
Happy reading guys!"
Ketika Khardha menutup & ingin mengunci pintu pagar rumah nya, tiba-tiba ada seseorang yang mendorongnya dari luar memaksa untuk masuk,hingga terjadi lah adegan saling dorong & tarik menarik.
" Anda siapa & mau apa?" Tanya Khardha mengalah membuka kembali pintu pagar nya, karena merasa terdesak.
" Saya hanya ingin minta tolong kepada pak Dokter." Sahut orang itu dengan suara yang terdengar sangat memelas.
" Tapi suami saya baru saja berangkat ke Rumah sakit." Ucap Khardha dengan lembut seraya memperhatikan orang yang ada dihadapan nya dari atas kebawah.
" Kalau begitu saya minta tolong sama anda saja Non." Menatap Khardha dengan sendu.
"Apa yang bisa saya bantu bu ?" Berjalan menghampiri orang itu.
" Anak saya sakit keras Non,saya tidak ada biaya untuk membawa nya periksa ke Dokter ataupun ke Rumah sakit,bisakah Non ikut saya kerumah sebentar, untuk menjenguk nya & membantu saya untuk membawanya ke Rumah sakit ?" Ujarnya memohon dengan mata yang berkaca-kaca.
" Sebentar ya bu,saya minta izin suami saya dulu." Sahut Khardha merasa prihatin.
Khardha pun masuk kedalam rumah mengambil hpnya untuk menelpon suaminya. Dia membiarkan orang yang tidak dikenal nya itu menunggu di teras rumah nya.
Tut....tut....tut...panggilan terhubung.
📱Khardha:"Assalamualaikum sayang..."
📱Dokter Hasan:" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Ada apa sayang?"Baru saja aku pergi kamu sudah menelpon ku,apakah kamu sudah merindukanku ?" Meletakkan hpnya ditelinga seraya melangkah memasuki kawasan Rumah sakit.
📱Khardha :" Ishhh, bukan karena itu sayang." Kesal Khardha mendengar ucapan suaminya.
📱Dokter Hasan:" Lantas untuk apa kamu menelpon ku sayang ?" Menghentikan langkah nya tepat di depan lift.
📱Khardha :" Ini di teras rumah kita ada seorang ibu yang minta tolong untuk membawa anak nya yang sakit keras ke Rumah sakit, tapi dia minta aku untuk ikut kerumah nya dulu untuk menjenguk anak nya, jadi menurut kamu aku harus gimana sayang?" Menunggu jawaban suaminya.
📱Dokter Hasan :" Kamu jangan mudah percaya dengan orang lain yang tidak kamu kenal sebelum nya sayang,kamu gak usah keluar rumah, berikan saja orang itu sejumlah uang untuk membawa sendiri anaknya ke Rumah sakit,aku tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak di ingin kan nanti dengan mu & anak kita." Sahutnya dengan menekankan setiap kata-katanya,kemudian masuk kedalam lift yang sudah terbuka menuju ruangan Direktur Rumah sakit.
📱Khardha:" Baiklah sayang, aku mengerti apa yang harus aku lakukan,Assalamualaikum."
__ADS_1
📱Dokter Hasan :" Waalaikumsalam wr...wb..."
Tuttttttttttt.....panggilan berakhir
*****
Khardha pun kembali menemui orang itu yang menunggu nya dengan harap-harap cemas di luar.
" Maaf bu saya tidak bisa menjenguk anak ibu, karena suami saya tidak mengizinkan saya untuk keluar rumah, dan ini ada sedikit uang buat ibu untuk membawa anak ibu ke Dokter ataupun ke Rumah sakit."Menyerahkan amplop berisi sejumlah uang ketangan orang itu.
" Terimakasih banyak Non,semoga kebaikan Non di balas dengan yang setimpal." Berlalu pergi dari hadapan Khardha.
Khardha pun tersenyum seraya mengangguk kan kepala nya kemudian menutup & mengunci pintu pagar rumah nya kembali.
Siapa sebenarnya orang itu, kenapa dia tiba-tiba ingin aku mengikuti nya?"pantas saja tadi malam aku seperti di beri petunjuk untuk selalu meminta izin kepada suamiku dalam mengambil keputusan,batinnya.
*****
Ketika sampai di samping sebuah mobil berwarna merah metalik, ibu yang memaksa masuk kerumah Khardha & Dokter Hasan tadi ,menemui seseorang yang menyuruh nya untuk bersandiwara,dia pun langsung masuk kedalam mobil & berbicara dengan sang empunya mobil.
" Maaf Tuan saya sudah berusaha membujuk nya dengan berakting yang sangat meyakinkan, tapi ternyata dia malah menelpon suaminya terlebih dulu ,untuk meminta izin & ternyata suaminya tidak mengizinkannya untuk keluar rumah." Sahut ibu itu dengan menunduk kan kepala nya karena takut.
" Apakah di rumah nya juga terdapat cctv disetiap sudutnya ?" Tanyanya dengan menatap kearah lain memastikan tidak ada yang curiga dengan keberadaannya.
" Saya kurang tau Tuan,silahkan tanyakan pada bi Tutik saja.'' Ujar ibu itu memberi saran pada majikannya.
" Baiklah aku akan menghubungi dia nanti." Mulai melajukan mobilnya menjauh dari rumah Dokter Hasan.
*****
Khardha masuk kembali kedalam rumah menuju dapur untuk menemui bi Tutik yang sedang mencuci peralatan sehabis memasak tadi.
" Bi,bisa bantu saya bikini asinan gak ?"Duduk di kursi meja makan sambil meminum susu yang belum di sentuhnya tadi saat sarapan karena merasa kenyang sehabis makan bubur.
" Bisa kok Non,sebentar ya saya beresin ini dulu." Menata semua peralatan pada tempat nya.
__ADS_1
" Bi kita bikin nya di taman belakang rumah aja ya." Membuka kulkas mengeluarkan buah-buahan yang ingin di makannya.
" Iya Non,nanti bibi buatin bumbu kacang spesial & bumbu lainnya biar Non bisa memilih sesuai selera Non Khardha." Tersenyum penuh arti.
" Ya sudah kalau begitu aku duluan ke taman belakang ya bi, jangan lama ya aku tungguin loh" Berlalu membawa buah-buahan nya.
" Iya Non,saya akan secepatnya menyusul Non Khardha." Sahut bi Tutik dengan sedikit berteriak.
Namun tiba-tiba hp bi Tutik bergetar di sakunya saat dia mulai membuatkan bumbu untuk asinan yang di inginkan Khardha.Ketika dia melihat layar hpnya ternyata panggilan dari Tuan Choi, orang yang menyuruhnya menyamar menjadi pembantu di rumah itu. Dengan terpaksa dia mengangkat telpon nya
setelah puluhan kali diabaikan nya.
📱Bi Tutik : " Halo Tuan,ada apa menelpon saya?" Menjawab dengan malas karena selalu diancam.
📱Tuan Choi :" Berani kamu ya sekarang mengabaikan telepon dariku !" Bentaknya dari ujung telepon sana.
📱Bi Tutik :'' Ma...ma...maaf Tuan saya tidak bermaksud seperti itu."Merasa sangat gugup mendengar bentakan dari Tuannya.
📱Tuan Choi :" Sudah lah kamu memang selalu membuat ku muak mendengar kata-kata mu itu." Aku tidak mau tau apapun alasan mu, cepat cek sekarang juga apakah rumah itu ada cctv di setiap sudutnya & segera lapor kan kepada ku !" Tegasnya tanpa mau di bantah.
📱Bi Tutik :" Baik Tuan ." Mengedarkan pandangan nya ke sekeliling takut di dengar oleh Khardha.
Setelah panggilan berakhir diapun segera berkeliling rumah sambil membawa sapu & kain pel agar tidak di curigai saat mengontrol cctv dirumah itu.
*****
Di Rumah sakit .Dokter Hasan yang sudah selesai dengan urusannya sudah menempati ruang praktek nya, dia pun duduk sebentar dikursi dalam ruangan prakteknya itu untuk melepas penatnya,sebelum menerima jadwal shift kerja nya hari ini & selanjutnya,kemudian dia memeriksa cctv dirumahnya yang langsung terhubung dengan handphone nya.
Aku sangat khawatir meninggalmu sebenarnya sayang,batinnya saat melihat rekaman cctv yang menampilkan wajah istrinya di taman belakang rumahnya.
Semoga kamu selalu baik-baik saja saat aku tinggal kerja ya sayang, aku juga akan selalu berusaha menjaga hati ku untukmu my wife, batinnya, kemudian mengecup hpnya yang menampilkan wajah istrinya yang diperbesar nya saat memegang ranting bunga berwarna ungu di taman itu.
Bersambung...."
__ADS_1
Mohon doa dan dukungan nya terus ya reader,maaf jika aku telat up,karena aku lagi merevisi setiap bab semua karya aku,jangan bosan untuk menjadikan nya favorit kalian ya,salam sayang selalu dari author Khardha love.