My Daily Life In Magic Academy

My Daily Life In Magic Academy
Chapter 05 Ujian Masuk Tahap Kedua Part II


__ADS_3

Tidak ada gunanya menolak kebaikan Natasha. Dia begitu serius ingin membalas ku, jika aku menolak nya, situasi nya akan menjadi sedikit merepotkan. Ia pasti akan terus mengganggu ku selama tes ini berlangsung. Aku tidak ingin fokus ku buyar karena nya.


"Para peserta sekalian!" Sesaat Natasha membuat janji nya untuk balas budi pada ku, terdengar suara seorang pria dari pengeras suara di sekeliling stadion, di sudut stadion terdapat layar yang menunjukkan seseorang berumur 30 tahun menggunakan jas. Dari gambar yang di tunjukkan di layar itu, aku dapat mengetahui kalau pria itu berdiri di salah satu ruang VIP yang ada di tribun penonton. "Aku adalah tangan kanan kepala sekolah dari akademi sihir, dan aku adalah orang yang mengusulkan ide dari rangkaian tes yang kalian jalankan sekarang." Jadi dia yang membuat aku kerepotan selama tes tahap pertama ya... Sambil merasa terganggu dengan fakta itu, aku terus mendengarkan pria yang mengaku diri nya sebagai tangan kanan sekolah ini. "Sebagai seseorang yang mengusulkan konsep dari tes ini, aku mengucapkan selamat kepada kalian yang telah menyelesaikan tes tahap pertama!" Saat ia mengatakan itu, aku dapat melihat semua peserta yang telah menyelesaikan tes tahap pertama, tersenyum bangga sebagai respon dari ucapan selamat nya. "Aku sangat senang jumlah peserta yang berhasil menyelesaikan tes tahap pertama melebihi ekspetasi ku... Sekarang kita masuk ke inti pembicaraan, alasan saya menunjukkan diri di sini bukan untuk mengucapkan selamat kepada kalian. Alasan saya menunjukkan diri di sini untuk memberitahu tes selanjut nya yang akan kalian laksanakan! Tes tahap kedua akan di laksanakan di stadion ini, dan untuk tema nya, jangan jatuh!"


Aku memerhatikan sekeliling ku lagi, semua peserta kebingungan dengan maksud dari pria itu, mereka kebingungan dengan maksud dari 'jangan jatuh' yang ia katakan... Tetapi sebelum kami menemukan jawaban dari maksud perkataan nya, tanah tempat kami berpijak berguncang hebat! Kemudian...


Tanah tempat kami berpijak menghilang! Maksud ku menghilang bukanlah kiasan biasa. Tanah tempat kami berpijak benar-benar menghilang! seakan-akan tanah yang selama ini kami pijak adalah ilusi semata.


Alhasil semua peserta terjatuh, mengukuti gaya gravitasi.


Jadi ini maksud nya jangan jatuh! Kami di paksa untuk tidak menyentuh dasar.


Aku menajamkan indera penglihatan ku, aku segera mengetahui waktu yang di perlukan untuk kami benar-benar menyentuh dasar. Waktu yang di perlukan adalah 3 menit. Ini bukanlah candaan! Walaupun lubang tempat kami terjatuh tidaklah tinggi, tetapi tetap saja jika kami mencapai dasar dengan kecepatan kami sekarang, kami tidak akan keluar dari sini tanpa cidera! Sekolah mana yang berani menciderai calon peserta didik nya! Pengagas ide dari tes ini benar-benar gila!

__ADS_1


Aaaakh! Tidak ada gunanya mengkritik itu sekarang! Aku harus memikirkan cara agar aku tidak menyentuh tanah.


Mengaktifkan sihir, untuk memengaruhi udara di sekitar ku, aku membuat hembusan angin yang segera membuat tubuh ku melayang. Alhasil aku berhasil menunda kecepatan jatuh ku. Selagi aku melayang, aku melihat sekeliling untuk menganilisis sekitar ku. Dari hasil analisis singkat ku, sebagian besar dari peserta gugur tanpa bisa merespon kejadian barusan yang begitu tiba-tiba. Otak mereka tidak bisa bekerja dengan maksimal karena keterkejutan mereka sesaat tanah tempat kami menghilang. Aku juga melihat ada beberapa peserta yang berhasil selamat dan terbang ke atas menggunakan sihir, mereka semua terbang ke tribun penonton yang selama ini kosong. Mengikuti langkah mereka, aku memperkuat hembusan udara dan melayang ke atas tribun penonton.


Sesaat aku mendarat, aku di kejutkan oleh Natasha yang ikut mendarat di samping ku. Alasan aku terkejut bukan karena aku mengira ia tidak akan berhasil menjalakan tes ini, alasan ku terkejut karena cara yang ia gunakan untuk bisa sampai ke tribun penonton ini.


"Sayap kelelawar... " Itu benar. Natasha, memiliki sayap kelelawar yang tumbuh di balik punggung nya. Sayap itu seketika menghilang sesaat kaki nya menyentuh tanah.


Aku pernah mendengar kalau evolusi dari manusia akibat energi sihir yang muncul itu beragam, beberapa bahkan berevolusi sampai-sampai memiliki karakteristik unik. Salah satu nya adalah aku. Evolusi ku membuat tubuh ku menjadi lebih kuat dari manusia normal, bahkan jika aku di tusuk dengan pisau biasa, pisau itu akan patah jika menembus kulit ku. Lalu aku juga pernah mendengar salah satu kasus unik dari evolusi manusia, walaupun evolusi ini sedikit merugikan, evolusi ini di kategorikan sebagai penyakit langkah... penyakit ini biasa di sebut dengan...


"Ah. Ketahuan ya..."


"Pantas saja kau tidak kuat terkena sinar matahari."

__ADS_1


Seperti namanya, 'Sindrom Vampir' adalah sindrom langka seseorang yang telah mengalami evolusi akibat energi sihir, penderita nya akan mengalami karakteristik seperti seorang vampir dalam cerita dongeng. Biasanya seseorang yang terkena sindrom ini tidak akan tahan terkena sinar matahari, tubuh nya akan melepuh jika ia terkena paparan sinar matahari, penderita sindrom ini juga terkadang kehilangan akal sehat nya, dan yang paling parah libido dari penderita nya akan meningkat jika mencium bau darah. Penderita sindrom ini juga harus mengkonsumsi setidak nya setengah liter darah setiap hari nya, jika ia tidak ingin kehilangan akal nya. Walaupun banyak kerugian dari nya, ada beberapa keuntungan dari penderita sindrom ini. Seperti memiliki kemampuan untuk menumbuhkan sayap kelelawar secara singkat di punggung nya, ia juga dapat mengendalikan molekul darah nya sendiri, dengan kemampuan ini penderita sindrom vampir dapat membuat darah nya yang cair mengeras hingga ketingkat lebih keras dari baja, biasanya kemampuan ini digunakan untuk membuat senjata.


"Ya begitulah... Ah. Tenang saja, aku tidak akan menghisap darah mu. Aku selalu bawa persediaan."


"Aku tidak mengkhawatirkan hal itu."


"Syukurlah kalau begitu."


Ekspresi wajah Natasha seperti mengindikasikan sesuatu yang buruk di masa lalu, dan dari arah pembicaraan sebelum nya, aku bisa menebak kalau hal itu berhubungan dengan sindrom nya. Orang luar seperti ku, dan terlebih lagi aku baru mengenal nya beberapa menit yang lalu, tidak pantas untuk menggali lebih dalam mengenai masa lalu nya. Karena itu aku pura-pura tidak tahu maksud di balik ekspresi wajah Natasha. Dan juga aku ingin fokus ku tidak teralihkan oleh hal-hal yang tidak berhubungan dengan tes ini, atas alasan ini juga aku mengabaikan ekspresi wajah nya.


Semenit telah berlalu, peserta yang berhasil menyelesaikan tes ini tidak mencapai ratusan. Para peserta yang berada satu ruangan dengan ku sebelum nya juga tidak selamat.


Di rasa tidak ada lagi yang berhasil, pria yang menyaksikan semua tes ini berlangsung di balik layar akhir nya berbicara.

__ADS_1


"Selamat kepada para peserta yang berhasil menyelesaikan tes tahap kedua. Ada sekitar 70 peserta yang lolos ketahap berikut nya. Para peserta yang berhasil lolos, akan di pindahkan ke tempat tes selanjut nya di laksanakan. Semoga berhasil menjalankan tes terakhir!"


Setelah mengatakan itu, layar di sudut stadion mati. Di saat yang bersamaan, cahaya terang menyelimuti para peserta yang berhasil menyelesaikan tes tahap kedua, akupun tidak terkecuali, cahaya terang menyelimuti tubuh ku membuat ku reflek menutup kedua mata ku. Saat ku rasa cahaya itu menghilang, aku membuka mata ku.


__ADS_2