
Pengumuman!
Sebelumnya jangan lupa mampir & baca sampai selesai.
"My Love Story Is Always Forever season1" yang sudah tamat ya!
"MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER season" ini adalah sekuel dari My Love Story Is Always Forever season1. Disana sudah ada beberapa episode season2 yang aku tulis walaupun disini episodenya berawal dari satu lagi ya, jadi jangan kaget bila ceritanya langsung pada intinya.
------------------------------------------------------------------------
Pengenalan tokoh utama
Namanya Khardha Sahara Choi istri dari Dokter Hasan Setiawan. Berumur 18 tahun dengan tinggi badan 1,62 m. Sifatnya manja pada orang yang dekat dengannya terutama suaminya sendiri, namun dia tegas dalam berkata, dewasa cara berpikirnya. Dia sosok wanita yang selalu perduli dengan lingkungannya bahkan banyak orang yang mau memanfaatkan kebaikannya. Ada beberapa orang dari masalalunya yang tidak bisa melupakannya begitu saja, mereka kembali datang mengusik keharmonisan rumah tangganya. Diantara orang-orang itu ada segelintir orang yang bersikeras untuk memisahkannya dari suaminya dengan berbagai macam cara. Hingga banyak kejadian yang tidak terduga sebelumnya. Ingin tahu bagaimana kelanjutan ceritanya silahkan jadikan favorit kalian terlebih dulu.
Namanya Hasan Setiawan seorang Dokter spesialis penyakit dalam yang sangat bucin dan posesif juga overprotektif kepada istrinya. Dia bersikap dingin dengan semua lawan jenisnya yang berusaha merayunya ditempat kerja atau dimanapun dia berada. Namun dia sangat lembut, hangat dan romantis kepada istrinya, semua perhatiannya hanya tertuju kepada kekasih halalnya itu. Bagaimanapun sikap istrinya kepadanya dia selalu berusaha memahaminya dan menuruti semua keinginannya. Sosok seorang suami idaman semua wanita hingga banyak yang terobsesi untuk menaklukkan hatinya.
Happy reading guys!
Setelah selesai sholat maghrib Dokter Hasan langsung menagih buka puasa bathinnya kepada istrinya.
"Ayo Sayang, tadi katanya boleh buka puasa yang lain." Pintanya sambil mendekati istrinya & membuka mukenanya.
" Iya Sayang, apa gak sebaiknya kita sholat isya sama tarawih dulu, baru melakukan ibadah yang lain." Sergah Khardha berusaha mengulur waktu.
" Aku penginnya sekarang Sayang." Rengeknya sambil berbaring di paha istrinya tapi tangannya bergerilya kemana-mana." Masa kamu tega sich menolak suami sendiri, nanti di laknat malaikat loh." Ucapnya langsung beranjak bangun lalu duduk menghadap istrinya sambil memegangi bahunya.
Melihat istrinya hanya terdiam ketika mendengarkan ucapannya Dokter Hasan langsung menggendong tubuh istrinya ala bridal style & membaringkannya diatas ranjang king size milik mereka yang didominasi warna merah putih itu.
Tanpa memberi kesempatan untuk istrinya
berbicara, Dokkter Hasan langsung menyerangnya tanpa ampun, hingga istrinya terkulai lemas di pelukannya.
Maafkan aku Sayang, aku sengaja memintamu melayaniku sebab aku tidak mau ada bekas wanita lain di tubuhku, aku sangat mencintaimu Sayang. Aku hanya ingin ada jejak dirimu di tubuhku, begitu pun sebaliknya aku harap darimu, batinnya sambil menciumi puncak kepala istrinya.
" Sayang, aku laper," rengek Khardha pada suaminya sambil memegangi perutnya.
" Iya Sayang aku juga lapar, yuk kita mandi dulu!" Ajaknya seraya menyibak selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
"Badanku lemas banget Sayang, kayaknya
aku gak bisa jalan sendiri ke kamar mandi. Kamu harus tanggung jawab, semua ini gara-gara kamu juga yang membuatku jadi seperti ini." Lirih Khardha sambil meraih tangan suaminya
"Iya Sayang, aku pasti tanggung jawab dengan semua yang kulakukan sama kamu!" Dokter Hasan mencubit hidung istrinya dengan gemas, kemudian dia mengangkat tubuh mungil istrinya & membawanya ke kamar mandi.
Dan seperti biasa dia tidak mungkin membiarkan istrinya hanya sekedar mandi, pasti ujung-ujungnya ada plus-plus nya. Maklum pengantin baru. Setelah satu jam lama nya mereka mandi, keluarlah pasangan suami istri itu dengan wajah yang fresh.
"Kita sholat dulu apa makan dulu?" Dokter Hasan merangkul pinggang istrinya dengan posisi saling berhadapan.
" Kita makan dulu ya Sayang, aku udah lemes banget lutut ku gemeteran gara-gara kamu minta jatah terus tanpa memberikan aku kesempatan untuk istirahat." Jawab Khardha seraya menatap wajah suaminya dengan sendu.
__ADS_1
"Maafin aku ya Sayang, kamu kan tau aku bertugas di rumah sakit selama lima hari ini tanpa bisa pulang & bertemu langsung sama kamu, makanya aku jadi sekarat (selalu kangen rindu berat) sama kamu Sayang. Yang aku hadapi setiap hari, siang & malam hanya pasien-pasien covit-19, jadi mumpung aku ada kesempatan pulang kerumah, ya wajar kan aku minta charge yang full dari kamu." Ucapnya kemudian menggendong istrinya menuruni tangga menuju meja makan & mendudukkannya di sampingnya.
"Memangnya kamu mau berangkat lagi setelah ini?" Tanya Khardha sambil menatap lekat kearah suaminya dengan raut wajah sedihnya.
"Iya Sayang maafin aku ya, ini sudah tugas yang harus ku emban di pundakku sebagai seorang Dokter, aku tidak boleh melanggar semua sumpah
pengabdianku Sayang, aku harus mendahulukan kepentingan pasien di atas kepentingan pribadiku, kita pasti akan saling merindukan lagi satu sama lain. Oh iya, kemarin ada para relawan yang mau membantu merawat pasien-pasien covit-19 di rumah sakit. Apa kamu mau jadi relawan juga? Tapi risiko nya besar banget Sayang, bisa saja kita terjangkit hingga berakibat pada kematian, bila kita sampai lalai atau bersentuhan langsung dengan mereka yang sudah positif terkena virus covit-19." Jelasnya sambil menggenggam erat tangan istrinya.
"Aku mau jadi relawan Sayang, hidup & mati kita kan Allah yang mengaturnya." Jawab Khardha sangat antusias menanggapi tawaran suaminya.
" Baiklah Sayang kalau itu yang kamu mau, nanti setelah selesai makan & sholat berjamaah kita berangkat, tapi kamu nanti tidur di ruangan aku aja ya." Ucapnya dengan perasaan sangat bahagia bisa selalu dekat dengan istrinya.
" Emmmm iya Sayang." Jawab Khardha dengan menganggukkan kepalanya.
Keduanya akhirnya makan dengan lahapnya, karena tenaga mereka sudah habis terforsir dengan olahraga malam yang mereka lakukan. Setelah selesai makan mencuci peralatan & membereskan meja makan, mereka masuk kembali ke kamar untuk sholat isya, tarawih juga witir berjamaah. Seusai salam serta berdoa pasangan suami istri itu bersiap-siap untuk berangkat kerumah sakit bersama dengan membawa koper berisi pakaian dan keperluan mereka selama berada disana. Dokter Hasan membuka pintu pagar rumahnya sesudah itu dia menutupnya kembali kemudian menguncinya. Dia akhirnya melajukan mobilnya dengan istrinya yang duduk dikursi penumpang disampingnya. Alasan utama dia sengaja mengajak istrinya, agar Dokter Maya berhenti melakukan hal-hal yang membuatnya semakin tidak nyaman ketika sedang bertugas. Dia tidak mungkin membiarkan begitu saja istrinya ikut tanpa memikirkan risiko yang akan di hadapi nantinya, sebenarnya mengajak istrinya sebagai relawan hanya alasannya saja, agar bisa selalu dekat dengannya. Karena dia benar-benar tidak tega meninggalkan istrinya di rumah sendirian tanpa pengawasan darinya. Apalagi Dokter Maya yang selalu mencari kesempatan untuk mendekatinya, kejadian kemarin malam benar-benar membuatnya murka & merasa sangat bersalah kepada istrinya. Sekitar tiga puluh menit kemudian sampailah mereka di area parkiran khusus karyawan rumah sakit.
"Sayang kita sudah sampai." Ucap Dokter Hasan memecah keheningan diantara mereka sepanjang perjalanan tadi.
Namun ketika dia menolehkan kepalanya ternyata Khardha sudah terlelap melayang kedalam dunia mimpinya, dengan posisi duduk meringkuk sambil memegangi sabuk pengamannya.
Pantesan sedari tadi diam aja, ternyata kamu sudah tidur rupanya." Dia tersenyum kemudian mengusap kepala istrinya." Kamu pasti sangat kelelahan, terimakasih ya Sayang sudah mau melayaniku." Dokter Hasan mencium kening istrnya.
Setelah itu dia melepaskan sabuk pengaman yang dipegangi tangan istrinya sambil tidur itu dengan sangat lembut agar tidak mengganggunya. sesudah itu dia menurunkan kursi penumpang yang di duduki istrinya supaya nyaman untuk berbaring.
Untuk sementara kita tidur di sini dulu ya Sayang, gumamnya kemudian melakukan hal yang sama dengan kursi kemudi yang di dudukinya.
Tanpa terasa Dokter Hasan & Khardha tertidur cukup lama di dalam mobil yang terparkir di area parkiran karyawan rumah sakit itu, hingga alarm yang berasal dari handphonenya berbunyi.
Dia langsung terbangun & melihat jam di layar hpnya jam 03:30 pagi. Setelah itu dia membangunkan istrinya dengan lembut.
Khardha langsung membuka matanya & menatap suaminya dengan bingung.
"Kenapa kita tidur di dalam mobil?" Tanya Khardha sambil mengerjapkan matanya & melemaskan badannya yang terasa remuk sehabis aktivitas mereka tadi malam.
"Sayang kamu lupa ya, yang ketiduran duluan siapa?" Dokter Hasan menaik turunkan alisnya seraya tersenyum menatap istrinya yang tidak menyadari semuanya.
"Lantas kita cari makan buat sahurnya dimana?" Khardha menatap suaminya yang terlihat santai saja.
"Insha Allah kantin rumah sakit buka full 24 jam kok Sayang. Yuk kita makan sahur di sana aja ya!" Ajaknya seraya mengulurkan tangannya setelah membukakan pintu mobilnya agar istrinya segera keluar untuk mengikutinya.
Pasangan suami istri yang baru menikah satu minggu itu melangkahkan kakinya menuju kantin rumah sakit sambil bergandengan tangan dengan mesra. Setelah sampai di kantin Dokter Hasan sengaja memilih duduk di kursi paling ujung agar tidak menjadi pusat perhatian & bisa menikmati waktu makan sahur dengan istri tercintanya sambil memandangi wajah cantiknya.
Tidak lama berselang setelah Dokter Hasan & Khardha duduk tiba-tiba banyak para perawat yang datang untuk makan sahur dikantin. Mereka semua terkejut melihat Dokter Hasan bersama seorang wanita & terlihat sangat intim sambil menggenggam tangannya juga menciuminya. Pemandangan
yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya sehingga membuat mereka semua sangat penasaran.
Perawat pertama berbicara dengan teman-temannya.
"Hey semuanya coba kalian lihat di ujung
sana." Menunjuk dengan kerlingan matanya.
Perawat kedua menimpali.
"Itukan Dokter Hasan! Aku belum pernah liat dia kekantin sama cewek sebelumnya." Serunya seraya memicingkan matanya.
__ADS_1
Perawat ketiga menyahuti.
"Kalian gak tau ya kalau Dokter Hasan baru aja menikah." Dia memberitahukan kepada semua rekannya itu sambil merangkul bahu teman-temannya.
Perawat keempat juga angkat bicara.
"Jangan-jangan cewek yang di depan Dokter Hasan itu istrinya!" Tebaknya dengan benar.
Perawat kelima ikut menimpali.
"Berarti banyak yang patah hati dong kalau itu beneran istrinya." Ucapnya dengan ekspresi sedih sambil menekuk wajahnya.
Perawat keenam menambahkan.
" Iya fans Dokter Hasan cukup banyak di
rumah sakit ini termasuk gue, hiks hiks." Pura-pura menangis sesenggukan.
Perawat ketujuh berusaha menenangkan teman-temannya dengan mengalihkan pembicaraan.
"Sudah gak usah menggosip lagi cepat pesan makanannya, nanti keburu imsak." Tegasnya dengan menekankan kata-katanya.
Dokter Hasan tampak tidak memperdulikan
kehadiran para perawat itu walaupun mendengar pembicaraan mereka tentang dirinya. Sebab dia hanya terfokus kepada istrinya yang ada dihadapannya, begitupula hati & pikirannya saat ini, hanya ada satu nama yang terpatri di dalam sanubarinya, setiap doa yang di panjatkannya tidak luput dengan meminta kebahagiaan bersama wanita yang dicintainya itu hingga hanya maut yang bisa memisahkan mereka. Itulah yang di ikrarkannya pada dirinya sendiri setelah menikahi Khardha Sahara wanita yang selalu membuatnya merasakan indahnya cinta, suka duka, pahit dan manisnya menjalani kehidupan ini.
"Kamu mau makan apa Sayang?" Dia bertanya sambil menatap istrinya dengan lembut.
"Aku gak selera Sayang, pesan teh hangat aja ya," pinta Khardha kemudian menelungkupkan wajahnya diatas meja.
"Jangan kayak gini Sayang nanti kamu lemes puasanya." Mengusap kepala istrinya.
"Aku makan kurma aja ya, tadi malam aku ada bawa di dalam koper diatas tumpukan baju kita!" Seru Khardha sambil mengangkat kepalanya dan mengulas senyumnya.
"Ya sudah kalau begitu Sayang, tehnya kita bawa ke mobil aja, sebentar aku beli dulu ya." Ucapnya kemudian beranjak memesan teh hangat untuk dia & istrinya.
Sesudah menerima dua gelas teh hangat pesanannya Dokter Hasan membayarnya kemudian menghampiri istrinya. Setelah itu dia menggandeng tangannya berjalan kembali menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari kantin itu.
Bersambung...
Assallamualaikum. Selamat menunaikan ibadah puasa semuanya, bagi yang menjalankannya
semoga amal ibadah kita semua di terima
Allah swt, aamiin.
Mohon doa & dukungannya selalu ya melalui.
Vote yang banyak
Like yang tiada henti
Komen yang selalu membangun
Koin seikhlas nya
__ADS_1
Dari kalian semuanya yang sudah mau mampir ke karya aku ini. Jadikan favorit kalian selalu juga ya teman-teman, bergabung yuk di grup chat aku.