
Ayah Raihan terjatuh, kehilangan keseimbangan, sesaat perutnya terkena tendangan bersih yang begitu kuat.
Dengan suara lenguhan kesakitan, tubuh besarnya terjatuh ketanah. Menerbangkan debu yang segera mengepul di udara.
Saat ayahnya terbaring di tanah, akibat terjatuh dengan keras. Raihan tidak memberikan pengampunan dengan menunggu ayahnya bangkit.
Raihan segera melancarkan serangan lanjutan.
Ia melompat setinggi dua meter, kemudian ia menyerang ayahnya dengan tumitnya. Berkat bantuan dari gaya gravitasi, serangan Raihan berakibat fatal. Serangannya sekali lagi menghantam perut ayahnya, menyebabkan pendarahan di dalam.
"Mooo!" Dengan di iringi lenguhan kesakitan, keluar darah dari mulutnya.
"Ayah!" Teriak dua kakak Raihan dengan wajah horor, saat melihat ayah mereka memuntahkan darah.
Walaupun nampak fatal. Luka itu sebenarnya tidak terlalu berarti untuk ayah Raihan. Itu dikarenakan sel mutasi yang menjadi pondasi untuk sihir transformasinya.
Sel mutasi itu bukan hanya membuat seseorang dapat merubah menjadi hewan, tapi juga berguna untuk menyembuhkan luka. Walaupun tidak instan, rasa sakit yang di derita ayah Raihan telah menghilang. Walaupun nampaknya luka dalamnya belum sembuh, nampak dari nafasnya yang tersengal-sengal sesaat ia bangkit.
"Bagaimana bisa... Bagaimana bisa aku kalah! Oleh putra ku sendiri! Putra ku yang tidak berbakat! Yang sama sekali tidak bisa menggunakan sihir transformasi dengan benar! Bagaimana bisa dia mempecundangi ku tanpa menggunakan sihir!?"
Ayah Raihan mulai memikirkan bagaimana bisa dia menerima kekalahan. Ia tidak bisa menerima kenyataan yang termpampang jelas di depan matanya.
"Bagaimana bisa! Bagaimana... Bagaimana... Bagaimana... Bagaimana!!!"
Mungkin tidak bisa berpikir jernih lagi. Ia mulai menggila, matanya seketika memerah. Sel transformasi yang merubah tubuhnya menjadi banteng mulai menggila karena luapan emosinya.
Menurut Mira, apabila seorang pengguna sihir transformasi merasakan tekanan mental dan luapan emosi, maka pengguna sihir akan menjadi agresif dan perubahan wujud transformasi akan menjadi lebih ganas.
Hal ini tidak terkecuali untuk ayah Raihan. Walaupun sel transformasinya telah di tekan dengan ramuan khusus, tapi luapan emosinya dikarenakan hancurnya keyakinan dari motto yang ia pegang dan hancurnya harga dirinya saat di pecundangi oleh orang yang ia remehkan, membuat sel transformasinya menggila hingga tidak lagi dapat ditekan oleh ramuan khusus yang di turunkan oleh keluarganya.
__ADS_1
Kesadaran ayah Raihan seketika menghilang. Layaknya saklar listrik yang di matikan secara mendadak.
"Moooo!"
Dengan lenguhan panjang yang menggetarkan seluruh ruangan, tubuhnya yang telah mencapai batas tidak wajar untuk seukuran banteng, berubah menjadi lebih ganas.
Tubuhnya yang sudah mencapai sepuluh kali lipat dari banteng normal, membesar.
Volume tubuhnya kini mencapai 20 kali lipat banteng normal pada umumnya. Otot-ototnya juga berkembang, membuat tubuh banteng ayah Raihan nampak seperti banteng yang telah di latih mengangkat beban berat, otot-ototnya menyembul dengan tidak wajar. Bahkan tanduknya yang sudah terlihat kuat dan tajam makin memanjang dan makin runcing.
Perubahan wujud bantengnya yang seperti itu membuat Raihan, tidak... Bukan hanya Raihan, tapi juga kedua kakaknya terkejut bukan main.
"Apa-apaan itu... Aku tidak pernah melihat... Ayah berubah menjadi seperti itu..." Gumam kakak tertua Raihan dengan wajah pucat.
Partikel Carlania berkumpul di sekitaran ayah Raihan dalam jumlah tidak wajar, tanda ia selalu menulis program di alam. Dalam artian lain, energi sihir super besar tercipta di sekitaran ayahnya, menandakan kalau ia terus-menerus mengaktifkan sihir.
Sihir yang di aktifkan oleh ayah Raihan adalah sihir dasar. Sihir yang dapat di gunakan oleh anak berusia sekitaran sekolah dasar sekalipun. Sihir itu ialah sihir penguatan fisik.
Sihir penguatan fisik sebenarnya bukan benar-benar menguatkan fisik, sihir itu hanya bekerja seperti doping, dengan memproduksi hormon adrenaline, dan Endorphine dalam jumlah besar. Menciptakan ilusi, kalau kekuatan fisik ikut meningkat.
Walaupun kekuatan fisik manusia pada abad ini meningkat akibat evolusi yang di terjadi akibat Particle Carlania, tapi tetap saja penggunaan doping dalam jumlah besar tidak baik untuk tubuh. Karena itu ada batas penggunaan dalam menggunakan sihir penguatan fisik yang memiliki efek yang sama seperti doping.
Tapi karena ayah Raihan tidak memiliki akal, dan benar-benar mengandalkan insting hewannya, hal seperti pembatas itu benar-benar di abaikan. Ia dengan sembrono, tidak... Ia dengan tidak sadar, telah meningkatkan jumlah hormon adrenalin dan testosteron yang tidak bisa di tahan oleh tubuh manusia.
"!"
Ayah Raihan tanpa ada peringatan apapun langsung menyerang ke arah Raihan, sontak hal itu membuatnya terkejut. Tapi dengan refleknya, Raihan bisa menghindari serangan itu.
"Kecepatan gerak ayah melambat..." Pikir Raihan.
__ADS_1
Mau seberapa hebat ayah Raihan dalam menggunakan sihir transformasi, hingga dapat bergerak ratusan kilometer saat tubuhnya sendiri memiliki volume tubuh yang begitu besar. Ia masih tetap tidak bisa melawan hukum alam, terlebih saat ia tidak dapat mengendalikan particle Carlania dengan benar, karena kehilangan akal sehatnya.
Ayah Raihan tidak mampu mengendalikan fenomena dengan baik. Semakin berat tubuh ayah Raihan, tentu saja itu akan semakin mempengaruhi kecepatan geraknya. Jika ia mampu mempengaruhi particle Carlania dengan baik, mungkin hukum ini tidak akan berlaku.
Walaupun geraknya semakin melambat, tapi kekuatan ayah Raihan tidak main-main. Karena kecepatan geraknya tidak seperti sebelumnya, ayah Raihan mampu menyerang dengan ketepatan presisi.
Jika Raihan tidak menghindar, maka ia pasti akan terkena serudukan dari ayahnya.
Ayah Raihan menyuruduk ke arah bawah, membuat tanah tempat berpijak Raihan sebelumnya, retak. Retakan itu berdiameter 3 meter.
Ayah Raihan tidak berhenti menyerang, ia membelokkan kepalanya ke arah Raihan menghindar, melanjutkan serangannya.
Boom! Boom! Boom! Boom!
Serangan beruntun yang presisi di arahkan ke arah Raihan, tapi ia mampu menghindari serangan itu. Tapi akibatnya lantai yang menjadi korban serudukan ayah Raihan. Saat tanduknya yang kuat dan runcing itu menghantam tanah, suara nyaring menggema di seluruh ruangan. Tanah bekas ia menyeruduk juga retak akibat serudukannya yang kuat.
Boom! Boom! Boom! Boom!
Serangan terus berlanjut. Ayah Raihan tanpa ampun terus menyerangnya. Raihan dengan cepat berhasil menghindari itu semua.
Tapi tetap saja, ada batas yang dapat di capai oleh manusia, terlebih, ia tidak menggunakan sihir. Raihan tidak bisa terus menghindari serangan ayahnya tanpa tergores.
Saat beberapa kali menghindari serangan, akhirnya, tanduk ayahnya yang tajam itu menggores pahanya. Membuat luka gores yang besar. Darah segera keluar dari luka itu.
Akibat luka yang ia terima di bagian kaki, saat menghindari serangan akhir, Raihan sedikit goyah.
Ayah Raihan sekali lagi merubah arah serangannya, ia mengarahkan tanduknya yang tajam lagi tebal itu kearah Raihan.
Raihan langsung menghindar. Tapi terlambat sepersekian detik.
__ADS_1
Ia terkena bagian batang tanduk ayahnya. Membuat Raihan terpental sejauh sepuluh meter. Yang patut ia syukuri ialah, ia masih beruntung tidak terkena bagian ujung tanduk yang tajam itu. Sehingga ia tidak menambah luka gores pada tubuhnya.