My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 11 Perkenalan


__ADS_3

"Kelas ku di sini... Tunggu Natasha, mengapa kau mengikuti ku? Bisa saja kelas mu berbeda dengan ku."


"Benarkah?"


"Yap. Di belakang denah ini, memberitahu kalau ini khusus untuk ku sendiri. Bisa di pastikan mungkin saja kelas mu berbeda dari ku."


"Oooh... " Natasha mengerang kecewa, sambil membuka tas nya. "Sangat di sayangkan aku bisa beda kelas dengan mu Mira."


Walaupun kelas kita berbeda, kita masih bisa bertemu saat jam istirahat bukan? Itulah hal yang ingin ku katakan, tapi aku menahan nya karena Natasha sudah melihat denah nya dan sesaat kemudian ia tersenyum lebar pada ku.


"Denah ini menginstruksikan ku untuk ke ruangan ini juga. Syukurlah kita sekelas Mira."


"Baguslah kalau begitu... Tapi... Mengapa hanya kita berdua saja yang memilih jalan ini?"


Karena terlalu fokus dengan kertas yang ku pegang, aku tidak menyadari kalau kami berdua sudah berpisah dari para murid yang se-bus dengan kami.


"Ooo... Akhirnya aku menemukan di mana kelas kita."


Saat aku mengira hanya ada kami berdua, dari belakang Natasha aku melihat dua orang remaja pria yang datang mendekat.


Tidak jauh berbeda dengan seragam milik perempuan, seragam pria juga berwarna dasar hitam dengan bordir berwarna emas yang menghiasi nya. Yang membedakan seragam kami hanyalah dasi. Jika perempuan, dasi kupu-kupu berwarna kuning cerah, milik pria menggunakan dasi panjang berwarna sama.


"Hm...? Ternyata kita keduluan, Raihan."


"Ini salah mu Dani karena berkeliling tidak jelas di lantai bawah."


Nampak nya kedua remaja pria itu adalah teman dekat, ini dibuktikan dari cara mereka berinteraksi satu sama lain.


Murid bernama Raihan memiliki tubuh tinggi besar, yang jika di perhatikan sekilas, ia mungkin nampak gendut. Tapi jika di perhatikan dengan seksama, murid bernama Raihan itu hanya memiliki volume tubuh yang besar. Wajah nya nampak polos dengan rambut tipis berwarna hitam pekat. Murid yang satu lagi, yang bernama Dani adalah orang bertubuh jangkung, berbanding terbalik dengan yang satu nya, murid bernama Dani memiliki volume tubuh normal, wajah nya tirus, rambut nya tebal berwarna hijau marun.


Murid bernama Raihan menyadari keberadaan kami, dengan malu-malu ia menyapa kami berdua dengan kata "Halo."


Aku menganggukkan kepala ku membalas nya, sedangkan Natasha tidak mengatakan apapun untuk membalas perkataan nya.


"Hm... Mengapa ada anak kecil di sini?" Dengan tidak sopan nya, murid bernama Dani mengatakan itu tepat di depan wajah ku.

__ADS_1


"Aku lompat kelas langsung ke SMA." Tidak ingin repot membenarkan nya, aku mengikuti permainan nya dengan mengatakan kebohongan yang mengindikasikan aku masih anak kecil.


"Hebat! Kau berhasil lompat kelas dan berhasil memasuki sekolah bergengsi ini." Puji murid bernama Raihan dengan polos nya.


Natasha menahan tawa nya sebisa mungkin saat aku mengatakam kebohongan itu, sedangkan murid bernama Dani hanya bisa memasang wajah bodoh, mulut nya ternganga begitu lebar. Ia pasti tidak percaya ada anak kecil yang bisa melompat kelas dan bisa di terima di Magic Academy.


"Ngomong-ngomong, saat kalian berjalan kesini, apakah ada murid lain yang bersama kalian?" Tanya ku untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Tidak. Tidak ada yang berjalan ke sini. Hanya kami berdua." Jawab Murid bernama Dani.


"Begitu ya... Tidak ada gunanya kita berbicara terus di sini. Lebih baik kita masuk kedalam."


Atas saran dari ku, kami berempat masuk ke ruangan kelas 1-A.


"Hah? Serius... Ini kelas kita?"


Sekali lagi murid bernama Dani menunjukkan wajah bodoh nya, dengan membuka mulut nya selebar mungkin. Walaupun aku mengerti mengapa ia membuat ekspresi seperti itu. Kelas kami begitu mewah. (hanya itu kata-kata yang tepat yang ada di kepala ku untuk mendeskripsikan nya). Kelas kami berisikan Air Conditioner, sebuah proyektor yang tergantung di langit, di sisi ruangan terdapat kulkas berisi berbagai macam minuman, di depan ruangan bagian ujung, ada meja guru berwarna coklat tua yang dari kualitas kayu nya nampak nya berkualitas tinggi. Meja khusus murid tidak kalah bagus nya dengan meja guru. Ruangan juga sangat bersih dan lantai nya di lapisi dengan marmer. Tapi bukan kondisi ruangan yang nampak mewah ini yang membuat ku terkejut, yang membuat ku terkejut adalah jumlah meja dan kursi yang di sediakan.


Hanya ada lima kursi yang di sediakan. Itu berarti hanya ada lima orang siswa yang menempati kelas 1-A ini.


Saat kami berempat terdiam karena kagum dan keheranan, kami mendengar suara nyaring dari arah luar kelas. Saat menengok ke belakang, kami melihat murid perempuan dengan wajah penuh keringat dan napas terengah-engah masuk ke kelas.


Murid perempuan itu nampak lega saat mengetahui kelas kami masih belum ada guru yang datang. Wajah lega nya kemudian berubah menjadi terkejut, bukan karena melihat kelas kami yang cukup mewah, tapi karena melihat ku dan Natasha.


"Kalian... "


Murid yang baru datang, aneh nya wajah nya cukup familiar. Murid perempuan yang baru datang memiliki rambut panjang dengan wajah Androgini.... Tunggu... Jika ku perhatikan dengan seksama...


"Aaaaah...." Sebelum aku bisa mengatakan sesuatu, Natasha berteriak kaget saat melihat murid itu.


"Tidak... Mungkin..." Aku melihat pakaian murid yang baru datang itu sekali lagi, ia mengenakan seragam khusus perempuan sama seperti ku dan Natasha. Dada nya yang mengembang menandakan kalau dia memang perempuan, terlebih ia tidak mengencang kan dasi nya, sehingga aku dapat melihat belahan dada nya sedikit.


"Kau..."


Sebelum aku bisa mengatakan apa yang ku pikirkan, guru datang memasuki kelas.

__ADS_1


"Silahkan duduk!"


Mengikuti instruksi guru, kami berlima duduk di kursi yang di sediakan. Kursi kami berlima di susun dengan horizontal, di bagian ujung kanan di duduki oleh murid perempuan yang baru datang, di sebelah nya aku, di sebelah kiri ku Natasha, lalu di samping kiri Natasha di duduki oleh Raihan, sisa nya di ambil oleh Dani.


Guru yang memasuki kelas kami adalah seorang wanita, berumur kisaran akhir dua puluhan, ia menggunakan kaca mata, sorot mata nya tajam, rambut nya di potong pendek seperti seorang laki-laki, dengan rambut nya yang berwarna biru laut. Walaupun sorot matanya tajam, dengan wajah nya yang cantik, guru yang memasuki kelas kami sama sekali tidak menunjukkan kesan menyeramkan.


Guru menduduki kursi nya, sebelum akhir nya ia membuka mulut nya. "Baik murid-murid sekalian, sebelum kita mulai pembelajaran. Ada baik nya kita perkenalan terlebih dahulu. Nama saya adalah Yukina Kirisaki, saya akan menjadi wali kelas kalian selama satu tahun kedepan. Kalian pasti bertanya-tanya mengapa dalam satu kelas hanya ada lima murid. Alasan nya hanya satu, dari hasil tes masuk kemarin, kalian mendapatkan nilai tertinggi. Atas alasan itu, saya mengharapkan hal lebih dari kalian, selama di kelas saya, tidak ada namanya main-main! Kalian akan saya poles sampai kemampuan kalian lebih baik dari murid seangkatan kalian, tidak. Bukan hanya seangkatan kalian, tapi juga terbaik di semua angkatan! Baiklah itu perkenalan singkat dari saya, sekarang giliran kalian yang memperkenalkan diri! Mulai dari kamu!"


"Ba-baik!"


Guru bernama Yukina Kirisaki menunjuk Raihan, yang ia respon dengan berdiri dengan wajah tegang dan kata yang terbata-bata. "Na-Nama saya Raihan Adaka!" Raihan ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi karena tidak menemukan kata-kata lagi, ia duduk kembali dengan wajah tertekan.


Yukina, kemudian melanjutkan dengan menunjuk Dani. "Nama saya Dani Kalpataru. Saya berspesialis di sihir-"


"Cukup!" Belum selesai Dani memperkenalkan diri nya, guru bernama Yukina Kirisaki itu menghentikan nya, kemudian ia menunjuk murid perempuan di samping ku.


Murid perempuan berambut hitam panjang dengan wajah androgini itu kemudian memperkenalkan diri nya. "Nama saya Alexandria Barnet."


Alexandria Barnet, jadi itu nama lengkap nya. Laki-laki asing yang kami temui di Gamecenter kemarin memiliki nama yang mirip dan sama-sama memiliki wajah Androgini, dan jika ku perhatikan lebih seksama, tidak ada perbedaan sama sekali antara wajah mereka berdua. Bisa di pastikan kalau laki-laki yang kami temui kemarin adalah perempuan ini. Hal ini lah yang membuat Natasha terkejut setengah mati. Tapi aku sangat yakin kalau yang ku temui kemarin adalah laki-laki, walaupun ada beberapa jejak feminim di wajah nya, tapi dari bentukan tubuh nya, orang yang kami temui sangatlah maskulin. Lalu bagaimana bisa bentukan tubuh orang ini berubah menjadi begitu feminim? Apakah ia menggunakan suatu sihir untuk merubah bentuk tubuh nya? Dan jika ku ingat-ingat suara orang bernama Alex kemarin juga tidak natural...


"Selanjut nya kamu!" Di tengah aku menganalisis murid bernama Alexandria, guru bernama Yukina terus melanjutkan menunjuk murid nya, kali ini Natasha yang ia tunjuk.


"Nama saya Natasha Twilight."


Setelah memperkenalkan diri nya, Natasha duduk kembali. Guru bernama Yukina itu melihat ku, walaupun ia tidak menunjukku, tapi dari sorot matanya aku bisa tahu kalau ia menyuruh ku untuk memperkenalkan diri. Aku pun berdiri, lalu mengenalkan diri. "Nama saya Mira Fantasia, walaupun terlihat seperti anak kecil, umur ku sama seperti kalian."


"Eh!?"


Aku bisa mendengar suara terkejut dari murid pria yang ada di kelas ini. Itu wajar karena sebelum nya aku tidak menyanggah mereka saat mereka mengira ku anak kecil.


"A-Anu... Apakah ada yang salah..."


Guru bernama Yukina tiba-tiba berdiri dari tempat duduk nya, mendekati ku dan memperhatikan wajah ku dengan jarak hingga hidung kami hampir bersentuhan. "Kau memiliki mata yang bagus. Aku sangat iri," Kata nya.


"Te-Terima kasih..." Walaupun ia sedang memuji ku, tapi perilaku nya yang begitu teliti memperhatikan mata ku membuat ku sedikit tertekan, alhasil aku tidak tahu harus berkata apa dan hanya bisa mengucapkan terima kasih dengan terbata-bata. "Hmm... Apakah kau melihat sesuatu yang aneh?" Tanya nya sembari meletakkan telapak tangan nya di dagu nya. Dan juga, dari tadi bahasa nya begitu kasual! Kemana bahasa formal mu saat kau memasuki kelas barusan! Protes ku di dalam kepala ku.

__ADS_1


"Melihat apa?" Terlepas dari protes di dalam kepala ku, aku bertanya maksud dari guru bernama Yukina ini.


"Seperti nya kau tidak sadar dengan kemampuan mata mu. Tenang saja, aku akan mengasah mu sampai kau bisa menggunakan nya dengan benar... Baiklah murid-murid sekalian, kita mulai pelajaran hari ini!"


__ADS_2