MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY FOREVER ALWAYS season2 episode #45 " Curiga"


__ADS_3

Happy reading guys !"


Setelah selesai makan di restoran seafood,mereka pun berbelanja di super market yang ada di dalam mall itu,namun entah mengapa Dokter Hasan merasa ada yang selalu mengikuti mereka sejak dari restoran tadi.


" Sayang kamu ngerasa gak ada yang ngikutin kita dari tadi ?" Berbisik ditelinga istrinya sambil satu tangannya merangkul pinggang istrinya & satunya lagi memegang troli.


" Iya sich sayang tapi aku juga gak tau siapa."Ikut berbisik seraya tangannya mengambil bahan makanan untuk kebutuhan dapur dan keperluan sehari-hari.


Mereka berdua pun sama-sama menoleh ke belakang,namun tidak menemukan sosok bi Tutik ataupun orang yang di curigai mereka.


" Kemana bi Tutik sayang ?" Ucap mereka bersamaan dengan menatap bingung satu sama lain.


Flashback on


Seseorang menarik & mencekram kuat lengan bi Tutik dari belakang juga mengancamnya,setelah mereka keluar dari dalam restoran menuju super market.


" Ingat bi Tutik misimu tidak boleh gagal untuk membantu ku menghancurkan kehidupan rumah tangga mereka, kalau sampai gagal keluarga mu yang akan jadi taruhan nya,camkan itu."Menatap tajam dengan menekankan setiap kata-katanya.


''Ba...ba...baik Tuan."Terbata karena merasa takut dengan orang yang mengintimidasi nya.


" Kamu juga harus bersikap baik & biasa saja di hadapan mereka, agar mereka tidak mencurigai mu." Sekarang kembali lah kepada mereka & ingat jangan sampai mereka curiga."Menghempaskan lengan bi Tutik dengan kasar.


" I...i...iya Tuan ."


Flashback off


Bi Tutik pun berlalu menyusul Khardha & Dokter Hasan yang sempat bingung mencari keberadaan nya.


" Maaf Tuan ,Non Khardha tadi saya pergi buru-buru ke toilet karena sudah kebelet banget."Memberikan alasan yang sangat masuk akal.


" Ohhh, kami kira bibi hilang kemana." Ya sudah yuk kita lanjutin lagi belanja nya."


" Sayang beli susu bumil juga ya biar kamu sama anak kita selalu sehat."Mengelus perut istrinya tanpa ada rasa malu di tempat keramaian.


" Iya sayang, aku mau rasa jeruk & strawberry."Mengambil kotak susu ibu hamil yang diinginkan nya.


" Silahkan sayang ambil aja apa yang kamu suka,sama cereal & rotinya sekalian."Tersenyum manis pada istrinya.


" Makasih ya sayang,jadi tambah cinta dech sama papah Dokter ganteng ku ini."Bergelayut manja di lengan suaminya.


" Jangan menggoda ku di tempat umum sayang, nanti aku bisa khilaf ."Melirik istrinya dengan tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Setelah selesai berbelanja & membayar semua nya di kasir, mereka pun langsung menuju area parkiran di basement mall itu,Dokter Hasan seperti biasanya selalu membukakan pintu mobil untuk istrinya & memasang kan sabuk pengaman nya,kemudian membuka bagasi mobilnya untuk menaruh belanjaan mereka juga menyuruh bi Tutik duduk di kursi penumpang di bagian belakang.sesudah semuanya selesai diapun duduk di belakang kemudi menghidupkan mesin mobilnya & menyetirnya menuju ke rumah nya.


Hiruk kendaraan yang saling melaju ingin mendahului satu sama lain membuat kemacetan kembali terjadi,namun saat mereka berhenti di lampu merah, Khardha melihat ke jendela mobil disampingnya lewat kaca spion, ada seseorang yang memakai pakaian serba hitam dari helm, motor, jaket,celana ,sepatu juga masker&sarung tangan nya, seperti mengikuti mereka dari tadi.


Siapa sebenarnya orang itu kok seperti nya dia selalu mengikuti kami dari tadi sungguh sangat mencurigakan batinnya.


Seraya memegangi kepalanya yang kembali berdenyut-denyut sakit karena bawaan hamilnya,mualnya pun kembali mendera,diapun berusaha menahan nya dengan memejamkan matanya.


Dokter Hasan yang masih fokus dengan kemudinya, namun selalu memperhatikan istrinya pun akhirnya menegur nya.


" Sayang kamu gak papa kan ?"


Tidak ada jawaban dari Khardha sehingga membuat Dokter Hasan mulai khawatir dengan kondisi istrinya.


" Sayang kamu pusing & mual lagi ya ?"Mengusap kepala istrinya dengan lembut.


" Lima belas menit lagi kita sampai rumah sayang, ini sudah di depan komplek ,nanti kalau sudah sampai rumah kamu langsung istirahat aja ya."


Merasa tidak ada jawaban dari istrinya, Dokter


Hasan pun menambah kecepatan mobilnya agar bisa secepatnya sampai kerumah,kebetulan jalanan komplek menuju rumah nya terlihat lengang karena waktu menunjukkan hampir maghrib.


Gak panas kok,batinnya.


" Sayang kamu bisa jalan sendiri gak ?"Tanyanya dengan suara lembut sambil mengelus kepala istrinya.


Khardha hanya mengangguk lemah kemudian


bangun dari duduknya sambil berpegangan dengan suaminya.Dia pun berusaha berjalan sendiri dengan terhuyung-huyung masuk kerumah sembari menutupi mulut nya, merasakan pusing & mual yang sangat menyiksa nya selama masa ngidamnya ini.


Dokter Hasan pun segera menyusul istrinya, setelah menutup pintu pagar & bagasi mobil kemudian menguncinya.


Namun saat dia masuk matanya menangkap sesuatu yang sangat mencengangkan, dia melihat istrinya tergeletak di lantai dengan banyak muntahan di mulut nya.


" Astagfirullah al azdim sayang, kenapa kamu sampai seperti ini."Mengangkat tubuh istrinya & membawanya


masuk kedalam kamar tamu di bawah.


Dengan hati-hati dia membuka baju & celana serta pakaian dalam istrinya yang habis terkena muntahan nya sendiri, dengan telaten dia membersihkan seluruh tubuh istrinya dengan air hangat yang diambilnya dari kamar mandi , kemudian memakaikan baju yang longgar untuknya.


Kalau kamu sakit bilang sama aku sayang, aku memang seorang Dokter tapi tidak selalu aku mengerti dengan keadaanmu, jangan diam aja seperti tadi, aku gak mau terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan dengan mu & anak kita sayang,batinnya sembari menghapus air mata nya yang jatuh begitu saja tanpa permisi mewakili kecemasan dan kekhawatiran nya.

__ADS_1


" Aku sholat maghrib dulu ya sayang."Mencium kening istrinya dengan lembut & menyelimuti nya.


Diapun naik keatas untuk mengambil baju muslim nya & sajadah nya,untuk sholat dikamar tamu dibawah yang ditempati istrinya sekarang.


Saat dia masuk kembali kesana dia melihat istrinya sudah bangun & duduk di tepian ranjang hendak beranjak dari sana,dia pun mempercepat langkah nya untuk menghampirinya.


" Sayang kamu mau kemana ?"Duduk disamping istrinya


" Aku mau ke kamar mandi sayang."Menunduk menghindari tatapan suaminya.


" Sini aku gendong aja ya !"Mengulurkan tangannya


" Gak usah sayang aku bisa sendiri."Menarik nafas nya dalam-dalam kemudian menghembuskan nya, untuk memberi kekuatan pada dirinya sendiri.


Aku kecewa sama kamu sayang, kenapa tadi kamu tidak langsung menggendong ku saat aku merasa sudah tidak sanggup lagi berjalan,batinnya menangis dalam hati.


" Jangan memaksakan diri sayang, aku tau kamu masih gak enak badan kan ?" Menggendong tubuh istrinya sampai kedalam kamar mandi.


" Aku akan tungguin kamu sampai selesai sayang, jadi jangan pernah merasa aku gak perduli sama kamu.


Dokter Hasan mulai mengerti kenapa istrinya tadi langsung masuk rumah tanpa menunggunya ,karena ucapan nya yang menanyakan istrinya bisa jalan sendiri gak,seolah menyuruhnya pergi sendiri.


Khardha hanya berdiam diri mendengar ucapan suaminya.


Kalau kamu memang mengerti juga perduli sama aku kenapa harus menunggu aku pingsan & sakit dulu,batinnya


" Kamu masih marah sama aku sayang ?"Menatap punggung istrinya yang sedang berwudhu.


" Jangan diam seperti ini sayang,aku gak mau kamu acuhkan,aku ingin kamu selalu berbicara kepada ku apa pun itu,ungkapkan sayang, kalau perlu marahi aku sesukamu." Memeluk istrinya dari belakang sambil menciumi tengkuk nya & mengelus perutnya.


Khardha pun tersentuh dengan kata-kata suaminya dia pun ikut memegangi perutnya kemudian terbentuk love diantara tangan keduanya.



" I love you baby,jangan pernah mengabaikanku,bisiknya ditelinga istrinya.


*****


Bersambung..."


Jangan lupa Vote ,like ,komen,koinnya ya guys, sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2