
Happy reading guys!"
" Maaf Pak Polisi cari siapa ?" Bi Tutik bertanya dengan menggigit bibir bawahnya karena takut dengan kedatangan Seseorang yang berseragam Polri itu.
" Saya kesini ingin menjenguk Rara." Sahut
nya dengan ekspresi datar.
" Tapi disini tidak ada yang namanya Rara Pak Polisi." Menatap heran dengan mrngerutkan keningnya.
" Maksud saya Khardha.Anda sendiri siapa kenapa ada di kamar rawat inap adik saya ?"Menatap curiga dengan orang yang ada dihadapan nya.
Ternyata Non Khardha punya seorang kakak yang berprofesi sebagai anggota Polisi, bisa gawat kalau sampai dia tau aku jadi pembantu hanya untuk memata-matai adiknya, batin bi Tutik.
" Ohh, Non Khardha,saya asisten rumah tangga nya yang baru."Mari silahkan masuk Pak Polisi." Memiringkan tubuhnya kesamping memberikan ruang untuk masuk.
Brigadir Polisi Gusti Hamidi pun masuk kedalam,namun tidak mendapati keberadaan Khardha di bed pasien nya. Diapun langsung bertanya dengan wanita paruh baya di depan nya.
"Kemana adik saya ?" Mengerutkan keningnya berharap mendapatkan jawaban secepatnya.
"Non Khardha masuk kamar mandi dari satu jam yang lalu,namun sampai saat ini dia belum juga keluar, tadi saya sudah ingin memanggilnya tapi keburu Pak polisi datang." Bi Tutik berusaha menjelaskan.
" Jangan-jangan Rara !" Bergegas melangkah menuju kamar mandi.
Tok....tok....tok....Dek kamu ada didalam kan ?" Mencoba memastikannya.
Tetap tidak ada sahutan dari dalam yang ada hanya bunyi gemercik air, hembusan pendingin ruangan, & televisi.
Dor...dor....dor...Akhirnya dia menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan keras.
" Dek kamu ngapain aja didalam !" Serunya dengan meninggikan intonasi suaranya.
Apa yang terjadi dengan Rara ?" Kenapa dia tidak menyahuti panggilan ku ?" Apakah aku harus mendobrak pintu kamar mandi ini ?" Atau aku harus menghubungi suaminya ?"
Batinnya sembari memijat pelipisnya dengan berjalan mondar-mandir seperti setrikaan.
Memperhatikan Polisi dihadapan seperti orang bingung bi Tutik pun memberanikan dirinya untuk berbicara.
" Maaf Pak Polisi tadi Tuan Dokter berpesan, apabila terjadi sesuatu hal dengan Non Khardha ,silahkan menghubungi nya langsung." Menghampiri Brigadir Polisi Gusti Hamidi yang menyandarkan kepalanya di dinding.
Dengan segera kakaknya Khardha itu mengeluarkan handphone dari sakunya, kemudian memencet nomor Dokter Hasan adik iparnya,yang barusan di hubungi nya sebelum datang ke Rumah sakit tadi untuk menanyakan kabar adiknya.
Tut...tut...tut...Panggilan langsung terhubung.
📱Dokter Hasan :" Assalamualaikum kak ada apa ?" Duduk di depan meja dalam ruangan praktek nya sesudah memeriksa pasien nya.
📱Gusti Hamidi :" Waalaikumsalam wb...wb... Hasan, cepat kamu kekamar Rara sekarang juga!" Tegasnya dengan menekankan kata-katanya.
📱Dokter Hasan :" Apa yang terjadi dengan nya kak ?" Beranjak dari duduknya karena terkejut mendengar suara kakak ipar nya yang seperti tidak mau dibantah.
__ADS_1
Tuttttttt....Gusti Hamidi langsung memutuskan sambungan telepon nya.
Dokter Hasan bergegas menuju lift untuk memastikan keadaan istrinya.
Untung saja hari ini dia tidak terlalu banyak mendapatkan pasien yang harus di periksa nya,jadi dia bisa dengan cepat memenuhi panggilan kakak ipar nya.
Ketika di dalam lift semua orang yang ada disana terutama para wanita menatap ke arahnya dengan perasaan kagum, melihat penampilan Dokter Hasan yang seperti idola K-pop, seakan tidak perduli dengan keadaan sekitar nya, dia memasukkan kedua tangan kesaku jas putihnya dengan stetoskop di lehernya, sambil berdiri ditengah-tengah ruangan di dalam lift, diapit semua wanita yang ada didalamnya.Karena pikiran nya hanya terpusat dengan kondisi istrinya yang menurut nya tidak baik-baik saja.
" Heyy coba lo perhatiin Dokter yang satu ini ganteng banget bikin meleleh liat mukanya yang cute mirip oppa Do Exo,udah punya pasangan belum ya?" Bisik seorang perawat yang baru magang di sana kepada temannya yang ada disamping nya.
" Siuttt,jangan berisik nanti dia dengar tapi kalau belum punya ataupun sudah gue mau kok di jadiin yang ke berapa aja." Bisik teman yang satunya.
" Tapi kok dia cuek banget ya dengan sekitar nya, padahal dalam lift ini kan cuma dia cowoknya.Bisik temannya lagi.
" Udah lah anggap aja dia pangeran nya & kita dayang-dayang nya."Bisik perawat yang lainnya.
Ting....bunyi pintu lift terbuka dengan segera Dokter Hasan melangkah keluar menuju kamar rawat inap istrinya.
" Assalamualaikum...." Dokter Hasan langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh...." Sahut Gusti Hamidi & bi Tutik bersamaan.
" Apa yang terjadi sebenarnya,mana istriku ?"Menatap keseliing kamar tapi tidak menemukan sosok istrinya.
" Dia di dalam kamar mandi dari tadi belum keluar juga, aku ingin sekali mendobrak pintu nya, tapi tangan ku habis cidera serius kemarin waktu bertugas di lapangan." Sahut kakak ipar nya yang berdiri di depan kamar mandi sedari tadi.
Setelah selesai menghubungi pihak keamanan Dokter Hasan mencoba memanggil istrinya.
" Sayang jawab aku,kamu gak papa kan didalam ?" Menggedor-gedor pintu kamar mandi.
Apa yang terjadi dengan mu sayang?" batinnya.
Lima belas menit kemudian datang lah petugas keamanan Rumah sakit dengan membawa banyak kunci di tangan nya.
" Cepat mana kunci nya pak ?" Dokter Hasan tidak sabaran karena sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya.
" Iya sebentar Dokter." Memilah puluhan kunci yang dibawa nya.
" Bisakah lebih cepat lagi, istriku sudah lama berada di dalam & tidak tau bagaimana keadaan nya sekarang!" Dokter Hasan meninggikan intonasi suaranya.
" Sabar Hasan ,berdoa saja semoga Rara tidak apa-apa di dalam." Gusti Hamidi menepuk pundak adik ipar nya itu.
" Iya kak,tapi aku sangat mengkhawatirkan nya." Menolehkan kepalanya kepada kakak ipar nya.
" Aku juga sangat mencemaskan keadaan Rara,tapi kita juga harus tetap berdoa untuk keselamatan nya." Menasehati adik ipar nya.
Setelah tiga puluh menit menunggu petugas keamanan yang sudah berumur itu membuka kunci pintu kamar mandi, akhirnya terbuka juga.Dokter Hasan langsung masuk & mendapati istrinya yang tergeletak tidak sadarkan diri dilantai dengan memegangi perutnya.Diapun segera menggendong nya membawa nya keluar dari sana, kemudian membaringkan tubuh istrinya di bed pasien,memasang ventilator & mengganti jarum infus ditangan istrinya yang terlepas serta berdarah.
__ADS_1
" Bi tolong ambilkan baju ganti untuk istriku." pintanya dengan menaruh stetoskop didada istrinya kemudian mencek denyut nadi nya.
Syukurlah denyut nadinya masih normal, batinnya.
Setelah selesai memeriksa keadaan istrinya, Dokter Hasan belum bisa bernafas lega, karena dia kembali mengkhawatirkan keadaan kandungan istrinya.
Semoga anak kita baik-baik saja sayang,batinnya sembari mengelus perut istrinya.
Brigadir Gusti Hamidi yang tadinya duduk di sofa menunggu Dokter Hasan selesai menangani Khardha segera beranjak & menghampirinya.
" Bagaimana keadaan Rara Hasan?"Menatap wajah pucat adiknya.
" Aku belum bisa memastikan keadaan nya kak,setelah ini aku akan melakukan Usg dengan kandungan nya." Menggenggam tangan istrinya dengan tangan kanannya sambil terus mengelus perut istrinya dengan tangan kirinya.
" Semoga Rara & anak mu baik-baik saja ya Hasan." Mengusap kepala adiknya.
" Aku harus kembali bertugas lagi,aku percayakan Rara sama kamu Hasan, hubungi aku bila ada hal yang harus aku ketahui." Menepuk pundak adik ipar nya.
" Baik kak,terimakasih sudah menyempatkan diri berkunjung kesini." Mengantarkan kepergian kakak iparnya sampai kedepan pintu.
Kemudian dia kembali duduk disamping istrinya dengan terus menggenggam tangannya & mengelus perutnya,sesekali dia melihat jam tangannya memastikan tindakan apa yang harus dilakukan nya, bila istrinya belum bangun dalam waktu satu jam kedepan.
🌿Sayang sungguh kamu adalah
Obat untukku menuju kebahagiaan
Bersembunyi dari kesedihan
Dan sembuh dari kesunyian🌿
🌿Aku tidak akan pernah meninggalkan mu
Karena kamu adalah tulang rusukku, hidup & matiku,untuk menggapai jannah Nya 🌿
🌿Bangun lah,tersenyum lah
Untuk menjalani hari yang
Indah penuh romansa bersama ku sayang🌿
🌿Aku akan selalu berusaha
Membuatmu bahagia dalam hidupmu
Karena kamu adalah fokus utama dalam hidupku🌿
🌿By author yang lagi mellow🌿
Bersambung....
__ADS_1
Mohon doa & dukungannya terus ya reader dengan cara,vote ,like, komen, koin,dari kalian semua yang selalu setia mampir & menunggu up terbaru dari author yang masih harus banyak belajar ini.