
Dani terus menyerang ke arah Reiko, tanpa memberikannya celah.
Dia membuat tiga buah pohon berukuran lima meter, dari pohon itu muncul batang, yang dapat memanjang, mengikuti kehendaknya, menyerang Reiko, ayunan dari batang pohon ciptaannya, layaknya cambuk. Setiap ayunan menimbulkan suara hantaman keras, bahkan batang pohonnya berhasil membuat tanah retak sedikit.
Reiko yang di serang seperti ini, tentu saja panik. Ia terlalu panik sampai-sampai tidak memiliki niatan untuk merapalkan mantra, dipikirannya saat ini hanyalah menghindari serangan lawannya.
"Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!"
Suara hantaman keras, terus menggema di arena. Debu beterbangan mengikuti hantaman keras dari batang pohon milik Dani.
Dani tidak berhenti, tidak memberikan celah kepada Reiko.
"Tunggu! Kyaaa!"
Saat Reiko berteriak, hendak melancarkan protesnya, batang pohon Dani datang sekali lagi. Terayun kearahnya, Reiko melompat kesamping, menghindari lintasan batang pohon Dani sembari berteriak, dengan wajah horor lagi panik.
"Gunununu... Kenapa semua anggota kelas A bar-bar seperti ini... Kyaa!"
"Bang!"
Layaknya cambuk, batang pohon Dani yang berukuran kira-kira 1 meter itu, terayun ke arah Reiko, yang ia hindari dengan panik.
"Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang! Bang!"
Sekali lagi, bunyi hantaman menggema di arena, menandakan kalau Dani terus mengayunkan batang pohonnya, mencambuk ke arah Reiko. Reiko berlari, menghindari semua lintasan cambuk yang mengarah padanya, ia pun bersiap-siap menyerang balik, terbukti dari perilakunya yang mengindikasikan kalau dia sudah mengumpulkan Partikel Carlania di tangannya.
"Reiko Kagami, jika kau tidak menyerang! Kau hanya akan kelelahan terus menghindari serangan Dani kalpatatu! Tunjukkan kejeniusan mu, Reiko Kagami!" Pembawa acara mengatakan hal seperti itu.
__ADS_1
Mungkin karena bukan pembawa acara yang pertama yang saat ini menjadi komentator, menyebabkan cara dia berkomentar sedikit berbeda. Ia seperti memberikan provokasi pada Reiko. Tapi nampaknya, provokasi ini sangat berguna, sesaat pembawa acara mengatakan hal ini, sorakan penonton dapat terdengar.... Sorakan itu terdengar seperti mendukung gadis malang bernama Reiko ini, yang sedari tadi terus menghindari serangan Dani.
"Reiko semangat!"
"Kalahkan dia!"
"Reiko!"
"Reiko!"
"Reiko!"
"Aku tahu sialan! Kalian yang hanya bisa bicara diam saja!" Bukannya merasa tersanjung ataupun senang, Reiko malah merasa frustasi dengan semua sorakan dan komentar provokatif pembawa acara. Terlepas dari itu, ia tetap fokus dengan apa yang ia lakukan, ia terus mengumpulkan partikel Carlania.
"Magic Set, Summoning Magic : Panther, Tiger, and Lion!"
"Serang dia! Panther serang dari sisi kanan, gunakan cakar mu, Tiger dari depan gunakan kecepatan berlari mu untuk menerkamnya, lalu Lion serang dari sisi kanan, bantu Panther, gunakan tubuh mu untuk mengintimidasi orang itu! Sekarang bergerak!"
"Gawat! Magic Set-"
"Hentikan dia Tiger! Jangan sampai dia membuat pohon besar!"
Saat Dani hendak membuat pohon besar sebagai tempat berlindung dari hewan panggilan Reiko, Reiko bergerak cepat memerintahkan hewan panggilannya yang mampu bergerak cepat untuk segera menerkam ke arah Dani.
"Cih!" Dani hanya bisa mendecakkan lidahnya, mengendalikan batang pohonnya untuk menyerang ke arah macan yang berlari cepat ke arahnya.
"Rawr!"
__ADS_1
Saat berhasil mencegah macan datang, dari samping kiri Dani, muncul Panther yang menyerang menggunakan kukunya.
"Cih!" Dani menggunakan batang untuk menutupi cakaran dari Panther, tapi ia luput dari sisi kanannya, yang disana sudah ada singa yang mengaum kencang, sembari melompat, menerjang Dani dengan rahangnya yang terbuka lebar.
"Aku sudah menggunakan semua batang ku!"
Dani tidak mempunyai pilihan lain, ia pun melompat ke belakang. Tapi karena Reiko benar-benar memerintahkan hewannya dengan lebih detail, membuat gerakan hewan panggilan miliknya menjadi teroganisir. Dan tentu saja ini adalah hal yang paling berbahaya dari Reiko Kagami.
Macan, berhasil melompat, memanjat batang Dani yang ia gunakan sebagai cambuk. Saat ini, macan itu melompat dari ketinggian 6 meter, menerjang tepat ke arah Dani yang baru saja melompat mundur untuk menghindari serangan dari singa.
"Sialan!" Ucap Dani, terdiam membeku saat melihat macan melompat ke arahnya.
Dani benar-benar terkepung, semua tanaman yang ada telah ia gunakan untuk menahan Panther, Singa juga masih berada beberapa langkah di depannya, sedangkan macan sudah tinggal beberapa sentimeter lagi untuk menangkapnya dengan rahangnya yang tajam. Ia juga tidak sempat untuk merapal mantra. Sampai mantra Dani aktif hingga menimbulkan sebuah fenomena, perlu waktu kurang dari lima ratus milidetik, artinya waktu sampai mantra Dani benar-benar aktif setara dengan setengah detik. Sedangkan macan yang sudah jatuh mengikuti gaya gravitasi, dan jaraknya yang tinggal beberapa senti di hadapan Dani, perlu waktu yang kurang dari itu, sampai macan itu benar-benar jatuh tepat di atas tubuhnya.
"Ingat Dani, Stick to the plan!" Perkataan Mira terputar sekali lagi dikepala Dani,.
Dani memang menuruti perkataan Mira itu, tapi ia tidak tahu apa maksud dan tujuan Mira mengingatkannya, walaupun sudah diingatkan Mira beberapa kali, Dani masih tidak mengerti apa untungnya mengikuti rencana Mira. Sampai pada titik inilah, Dani benar-benar mengerti maksud Mira, dan pentingnya dari sebuah informasi yang selalu di agung-agungkan Mira.
"Coba saja mereka tidak tahu aku dapat membuat pohon dalam ukuran yang besar, hal ini mungkin tidak akan terjadi." Pikir Dani.
Sesaat kemudian macan milik Reiko, berhasil menerkam lehernya dengan rahangnya yang diisi dengan gigi tajam. Dani kehilangan banyak darah dari luka gigitan rahang macan itu, menyebabkan ia seketika kehilangan kesadarannya. Sedetik kemudian, penglihatan Dani hanya diisi dengan kegelapan pekat.
"Saudara-saudara sekalian! Pemenang dari pertandingan kali ini, Reiko Kagami!"
"Wooooah!"
Deklarasi kemenangan Reiko dan sorakan penonton benar-benar tidak dapat di dengar oleh Dani. Yang ada di telinganya saat ini hanyalah kata-kata Mira yang selalu terulang seperti kaset rusak.
__ADS_1