MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER season2 episode # 23 "Bereksplorasi"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah selesai berkemas, mandi & sholat shubuh mereka bersiap-siap untuk pulang kembali ke Banjarmasin. Namun tiba-tiba handphone Dokter Hasan berdering tanda ada panggilan masuk, ketika melihat layar handphonenya ternyata panggilan dari kakak sepupunya Tiara, dia pun langsung menggeser tombol hijau lalu menaruhnya di telinganya.


📱"Assalamualaikum Kak." Dokter Hasan menyapa terlebih dulu.


📲"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Hasan apa kalian masih di kampung?" Tanyanya memastikan.


📱"Iya Kak, tapi hari ini kami sudah mau pulang lagi ke Banjarmasin.


📲"Lebih baik kalian gak usah pulang dulu ke Banjarmasin sebab disini PSBB di perpanjang. Wilayah kota ditetapkan zona merah penyebaran covit-19.


📱"Ok makasih ya Kak udah di ingetin, nanti aku omongin lagi sama istriku.


📲" Iya sama-sama. Oh ya apa benar Khardha


lagi hamil?"


📱" Iya Kak, tapi Kak Tiara tau darimana?" Dokter Hasan mengerutkan keningnya karena merasa belum mengumumkan kehamilan istrinya kepada keluarga besarnya.


📲"Aku baca status istrimu di medsos, dia nulis kayak gini.


Bumil laper mau kepiting sama sate bebek tapi gak kesampaian, terpaksa cuma minum susu dan makan eskrim aja. Untung ada misua yang mau masakin mie instan spesial pakai cinta.


"Itu yang ditulisnya di statusnya. Apa kamu gak pernah kepoin akun istrimu?"


📱"Enggak Kak, akunku sendiri aja aku jarang buka." Jujurnya seraya tersenyum menatap kearah istrinya yang tengah asyik memainkan handphonenya.


📲"Ohh gitu, udah dulu ya. Lain kali kita sambung lagi, assalamualaikum."


📱"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.


Tuttttt....panggilan berakhir.


*****


Drettt....drettt...ting....ting....bunyi nontifikasi pesan di handphone Dokter Hasan.


Ketika di bukanya ternyata dari Dokter Wahyu sahabatnya.


📩"Bro gimana kabar lo sama istri? Kapan balik ke Banjarmasin?"


📨"Alhamdulilah gue sama istri baik-baik aja, inshaallah hari ini kami pulang ke Banjarmasin.


📩"Sebaiknya jangan dulu bro, disini PSBB di perketat & di perpanjang karena sudah masuk zona merah pandemik covit-19, kasian istri lo kan lagi hamil, mungkin aja dia rentan terkena virus nanti pas di jalan, apalagi kalau daya tahan tubuhnya kurang, lo tau sendiri kan akibatnya.


📨"Ok makasih ya atas infonya.


Tok....tok.....tok....suara pintu diketuk dari luar.


Dokter Hasan segera membuka pintu kamarnya ketika sudah terbuka dia melihat kakak iparnya Bripka Gusti Hamidi Choi yang ada di depannya.


"Ada apa Kak?"


"Lebih baik kalian gak usah pulang dulu kalau gak membawa tanda pengenal atau surat-surat tugas sampai pandemik berakhir. Sebab orang yang dari dalam & luar kota harus ada izin tertulis dulu dari instansi terkait jika hendak melakukan perjalanan jauh. Begitulah kabar yang aku terima dari atasan kami terkait pandemik covit-19 ini. Sekarang juga Banjarmasin termasuk zona merah jadi PSBB makin di perketat & di perpanjang." Ujar Gusti menjelaskan tentang informasi yang diterimanya.


"Baik Kak sebentar saya bicara dulu sama Khardha." Dokter Hasan manggut-manggut mengerti apa yang dijelaskan kepadanya.


"Ok aku berangkat duluan ya, karena aku petugas jadi tidak masalah bagiku mau pulang kapan saja." Gusti menepuk bahu adik iparnya itu.


" Iya kak hati-hatilah di jalan ya semoga selamat sampai tujuan." Dokter Hasan mengulum senyumnya.


Khardha yang berbaring diatas ranjangnya


hanya tersenyum sumringah mendengarkan

__ADS_1


pembicaraan suaminya dari telponan dengan tante Tiara sampai mendengar nasehat kakaknya.


"Sayang sepertinya kita gak bisa pulang ke Banjarmasin hari ini." Lirihnya dengan nada sendu sembari duduk dihadapan istrinya.


"Berarti kita bisa lebih lama lagi di sini, makasih ya Sayang!" Seru Khardha dengan memeluk erat suaminya lalu mengecup seluruh wajahnya.


"Kok kamu malah bahagia banget Sayang?" Menatap istrinya dengan mengangkat satu alisnya.


Dokter Hasan merasa heran dengan respon istrinya yang diluar ekspetasinya.


"Tentu aja sayang aku kan pengin ngajak kamu bereksplorasi disini." Khardha


merencanakan sesuatu yang menyenangkan di otaknya.


"Emangnya mau ngapain? Inikan lagi pandemi, semua orang dianjurkan untuk stay at home Sayang." Dokter Hasan mengingatkan kepada istrinya.


"Aku kan gak bilang kita harus ketempat keramaian." Khardha mengulas senyumnya sembari mengedipkan sebelah matanya.


" Terus kamu mau ngajak aku kemana?" Dokter Hasan semakin penasaran dengan apa yang ada dipikirkan istrinya.


"Ada aja, nanti kamu juga pasti tau." Khardha


beranjak hendak membuka pintu kamarnya.


" Jangan aneh-aneh ya Sayang!" Serunya sembari menarik tangan istrinya dengan memicingkan matanya.


"Gak ada yang aneh Sayang aku hanya rindu dengan tempat itu." Khardha berusaha meyakinkan suaminya.


"Sayang kamu kan lagi hamil muda, aku gak mau kamu kecapean, apalagi sampai membahayakan kandunganmu." Dokter Hasan memegangi bahu istrinya dengan menatap lembut manik mata wanita yang sangat dicintainya itu.


"Iya Sayang aku tau kamu khawatir sama aku juga anakmu tapi kita kan bisa istirahat kalau udah ngerasa kecapean." Khardha berusaha menenangkan suaminya dengan menangkup wajahnya dan mengelusi pipinya.


"Ok Sayang tapi kamu harus ingat jangan terlalu kecapean apalagi sampai berlebihan bereksplorasi, karena aku akan selalu ada disampingmu untuk mengawasi dan menjagamu." Berusaha mengikuti kemauan istrinya supaya tidak mengecewakannya.


"Jangan menggodaku dengan kata-katamu itu Sayang." Ucapnya dengan mengacak rambut istrinya.


"Yaudah yuk kita keluar!" Ajak Khardha dengan menarik tangan suaminya.


Pasangan suami istri itu akhirnya keluar kamar dan bertemu dengan bu Hana, Kak Amey, Merlin juga adiknya Aisya.


"Kalian udah rapi aja, kenapa belum berangkat?" Tanya Amey memperhatikan keduanya dari atas kebawah.


"Kami gak jadi pulang takut kena virus corona." Jawab Khardha dengan polosnya seraya tersenyum menampakkan barisan giginya.


"Oh gitu ya, baguslah kalau begitu. Rumah ini jadi rame dengan kehadiran kalian berdua." Amey tersenyum bahagia menatap pasangan suami istri yang sebentar lagi akan menjadi orangtua itu.


"Kebetulan tadi Gusti juga sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di kota Banjarmasin sekarang ini nak, jadi alangkah baiknya kalian tinggal disini dulu sampai PSBB berakhir." Bu Hana menimpali dengan menatap serius kepada anak dan menantunya.


"Terus sekarang Tante sama Om Dokter mau kemana?" Tanya Merlin dengan mengerutkan keningnya.


" Kami mau menjelajahi hutan di belakang rumah." Jawab Khardha dengan merangkul lengan suaminya.


"Kehutan! Ngapain!" Seru mereka serempak.


Semuanya terkejut mendengar jawaban Khardha karena disana bukan hanya banyak nyamuk tapi juga banyak binatang yang tidak terduga.


" Ya anggap aja kami lagi piknik daripada di rumah terus, bete banget! Iya kan Sayang?" Khardha menyenggol lengan suaminya agar mengiyakan ucapannya.


Dokter Hasan hanya mengerutkan keningnya menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan, dia tidak mengiyakan juga tidak menyangkalnya.


"Ya udah terserah kalian aja, tapi ingat harus hati-hati ya." Bu Hana mengingatkan pasangan suami istri itu.


Bu Hana sangat mengerti sifat anak bungsunya yang keras kepala itu. Apalagi kalau sudah menginginkan sesuatu yang hendak dicapainya, asal itu tidak merugikan dirinya sendiri ataupun orang lain dia akan selalu mendukungnya. Sebab dia juga sangat percaya bahwa menantunya pasti akan menjaga dan melindungi istri serta calon cucunya.


"Iya Bu, kalian semua tenang aja ya, dulu aja aku gak papa main kehutan sendirian, apalagi

__ADS_1


sekarang udah ada suamiku yang selalu mau nemenin aku." Khardha berusaha menenangkan semuanya supaya tidak mengkhawatirkannya." Yuk Sayang kita jalan!" Ajaknya dengan menarik tangan suaminya.


"Assalamualaikum." Ucap Dokter Hasan mewakili istrinya yang sudah tidak sabar lagi mengajaknya pergi.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Semua orang yang ada dirumah menyahuti.


Setelah berpamitan pasangan suami istri itu melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak menuju hutan yang sangat lebat, dengan banyaknya pepohonan nan rimbun dilingkari tanaman liar yang merambatnya. Sehingga menutupi semua akses masuk kedalamannya dengan tangan kosong. Dokter Hasan menghentikan langkahnya lalu menarik istrinya agar ikut berhenti.


"Kamu gak salah ngajak aku ke hutan yang lebat kayak gini?" Tanyanya sembari menatap istrinya dengan intens.


"Tenang aja Sayang aku punya jalan rahasia buat masuk ke dalam hutan Ini." Jawab Khardha seraya tersenyum penuh arti.


"Maksud kamu apa Sayang? Aku gak mau kamu melakukan hal yang aneh-aneh, apalagi sampai membahayakan dirimu sama kandunganmu." Dokter Hasan menatap istrinya dengan tatapan menyelidik.


"Udah kamu ikutin aku aja, gak usah banyak omong." Khardha menarik tangan suaminya membawanya kesela rimbunnya pepohonan.


Disana terdapat dua pohon yang dahannya saling bertaut sehingga membentuk hati yang sempurna, dengan untaian tanaman liar menjulang kebawah seperti tirai


berwarna hijau asri dan di balik itu semua


terdapat sungai kecil nan indah di dalam hutan yang di huni berbagai macam ikan air tawar berbagai jenis. Disana juga ditumbuhi pohon yang bunganya bermekaran mirip bunga di musim semi kalau di luar negeri. Didalam hutan itu juga ada jembatan kecil yang sengaja di buat sendiri oleh Khardha ketika dia masih menyandang status gadis tomboy.


"Subhanallah! Pemandangan di sini sungguh luar biasa Sayang." Seru Dokter Hasan karena sangat takjub melihatnya dengan mengedarkan pandangannya.


Khardha hanya tersenyum manis mendengar kata-kata yang diucapkan suaminya. Dia berdiri membelakanginya dan ikut menikmati pemandangan yang ada didepannya.


"Kok kamu bisa tau ada tempat yang indah seperti ini didalam hutan lebat kayak gini Sayang?" Memeluk istrinya dari belakang & menaruh kepalanya di bahunya.


"Waktu itu aku gak sengaja nemuin tempat ini karena lagi gegana habis putus cinta dan di jodohkan sama seorang pria yang aku sendiri belum pernah bertemu dengannya. Aku butuh waktu sendiri tanpa harus di ganggu orang lain. Aku bertanya pada diriku sendiri, kenapa nasib cintaku selalu kandas? Apa aku gak bisa bahagia dengan orang kucintai dan mencintaiku? Atau memang takdir selalu mempermainkanku? Aku ingin hubungan yang didasari atas cinta, kasih sayang yang tulus, kesetiaan dan kepercayaan. Bukan karena paksaan dari orang tua ataupun keluarga yang mengekangku. Aku memang bukan wanita yang sempurna tapi aku ingin selalu membahagiakan dan dibahagiakan. Salahkah jika diriku selalu berharap yang terbaik walaupun aku bukan orang yang baik?" Khardha menceritakan semua bagaimana dia bisa menemukan tempat yang sangat indah itu.


"Sayang kamu adalah yang terbaik untukku.


Membalikkan tubuh istrinya agar menghadap kearahnya." Apapun kekuranganmu aku akan selalu berusaha menerimanya dengan lapang dada." Merengkuh istrinya membawanya kedalam pelukannya." Walaupun pernikahan kita awal nya karena perjodohan tapi jujur dari pertama aku melihat foto mu aku sudah mulai tertarik dan berusaha mengenal mu lebih jauh melalui kak Tiara sepupuku yang sekarang jadi tante kamu. Kamu mau tau gak kenapa ketika pertama kali bertemu aku langsung mengajakmu bertunangan?"


"Emangnya kenapa? Itulah yang selalu ingin aku tanyakan sama kamu." Khardha mengerutkan keningnya dengan sempurna.


"Karena aku udah jatuh cinta


kepadamu sejak pandangan pertama. Menurutku kamu itu ibarat mutiara yang terpendam, harus kujaga dan kusayangi sepenuh hati. Aku memang gak pernah pacaran sebelumnya tapi aku sangat mengerti apa yang dinamakan cinta. Bagiku cinta itu terbagi menjadi dua, yang pertama cinta karena nafsu semata yaitu orang yang berpacaran sebelum menikah karena itu pasti akan menimbulkan fitnah. Yang kedua cinta karena mengharapkan ridho Allah subhanna wata'ala semata yaitu pacaran sesudah menikah seperti yang aku lakukan sama kamu, sebab semuanya sudah halal dan bernilai ibadah." Jujurnya menjelaskan tentang isi hatinya lalu mencium kening istrinya sembari memejamkan matanya.


"Makasih Sayang kamu sudah memilihku dan menyadarkanku bahwa semua yang aku pikirkan selama ini adalah salah." Ucap Khardha dengan menghirup aroma maskulin dari tubuh suaminya.


"Sama-sama Sayang." Dokter Hasan tiba-tiba


mengangkat tubuh istrinya lalu mengucapkan kata cinta nya.



"I love you soo much my wife." Menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.


"I love you too my husband." Khardha membalas kata-kata suaminya karena dia selalu berusaha menjadi istri yang baik untuknya.


Bersambung...


Assalamualaikum, selamat menunaikan ibadah puasa semuanya bagi yang menjalankannya.


Semoga amal ibadah kita semua di terima Allah subhanna wata'ala, aamiin ya robbal alamin.


Mohon doa & dukungannya terus ya teman-teman dengan tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin nya.


Semoga selalu bisa menghibur para reader semuanya yang suka membaca cerita novel bergenre romantis ini.


Jadikan favorit kalian selalu ya biar bisa dapat up terbaru setiap hari dari aku.


Salam sayang selalu dari author Khardha Love.

__ADS_1


__ADS_2