MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode #5 "KOMA"


__ADS_3

Happy reading guys!


Dengan segera Dokter Hasan mengajak kakak iparnya menuju ruangan Direktur Profesor Dokter Jaya Diningrat. Mereka berdua melangkahkan kakinya dengan sangat


cepat, menuju lift karena ruangan direktur yang mereka tuju ada di lantai paling atas rumah sakit itu.


Setelah sampai di depan pintu masuk ruangan Direktur, Dokter Hasan meminta kakak iparnya menunggunya di luar


saja. Supaya Dokter Maya juga ayahnya tidak curiga dan akhirnya berusaha melarikan diri.


"Kak lebih baik Kakak tunggu di luar saja ya agar mereka tidak curiga dengan rencana kita untuk menangkap Dokter Maya." Pintanya sembari menghentikan langkahnya sebentar sebelum masuk ruangan Direktur rumah sakit.


"Ok aku akan berjaga-jaga di sini, kalau terjadi apa-apa di dalam teriak saja." Ucap Bripka Gusti Hamidi kemudian duduk di kursi yang tersedia di luar ruangan itu.


Dokter Hasan menganggukkan kepalanya setelah itu dia memencet bel pintu ruangan pemilik rumah sakit itu.


"Assalamualaikum!" Ucapnya tanpa ekspresi ketika pintu terbuka.


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Sahut Pak Direktur


& Dokter Maya menyambutnya dengan hangat.


"Silahkan masuk Dokter Hasan, mari silahkan duduk ." Ucap Dokter Maya dengan nada sensualnya mempersilahkan Dokter Hasan ada didepannya


" Terimakasih ." Ucap Dokter Hasan sembari


duduk dengan menampilkan wajah datarnya.


"Apa yang ingin anda bicarakan dengan kami berdua Dokter Hasan? Padahal kamu tidak pernah seperti ini sebelumnya?" Tanya Pak


Direktur rumah sakit sangat penasaran dengan pertemuan yang diinginkan Dokter Hasan sendiri kali ini, oleh karena itu dia langsung saja bertanya tanpa basa-basi terlebih dulu.


"Saya kesini ingin menuntut pertanggung jawaban Dokter Maya!" Jawabnya dengan menatap tajam kearah Dokter Maya yang duduk disamping ayahnya.


"Maksud kamu apa berani bicara seperti itu?" Pak Direktur semakin penasaran tujuan Dokter Hasan sebenarnya.


"Dia sudah mencelakai istri saya dengan membiusnya dan memasukkannya ke dalam kamar mayat." Jawabnya lagi dengan mengepalkan tangannya berusaha menahan emosinya.


"Kamu jangan bicara sembarangan Dokter Hasan! Saya bisa saja menuntut kamu dengan alasan pencemaran nama baik!" Seru Pak Direktur mulai tersulut emosi mendengar anaknya dituduh seperti itu.


"Saya tidak asal bicara Pak Direktur yang terhormat, silahkan tanya sendiri pada anak kesayangan anda ini." Dokter Hasan berusaha meredam emosinya dengan menekankan kata-katanya.


Namun sebenarnya dia ingin sekali membalas perbuatan yang dilakukan Dokter Maya kepada istrinya.


"Apakah itu semua benar Maya?" Pak Direktur langsung mengalihkan pandangannya kepada anak kesayangannya itu.


"Itu semua fitnah yah, aku tidak pernah melakukan semua itu." Kilah Dokter Maya


berusaha meyakinkan ayahnya dengan menggenggam tangan ayahnya.


"Kamu jangan berbohong Dokter Maya!"


Dokter Hasan semakin meninggikan intonasi suaranya.


"Kalau memang benar Maya melakukan perbuatan itu mana buktinya Dokter Hasan?" Pak Direktur ikut meninggikan suaranya tidak terima anaknya dituduh begitu saja.


"Silahkan anda lihat sendiri rekaman video ini." Dokter Hasan langsung merogoh


sakunya & mengambil handphonenya untuk menunjukkan rekaman video yang dikirim Dokter Rasyid kepadanya.


Setelah melihat video yang di tunjukkan Dokter Hasan, Pak Direktur Jaya Diningrat sangat terkejut & langsung membentak Dokter Maya, padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukannya.


"Astagfirullah al azdim! Apa yang sudah kamu lakukan Maya?" Pak Direktur benar-benar syok melihat rekaman itu sehingga dia membentak anak kesayangannya itu.


"Aku melakukan itu karena aku sangat mencintai Dokter Hasan ayah." Dokter Maya


akhirnya mengakui perbuatannya dengan mata berkaca-kaca meluapkan emosinya sebab tidak bisa mengelak lagi.


"Aku tidak rela kamu sudah menikah dengan orang lain Dokter Hasan. Sebab itulah aku melakukanya, karena yang berhak bersanding dengan mu hanyalah aku. Tidak ada orang yang boleh memilikimu, apalagi merasa bahagia denganmu Dokter Hasan!" Seru Dokter Maya penuh emosi sambil menunjuk ke arah Dokter Hasan dengan tatapan tajam.


"Apa kamu tidak menyesal dengan perbuatanmu ini Maya?"Ayahnya berusaha menginterogasinya.


"Tidak ayah aku sangat bahagia & puas melihat wanita itu mati perlahan-lahan di sana, ha...ha...." Bicara layaknya orang yang kehilangan akal sehatnya.


"Maya sadarlah Nak! Kamu itu bukan psikopat, jadi jangan seperti ini? Itu namanya bukan cinta tapi obsesi." Pak Direktur


mengguncang bahu anaknya agar menyadari perbuatannya.


"Kalau aku tidak bisa memiliki Dokter Hasan orang lain juga tidak ada yang boleh memilikinya!" Teriak Dokter Maya kemudian


menikam Dokter Hasan di bahunya dengan gunting yang ada di atas meja ayahnya.


"Maya apa yang sudah kamu lakukan!"

__ADS_1


Pak Direktur berteriak dengan lantang melihat perbuatan anaknya yang sudah di luar batas.


Karena mendengar teriakan dari dalam, Bripka Gusti Hamidi segera mendobrak pintu masuk. Dia memelintir tangan Dokter Maya, yang memegang gunting yang berlumuran darah Dokter Hasan. Gunting itu akhirnya terlepas dari tangan Dokter Maya & Bripka Gusti Hamidi langsung memborgol tangan wanita ular itu.


"Saya akan segera membawa wanita ini kekantor Polisi. Tolong bantu adik ipar saya mengobati luka di bahunya." Ucap Bripka Gusti Hamidi dengan menarik lengan Dokter Maya yang berusaha melepaskan diri.


"Ba....ba...baik Pak Polisi." Jawab Pak Direktur


tergagap karena sangat ketakutan melihat Polisi yang datang secara tiba-tiba.


"Kasus ini akan kami proses secepatnya, jadi apabila anda berusaha menghilangkan barang bukti hukuman wanita ini akan bertambah berat. Ingat itu Pak Direktur yang terhormat." Tegasnya dengan menatap tajam ke arah sang Direktur.


"I..i...iya Pak Polisi."


Menundukkan kepala nya tanda hormat.


"Saya pergi dulu." Pamitnya kemudian


menyeret Dokter Maya pergi ke kantor Polisi.


"Mari sini Dokter Hasan saya bantu mengobati lukanya." Mendekati Dokter Hasan dengan membawa kotak P3knya.


"Tidak usah pak Direktur. Luka ini tidak ada artinya di bandingkan istri saya yang sekarang terbaring koma di ruang ICU. Kalau sampai terjadi apa -apa dengannya, saya tidak akan segan menuntut pihak rumah sakit ini, agar tidak mendapatkan izin beroperasi lagi." Ucapnya dengan suara bergetar menahan sakit dibahunya & pilu mengingat kondisi istrinya.


"Jangan Dokter Hasan. Saya mohon jangan lakukan itu, saya berjanji akan membiayai seluruh pengobatan istri anda sampai sembuh." Pak Direktur langsung berlutut memegangi kaki Dokter Hasan.


Dia terpaksa menjatuhkan harga dirinya demi nama baik rumah sakit warisan turun temurun dari orang tuanya itu.


"Terserah anda saja Pak Direktur yang terhormat, tapi saya akan secepatnya memindahkan istri saya & mengundurkan diri dari rumah sakit Ini!" Permisi Assalamualaikum." Tegasnya tanpa menghiraukan permintaan sang Direktur.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Pak Direktur berdiri menatap kepergian Dokter Hasan dibalik pintu masuk ruangannya sembari mengacak rambutnya dengan kasar.


****


Dokter Hasan melangkahkan kakinya sambil memegangi bahunya yang terus mengeluarkan darah. Ketika dia berjalan memasuki lift untuk turun kebawah kepalanya mulai berkunang-kunang karena menahan sakit dibahunya. Dia juga belum makan apa-apa sejak buka puasa tadi hanya minum air putih saja untuk membatalkan puasanya, karena terlalu fokus memikirkan keadaan istrinya sehingga membuatnya lupa dengan kondisinya sendiri. Untungnya dia bertemu dengan Dokter Wahyu sahabatnya yang kebetulan juga ikut masuk kedalam lift tidak lama setelah Dokter Hasan masuk kedalam lift sendirian. Dokter Wahyu sangat terkejut melihat keadaannya .


"Lo kenapa bro bisa sampai kayak gini?" Berjalan mendekat & menahan tubuh Dokter Hasan yang mulai limbung.


"Tolongin gue...," jawabnya tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi karena sudah pingsan di bahu sahabatnya itu.


Dengan segera Dokter Wahyu memapah tubuh Dokter Hasan menuju ruangannya setelah pintu lift terbuka. Kebetulan ruang praktek Dokter Wahyu tidak jauh dari ruang ICU tempat Khardha dirawat dengan intensif.


Sesampainya di ruangannya Dokter Wahyu langsung membaringkan tubuh sahabatnya itu diatas dipan yang ada diruangannya itu


Apa yang sebenarnya terjadi sama lo bro?


Kenapa bisa sampai seperti ini ?


Gue tau lo bukan orang yang ceroboh. Batin Dokter Wahyu sambil membalut luka Dokter Hasan & memberikan suntikan pereda nyeri disana.


Dokter Wahyu yang awalnya ingn pulang kerumahnya sehabis melakukan operasi cesar kepada pasiennya, terpaksa


mengurungkan niatnya karena tidak tega melihat sahabatnya terbaring lemah di ruangannya itu. Dokter Hasan juga masih setia memejamkan matanya sampai akhirnya waktu sahur tiba. Setelah menerima makanan dari catering rumah sakit Dokter Wahyu


segera membangunkan sahabatnya itu.


"Bro bangun bro, sudah waktunya sahur." Serunya sembari menepuk pelan pipi sahabatnya itu.


Dokter Hasan membuka matanya & melihat kearah Dokter Wahyu yang ada di hadapannya.


"Terimakasih banyak lo udah mau nolongin gue." Ucapnya dengan tulus seraya tersenyum tipis.


"Iya sama-sama, ayo kita makan sahur dulu." Ajak Dokter Wahyu sambil duduk di kursi yang ada di ruangannya itu.


Sehabis makan sahur karena sangat penasaran Dokter Wahyu langsung menanyakan perihal yang mengganggu pikirannya semalaman kepada Dokter Hasan.


"Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa lo bisa sampai kayak gini?" Dokter Wahyu mengerutkan keningnya seraya menatap serius kepada sahabatnya itu.


"Gue seperti ini karena Dokter Maya." Jawab Dokter Hasan sambil memegangi bahunya.


Akhirnya dia menceritakan semua rangkaian kejadian yang menimpa istrinya & dirinya dari awal sampai akhir tanpa ada yang ditutupinya.


"Yang sabar ya bro, anggap aja ini ujian kehidupan rumah tangga lo. Semoga istri lo bisa secepatnya bangun dari koma nya." Ucap Dokter Wahyu sembari menepuk pundak sahabatnya itu.


" Aamiin ya robbal alamin. Tapi gue ragu istri gue bisa sembuh & sehat seperti dulu." Dokter Hasan menundukkan kepalanya karena sedih.


"Kenapa lo bilang kayak gitu?" Dokter Wahyu


meminta penjelasan maksud ucapan sahabatnya itu.


"Karena riwayat kesehatannya sejak pertama gue mengenalnya & bertunangan dengannya


gue sudah tau betul kondisinya. Dia akan mengalami kerusakan fungsi otaknya apabila hal semacam ini terjadi. Jika dia sadar nanti dia belum tentu ingat sama gue, hal itulah yang paling menyakitkan & gue khawatirkan bro." Jelasnya mengungkapkan perasaannya sehingga dia tidak bisa lagi menahan butiran bening yang jatuh di sudut matanya.

__ADS_1


Dokter Hasan selama ini gue gak pernah liat lo serapuh ini hanya karena seorang wanita. Apa karena dia istri lo yang memang seharusnya lo cintai? Atau karena lo benar-benar jatuh cinta kepadanya? Sehingga dia bisa membuat lo yang biasanya tegar dalam menghadapi masalah apapun jadi melow seperti ini. Ternyata cinta benar-benar bisa membuat orang menjadi kuat & lemah sekaligus disaat bersamaan ya. Gumam Dokter Wahyu dalam hatinya.


" Sabar ya bro, doain aja yang terbaik buat istri lo, semoga apa yang lo khawatirkan tidak terjadi padanya." Ucap Dokter Wahyu dengan mengusap punggung sahabatnya itu berusaha memberikan semangat kepada Dokter Hasan.


"Aamiin Allahuma aamiin." Dokter Hasan mengaminkan apa yang di sampaikan sahabatnya itu sambil mengusap wajahnya


dengan kedua tangannya.


Aku mencintaimu lewat doa


Karena itulah aku selalu


Mendoakan keselamatanmu


Wahai kekasihku


Jika dirimu memang ditakdirkan


Untuk selalu bersamaku


Aku harap kekuatan cintaku


Bisa membuatmu cepat sadar


Dalam koma mu


Bangunlah segera wahai istriku


Karena dirimu adalah


Nafas dalam kehidupanku


Apapun yang terjadi


Aku akan selalu mencintaimu


Seandainya Kamu


Melupakanku sekalipun


Aku akan tetap berusaha


Mengingatkan betapa besar


Cintaku padamu


Percayalah, yakinlah


Dihatiku hanya namamu


Yang terukir Indah


Dalam sanubariku


Bangkitlah hai kekasihku


Sembuhlah Sayang


Deritamu, Deritaku


Bangunlah Sayang


Bersambung...


Assalamualaikum, selamat menunaikan ibadah puasa semuanya


bagi yang menjalankan nya


semoga amal ibadah kita di terima ,


Allah swt,aamiin Allahumma amin.


Mohon doa & dukungannya terus ya reader, tinggalkan jejak kalian jug a melalui


VOTE yang banyak


LIKE yang tiada henti


KOMEN yang membangun


KOIN seikhlas nya


Dari kalian semuanya yang sudah mau mampir ke karya aku ini,Semoga bisa selalu jadi favorit kalian ya !"

__ADS_1


__ADS_2