MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode #6 "AMNESIA"


__ADS_3

Happy reading guys !"


Esok harinya setelah menyerahkan semua tanggung jawab kepemimpinannya sebagai ketua tim penanganan pasien covit-19,


kepada Dokter rekan sejawatnya yang juga kompeten dalam bidangnya. Dokter Hasan kembali ke ruang ICU dimana istrinya masih di rawat dengan intensif.


Aku akan memberikan pengobatan terbaik untukmu Sayang." Batinnya dengan mengecup kening istrinya.


Tidak berselang lama datanglah Dokter Wahyu & Dokter Rasyid yang berdiri di depan ruang ICU untuk menyambangi Dokter Hasan. Dokter Wahyu segera mengirim pesan kepada Dokter Hasan agar keluar menemui mereka.


📩Bro keluar sebentar ada yang mau gue omongin." Isi pesan Dokter Wahyu.


📩Ok !" Balas Dokter Hasan.


Setelah itu dia beranjak dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya keluar ruang ICU.


"Langsung saja ada apa?" Tanya Dokter Hasan seraya menatap kedua rekan Dokternya itu bergantian.



"Apa benar lo mau resign dari rumah sakit ini?" Dokter Wahyu berusaha meminta klarifikasi sahabatnya.


" Iya gue mau fokus dengan pengobatan istri gue." Jawab Dokter Hasan dengan sangat serius.


"Fasilitas disini kan sudah lengkap & memadai." Ucap Dokter Wahyu mengingatkan sahabatnya itu agar mau mempertimbangkan kembali keputusannya.


"Gue gak mau lagi mengingat tempat kejadian yang menimpa istri gue di sini." Sahutnya seraya menatap lurus kedepan.


"Maaf sebelumnya Dokter Hasan kalau saya sebagai junior lancang memberikan pendapat kepada Anda yang sudah berpengalaman." Ucap Dokter muda Rasyid dengan sangat hati-hati berbicara.


"Silahkan apa yang ingin kamu sampaikan." Dokter Hasan menunggu apa yang akan di ungkapkan Dokter Rasyid selanjutnya.


" Lebih baik lakukan CT scan & MRI dulu disini kepada Khardha, supaya Anda bisa mengambil keputusan apa yang terbaik selanjutnya untuknya.


"Benar banget yang di katakan Dokter muda Rasyid, jangan sampai lo gegabah dalam mengambil tindakan untuk istri lo, bisa fatal akibatnya, nyawa istri lo yang akan jadi taruhannya." Dokter Wahyu ikut menimpali.


"Baiklah Dokter Rasyid terimakasih atas sarannya. Bisa kah anda membantu saya merahasiakan hasil medical check up istri saya nanti, karena anda yang bertugas di bagian laboratorium untuk data-data pasien itu kan," pintanya dengan penuh harap.


Sebab Dokter Hasan sangat takut hasil pemeriksaan istrinya diketahui oleh orang yang tidak suka kepadanya & wanita yang sangat dicintainya itu. Lalu memanfaatkannya untuk memisahkan mereka berdua seperti yang dilakukan Dokter Maya. Dia benar-benar sedih menyaksikan keadaan istrinya sekarang & selalu merasa bersalah bila mengingat kejadian yang menimpanya itu.


"Ok Dokter Hasan saya akan merahasiakan semuanya." Janji Dokter muda Rasyid meyakinkan bahwa dia dapat dipercaya.


"Tapi kalau gue yang tau gak papa kan bro?" Tanya Dokter Wahyu seraya menaik turunkan alisnya berusaha mencairkan suasana yang terlalu serius menurutnya.


"Dasar lo ya! Emang gue pernah main rahasia sama lo selama ini? Jangan ajak gue bercanda ya di saat kayak gini." Sahut Dokter Hasan sembari menggelengkan kepalanya menatap sahabatnya yang memang suka bergurau itu.


"Gue kan gak mau lo terlalu tegang dengan masalah lo bro! Bawa enjoy & terus berdoa aja ya, biar lo jadi tenang menghadapi semuanya." Seru Dokter Wahyu berusaha menghibur sahabatnya.


"Terimakasih bro lo selalu ada buat mensupport gue." Ucap Dokter Hasan dengan tulus.


"Sama-sama bro, gue hanya gak mau lihat lo terus larut dalam kesedihan berkepanjangan." Merangkul bahu sahabatnya yang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri.


Sebab mereka berdua sama-sama anak tunggal bedanya Dokter Wahyu adalah anak tunggal dari orang tua yang masih lengkap dan kalangan orang berada dari suku jawa serta masing keturunan keraton sedangkan Dokter Hasan adalah seorang anak yatim piatu yang sudah ditinggal kedua orang tuanya sejak masih SMK. Dia harus berjuang menggapai semua cita-citanya dengan jerih payahnya sendiri & kecerdasannya yang memang diatas rata-rata membuatnya bisa menjadi seperti sekarang ini.


****


Seminggu kemudian Khardha mulai bangun


dari koma nya. Dia mulai menggerakkan jari tangannya & perlahan membuka matanya.


Dokter Hasan yang selalu setia disamping istrinya sangat bahagia & bersyukur melihat perkembangannya.


Alhamdulillah wa syukurillah istriku sudah kembali lagi, gumamnya dalam hati seraya tersenyum penuh arti.


Dia sengaja tidak mengabari mertuanya juga keluarga istrinya di kampung ketika Khardha masih koma karena takut akan disalahkan & dipisahkan dengannya. Dia juga di larang kakak iparnya Bripka Gusti Hamidi untuk memberitahukan keadaan Khardha. Sebab mertuanya memang mempunyai riwayat jantung & komplikasi penyakit lainnya, jadi apabila tahu keadaan Khardha mereka pasti akan mengalami syok berat.


"Sayang kamu sudah bangun, apa yang kamu rasakan sekarang Sayang?" Tanya Dokter Hasan ingin memastikan keadaan istrinya.

__ADS_1


Dia mendekatkan wajahnya ingin mencium kening istrinya untuk menyalurkan kerinduannya.


"Siapa kamu?"Khardha menahan dada Dokter Hasan yang mendekatinya." Kenapa kamu memanggilku dengan sebutan sayang? Lalu apa yang ingin kamu lakukan? Apakah kamu ingin menciumku?" Tanya Khardha sembari memalingkan wajahnya ke arah lain karena takut dengan kehadiran Dokter Hasan yang tidak diingatnya.


"Aku suamimu Sayang, wajar sajakan jika aku ingin mencurahkan rasa cinta & kerinduanku kepadamu." Jawabnya seraya menatap sedih kearah istrinya dengan penolakan yang dialaminya.


"Enggak aku gak punya suami, aku juga belum pernah menikahhhh!" Teriak Khardha syok mendengar penjelasan Dokter Hasan sambil menutup telinganya dengan kedua tangannya serta menggelengkan kepalanya.


"Sayang aku mohon jangan seperti ini, aku tau aku salah sama kamu, tapi aku mohon jangan lupakan aku kayak gini." Pinta Dokter Hasan dengan mata berkaca-kaca sangat sedih menerima kenyataan yang sangat di takutkannya akhirnya terjadi juga.


"Arghhh....awww....kepalaku sakit banget." Lirih Khardha sambil memegangi kepalanya.


Setelah itu Khardha kembali tidak sadarkan diri. Dokter Hasan langsung menyuntikkan obat pereda nyeri di infus istrinya dengan butiran bening yang jatuh disudut matanya tanpa permisi karena tidak bisa lagi membendung kesedihannya.


Maafkan aku Sayang karena sudah membuatmu merasakan sakit lagi, batinnya.


Tut....tut...tut...handphone Dokter Hasan berbunyi kemudian dia melihat layar handphonenya, memastikan siapa yang melakukan panggilan ternyata Bripka Gusti Hamidi. Dia langsung keluar ruang ICU untuk menerima panggilan suara dari kakak iparnya itu dengan menaruh hpnya ditelinga kirinya.


📱"Assalamualaikum Hasan, gimana kabar Rara hari ini? Apakah ada kemajuan?" Sapa Bripka Gusti Hamidi melalui sambungan teleponnya.


📲"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulilah dia sudah bangun Kak, tapi.....," bibir Dokter Hasan terasa bergetar menahan kesedihannya.


"Tapi kenapa Hasan?" Bripka Gusti Hamidi mendesak adik iparnya mengatakan yang sebenarnya.


"Dia amnesia Kak!" Jawab Dokter Hasan sembari mengusap wajahnya dengan satu tangannya menyembunyikan kesedihannya dihadapan orang-orang yang berlalu lalang di depannya.


"Tapi Rara masih ingat sama kamu kan?" Bripka Gusti Hamidi merasa sangat prihatin.


"Itulah masalahnya Kak, dia lupa bahwa saya suaminya." Jawab Dokter Hasan dengan nada sangat lirihnya.


"Baiklah kalau begitu aku akan menjenguknya kesana, sepulang dari aku bertugas. Aku juga akan membantumu untuk membuatnya ingat kepadamu." Janji Bripka Gusti Hamidi meyakinkan adik iparnya itu.


"Iya Kak nanti saya tunggu di ruang rawat inap, karena saya akan memindahkan Khardha kekamar yang lebih nyaman." Dokter Hasan memberitahukan keputusannya sementara kepada kakak iparnya itu.


"Ok kamu kirimkan saja apa nama kamar & berapa nomor kamarnya. Assalamualaikum!"


Tuttttttt.....panggilan berakhir.


*****


" Tolong bantu saya memindahkan istri saya kekamar VVIP." Seru Dokter Hasan sembari menghampiri para petugas medis yang bertugas jaga di depan ruang ICU.


"Apakah istri anda sudah bangun & tidak memerlukan alat bantu lagi Dokter?" Petugas medis mengerutkan keningnya meminta penjelasan.


"Iya, cukup infus saja lagi." Tegasnya tanpa ingin berbasa basi.


"Baiklah Dokter kami akan siapkan semuanya." Ucap para petugas medis itu sembari menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Terimakasih!" Singkat Dokter Hasan dengan wajah datarnya.


"Iya Dokter permisi." Para petugas medis itu langsung beranjak pergi melakukan tugasnya.


*****


Setelah memindahkan istrinya ke kamar VVIP dan mengirim pesan nama kamar juga nomor kamar tempat istrinya di rawat. Dokter Hasan menunggu kakak iparnya dengan duduk di sofa yang sudah tersedia didalam ruangan itu sembari matanya terus memperhatikan ke ranjang pasien tempat istrinya yang masih enggan membuka matanya. Satu jam kemudian Bripka Gusti Hamidi datang bersama anak istrinya.


Tok...tok....tok....suara pintu diketuk dari luar.


"Assalamualaikum" Ucapan salam dari luar.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Sahut Dokter Hasan sembari berjalan menuju pintu kemudian membukakannya.


"Mari silahkan masuk semuanya, kita duduk dulu Kak !"Pintanya dengan sopan.


"Wah....,Pah, Mah kamar ini gede banget ya, lebih gede dari kamar Kiky, tapi sayang gak ada gambarnya di dindingnya !"Seru keponakan Khardha mengomentari apa yang dilihatnya sembari menggoyangkan tangan kedua orang tuanya.


"Sayang kamu jangan berisik ya." Pinta Bripka Gusti Hamidi dengan menaruh jari telunjuk di bibirnya." Papah mau bicara dulu sama om Dokter." Berjongkok mensejajarkan posisinya dengan anaknya.

__ADS_1


"Iya Pah tapi pulangnya beliin es krim ya." Rengeknya dengan memasang wajah imutnya yang tambah imut dan menggemaskan.


"Iya sayang kamu tunggu di luar dulu sama mamah ya." Ucap Bripka Gusti Hamidi dengan


mengacak rambut anaknya yang menggemaskan.


"Siap Pah !"Bersikap hormat seperti upacara bendera.


Setelah itu dia menarik tangan ibunya untuk kelur & menemaninya bermain robot yang selalu di bawanya kemana-mana.


*****


"Bagaimana Hasan tindakan apa yang akan kamu lakukan kepada Rara dengan kondisinya sekarang?" Tanya Bripka Gusti Hamidi sembari duduk kembali berhadapan dengan adik iparnya itu.


"Saya akan selalu menunggunya sampai dia


benar-benar ingat sama saya Kak." Jawab Dokter Hasan dengan penuh keyakinan.


"Bagaimana kalau Rara ikut kerumah kami saja dulu sementara waktu," ucap Bripka Gusti Hamidi mengusulkan.


"Kalau dia berada jauh dari saya semakin sulit untuknya mengingat saya Kak." Dokter Hasan


tidak bisa menerima ide kakak iparnya.


"Jadi kamu akan tetap mengajaknya pulang kerumahmu sendiri?" Menatap dengan mengangkat satu alisnya.


"Iya Kak, dengan begitu saya bisa leluasa mengingatkan kembali memori ingatannya ketika berdua bersama saya." Menjelaskan alasan nya.


"Kalau begitu terserah kamu saja Hasan jika itu yang terbaik menurutmu." Bisa menerima alasan adik ipar nya.


"Terimakasih Kak atas pengertiannya. Oh ya Kak bagaimana perkembangan kasus


yang menjerat Dokter Maya?" Mengalihkan pembicaraan.


"Kemungkinan dia akan di hukum seumur hidup, karena motif pembunuhan berencana


dan dengan sengaja mencelakai orang lain."


Menyampaikan apa yang diketahui nya.


"Syukurlah semoga dia benar-benar bisa instrospeksi diri, selama menjalani hukumannya di penjara." Sangat bersyukur namun dia tetap mendoakan yang terbaik untuk rekannya itu.


"Iya ,semoga." Gumam Bripka Gusti Hamidi.


Khardha terbangun & membuka matanya, dia mengedarkan pandangannya keseluruhan ruangan kemudian tersenyum saat melihat wajah kakaknya.


"Rara kamu sudah bangun dek?" Bripka Gusti Hamidi beranjak dari duduknya untuk mendekati ranjang tempat adiknya di rawat.


Khardha menganggukkan kepalanya seraya tersenyum menatap kearah kakaknya.


Allahuakbar....Allahuakbar....Alarm hp di aplikasi muslim milik Dokter Hasan berbunyi tanda waktu berbuka sudah tiba.


Bersambung....


Assalamualaikum, selamat menunaikan ibadah puasa semuanya, bagi yang menjalankan nya, semoga amal ibadah kita diterima Allah subhanna wataala.


Aamiin ya robbal alamin.


Mohon doa & dukungannya terus ya reader melalui,


Vote yang banyak


Like yang tiada henti


Komen yang membangun


Koin seikhlasnya

__ADS_1


Dari kalian semua yang mampir kekarya aku ini, semoga selalu menjadi bacaan favorit yang menarik bagi kalian semuanya ya, salam sayang selalu dari author Khardha Love .


__ADS_2