
Happy reading guys!
Empat puluh hari sesudah keguguran Khardha yang baru bersih & suci terlihat melaksanakan sholat isya dengan khusuknya hingga tidak menyadari suaminya sudah pulang dari rumah sakit. Dokter Hasan duduk di tepi ranjang sembari menatap istrinya yang masih memakai mukenanya, perlahan dia berjalan menghampirinya ketika melihat Khardha sudah selesai berdoa & melepaskan mukenanya. Dia langsung memeluknya dari belakang dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang istrinya juga menaruh kepalanya dibahunya.
"Sayang kamu kan udah bisa sholat, berarti aku juga bisa meminta jatah' ku malam ini,bolehkan," lirihnya dengan nada sangat menggoda ditelinga istrinya.
"Sabar ya Sayang, kita kan belum makan malam." Kilah Khardha sembari melepaskan tangan suaminya yang melingkar dipinggangnya.
"Tapi Sayang aku kan udah lama banget puasa." Sergah Dokter Hasan dengan mengikuti langkah istrinya.
"Iya Sayang aku tau, kita makan dulu ya, biar ada tenaga untuk melakukannya aku udah masak banyak tadi." Ucap Khardha sembari membantu melepaskan kemeja yang masih dipakai suaminya.
"Sayang aku penginnya makan batin dulu baru lahirnya." Pintanya dengan nada sangat manja sembari merangkul pinggang istrinya dengan posisi berhadapan.
Khardha menghela nafasnya karena tidak tega melihat raut wajah suaminya sudah memohon dan menatapnya dengan mata berkabut penuh gairah.
"Tapi sebentar aja ya, aku masih belum fit banget Sayang," Sela Khardha sembari meletakkan baju-baju kotor suaminya didalam keranjang cucian.
"Iya Sayang aku janji cuma sebentar foreplaynya tapi yang itu' belum tau lagi." Ucapnya seraya tersenyum penuh arti.
Dia menggendong tubuh istrinya dengan posisi berhadapan dan menciuminya dengan penuh gairah yang sudah lama tertahan. Khardha langsung melingkarkan kakinya dipinggang suaminya & tangannya dilehernya.
Cukup lama mereka menyatukan bibirnya dengan saling mengekplor rongga mulut masing-masing hingga akhirnya Dokter Hasan melucuti semua pakaian istrinya untuk menjelajahi setiap inci tubuhnya, namun ketika hendak masuk keintinya tiba-tiba handphone yang diletakkannya diatas nakas terus saja berdering tanpa jeda.
"Angkat dulu Sayang, siapa tau penting." Lirih Khardha disela permainan suaminya.
"Huhh, mengganggu saja!" Cebik Dokter Hasan dengan sangat geramnya ketika melihat layar hpnya ternyata Dokter Wahyu yang melakukan panggilan video call.
Dengan terpaksa dia menerima panggilan setelah menutupi tubuhnya & istrinya dengan selimut.
" Assalamualaikum hai bro gue gak ganggu kan?" Ucap Dokter Wahyu sembari menaik turunkan kedua alisnya karena melihat pasangan suami istrinya itu sudah diatas tempat tidurnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Lo itu sangat mengganggu tau!" Sinisnya dengan nada sangat ketus.
"Sorry bro, gue minta maaf kalau begitu. Gue terpaksa soalnya istri gue lagi ngidam pengin makan masakan istri lo, sudah seminggu dia gak mau makan, ini kami udah didepan rumah lo." Ucap Dokter Wahyu memberikan alasannya.
Dokter Hasan melirik kearah istrinya memberi kode agar segera memakai bajunya. Khardha pun langsung beranjak bangun mengenakan bajunya kemudian mengambilkan pakaian didalam lemari untuk suaminya.
"Ok, kami segera turun kebawah!" Serunya sembari menggandeng tangan istrinya setelah berpakaian.
Dokter Wahyu langsung memutuskan sambungan video call nya sembari menunggu tuan rumah membukakan pintu masuk untuk dia & istrinya. Tidak berselang lama Dokter Hasan juga Khardha menyambut kehadiran mereka dan langsung mempersilahkan tamu tak diundang nya masuk walaupun dengan hati yang dongkol. Namun mereka berdua tetap berusaha memperlakukan tamunya dengan baik, sebab tamu adalah raja itulah yang mendasari pasangan suami istri itu untuk selalu berlaku baik pada siapapun juga.
"Mari kita langsung makan malam aja yuk, semua sudah siap tersaji diatas meja makan." Ajak Khardha yang sudah tahu maksud kedatangan pasangan suami istri itu.
"Makasih ya Khardha kamu udah mau menjamu kami yang sudah mengganggu waktu kalian berdua." Ucap Dokter Selvi sembari menundukkan kepalanya karena malu & merasa bersalah ketika mendengar percakapan suaminya saat melakukan video call dengan Dokter Hasan barusan tadi.
"Gak papa Mbak kita kan sudah seperti keluarga, lagi pula aku juga ikut bahagia banget mendengar kehamilan kamu." Sela Khardha sembari menyendokkan makanan untuk suaminya diatas piringnya.
"Kalau begitu aku boleh ya nginap disini & tidur sama kamu." Pinta Dokter Selvi dengan menampilkan raut wajah memelasnya.
Uhuk...uhuk...uhuk... Dokter Hasan langsung tersedak makanannya ketika mendengar permintaan bumil sahabatnya itu.
__ADS_1
"Minum dulu Sayang!" Seru Khardha sembari menyodorkan air putih ketangan suaminya.
Setelah meminum air putihnya Dokter Hasan langsung menarik tangan Dokter Wahyu untuk membawanya ke ruang tamu & berbicara empat mata karena kebetulan mereka juga sudah selesai makan.
"Kenapa istri lo minta nginap & tidur bareng sama istri gue?" Tanya Dokter Hasan dengan menatap tajam kepada sahabatnya itu.
" Gue juga gak tau, kenapa dia pengin kayak gitu." Cengir Dokter Wahyu sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Asal lo tau aja gue udah puasa batin selama empat puluh hari, masa harus di pisahkan lagi sama istri gue." Jujur Dokter Hasan sembari menghempaskan tubuhnya disofa ruang tamunya itu.
"Sorry bro nanti gue bilangin sama istri gue biar kami langsung pulang aja habis ini." Ucap Dokter Wahyu sambil melirik kearah sahabatnya itu karena merasa tidak enak hati.
Tidak berselang lama Dokter Selvi & Khardha menyusul suami-suami mereka kemudian duduk disamping suami masing-masing.
"Beb aku mau tidur bareng Khardha sambil nonton film sama dia bolehkan?" Tanya Dokter Selvi sembari bergelayut manja di lengan suaminya.
"Sayang kamu harus bisa menolaknya ya, aku gak mau tidur sendirian tanpa kamu disampingku." Bisik Dokter Hasan ditelinga istrinya.
" Aku gak enak bila menolaknya Sayang, kamu sendiri tau kan kalau wanita hamil itu sensitif banget." Balas Khardha ikut berbisik kepada suaminya.
"Kita pulang aja ya Beb kasian mereka juga mau istirahat." Jawab Dokter Wahyu sembari membelai rambut istrinya dengan menyandarkan kepalanya di dadanya.
"Pokoknya aku ingin tidur sama Khardha malam ini, titik!" Pekik Dokter Selvi sambil terisak.
Hiks... hiks... hiks....Dokter Selvi menangis sesenggukan di pelukan suaminya.
Dokter Hasan langsung membulatkan matanya dengan sempurna mendengar bumil yang satu ini meminta istrinya tanpa perduli dengan perasaannya. Sedangkan Khardha yang memperhatikan reaksi suaminya hanya mampu menggigit bibir bawahnya, karena merasa serba salah tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Bagaimana ini?" Tanya Dokter Wahyu kepada Dokter Hasan dan Khardha yang terdiam menyaksikan sendiri tingkah bumil yang satu ini.
"Gak papa kok, aku mau menemani Mbak Selvi tapi jangan nangis lagi ya." Jawab Khardha seraya tersenyum manis.
Dokter Hasan yang mendengar jawaban istrinya langsung menepuk jidatnya & dengan terpaksa menganggukkan kepalanya.
"Beneran Khardha! Yuk kita nonton film dulu." Seru Dokter Selvi sembari menarik tangan Khardha mengajaknya ke lantai dua.
"Ini yang tuan rumah siapa sich sebenarnya?" Bingung Dokter Hasan dengan sikap tamu tak diundang nya itu.
"Lo sendiri kan udah pengalaman menghadapi istri yang sedang hamil, jadi gak usah bingung bro." Sahut Dokter Wahyu dengan merangkul bahu sahabatnya sembari melangkahkan kakinya mengikuti istri-istri mereka.
"Tapi perasaan istri gue dulu cuma nyusahin gue sendiri, gak menyusahkan orang lain." Sungut Dokter Hasan dengan menepis tangan Dokter Wahyu karena kesalnya.
"Itukan istri lo ya jelas beda lah sama istri gue." Ucap Dokter Wahyu dengan entengnya.
Setelah sampai diruang keluarga yang berada ditengah-tengah kamar utama & ruang fitnesnya Khardha langsung menyalakan televisi kemudian membuka lemari kecil tempat penyimpanan kaset dvdnya.
"Mbak Selvi mau nonton film apa?" Tanya Khardha sembari memilah kasetnya.
"Aku ingin nonton drakor yang berjudul 100 days my prince yang di bintangi oleh Nam Ji Hyun & Do Kyung Soo." Jawab Dokter Selvi sembari memperlihatkan foto aktor dan aktris pemainnya.
"Kalau film itu aku gak punya kasetnya Mbak, tapi aku sudah mendownloadnya di hpku sebagai koleksi." Bisik Khardha seraya tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Ya udah kalau begitu kamu tinggal sambungkan aja lagi lewat hotspot ke layar televisi." Ucap Dokter Selvi menyarankan.
"Iya Mbak sebentar ya aku ambil hpku dulu dikamar." Sahut Khardha sembari beranjak menuju kamarnya.
Dokter Hasan yang sedari tadi memperhatikan istrinya langsung menyusulnya masuk kedalam kamarnya.
"Sayang kenapa kamu gak mau menolak permintaan tamu tak diundang itu?" Tanya Dokter Hasan sembari memeluk istrinya dari belakang.
"Aku gak tega Sayang jika menolaknya kamu tau sendiri kan kalau ibu hamil itu sangat sensitif." Jawab Khardha dengan membalikkan badannya menghadap suaminya.
"Berarti kamu gak kasian sama aku, sejak tadi senjataku sudah mencari sasarannya, tapi kenapa kamu tega sama aku Sayang." Lirihnya dengan menangkup wajah istrinya.
"Maafin aku Sayang, aku gak bermaksud untuk menolakmu tapi kita juga harus memuliakan tamu. Semua itu sesuai dengan hadits Rasulullah salallahi alaihi wassallam.
"Ok, kalau begitu tapi kamu harus temani aku tidur dikamar setelah mereka tidur." Tegas Dokter Hasan dengan menekankan kata-katanya.
"Iya Sayang, kita keluar dulu ya, gak enak sama mereka." Ajak Khardha sembari menggandeng tangan suaminya.
Dengan terpaksa Dokter Hasan mengikuti langkah istrinya kemudian mendudukkan dirinya di atas sofa empuk yang bermotif kotak rainbow itu.
Setelah menyambungkan smartphonenya dengan android tv nya Khardha duduk disamping suaminya dengan menyandarkan kepalanya dibahunya. Sedangkan Dokter Wahyu merangkul istrinya dari belakang sembari mengelus perutnya yang masih terlihat datar.
"Khardha aku mau tiduran di pangkuan kamu bolehkan." Pinta Dokter Selvi sembari berpindah kesamping Khardha.
"Gak boleh istriku lagi gak enak badan kamu jangan seenaknya sama dia." Cegah Dokter Hasan sembari mendekap istrinya.
"Ishhh aku kan cuma mau pinjam paha istrimu untuk berbaring, kenapa kamu jadi marah?" Tanya Dokter Selvi dengan polosnya.
Khardha yang sudah sangat mengantuk terpaksa membuka matanya lagi, ketika mendengar perdebatan suaminya.
"Ada apa sich, kenapa kalian ribut?" Bingung Khardha menatap mereka berdua.
"Aku mau tiduran di pangkuanmu Khardha tapi dilarang oleh suamimu." Jawab Dokter Selvi dengan memajukan bibirnya.
"Gak usah dihiraukan Sayang kita kekamar aja yuk!" Ajak Dokter Hasan sembari menarik tangan istrinya.
"Maaf ya Mbak aku udah ngantuk banget, kalau kalian masih mau nonton silahkan dilanjutkan, tapi kalau mau tidur silahkan pilih kamar tamu dibawah, kami permisi dulu ya." Pamit Khardha dengan bergelayut manja di lengan suaminya.
"Khardha tungguin, aku ingin tidur sama kamu, plis malam ini aja." Pinta Dokter Selvi dengan menggoyangkan tangan Khardha layaknya anak kecil yang merayu ibunya.
Sebab dia sedang mengidam ingin selalu berada dekat dengan Khardha.
"Gak bisa dia harus tidur sama aku, kamu tidur sama suamimu aja sana." Sergah Dokter Hasan sembari menepis tangan Dokter Selvi yang memegangi tangan istrinya.
Bersambung...
Mohon maaf ya teman-teman karena aku sering telat up, sebab kesibukanku didunia nyata yang membuatku tidak bisa menulis setiap harinya.
Selalu berikan dukungan dan tinggalkan jejak kalian ya melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya.
__ADS_1
Dari kalian semua yang sudah mau mampir ke novel ku ini. Salam sayang selalu dari author Khardha Love.