MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode#74 " Hilang"


__ADS_3

Happy reading guys!"


Dokter Rasyid, Riki & Rika segera beranjak kemudian melangkahkan kaki mereka untuk menghampiri Dokter Hasan,Dokter Wahyu & Dokter Selvi, untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.Setelah dihadapan kakaknya Dokter Rasyid langsung bertanya.


" Kenapa kak Selvi sampai berteriak? Apa yang sudah terjadi sebenarnya?" Dokter Rasyid menatap mereka semua bergantian.


Mereka semuanya menjadi saling pandang, Dokter Hasan memejamkan matanya sebentar kemudian membukanya dan berkata.


" Istriku hilang, bisakah kalian semua membantuku untuk mencarinya?" Dokter Hasan menatap mereka semua satu persatu.


"Apaaa ! Khardha hilang ? Kok bisa?" Ucap mereka bertiga serempak.


Dokter Hasan kembali memejamkan matanya untuk menguatkan dirinya sendiri, kemudian menganggukkan kepalanya dengan lemah.


Riki langsung maju kemudian mencengkram kerah baju Dokter Hasan.


" Gue gak akan pernah Maafin lo, kalau sampai terjadi apa-apa dengan Khardha," Tegas Riki kemudian mendorong Dokter Hasan kebelakang hingga terduduk dilantai.


Dokter Rasyid berjongkok seperti ingin membantu Dokter Hasan,namun ternyata dia malah mendorong bahu Dokter Hasan dengan keras hingga terdorong ke belakang.


" Selama ini aku menghargai kamu karena aku percaya kamu bisa menjaga Khardha dengan baik, tapi sekarang dia hilang saat masih bersamamu, aku juga tidak akan pernah memaafkanmu jika sampai terjadi sesuatu kepadanya ," ucap Dokter Rasyid dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.


" Suami macam apa lo, istri sendiri kok sampai hilang ," sinis Rika dengan berlalu pergi meninggalkan mereka.


" Heyy kalian semua gak bisa menyalahkan Dokter Hasan begitu aja! Tanpa mau tau betapa terpukulnya hatinya saat ini." Dokter Wahyu berusaha membela sahabatnya itu.


" Iya seharusnya kalian berdua membantunya untuk mencari Khardha, bukan malah memojokkannya," ucap Dokter Selvi menimpali.


Dokter Rasyid dan Riki saling pandang kemudian menganggukkan kepalanya.


" Ok,kapan kalian terakhir bersama?" Tanya Riki kemudian sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Dokter Hasan berdiri.


" Sekitar tiga jam yang lalu. Terakhir dia memintaku membelikan minuman untuknya & aku menyuruhnya menungguku di bangku yang ada diarea bandara ini,karena dia terlihat sangat letih sehabis kami berkeliling mencari koper tadi. Wajahnya juga masih pucat,sebab tadi dia habis drop lagi sampai di infus di klinik bandara." Dokter Hasan menjelaskan dengan secara detail.


" Itu berarti Khardha tidak mungkin berjalan sendiri, jangan-jangan dia diculik !" ucap mereka serempak.


Benarkah istriku diculik? Kalau memang iya,siapa yang berani menculiknya? Perasaan aku dan dia tidak punya musuh? Atau memang ada yang mau menghancurkan kehidupan rumah tangga kami? Tapi apa motivasinya?" Batin Dokter Hasan dengan memijat dahinya.


" Kita coba cek kamera keamanan bandara ini,supaya bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengan Khardha," Dokter Selvi mengusulkan.


" Tapi sebaiknya kita sholat berjamaah dulu, baru melanjutkan misi pencarian kita." Dokter Hasan mengajak mereka semua, sambil berjalan mendahului menuju musholla yang ada di area bandara itu.


Mereka semua akhirnya berjalan menuju musholla secara beriringan untuk menunaikan sholat maghrib & isya secara jamak.Setelah selesai sholat mereka menuju AVSEC atau petugas keamanan bandara. Mereka menjelaskan maksud kedatangan mereka terlebih dulu baru meminta petugas untuk mengecek secara langsung rekaman cctv bandara di jam 16:00 waktu setempat.


Disana mereka semua menyaksikan bahwa ada seseorang yang berpakaian serba hitam menggendong Khardha dengan santainya.


" Siapa laki-laki itu? Tolong di zoom ya pak," pinta Dokter Hasan sambil menahan emosinya dengan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Setelah di perbesar ternyata dia langsung mengingat orang itu dan berkata kepada mereka semua yang ada disana.


" Dia orang yang tadi meminjamkan aku charger ketika handphoneku lowbat," jelasnya dengan menatap mereka semua bergantian.


" Jangan-jangan orang itu memang sudah lama mengintai kalian berdua," ucap Dokter Wahyu dengan mengangkat satu alisnya.


" Sepertinya dia bukan orang sembarangan," Riki ikut bicara.


" Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" Tanya Dokter Rasyid ketika mereka sudah berjalan keluar dari sana.


" Aku sudah menanam chip di hp istriku, semoga kita dapat melacak keberadaannya," Dokter Hasan merasa mendapatkan titik terang.


Dia segera mengaktifkan kembali hpnya yang sedari tadi dilupakannya,kemudian mencari titik lokasi istrinya berada.


" Kenapa lokasi Khardha semakin menjauh dari negara ini? Apa karena dia dibawa menaiki pesawat? Tapi kemana tujuan mereka sebenarnya?" Dokter Selvi bertanya kepada mereka semua yang ada disana.


" Beb kalau kita semua sudah tau, gak mungkin kita bingung seperti ini mencarinya," Jawab Dokter Wahyu dengan menggelengkan kepalanya sambil mencubit pipi istrinya gemas.


Benar juga ya, kenapa aku tiba-tiba jadi bodoh seperti ini?" Batin Dokter Selvi sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


"Kalau begitu aku harus terus memantau sampai dimana mereka nanti akan berhenti. Apabila diantara kalian ingin pulang lebih dulu ke Bjm, silahkan menaiki pesawat yang sudah kalian tunggu sedari tadi." Ucapnya dengan menatap mereka semua satu persatu.


Tapi kenapa kalian semua masih disini? Seharusnya kalian semua sudah ada didalam pesawat kan?" Dokter Hasan baru sadar dengan jadwal keberangkatan mereka yang semestinya jam 15:00 sore tadi.


" Pesawatnya delay!" Jawab mereka semua serempak.


*****


Ditempat lain. Khardha yang masih belum sadar dia sedang berada didalam pesawat mulai membuka matanya perlahan.


Kepalaku sakit sekali," batinnya dengan memegangi kepalanya.



" Kamu sudah bangun Sayang!" Seru seseorang yang duduk di seberangnya seraya tersenyum manis menatap kearahnya.


Itu bukan suara suamiku, itu suara Kak Hendrik," batinnya dengan menolehkan kepalanya namun penglihatannya matanya masih buram karena efek obat bius yang masih ada.


Hendrik beranjak menghampiri Khardha yang di baringkannya di sofa panjang yang sangat nyaman didalam kabin pesawat jet pribadi itu, dia mengusap kepala Khardha dengan lembut dan ingin mencium keningnya, namun Khardha segera mengambil bantal di bawah kepalanya, kemudian menutupi wajahnya.


" Kamu bukan suamiku, kumohon jangan pernah sentuh aku," ucap Khardha dengan terisak.


" Aku hanya ingin mencurahkan cinta dan kasihku kepadamu Sayang," Jawab Hendrik dengan berusaha mengambil bantal yang menutupi wajah Khardha.


" Kak Hendrik kumohon jangan perlakukan aku seperti ini, kembalikan aku pada suamiku," pintanya dengan mempertahankan bantal yang menutupi wajahnya.


" Aku sangat mencintaimu Khardha, jadi tidak mungkin lagi aku menyerahkanmu kembali, pada orang lain setelah aku berhasil membawamu pergi jauh darinya!" Tegas Hendrik dengan menekankan setiap kata-katanya.

__ADS_1


" Aku lebih baik mati Kak daripada harus bersama orang sepertimu!" Teriak Khardha sampai bergema di kabin pesawat itu.


" Ok, kalau itu keinginanmu aku akan buat kita semua mati dalam pesawat ini!" Hendrik berteriak lebih nyaring daripada Khardha.


Sehingga pramugari & pilot yang ada di depan pesawat terkejut kemudian menghampiri mereka.


" Ada apa ini Pak Hendrik? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ada yang bisa saya bantu? Tanya pramugari cantik dan seksi yang selalu menemani perjalanan Hendrik setiap dia menaiki pesawat jet pribadinya itu.


" Aku tidak perlu bantuan darimu, pergi kamu dari sini!" Usir Hendrik dengan menatap tajam kearah mereka.


"Maaf Pak Hendrik sebentar lagi kita akan landing ke negara tujuan, jadi kami harap pasang sabuk pengaman kalian." Pramugari itu mengingatkan.


"Khardha cepat pasang sabuk pengamanmu!" Perintah Hendrik dengan menggendong tubuh Khardha kemudian mendudukkannya dikursi penumpang.


Khardha terus berontak dia melepaskan kembali sabuk pengamanannya kemudian berlari kearah belakang pesawat.Ketika landing Khardha langsung terguling-guling di lantai kabin & membentur kursi penumpang.Dia menjerit kesakitan sambil memegangi kepala juga perutnya. Hendrik langsung membuka sabuk pengamanannya, kemudian bergegas menghampiri Khardha.


" Khardha kamu pendarahan," Lirih Hendrik ketika melihat kondisi Khardha yang kembali tidak sadarkan diri.


*****


Sementara itu Dokter Hasan yang terus memegangi hpnya sambil terkantuk-kantuk, tiba-tiba terjatuh tanpa sengaja hingga retak dimana-mana.


Astagfirullah al azdim! Apa yang terjadi dengan istriku, batinnya sambil memungut hpnya yang sudah tidak aktif lagi.


Bersambung....


Mohon doa dan dukungannya terus ya reader, jangan lupa vote, like, komen ,koin nya.


Terimakasih semuanya kepada para reader & para author yang masih mau mampir ke karya ku yang masih perlu banyak belajar ini,maaf jika aku setelah ini pengin hiatus dulu untuk fokus revisi.


Jika ada jarum yang patah


Jangan disimpan di dalam peti


Jika banyak kata-kata ku yang salah


Jangan disimpan di dalam hati


Mohon maaf lahir batin atas segala khilaf yang pernah tertulis disini atau di komentar aku saat berkunjung ke novel karya kalian para author.


Bila ada sumur di ladang


Boleh kita menumpang mandi


Bila ada umur yang panjang


Boleh kita bertemu lagi

__ADS_1


Semoga sukses dan sehat selalu untuk kalian semuanya, salam sayang selalu dari aku.


__ADS_2