MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode #57 "Jangan tinggalkan aku sayang!


__ADS_3

Happy reading guys!"


🌿Air mata ini tidak bisa ku bendung lagi


Aku benar-benar tak kuasa lagi mengingat kata-kata yang terucap dari bibirmu sayang.


Sanggupkah aku bertahan tanpamu disisiku,jika itu benar terjadi.Aku mohon kuatkan aku & dia ya Allah,batinnya.


🌿Disaat kita sangat mencintai & menyayangi seseorang,ketika itu pula hati kita diuji.


🌿Apakah kita memilih jalan yang benar atau salah, kekiri atau kekanan,semua itu adalah pilihan.


🌿Dan beruntung lah bagi orang-orang yang bisa berfikir dengan baik.


*****


Ruang UGD....


" Dokter Hasan istrimu kritis, dia banyak kehilangan darahnya, kita harus secepatnya mengambil tindakan operasi,untuk menyelamatkan anakmu."Dokter Wahyu memang sengaja berbahasa formal agar terlihat lebih berwibawa dihadapan para Dokter & perawat.


" Lakukan apapun yang terbaik untuk menyelamatkannya!" Tegasnya.


"Baiklah ayo cepat pindahkan pasien ke ruang operasi!" Perintah Dokter Wahyu kepada petugas medis yang ada disana.


Khardha pun di pindahkan keruang operasi dengan brankar.Ketika di koridor Rumah sakit


menuju kamar operasi Dokter Hasan selalu setia berada disamping istrinya dengan terus menggenggam tangan nya.


"Jangan tinggalkan aku sayang!" aku mohon bertahanlah ,demi anak kita!" Dokter Hasan terus-menerus mengucapkan kata-kata itu di telinga istrinya dengan perasaan yang sangat sedih,lara & pilu menusuk tajam di setiap urat nadinya.


*****


Didalam ruang operasi Dokter Wahyu sebagai spesialis kandungan, Dokter Reyhan sebagai spesialis anak,Dokter Erwin sebagai spesialis anestesi, para perawat & Dokter Hasan yang selalu setia disamping istrinya.


Begitu sibuk melakukan tindakan medis untuk menyelamatkan Khardha & bayinya, semua alat medis juga sudah terpasang sejak tadi di seluruh badan nya.Para medis sudah berhasil mengeluarkan anaknya namun tidak ada tangisan dari bayi laki-laki mungil itu.

__ADS_1


" Dokter Hasan anakmu juga kritis, kami harus memasukkan nya kedalam inkubator & istrimu seperti nya tidak bisa bertahan lagi lihatlah layar monitor itu!" Dokter Wahyu menepuk pelan pundak Dokter Hasan.


Tittttttttttttttt......Bedside monitor yang menunjukkan detak jantung,nadi & tekanan darah pasien membentuk garis lurus menandakan Khardha sudah tidak bernafas lagi.


Tidak....tidak .... tidak mungkin....sayang... bangun sayang...bangun....jangan tinggalkan aku & anak kita sayang... bangun...bangun...sayang... aku mohon...bangunlah sayang...!" Dokter Hasan terus mengguncang tubuh istrinya kemudian mendekapnya dengan erat, dia tidak perduli lagi dengan air mata nya yang terus mengalir dihadapan semua anggota medis yang masih ada disana.


Semua orang menatap nya dengan prihatin kemudian beberapa diantara mereka mendekati Dokter Hasan.


" Maaf Dokter Hasan kami akan mencabut semua peralatan yang ada ditubuh istrimu."Ucapnya dengan sangat hati-hati sekali.


" Tidak....tidak... jangan...jangan lakukan itu!" Pergi...pergi... pergi kalian semua dari sini!"Tinggalkan aku berdua dengan istriku!"Dokter Hasan masih tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi, dia juga mengusir semua orang yang ada disana.


"Sayang aku mohon bangunlah, jangan tinggalkan aku & anak kita!" Ujarnya terus menerus sambil menangis memeluk tubuh istrinya.


Khardha yang berada dialam bawah sadarnya merasakan ada cahaya yang menariknya, untuk mengikuti langkah kakinya sendiri.Mengikuti seseorang yang sangat di kenalnya.


Bapak!"Gumamnya.


"Kamu tidak seharusnya disini nak!" Ada seseorang yang masih sangat membutuhkanmu!" Kembali lah kepada nya, sekarang juga sebelum terlambat!" Seru ayahnya kemudian menghilang dari pandangan matanya.


Bapakkkkkkkk!" Teriak Khardha namun tidak ada yang mendengar suaranya.


" Sayang... sayang... terimakasih kamu sudah kembali lagi untuk aku & anak kita!" Dokter Hasan sangat bahagia mengetahui istrinya bernafas lagi,walaupun masih membutuhkan beberapa peralatan untuk membantu kelangsungan hidup nya.


Setelah memastikan istrinya sudah melewati masa kritis nya Dokter Hasan keluar ruang operasi, untuk memberitahukan kepada semua petugas medis yang menangani istri & anaknya tadi bahwa istrinya sudah hidup kembali.


" Rekan-rekan semua saya sangat berterima kasih karena sudah membantu menangani istri saya,berhubung istri saya sudah kembali,saya minta bantuannya sekali lagi untuk memindahkan nya ke kamar rawat inap."Ucapnya dengan tersenyum tipis,karena masih banyak proses yang harus dilalui oleh nya, untuk memastikan istri & anaknya baik-baik saja.


Dokter Wahyu yang juga ada diruangan khusus staf Rumah sakit itu berjalan mendekati Dokter Hasan.


" Bro aku turut bahagia untuk lo,tapi tadi Dokter Reyhan bilang bahwa anakmu juga harus dirawat intensif di ruangan NICU."Menepuk pelan bahu Dokter Hasan.


" Aku akan segera kesana untuk melihatnya!" Dokter Hasan langsung berbalik melangkah kan kakinya menuju ruang NICU.


Setelah sampai disana dia masuk kedalam kemudian memperdengarkan suara azan & iqomah di telinga anaknya.Dia berusaha menyentuh tangan mungil anaknya.

__ADS_1



Sayang papah sangat bahagia dengan kehadiranmu di dunia ini, jadi kamu juga harus kuat demi mamah yang sudah memperjuangkan hidup nya untukmu."Batin Dokter Hasan yang kembali meneteskan air matanya melihat kondisi anaknya yang sangat memprihatinkan.


Seorang bayi kecil mungil yang sangat menggemaskan seharusnya bila lahir dalam keadaan normal,namun terpaksa lahir prematur karena pendarahan hebat yang terjadi pada ibunya & harus di pasangi dengan berbagai macam alat medis lainnya.


Karena tidak tahan terlalu lama melihat kondisi anaknya yang seperti itu.


Dokter Hasan kembali melangkah keluar untuk menemui istrinya yang sudah di pindahkan ke kamar rawat inap Vvip.Disana juga sudah ada bi Tutik yang berdiri disamping Khardha.Dokter Hasan berjalan dengan gontai menghampirinya.


" Bi,aku mau sholat isya dulu tolong jaga istriku sebentar." Pintanya kemudian masuk kekamar mandi.


Dokter Hasan tidak menyadari bajunya bersimbah darah istrinya, penampilan nya yang biasa terlihat rapi,ganteng,berkharisma & coll sekarang sangat kacau.Dia mengguyur seluruh tubuh nya dengan air didalam kamar mandi untuk menenangkan hati & pikiran nya.


Setelah cukup lama berada dalam kamar mandi dia keluar & mendapati ternyata istrinya sudah mulai sadar.Khardha menggerakkan jari-jari tangannya kemudian membuka perlahan kelopak mata nya.Dokter Hasan segera mendekati istrinya & mengusap kepala nya.


" Sayang....!" Hanya satu kata itu yang bisa di ucapkan nya kemudian mencium kening istrinya.


Khardha menatap wajah suaminya dengan lekat kemudian menyentuh pipi nya.


" Kamu kenapa sayang?" Apa yang terjadi dengan ku?" Mana anak kita?" Khardha mencecar suaminya dengan berbagai pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab dengan jujur oleh Dokter Hasan sekarang.


Terpaksa Dokter Hasan berbohong untuk menjaga kondisi istrinya yang baru sadar agar tetap stabil.


" Aku tidak apa-apa sayang, kamu tadi cuma pingsan, anak kita sekarang baik-baik saja."Sahutnya kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain.


" Kamu jangan bohong sayang, aku sudah hafal sifatmu,kamu tidak mungkin memalingkan wajah mu saat berbicara jujur kepada ku." Khardha berusaha mengintimidasi suaminya.


Kenapa kamu tidak jujur saja kepada ku sayang, aku melihat kesedihan yang mendalam dari sorot mata mu,batinnya.


" Sudahlah sayang kamu istirahat aja dulu ya, aku mau sholat isya dulu." Dokter Hasan berusaha menghindar dari pertanyaan istrinya yang semakin membuatnya serba salah harus menjawab apa.


Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud untuk membohongi mu,aku hanya tidak ingin kamu kembali drop kalau tau kebenarannya sekarang, namun nanti kalau kondisi mu sudah pulih aku akan menjelaskan semuanya, batin Dokter Hasan kemudian menggelar sajadahnya.


Bersambung....

__ADS_1


Mohon doa & dukungannya terus ya reader,jangan lupa vote, like, komen, koin nya.


Episode kali ini author dibuat baper abis saat menulis nya,berasa nyata banget karena pengalaman ini pernah terjadi pada saudara ku sendiri.


__ADS_2