My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 26 Pertandingan Melawan Android Part VII


__ADS_3

Beberapa menit sebelum Natasha dan Mira berhasil mengalahkan doppleganger Android.


"Berhenti melamun dan bantu aku sialan!" Dengan suara serak, Alexandria berteriak kepada Raihan yang dari tadi melamun, tenggelam dalam pikiran nya. Mendengar suara teriakan serak Alexandria, Raihan tersadar dari lamunan nya.


"Ba-Baik! Ma-Magic set... Woah!"


Belum selesai Raihan merapalkan mantra nya, ia di ganggu oleh Android yang selama ini diam. Android itu menembakkan bola api ke arah Raihan, membuat nya membatalkan rapalan mantra, menghindari bola api yang mengarah pada nya. 'Sial! Ternyata benar! Mereka menunggu ku bergerak! Dan juga, mereka bisa menggunakan sihir!?' pikir Raihan. 'Apa yang harus ku lakukan... Apa yang harus ku lakukan...'


Alexandria terkejut mengetahui kalau Android yang mereka lawan dapat menggunakan sihir, tapi rasa iritasi nya ke Raihan segera menggantikan keterkejutan nya itu."Cih! Dasar merepotkan! Magic set: Barrier!" Sambil kena pukul secara bertubi-tubi, Alexandria memaksakan untuk terus berbicara hingga akhir nya ia berhasil melepaskan mantra pelindung ke arah Raihan.


Karena kena pukul secara beruntun, Alexandria pun jatuh terbaring di lantai. Tubuh nya langsung di duduki oleh Android, yang segera melancarkan pukulan bertubi-tubi ke arah wajah Alexandria.


Dengan putus asa, Alexandria menangkis dengan kedua tangan nya. Tapi kepalan tangan bercampur dengan logam milik Android yang saat ini duduk di atas tubuh nya tidak berhenti mengarah ke wajah nya. Alexandria mengatupkan gigi atas dan bawah nya, menahan rasa sakit yang ia terima pada kedua pergelangan tangan nya.


Raihan yang menyaksikan itu, membuang semua keraguan yang selama ini menenggelamkan nya, memanfaatkan momen beberapa detik di dalam barrier pelindung untuk merapalkan mantra transformasi kebanggaan milik keluarga nya. 'Tidak peduli aku kehilangan kendali atas sihir ku! Saat ini aku hanya perlu keluar dari posisi yang tidak menguntungkan ini!' pikir Raihan di kepala nya.


"Magic Set, Transformation!"


"Aaaaaaakh..... Mooooo!" Raihan berteriak di iringi dengan perubahan bentuk tubuh nya. Saat tubuh nya berubah menjadi banteng sepenuh nya, suara teriakan nya tergantikan dengan suara lenguhan yang membuat udara di sekitar bergetar. Ada yang tidak beres dengan perubahan milik Raihan, ukuran tubuh nya tiga kali lipat dari banteng normal, mata nya memerah, seluruh tubuh nya di penuhi dengan otot-otot yang nampak seperti batang besi murni. Tanduk nya menjulang tinggi di atas kepala nya, layak nya sebuah mata bor yang siap untuk menusuk semua lawan nya.


Dua orang Android yang menyerang Raihan sebelum nya, tidak memperdulikan perubahan wujud Raihan yang tidak normal itu. Mereka terus menyerang Raihan dengan sihir mereka. Tapi seluruh sihir yang mereka tembakan tidak berarti apa-apa saat mengenai tubuh Raihan, layak nya bola salju yang di lemparkan oleh anak kecil ke sebuah tembok.


Raihan yang telah menjadi banteng mengalihkan pandangan nya kesana kemari, saat ia menyaksikan kedua android yang menyerang nya, kaki kanan belakang Raihan mulai mengambil ancang-ancang untuk berlari. Sekali lagi, android yang menyerang Raihan tidak peduli dengan hal itu, mereka terus menembakkan serangan proyektil ke arah Raihan.


Semua binatang bergerak sesuai insting, karena itulah mereka akan balas menyerang siapapun yang menyerang mereka. Tidak terkecuali dengan banteng. Raihan yang telah menjadi banteng sepenuh nya, bergerak mengikuti insting, ia dengan kecepatan yang jelas-jelas tidak seperti banteng pada umum nya, berlari ke arah dua Android yang menyerang nya. "Moooo!" Di ikuti lenguhan yang begitu kencang Raihan menyeruduk kedua Android itu.


Pergerakan Raihan begitu cepat, bahkan kedua Android yang sudah bersiap-siap untuk menghindari serudukan Raihan tidak sempat bergerak. Alhasil, salah satu dari kedua Android itu terkena serudukan di bagian dada nya.


Serudukan Raihan dapat di hentikan oleh dinding bangunan yang begitu keras. Tetapi tandukan Raihan tidak kalah kuat nya, dinding itu menimbulkan retakan kecil. Android yang terkena serudukan Raihan yang berwujud banteng hanya bisa pasrah saat tubuh nya terhempas tembok di sertai dengan dorongan kepala Raihan, membuat nya terhimpit dari depan dan belakang.

__ADS_1


Sambaran listrik statis keluar dari tubuh Android itu, menandakan adanya kerusakan yang terjadi pada Android itu. Tapi kerusakan itu tidak sampai membuat Android itu sampai mati, kerusakan yang di sebabkan oleh serudukan Raihan hanya menyebabkan malfungsi pada sistem Android itu. Untung nya kerusakan yang di sebabkan oleh Raihan adalah kerusakan pada baterai tambahan yang berguna untuk menyimpan Partikel Carlania, bisa di bilang kalau kerusakan yang di buat oleh Raihan menyebabkan Android yang kini masih tertempel di dinding itu tidak mampu menggunakan sihir.


Salah satu Android yang juga menyerang Raihan sebelum nya menggunakan sihir 'Bubble!' untuk menangkap Raihan di dalam gelembung air, melepaskan Android yang terperangkap antara tembok dan kepala Raihan.


"Mooooo!" Lenguhan Raihan mengeluarkan gelombang ultrasonik yang segera memecahkan gelembung air. Alhasil, Raihan pun terbebas dari dalam gelembung air. Kini, Raihan menyerang Android yang menjerat nya itu.


Gerakan Raihan begitu cepat saat menyeruduk, tapi karena gerakan menyerang nya sama seperti sebelum nya, serangan nya kali ini dapat di hindari dengan mudah.


Tetapi Raihan tidak berhenti hanya dalam sekali gerakan, ia makin mengincar Android yang nenyerang nya, Android itu menghindari sekali lagi, kali ini ia tidak hanya menghindar tapi juga membalas serangan Raihan dengan menembakkan bola api berdiameter 1 meter ke arah banteng yang dari tadi menyeruduk nya.


"Moooo!" Lenguhan Raihan kali ini berbeda, nada kali ini bukan berisi kemarahan, melainkan kesakitan. Nampak nya, serangan yang di berikan cukup kuat hingga berefek pada Raihan.


Android yang sebelum nya di serang oleh Raihan hingga kehilangan fungsi mengaktifkan sihir, ikut menyerang Raihan dengan kekuatan fisik nya. Android itu memukul Raihan dengan kuat ke arah bagian vital Raihan. "Mooo!" Lenguhan kesakitan sekali lagi keluar dari mulut banteng itu.


Kini posisi terbalik, Raihan di serang bertubi-tubi oleh dua Android sekaligus. Serangan sihir yang kuat, dan serangan fisik yang presisi menghujani tubuh Raihan. Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga akhir nya ia kehilangan kesadaran akibat serangan bertubi-tubi itu.


Di sisi lain, Alexandria yang di tindihi dan di pukuli bertubi-tubi oleh Android yang lain berhasil melepaskan diri. Ia dengan kaki nya yang elastis, mampu menendang kepala android yang duduk di atas tubuh nya. Baku hantam kedua nya pun di lanjutkan.


Saat Android itu jatuh terbanting ke tanah, Alexandria tidak berhenti menyerang, ia menyerang dengan tendangan sapuan ke arah wajah Android itu. Android itu berguling untuk menghindari serangan kaki Alexadria, lalu ia dengan kedua tangan nya mendorong tubuh nya kembali ke posisi berdiri lagi.


Alexandria tidak melanjutkan serangan nya, ia mengambil nafas sebentar. Semua gerakan intens beruntun yang ia lakukan mengambil semua udara yang tersimpan di paru-paru nya. Berbanding terbalik dengan Alexandria, Android yang di lawan nya sama sekali tidak kehabisan nafas.


Setelah beristirahat sebentar, Alexandris ingin melanjutkan pertarungan... Sampai...


"Ah. Kalian bisa mendengar ku? Guru kalian Robert yang saat ini bicara. Aku lupa memberitahu kalian, waktu 90 menit itu terlalu lama. Lagipula hanya ada dua tim yang bertarung. Karena itu peraturan permainan akan ku ganti, siapapun yang berhasil merebut bendera lawan terlebih dahulu akan di nyatakan sebagai pemenang. Kalau begitu, Good Luck!" Suara seorang pria terdengar dari pengeras suara yang berada di ujung atap bangunan, menghilangkan semua udara tegang yang selama ini memenuhi ruangan.


"Kenapa tidak dari tadi Sialan!" Teriak Alexandria memecah keheningan.


'Kalau tahu peraturan nya begitu, aku tidak akan berkelahi matian-matian!' pikir Alexandria dengan kesal.

__ADS_1


Tapi kekesalan nya itu terlambat, ia tidak bisa merebut bendera sekarang. Setelah mendengar pengumuman tersebut, para Android seperti nya, menetapkan satu pemikiran yang sama, yaitu... Mengakhiri pertarungan saat ini secepat nya!


"Moooo!" Lenguhan kesakitan yang di keluarkan dari mulut banteng semakin menjadi-jadi. Para Android memanfaatkan stamina berlimpah mereka untuk terus menghujani Raihan dengan serangan.


Sama seperti Raihan, kali ini Alexandria makin kesusahan dalam menghadapi serangan Android yang ia lawan. Serangan nya makin cepat, dan makin presisi, di arahkan ke bagian Vital milik Alexandria.


Alexandria yang dari tadi sudah berkelahi dengan insten kehilangan banyak stamina nya, berbanding terbalik dengan musuh yang ia lawan. Yang dari tadi tidak menunjukkan kelelahan sama sekali.


Pertarungan mereka berlima terus berlanjut hingga akhir nya...


"Moooo!" Lenguhan tidak biasa keluar dari Raihan dalam wujud banteng nya. Mencuri pandang sebentar, Alexandria menyaksikan Raihan telah kalah, tubuh besar nya jatuh ke lantai dengan bunyi hantaman keras. Tubuh Raihan yang telah tidak sadarkan diri, berangsur-angsur kembali menjadi manusia lagi.


Dua Android yang Raihan lawan mengalihkan pandangan mereka ke arah Alexandria. Melihat itu di sudut mata nya, Alexandria mengeluarkan kata-kata kasar di kepala nya. Ia tahu apa yang akan di lakukan kedua Android itu.


Seperti dugaan nya... Kedua Android yang sebelum nya di lawan Raihan kini menerjang Alexandria dari berbagai sisi. Alhasil ia pun terkepung, di depan nya Android, belakang nya Android, dan di samping kiri nya juga ada Android. Hanya ada satu Android yang tidak menyerang nya, yang sedari awal kedatangan mereka hanya berdiam diri, menjaga pintu masuk dengan ekspresi datar.


Tidak seputus asa kondisi Dani yang di paksa melawan ke empat Android, Alexandria hanya melawan tiga buah Android. Tapi tetap saja, situasi nya saat ini benar-benar gawat! Kondisi Alexandria yang sudah kelelahan, di tambah harus melawan tiga Android dalam waktu bersamaan...


Wajar jika ia kalah pada pertarungan kali ini...


Insting nya mengatakan kalau ia sudah tidak bisa lari lagi, tapi otak nya yang masih memegang motto keluarga nya setinggi mungkin masih berpikir keras untuk lolos dari situasi ini... Walaupun jauh di dalam hati nya, ia tahu kalau semua usaha nya tidak akan ada yang berhasil.


Di tengah situasi mendesak itu, harapan datang....


"Bubble!"


"Spear!"


Dua buah tombak berwarna merah darah melesat ke arah Android yang ada di belakang dan depan Alexandria, tidak berselang lama, android di samping kiri nya sudah terjebak dalam gelembung air berdiameter 1 meter.

__ADS_1


Melirik ke arah datang nya ketiga serangan proyektil itu, yang kebetulan berada di samping kanan nya, yang juga arah dari pintu masuk, Alexandria melihat ketiga kawan nya datang dengan tubuh yang sudah di penuhi dengan kotoran dan debu.


__ADS_2