
"Huuuft..." Menghela nafas dengan lirih setelah berhasil menahan tawaku, aku menanyakan sesuatu pada orang bernama Michael ini. "Kau mengatakan 'kelompok yang aku pimpin' apakah itu berarti kau menjadi ketua kelompok dikelas mu?"
"Tentu saja. Orang hebat seperti ku, sudah sepatutnya menjadi pemimpin!" Ucapnya dengan senyum sombong.
"Begitu ya..."
"Aku juga tahu siapa pemimpin kelompok kelas satunya. Dia adalah seorang gadis bernama Reiko Kagami."
Yap... Sudah jelas dia orang bodoh... Memberitahu informasi yang begitu penting dengan mudahnya. Aku tidak pernah melihat orang sebodoh dia.
"Ngomong-ngomong, siapa pemimpin kelompok dikelas kalian?" Tanyanya.
"Pemimpin kelas kami Dani." Jawab ku atas pertanyaan Michael.
Alexandria, Dani, Raihan, dan Natasha terkejut mendengar jawaban dariku. Tapi mereka menggunakan wajah poker face, membuat ekspresi datar, menyembunyikan keterkejutan mereka.
"Hooo... Menarik... Nampaknya ini akan menjadi pertandingan kita Dani." Kata Michael dengan nada sombong dan senyum mengejeknya.
"Aku ingin menanyakan satu hal pada mu. Dari mana kau mendapatkan informasi mengenai ketua kelompok kelas B." Tanya ku.
"Dari bawahan ku, aku memiliki bawahan di kelas-... Tunggu apakah aku ada menyebutkan kelas B?"
Bahkan bawahannya lebih pintar dari orang ini. Seberapa tidak bergunanya orang ini...?
"Begitu ya... Terima kasih. Sepertinya kita memang tidak ada harapan untuk menang. Lebih baik kami menyerah saja. Tapi aturan akademi tidak membiarkan hal itu. Haaah... Sepertinya kami tidak punya pilihan lain selain mengikuti turnamen ini, walaupun sudah jelas kami akan kalah." Kata ku dengan nada kecewa.
"Nampaknya kau sadar diri ya... Hahahaha... Aku akan menantikan pertandingan kita Dani..." Michael pergi dengan tawa mengejeknya, diikuti oleh bawahannya.
Saat aku mengikuti langkahnya dengan tatapan ku, memastikan ia sudah turun ke tangga lantai satu. Aku tidak bisa menahan tawa ku lagi. Alhasil, akupun tertawa lepas.
"Hahahahaha.... Aku sudah menduga kalau dia orang bodoh. Tapi aku tidak menyangka dia akan sebodoh ini... Hahahahaha...."
__ADS_1
"Mira mengapa ka-"
"Tunggu... Jangan bicara disini, lebih baik kita diskusikan ini saat dirumah nanti."
Saat Dani hendak berbicara, aku segera menghentikannya. Setelah menghentikan diskusi diruang terbuka seperti ini, akupun mengajak kawan-kawan ku pulang kerumah, mendiskusikan mengenai turnamen ini lebih lanjut.
***
Jam 19:00
Beberapa jam telah berlalu semenjak aku pulang kerumah. Sesaat aku pulang kerumah, aku segera mengumpulkan informasi mengenai kemampuan sihir dari Michael Caseolaris dan pemimpin kelompok kelas B, yang bernama Reiko Kagami.
Setelah mencari cukup informasi selama beberapa jam, haripun sudah sore, lebih tepatnya matahari sudah hampir terbenam. Aku segera mandi, kemudian makan malam duluan sebelum adikku, Mia.
Setelah makan malam dengan dua potong roti isi keju dengan segelas susu, aku segera beranjak dari ruang tengah menuju kamar ku. Saat dikamar, aku menyalakan PC ku, dan segera membuka aplikasi Chat.
Mengaktifkan fitur Video Call di aplikasi Chat pada grup kelasku, aku memulai diskusi dengan kawan-kawan sekelasku.
Kawan-kawan sekelasku, segera mengangkat video call ku. Wajah keempat kawanku terlihat dimonitor PC. Monitor PC membagi layar menjadi empat bagian dengan kubus dengan lebar dan tinggi yang sama rata, menunjukkan wajah keempat kawan ku.
Aku memakai Earphone yang juga memiliki mic kecil yang langsung tersambung ke Earphone yang saat ini aku gunakan. Mengatur sedikit mic ke dekat mulut ku, aku segera berbicara kepada keempat kawan ku yang saat ini sudah terhubung dengan Video Call.
"Berkat orang bernama Michael itu, aku berhasil mengumpulkan beberapa informasi dari sumber tepercaya."
"Dari dulu aku ingin menanyakan hal ini. Dari mana kau mampu mengumpulkan informasi dengan begitu cepat?" Suara Alexandria keluar dari Earphone yang aku gunakan, menyampaikan langsung ke kedua telinga ku.
"Dari berbagai sumber." Jawab ku dengan jawaban ambigu.
Ironisnya pada kemajuan teknologi yang begitu pesat pada saat ini, membuat kebocoran informasi semakin marak terjadi. Tidak peduli apakah informasi itu valid atau tidak, tapi banyak sekali informasi penting yang bertebaran di berbagai macam media. Jika berhasil memilah informasi dengan benar, maka informasi yang semakin mudah bocor ini bisa menjadi sangat berbahaya. Karena itu, aku selalu berhati-hati saat memasukkan informasi pribadi ku dalam suatu situs online, untuk menghindari bocornya informasi penting mengenai diriku.
"Jawaban itu tidak meyakinkan Mira."
__ADS_1
"Dari Social Media milik mereka."
Alexandria... Tidak, bukan hanya Alexandria, tapi semua teman-teman sekelasku terpelongo mendengar jawaban ku.
Aku mengabaikan mereka, mengaktifkan fitur Share Screen, di Grup Chat kami. Setelah itu aku membuka sebuah platform social Media, yang menunjukkan kegiatan sehari-hari dari Michael dan Reiko.
"Kalian bisa lihat," Kata ku sambil mengscroll page yang saat ini ku buka, di suatu platform tertentu. "Kedua orang ini begitu aktif di social media mereka. Bahkan mereka dengan beraninya mengumumkan kalau mereka akan berkompetisi di turnamen yang di adakan akademi setahun sekali."
"Bukan hanya itu," Lanjutku, membuka halaman baru di Search Engine. "Bahkan mereka memiliki fanbase yang cukup besar. Yang secara cuma-cuma mengungkap banyak sekali informasi yang tidak di upload di social media milik kedua orang itu."
Aku tersenyum masam saat mulai mengscroll halaman yang panjangnya bukan main.
"Aku juga sempat masuk ke suatu situs pencari bakat. Dan menemukan kalau mereka terhubung di agensi tertentu. Aku langsung menghack email dari agensi mereka masing-masing, dan menemukan informasi yang begitu penting... Sudah ku bilang bukan, aku mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Jika aku menyebutkan semuanya, maka tidak akan ada habisnya."
"Uugh..." Alexandria mengeluarkan erangan, dengan ekspresi lelah. "Aku tidak tahu harus berkata apalagi... Lalu informasi apa saja yang kau dapatkan?" Tanya Alexandria setelah membetulkan ekspresinya.
"Dari social media mereka, dan biografi yang disediakan fanbase mereka dan juga agensi mereka. Aku berhasil menemukan kemampuan sihir Reiko dan Michael ini."
"Bagaimana dengan murid lain?" Tanya Dani.
"Sayangnya aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi mengenai murid-murid yang ada. Kalau ingin benar-benar mendapatkan informasi mengenai semua murid yang ada, mau tidak mau kita harus menghack data base akademi. Tapi langkah itu terlalu beresiko, mengingat sistem keamanan dari data base milik akademi."
"Syukurlah kau tidak menghack data base akademi." Kata Natasha dengan ekspresi lega.
"Apapun itu, kita harus puas dengan informasi yang kita dapatkan saat ini." Kataku, sembari menonaktifkan fitur Share Screen di Grup Chat.
"Dari informasi yang kudapatkan, kita harus mewaspadai gadis bernama Reiko Kagami ini. Dia memiliki sihir langka."
"Memangnya sihir apa yang ia miliki?" Tanya Raihan.
"Sihir Summoning." Jawab ku.
__ADS_1
Setelah menjawab pertanyaan Raihan, aku memberitahu semua informasi yang kudapatkan mengenai pemimpin kelas B dan Kelas C.