
Happy reading guys!"
Kenapa kamu selalu menggodaku hari ini Sayang? Awas aja nanti malam akan kubuat kamu memohon kepadaku, batin Dokter Hasan seraya tersenyum penuh arti.
Allahuakbar....Allahuakbar....Suara azan menandakan waktu zuhur telah tiba dari speaker musholla dekat rumah orang tua Khardha.
"Ternyata di kampung istriku masih ada kumandang azan di musholla ya, walaupun ada larangan dari pemerintah untuk sosial distancing & physical distancing juga stay at home. Tapi disini sepertinya tidak berlaku, semoga saja semua masyarakat di sini selalu sehat & dalam lindungan Allah swt." Gumam Dokter Hasan namun masih di dengar oleh istrinya yang baru masuk kedalam kamar.
"Aamiin ya mujibbassailin." Sahut Khardha dengan mengusap kedua tangannya ke wajahnya.
"Sayang kamu mau sholat zuhur di musholla kan?" Tanya Khardha sembari duduk dipinggir ranjangnya.
"Iya Sayang, sebentar aku mau wudhu dulu." Jawab Dokter Hasan sembari beranjak dari duduknya kemudian berlalu pergi menuju kamar mandi.
Khardha pun segera membongkar koper milik suaminya, untuk menyiapkan baju muslim, sarung & pecinya, setelah itu dia meletakkannya di atas ranjang agar suaminya bisa segera memakainya. Tidak berselang lama Dokter Hasan kembali masuk kedalam kamar.
"Itu baju kamu udah aku siapin Sayang." Tunjuk Khardha dengan kerlingan matanya karena dia sibuk memakai mukenanya.
"Sayang kita gak usah ke Dokter kandungan ya plis," ucap Khardha dengan menangkup kedua tangan di depan dadanya.
"Loh emangnya kenapa?" Dokter Hasan menatap istrinya dengan kening berkerut.
Sebab tadi Khardha sudah menyetujui keinginannya untuk mengajaknya periksa kandungan kepada ahlinya.
"Aku takut kalau harus ketemu Dokter selain kamu Sayang," Jawab Khardha dengan wajah sendu membayangkan sesuatu yang tidak seharusnya karena kebanyakan Dokter spesialis kandungan adalah laki-laki.
"Kamu tenang aja ya Sayang, aku akan cariin dokter kandungan wanita buat kamu." Dokter Hasan mengerti ketakutan yang dimaksud istrinya karena dia juga tidak mau wanita kesayangannya itu disentuh laki-laki lain.
"Di sini kan susah cari dokter kandungan wanita Sayang, yang banyak cuma bidan." lirih Khardha dengan menatap kearah suaminya.
"Jadi kamu maunya gimana?" Dokter Hasan memegangi bahu istrinya yang sudah tertutup mukena dengan menatapnya intens.
Tiba-tiba Khardha teringat dengan kakak sepupunya yang berprofesi sebagai bidan dikampung itu.
"Oh iya, aku kan punya kakak sepupu bidan yang sering nolongin orang melahirkan Sayang." Ujar Khardha seraya tersenyum manis dengan mata berbinar bahagia menatap suaminya.
"Ya udah kita kesana aja dulu sementara, tapi nanti kalau sudah pulang ke Banjarmasin kita langsung ke Dokter kandungan ya." Sahut Dokter Hasan karena tidak ingin memaksakan kehendaknya kepada wanita yang sangat dicintainya itu.
"Ok Sayang sekalian kita silaturahmi kerumahnya, aku juga udah lama gak kesana." Seru Khardha dengan menyatukan ibujari dan telunjuknya.
"Ya sudah aku pergi jamaah dulu, assalamualaikum." Ucap Dokter Hasan sembari melangkahkan kakinya keluar menuju musholla.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Khardha menyahuti kemudian dia segera melaksanakan sholat sunnah qabliah zuhur di lanjutkan dengan sholat fardhu zuhur, berzikir & berdoa.
" Ya Allah ampunilah dosa-dosa ku, dosa kedua orang tuaku, kakak-kakakku, keponakanku, suamiku, & semua keluarga besar kami kedua belah pihak. Tetapkanlah kami semua dalam ketaqwaan iman dan islam, matikan kami semua dalam keadaan Khusnul Khotimah. Ridhoi dan berkahi sisa umur yang di berikan kepada kami, jadikan kehidupan rumah tangga kami semua sakinah, mawaddah, warohmah. Cukupkanlah kami dengan segala nikmat dan rezeki yang halal lagi baik yang selalu Engkau berikan kepada kami, berikan ketenangan & kebahagiaan lahir bathin dunia akhirat untuk kami semuanya. Jika benar Engkau menitipkan janin di dalam rahimku ini, berikan aku kekuatan untuk mengandung juga memeliharanya sampai dia lahir ke dunia ini dengan selamat, aamiin ya robbal alamin.
Khardha berdoa sangat khusuknya hingga tidak menyadari ternyata suaminya sudah masuk kedalam kamar sedari tadi .
"Aamin Allahumma aamiin," sahut Dokter Hasan mengaminkan doa istrinya yang terdengar lirih di telinga nya.
"Assalamualaikum Sayang, bidadari surgaku inshaallah." Dokter Hasan berjalan menghampiri istrinya.
"Waalaikumussalam warahamatullahi wabarakatuh Sayang, imamku dunia akhirat inshaallah." Sahut Khardha dengan menolehkan kepalanya seraya tersenyum menatap kedatangan suaminya.
"Sayang aku terharu banget mendengar doa kamu." Dokter Hasan langsung merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukannya.
'"Hemmm makasih ya Sayang kamu udah ikut mengaminkan doaku." Khardha menyandarkan kepalanya didada bidang suaminya.
Dokter Hasan tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dan mengecup kening istrinya.
__ADS_1
"Kita istirahat dulu yuk, tidur sebentar aja sebelum waktu ashar tiba, badanku rasanya capek banget Sayang baru aja terasa." Dokter Hasan melepaskan pelukannya lalu menanggalkan baju, sarung dan peci yang di pakainya.
Dia menyisakan kaos dalam dan celana boxernya saja lagi.
"Ok Sayang." Khardha melepaskan mukena yang dipakainya & long dress nya.
"Sayang kamu bisakan gak usah pakai baju." Pinta Khardha ketika menatap suaminya dari atas kebawah lalu ikut berbaring disebelahnya.
"Sayang ini kan masih puasa aku takut nanti khilaf kalau aku buka baju sekarang." Sahut Dokter Hasan sembari merebahkan tubuhnya membelakangi istrinya.
" Aku cuma mau nyium aroma tubuh kamu Sayang, masa gitu aja gak boleh, hiks...hiks." Khardha mulai menangis seperti anak kecil
karena kemauannya tidak di turuti.
" Hey kenapa kamu nangis Sayang? Aku kan cuma gak mau buka baju bukan ninggalin kamu." Bingung Dokter Hasan dengan tingkah istrinya yang tidak seperti biasanya.
Dia pun membalikkan badannya untuk membawa istrinya dalam dekapannya & membelai rambutnya untuk menenangkannya, namun Khardha tetap aja menangis sesenggukan hingga membasahi dada suaminya.
Hiks hiks, hiks hiks... Khardha semakin terisak.
"Hentikan tangisanmu Sayang nanti kedengaran sampai keluar dikirain orang aku kdrt sama kamu." Bisik Dokter Hasan ditelinga istrinya.
"Aku gak peduli ini semua karena kamu yang gak mau nurutin kemauanku." Pekik Khardha dengan memukuli dada suaminya.
"Baiklah Sayang aku buka bajuku sekarang." Dokter Hasan terpaksa tidur bertelanjang dada.
Terik mentari disiang hari bulan ramadhan ini semakin menambah panas & gerah didalam kamar yang hanya berukuran 3x4 meter persegi itu. Dokter Hasan sangat takut tidak bisa menahan diri ketika berdekatan dengan istrinya yang semakin manja kepadanya hari ini. Namun dia juga tidak tega menyaksikan wanita yang sangat dicintainya itu menangis dan merajuk seperti tadi. Dia pun berusaha memejamkan matanya sambil terus berdoa & beristigfar dalam hati, merasakan apa saja yang dilakukan istrinya tanpa berniat membalasnya.
"Makasih Sayang," ucap Khardha sembari memeluk & menciumi aroma tubuh maskulin suaminya dengan sangat bahagia, layaknya anak kecil yang mendapatkan mainannya.
Kamu sekarang benar-benar aneh tapi nyata
Sayang, kelakuan kamu juga berubah seratus delapan puluh derajat. Apa ini yang dinamakan ngidam ya? Gumam Dokter Hasan dalam hatinya.
Astagfirullah al azdim, untung aja ketek ku selalu wangi, kalau enggak kasian banget kamu sayang, batinnya seraya tersenyum merasa lucu dengan perilaku istrinya.
Sebenarnya aku pengin banget menghubungi Dokter Wahyu, dia kan Dokter kandungan sedikit banyaknya dia pasti tau kalau perempuan ngidam gimana, tapi kalau aku bergerak sedikit pasti istriku akan terbangun, mending aku ikut istirahat aja dulu, ujarnya kembali membatin.
Dia pun memejamkan matanya setelah membaca doa sebelum tidur. Akhirnya dia juga ikut terlelap disamping istrinya dengan posisi seperti itu, sebab dia baru merasakan lelahnya sehabis membantu prosesi pemakaman bapak mertuanya tadi.
*****
Aku tak ingin kau menangis bersedih
sudahi air mata darimu
Yang aku ingin arti hadir diriku kan menghapus dukamu sayang
Karena bagiku kau kehormatanku
Dengar kan-dengarkan aku
Hanya satu pintaku untukmu dan hidupmu
Baik-baik sayang ada aku untukmu
Hanya hanya pintaku di siang dan malammu
Baik-baik sayang karena aku untukmu
__ADS_1
Semua keinginan akan aku lakukan
Sekuat semampu ku sayang
Karena bagiku kau kehormatan ku
Dengarkan, dengarkan aku
💖💗💖
Alunan lagu dari band Wali di handphone Dokter Hasan terus berbunyi sebagai tanda alarmnya, namun pasangan suami istri itu tetap tidak terganggu sedikitpun karena sangat nyenyak dan kelelahan. Hingga akhirnya suara teriakan & ketukan seseorang di pintu kamar mengejutkan mereka.
Tok....tok....tok....bunyi pintu diketuk.
"Khardha, Hasan bangun! Ini sudah
jam lima sore kalian gak mau bangun ya, cepat keluar!" Teriak Bu Hana karena mendengar bunyi handphone yang terus bernyanyi dari dalam kamar.
Mereka berdua pun terlonjak kaget & langsung terduduk, kemudian saling pandang satu sama lain.
"Astagfirullah al azdim Sayang, itukan suara ibu!" Seru Dokter Hasan sembari mengusap wajahnya.
Khardha pun menganggukkan kepalanya
dan menyahuti teriakan ibunya.
"Iya bu kami udah bangun, bentar lagi kami
keluar!" Pekik Khardha masih diatas tempat tidurnya.
"Ya udah yuk Sayang kita keluar," ajak Dokter Hasan sembari beranjak bangun langsung berjalan hendak membuka pintu.
"Sayang kamu mau keluar tanpa memakai baju dengan kondisi seperti itu? Tunjuk Khardha kearah dada suaminya yang memerah karena ulahnya.
"Astagfirullah al azdim, kenapa kamu tega lakuin semua ini kepadaku Sayang?" Dokter Hasan baru saja menyadari kondisinya yang banyak kiss mark dari istrinya.
Dia langsung bercermin di meja rias istrinya untuk memastikan bagaimana keadaannya.
"Syukurlah cuma di dadaku aja yang kamu kasih tanda Sayang, kalau dileher apa kata dunia nantinya, masa siang bulan ramadhan kita dikira bercinta." Ujarnya sembari memakai bajunya & mengambil handuknya." Mentang-mentang gak puasa hari ini kamu jadi nakal ya, awas aja nanti malam akan kubalas kamu Sayang." Dokter Hasan memainkan telunjuknya ke arah istrinya seraya tersenyum smirk.
"He,he maafin aku ya Sayang!" Cengir Khardha dengan menggaruk kepalanya.
"Aku gak mungkin bisa marah sama kamu hanya gara-gara ini Sayang." Dokter Hasan langsung mendekap & menciumi puncak kepala istrinya.
"Ya udah yuk kita keluar!" Ajaknya sembari menggandeng tangan istrinya.
"Iya Sayang kita wudhu terus sholat jamaah ya." Khardha mengikuti langkah suaminya menuju kamar mandi dengan berjalan bersisian.
Bersambung...
Assalamualaikum! Selamat menunaikan ibadah puasa semuanya bagi yang menjalankannya, semoga amal ibadah kita semua diterima Allah subhanna wata'ala, aamiin ya robbal alamin.
Mohon doa & dukungan nya terus ya melalui,
Vote yang banyak
Like yang tiada henti
Komen yang membangun
__ADS_1
Koin seikhlas nya
Dari kalian semuanya yang sudah mau mampir ke novel ku ini.Semoga selalu bisa jadi bacaan favorit kalian semua ya terimakasih, salam sayang selalu dari author Khardha love.