MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode #17 "Merealisasikan"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah menutup sambungan telponnya Dokter Hasan kembali menghampiri istrinya yang masih sibuk membaca kandungan isi & aturan pakai di setiap box susu yang di pilih nya.


"Gimana Sayang sudah selesai pilih susu nya?" Tanyanya sembari memegangi bahu istrinya dari belakang.


"Eh iya, udah Sayang." Khardha kaget mendapatkan sentuhan tangan suaminya yang tiba-tiba.


" Sekarang kita cari cemilan sama es krimnya yuk!" Ajak Khardha kemudian berjalan mendahului suaminya dengan mendorong trolinya.


"Sini biar aku aja yang dorong trolinya." Dokter Hasan mengambil alih posisi istrinya.


"Makasih ya Sayang, cup!" Khardha mencium pipi suaminya sekilas, lalu dia melangkahkan kakinya lebih cepat menuju deretan cemilan & es krim yang sangat di inginkannya.


"Sayang tungguin jangan cepat-cepat jalannya kamu itu lagi hamil." Seru Dokter Hasan dengan memperlebar langkah kakinya untuk menyusul istrinya.


Setelah sampai di depan frezzer yang penuh dengan es krim berbagai macam rasa & merk Khardha menjadi kalap, karena semuanya sangat menggiurkan menurutnya.


"Sayang boleh gak aku borong semua es krim nya?" Tanya Khardha dengan nada manja sambil mengedipkan matanya & menampilkan wajah imutnya.


"Jangan berlebihan Sayang nanti kamu sakit, segala sesuatu yang berlebihan itu gak baik untuk kesehatan." Dokter Hasan menghampiri istrinya lalu memegangi pundaknya untuk memberikan pengertian.


"Kalau gitu gak usah beli aja sekalian."


Khardha merajuk seperti anak kecil yang dilarang orang tua saat kemauannya tidak terpenuhi, dia juga memalingkan wajahnya kearah lain tidak mau perduli dengan apa yang di katakan suaminya.


"Sayang jangan ngambek ya, aku kan cuma nasehatin kamu biar gak sakit nantinya." Dokter Hasan memutar kepala istrinya agar menghadap kearahnya lalu mencubit gemas pipinya." Jangan suka ngambek Sayang nanti cantiknya hilang loh." Ucapnya sembari menatap istrinya dengan tersenyum manis.


"Aku bingung mau pilih yang mana es krim nya Sayang, sebab aku ingin mencoba semuanya." Jujur Khardha dengan menundukkan wajahnya." Aku juga gak makan sendiri kok, dirumah kan ada Merlin sama adiknya yang bantuin aku untuk menghabiskannya." Khardha membujuknya lagi dengan bergelayut manja dilengan suaminya.


"Ya udah terserah kamu aja kalau gitu Sayang, aku gak mau kamu ngambek lagi." Dokter Hasan akhirnya mengalah agar tidak mengecewakan istrinya.


"Makasih ya Sayang, cup!" Khardha mengecup bibir suaminya sekilas lalu mengambil semua merk dan rasa es krim yang di inginkannya.


Untung saja pengunjung sepi karyawan minimarket pun tidak memperhatikan kelakuan mereka berdua, kalau iya pasti mereka akan berpikiran macam-macam tentang mereka yang selalu mengumbar kemesraan di tempat umum itu.


"Iya sama-sama Sayang yang penting kamu bahagia, aku akan selalu berusaha merealisasikan semua keinginanmu." Dokter Hasan mengusap punggung istrinya dengan lembut.


Dia menerima puluhan es krim yang diambil istrinya lalu memasukkanya kedalam troli.


Seusai belanja semua yang di inginkan istrinya, Dokter Hasan segera membayarnya di kasir, lalu mereka berdua kembali keparkiran, dan memasukkan belanjaannya di jok belakang. Diapun segera membukakan pintu mobil untuk istrinya dan ikut duduk di depan kemudi, setelah itu dia melajukan kembali mobilnya ke jalan raya yang tidak terlalu ramai lagi karena jarum jam sudah menunjukkan pukul 22:30 wita.


'"Habis ini kita singgah sebentar ke apotek ya Sayang, beli vitamin buat kamu." Ujarnya sembari melirik istrinya sebentar kemudian fokus kembali ke jalanan.


"Iya Sayang." Sahut Khardha sambil menjilati es krim yang baru di bukanya dengan nikmatnya..


"Kok kamu belepotan gitu sich makan es krim nya Sayang!" Seru Dokter Hasan merasa gemas dengan tingkah istrinya.


"Emang kenapa kamu mau?" Khardha


menawarkan es krim ke depan suaminya.


"Enggak Sayang kamu aja yang makan sampai puas & kenyang." Dokter Hasan tersenyum melihat istrinya yang begitu menikmati es krim nya.

__ADS_1


" Ya udah kalau gak mau." Khardha kembali


memakan es krim nya sampai habis lalu mengambil lagi yang baru.


Tidak lama kemudian sampai lah mereka di depan apotek. Dokter Hasan memarkir mobilnya sebentar di pinggir jalan, dia menyuruh istrinya menunggu di dalam mobil saja agar tidak usah ikut turun. Setelah membeli vitamin untuk istrinya


dia kembali melajukan mobilnya, ketika melewati jalanan sepi menuju pulang kerumah Dokter Hasan menghentikan laju mobilnya lalu mematikan mesinnya.


"Kamu mau ngapain Sayang?" Khardha merasa aneh dengan ulah suaminya.


Dia menatap suaminya dengan kening berkerut penuh tanda tanya.


"Aku udah gak tahan liat kamu dari tadi menjilati es krim kayak tadi Sayang." Dokter Hasan langsung melepaskan sabuk pengamannya.


Dia mendekat lalu menjilat sisa es krim di bibir istrinya, dia juga mulai menyatukan bibirnya dengan ritme yang lembut namun menuntut. Hingga merasa kehabisan oksigen barulah dia melepaskannya.


"Aku benar-benar sudah horny Sayang, kamu harus tanggung jawab karena selalu menggodaku sejak siang tadi." Desisnya dengan nafas memburu untuk segera melepaskan hasratnya yang sudah diubun-ubun. Dia langsung menurunkan kursi penumpang yang diduduki istrinya agar nyaman untuk berbaring.


"Tapi kita kan sedang ada dijalan Sayang, kita juga masih didalam mobil. Nanti kalau ada yang lewat terus mengira kita berbuat mesum gimana?" Khardha menahan tubuh suaminya yang ada diatasnya.


"Aku gak perduli Sayang, ini semua juga gara-gara kamu yang selalu menggodaku sejak siang tadi, jadi sekarang aku akan merealisasikan keinginanmu untuk mengajakku bercinta." Ujarnya dengan kembali melanjutkan aksinya.


"Tapi kenapa harus dalam mobil Sayang?" Khardha berusaha menahan niat suaminya.


"Kita coba sensasi dan suasana yang baru Sayang." Jawabnya dengan menanggalkan


semua pakaiannya juga istrinya.


"Makasih Sayang." Ucapnya sembari menghujani seluruh wajah istrinya dengan kecupannya." Nanti kalau sudah sampai dirumah kita tinggal mandi terus istirahat aja lagi." Ujarnya dengan merengkuh erat tubuh mungil istrinya kedalam pelukannya.


Khardha hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah sebab dia kembali merasakan mual yang mengocok perut dan juga tenggorokkannya. Dia kembali menghirup aroma tubuh suaminya yang di penuhi keringat. Sebab dengan begitu perasaan mualnya akan hilang seketika bila sudah mencium aroma khas maskulin laki- laki yang sudah bisa merebut hatinya itu. Sungguh ngidam bumil yang aneh tapi nyata


menurut Dokter Hasan, namun dia juga sangat menyukainya sebab dengan begitu istrinya akhirnya tidak bisa jauh darinya. Itu semua menandakan perjuangan cintanya selama ini benar-benar berbuah hasil yang sangat memuaskan untuknya.


Setelah memakai kembali baju mereka masing-masing Dokter Hasan kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah mertuanya. Sedangkan Khardha langsung tertidur meringkuk seperti bayi di pangkuan suaminya. Walaupun agak susah menyetir tetapi dia tidak mempermasalahkan sikap istrinya yang semakin manja itu.


Aku sangat menyayangi dan mencintaimu apapun keinginanmu aku akan berusaha merealisasikanya, sekuat semampuku pasti akan aku berikan demi kebahagiaanmu Sayang," batinnya seraya mengulas senyuman nan penuh makna yang terkandung didalamnya.


Tidak lama kemudian sampailah mereka berdua di depan rumah orang tuanya.


Dengan segera dia mematikan mesin mobilnya dan menggendong istrinya untuk masuk ke dalam rumah.Ternyata orang dirumah belum semuanya tertidur karena asyik menonton sinetron di televisi, dia pun di tegur oleh kakak iparnya.


" Ada apa lagi dengan Rara? Kenapa dia harus kamu gendong?" Tanya Bripka Gusti Hamidi Choi sembari mengerutkan keningnya heran melihat adik iparnya yang bergegas masuk kedalam rumah dengan menggendong istrinya.


"Tidak ada apa-apa Kak dia hanya ketiduran." Jawab Dokter Hasan dengan


berhenti sebentar didepan kakak iparnya untuk menjelaskan tentang keadaan istrinya, agar tidak menimbulkan kecemasan.


"Ohh aku kira dia pingsan lagi tadi. Ya sudah cepat baringkan saja dia dikamar, biar kamu tidak kelelahan menggendongnya." Ucap Gusti sembari menyadarkan dirinya disofa depan televisi.


"Iya Kak." Sahut Dokter Hasan kembali melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar.


Ketika sampai didepan pintu kamar dia kesusahan menarik gagang pintunya, dengan terpaksa dia meminta Merlin yang sedang asyik di depan televisi untuk membukakan pintunya.

__ADS_1


"Merlin tolong buka kan pintu kamar ya." Pintanya dengan semakin mengeratkan tangannya yang menggendong tubuh istrinya karena mulai merasa kebas dan kesemutan.


"Baik Om." Merlin segera beranjak membantu membukakakan pintu kamar yang masih terkunci.


Setelah pintu terbuka Dokter Hasan mengucapkan terimakasih kepada keponakan pertama kesayangan istrinya itu.


"Terimakasih ya Merlin tolong tutup kembali pintunya ya." Ucapnya sembari


membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang dengan hati-hati.


"Iya Om." Merlin menutup pintu kamar tantenya kemudian berjalan kembali ke depan televisi.


Setelah melepaskan jaketnya sendiri & jaket yang dipakai istrinya dia keluar lagi untuk mengambil belanjaan yang masih ada di dalam mobil. Dia mengunci mobilnya dan kembali masuk kedalam rumah lalu menyerahkan tas belanjaan kepada keponakan istrinya itu.


"Merlin tolong simpan es krim nya di kulkas ya, kalau kamu mau silahkan ambil saja tapi sisa kan juga buat tante kamu.'' Ujarnya seraya tersenyum tipis namun sangat menawan siapa pun yang melihatnya, termasuk Merlin keponakan istrinya itu.


"Ok Om makasih ya oleh-oleh nya." Sahut Merlin sembari menerima dengan cengengesan merasa sangat terpesona melihat wajah tampan suami tantenya itu.


Senyuman om Dokter bikin meleleh gimana kalau dia tertawa saat bersama tante ya, pasti tante jadi klepek-klepek dibuatnya," gumam Merlin dalam hatinya.


"Ehh ini kok ada susu ibu hamil? Apakah itu artinya Tante yang hamil?" Merlin kembali


menatap kearah Dokter Hasan dengan mengerutkan keningnya.


" Iya." Jawabnya singkat padat & jelas.


"Yeyy aku bakal punya adik lagi!" Seru Merlin


melonjak kegirangan.


"Beneran Rara lagi hamil Hasan?" Gusti bertanya memastikan pendengarannya.


"Benar Kak." Sahutnya menegaskan.


"Kamu yakin?" Gusti mengangkat sebelah alisnya, merasa sangat terkejut dengan kehamilan adik bungsunya.


"Insha Allah iya kak ." Tegasnya dengan menekankan kata-katanya agar lebih meyakinkan lagi.


"Siap-siap aja kamu Hasan pasti dia ngidam yang aneh-aneh nanti." Ujar Gusti mewanti-wanti." Istriku dulu ngidam maunya mencium aroma tubuhku terus waktu awal kehamilannya. Setiap aku hendak berangkat dinas dia minta aku olahraga dulu diatas ranjang baru boleh pergi." Cerita Gusti tentang pengalamannya menghadapi istrinya ketika sedang mengandung anaknya.


Dokter Hasan hanya tersenyum mendengarkan cerita kakak iparnya. Dia enggan untuk mengomentarinya, karena yang di rasakannya hampir sama persis dengan pengalaman kakak iparnya itu.


Bersambung....


Assalamualaikum, selamat menunaikan ibadah puasa semuanya bagi yang menjalankannya.


Semoga amal ibadah kita semua di terima Allah subhanna wata'ala, aamiinn ya robbal alamin.


Mohon doa & dukungannya terus ya teman-teman melalui, vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun dan koin seikhlas nya.


Dari kalian semuanya yang sudah mau mampir ke karya aku ini.


Semoga selalu bisa jadi bacaan favorit kalian semuanya ya, terimakasih salam sayang selalu dari author Khardha Love.

__ADS_1


__ADS_2