan intonasi suara tinggi, menandakan kemarahan nya.
"Ma-maafkan aku!" Gadis berambut pirang meminta maaf dengan posisi terduduk dengan kepala tergantung menghadap ke bawah.
"Hmph!" Gadis yang di tabrak mengalihkan wajah nya, berjalan menjauh dari gadis berambut pirang yang masih terduduk lesu di tanah.
Niat awal ku ingin mengabaikan nya, tetapi melihat situasi nya, nampak nya aku tidak bisa terus mengabaikan nya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya ku sembari menjulurkan tangan ku untuk membantu gadis pirang itu berdiri.
"Te-terima kasih... Maaf merepotkan mu."
"Jika kau tidak ingin merepotkan orang lain, seharus nya kau menjaga kesehatan mu sebelum kau menjalankan tes ini. Dan bagaimana bisa kau lulus tes pertama dengan kondisi mu yang seperti itu?"
Yah... Jika ia menjalankan tes yang sama seperti ku, sudah pasti ia akan gagal. Bukti ia bisa sampai ke tahap ini dengan kondisi tubuh yang tidak fit seperti ini, bisa di pastikan kalau ia juga mengikuti tes tertulis.
"Sungguh, maaf telah merepotkan. Dan juga terima kasih atas saran nya. Jika tes ini dilakukan di dalam ruangan seperti tahap pertama, aku sangat yakin akan lolos dengan mudah. Tapi di luar ruangan... Uugh... Rasanya aku ingin menyerah..."
Ia langsung ingin menyerah sebelum tes nya di mulai! Sebegitu tidak suka nya kah ia berada di luar ruangan seperti ini!?
"Aku tahu apa yang kau pikirkan. Bukannya aku tidak suka berada di luar ruangan, aku tidak bisa terkena paparan sinar matahari. Tubuh ku rasanya seperti terbakar!"
"Begitu ya."
Setelah ku bantu berdiri, gadis berambut pirang itu menutupi wajah nya dari sorotan sinar matahari dengan kedua tangan nya. Ia melirik ku, kemudian ia tersenyum ramah sembari mengenalkan diri nya. "Nama ku Natasha Twilight. Suatu saat akan ku balas utang mu karena telah menolong ku barusan."
"Aku Mira Fantasia. Kau tidak perlu repot-repot, aku hanya melakukan apa yang sepantas nya harus di lakukan."
Dan juga perbuatan yang ku lakukan hanyalah perbuatan sepele, tidak perlu melebih-lebihkan nya seperti itu. Saat aku mengatakan hal itu pada nya, ia menatap ku dengan tatapan tajam lalu membalas perkataan ku dengan serius. "Tidak! Motto keluarga ku adalah balas perbuatan seseorang, tidak peduli seberapa remeh nya perbuatan itu! Sebagai putri dari keluarga Twilight, aku harus menjujung tinggi motto itu!"
"Begitu ya... Aku menantikan balasan mu."
"Bagus. Nantikan balas budi ku!"
__ADS_1