MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2

MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER Season2
MY LOVE STORY IS ALWAYS FOREVER season2 episode #20 "Makasih Sayang"


__ADS_3

Happy reading guys...!!!


Setelah hampir seharian Khardha tidak sadarkan diri Dokter Hasan berinisiatif akan membawa istrinya ke rumah sakit sesudah buka puasa karena dia sangat takut bila istrinya kembali koma seperti dulu. Dia juga sudah menyiapkan semua keperluan yang harus di bawanya didalam koper


untuk dirinya sendiri dan istrinya selama dirumah sakit nanti. Dia selalu mengontrol kondisi istrinya setiap jamnya dengan stetoskop, termometer, dan tensimeter yang selalu dibawanya didalam tasnya. Terakhir kali Dokter Hasan memeriksa keadaan istrinya suhu tubuhnya sudah turun dan kembali normal, diapun bisa bernafas lega mengetahui semua itu. Senyuman kebahagiaan kembali terkembang dengan sempurna ketika menyaksikan jari-jari dan kelopak mata wanita kesayangannya itu mulai bergerak-gerak.


Syukur alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga sayang," batinnya seraya tersenyum sumringah.


Khardha membuka matanya perlahan-lahan indra penglihatannya langsung bertemu dengan mata laki-laki yang selalu setia menungguinya sedari tadi. Keduanya mengangkat sudut bibirnya keatas menampilkan senyuman yang tulus penuh cinta.


"Makasih Sayang kamu udah mau kembali lagi untukku." Ucap Dokter Hasan dengan membelai lembut pipi istrinya.


"Maksud kamu apa ngomong kayak gitu?" Khardha memegangi tangan suaminya yang menyentuh pipinya.


"Aku sempat berpikir kamu dan calon anak kita pergi ninggalin aku sendiri disini Sayang." Dokter Hasan menciumi tangan istrinya sembari mengelus perutnya.


"Kenapa kamu sampai berpikir seperti itu? memangya apa yang sudah terjadi sama aku?" Cecar Khardha sembari menatap suaminya dengan intens.


"Kamu tadi demam tinggi Sayang sampai gak sadarkan diri hampir seharian, aku juga sudah berinisiatif untuk membawamu ke rumah sakit jika kamu masih belum sadar sampai waktu berbuka nanti. Stok Infus yang aku bawa juga sudah habis untuk membantumu supaya tidak kehilangan cairan dan nutrisi selama kamu sakit tadi." Jelasnya masih menggenggam tangan istrinya dengan erat.


"Benarkah? Perasaan aku cuma tidur sebentar dan bermimpi ada seorang Dokter ganteng yang mengatakan Sayang aku mencintaimu karena Allah yang sudah menjadikanmu tulang rusukku bukan hanya karena nafsu semata, percayalah karena kamu dan calon anak kita adalah duniaku sekarang. Itu yang dikatakannya kepadaku dalam mimpiku." Khardha mengulum senyumnya menatap wajah suaminya yang memerah karena tersipu mendengar ocehannya.


"Aku serius mengatakannya Sayang, bukan hanya sekedar bunga tidurmu saja jadi jangan anggap itu cuma becanda ya." Dokter Hasan menekankan kata-katanya.


"Iya aku tau kamu serius mengatakannya. Makasih Sayang atas semua yang telah kamu lakukan serta berikan buat aku selama ini, baik ketika kita bertunangan sampai kita menikah sekarang. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu, melayanimu dan melahirkan keturunan Setiawan nantinya." Ucap Khardha dengan nada sangat serius.


"Makasih ya Sayang karena sudah mau jadi bagian dari my love story is always forever. Ya udah sebentar lagi buka puasa kalau kamu mau ikut berbuka, ayo kita keluar sama-sama." Ajaknya dengan mengulurkan tangannya.


"Iya Sayang tapi lepasin dulu infusnya." Pinta Khardha dengan nada manja.


"Ok, istriku tersayang." Dokter Hasan langsung melepaskan infus ditangan istrinya.


Akhirnya pasangan suami istri itu melangkahkan kaki keluar kamar menuju meja makan sambil bergandengan tangan, mereka berdua langsung bergabung dengan semua anggota keluarga.


"Alhamdulillah kamu sudah bangun nak, kami tadi sempat khawatir banget sama kamu." Ucap bu Hana dengan mengulas senyum penuh kebahagiaan.


Semuanya anggota keluarga tampak sangat bahagia melihat Khardha yang sudah sembuh dari sakitnya sebab mereka semua sangat mengkhawatirkan keadaannya dan kehamilannya yang masih sangat muda itu.


"Lima menit lagi kita berbuka lebih baik kita berzikir dulu." Bripka Gusti Hamidi Choi mengingatkan.


Semuanya menganggukkan kepalanya lalu berzikir bersama dengan sangat khidmat.


"Asyhadu alla ilaaha illallah, wa astagfirullah, wa as-alukal jannah wa a'udzu bika mina naar. Allahumma innaka afuwwun karimun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni. Ya karim ya arhamaar rohimiin. Bismillahirrahmanirrahim Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin. Dzahabazh zhoma'u wabtallatil uruuqu wa tsabatal ajru insyaallah. Allahumma baarik lanaa fimaa razaqtanaa waqinaa adzaa baan naar.


🌿Artinya: Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah, dan aku memohon ampunanMu ya Allah, aku minta masukkan aku kedalam surgaMu dan jauhkan aku dari siksa api neraka. Ya Allah Engkau maha pemaaf dan maha pemurah, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku. Yang maha pemurah, yang maha pengasih dari segala kasih. Ya Allah untukMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, dan atas rezekiMu aku berbuka, dengan rahmatMu ya Allah. Tuhan yang maha pengasih. Telah hilang rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaallah. Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami, dan jauhkan kami dari siksa api neraka.🌿


Setelah selesai berzdikir dan membaca doa


mereka semua berbuka bersama dengan makanan manis terlebih dulu seperti kurma serta kue yang di buat sendiri oleh bu Hana dibantu kak Amey dan Merlin. Khardha terlihat sangat menikmati makanan yang ada di hadapannya Dokter Hasan tersenyum sangat bahagia melihat istrinya bisa memasukkan makanan kemulutnya tanpa memuntahkannya lagi.


Syukur alhamdulillah kamu gak mual dan muntah lagi Sayang, batinnya seraya mengulum senyumnya menatap istrinya yang ikut memakan kurma dan kue didepannya.

__ADS_1


"Yuk kita sholat maghrib berjamaah dulu habis itu baru kita makan malam sama-sama." Gusti kembali mengajak semua orang untuk menunaikan sholat terlebih dulu.


Mereka sekeluarga akhinya sholat maghrib berjamaah dirumah dengan khusuk. Seusai berzikir dan berdoa mereka kembali ke meja makan. Kecuali Khardha yang tiba-tiba menarik tangan suaminya masuk kedalam kamar.


"Sayang aku mau makan kepiting boleh ya." Pintanya dengan bergelayut manja dilengan suaminya sambil mengayunkannya.


"Sekarang?" Tanya Dokter Hasan dengan mengangkat satu alisnya sembari menatap wajah cantik istrinya yang sangat menggemaskan baginya itu.


"Enggak besok!" Kesal Khardha mendengar pertanyaan suaminya lalu melepaskan rangkulan tangannya.


"Ohh ya udah kalau besok." Dokter Hasan langsung beranjak dari sana hendak membuka pintu kamarnya.


"Ishhh kok malah ditinggal sich nyebelin!" Gerutunya sambil menghentakkan kakinya kelantai.


Dokter Hasan yang mendengar istrinya mulai merajuk akhirnya kembali mendekatinya.


"Dimana cari kepiting sudah malam kayak gini Sayang?" Tanyanya dengan lembut sembari memeluk istrinya dari belakang.


"Ya di warung seafood lah, masa harus nangkep dulu di air!" Jawab Khardha masih kesal dengan suaminya yang tidak mengerti keinginan ngidamnya.


"Emangnya masih ada yang buka dimusim pandemi kayak gini?" Dokter Hasan kembali bertanya sambil menciumi pipi istrinya.


"Gimana mau tau buka apa enggak, dicari aja belum!" Ketus Khardha masih dalam mode ngambeknya.


"Iya nanti kita cari Sayang, tapi untuk saat ini kita makan yang ada dirumah dulu ya." Pintanya dengan membalikkan badan istrinya agar menghadap kearahnya.


"Tapi aku maunya malam ini juga dan kamu yang harus masak disana nanti buat aku." Ujar Khardha dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"Apa gak salah? Masa kamu suruh aku yang masak Sayang? Aku kan belum pernah masak kepiting sebelumnya." Kaget Dokter Hasan dengan permintaan ngidam istrinya.


"Pokoknya aku gak mau tau, tetap harus kamu yang masak!" Tegas Khardha dengan menekankan kata-katanya.


*K*enapa kamu selalu menguji kesabaranku Sayang? Tapi gak papa lah yang penting dia mau makan," gumamnya dalam hati seraya tersenyum.


"Ya udah tapi nanti habis sholat tarawih ya, untuk sementara ini kita makan malam sama-sama dulu dengan yang lain, semuanya udah nungguin dimeja makan." Dokter Hasan menarik tangan istrinya dengan lembut untuk mengajaknya keluar menuju meja makan.


Sebelum keluar kamar Khardha kembali menghentikan langkah mereka.


"Aku gak selera makan dirumah Sayang, aku mau makan es krim yang kita beli tadi malam aja, di kulkas masih banyak kan?" Khardha menatap suaminya dengan mata puppy eyes nya.


"Kamu cari sendiri aja ya di kulkas, kayaknya Merlin juga gak mungkin habisin semua es krim nya." Dokter Hasan benar-benar tidak bisa mencegah keinginan istrinya bila sudah seperti itu.


Setelah itu mereka berdua keluar kamar menuju meja makan. Disana sudah berkumpul semua anggota keluarga yang sedang menyantap makan malam bersama. Dokter Hasan segera bergabung untuk ikut menikmati makan malamnya, berbeda dengan Khardha yang langsung membuka kulkas orangtuanya. Dia mengambil beberapa eskrim dengan varian rasa untuk dimakannya sendiri, lalu bersandar di dinding dan langsung memakannya. Dokter Hasan yang selalu memperhatikan gerak-gerik istrinya akhirnya menegurnya.


"Duduk di sini Sayang, gak baik makan sambil berdiri." Ucapnya dengan nada lembut sembari menarik kursi di sampingnya.


Khardha menganggukkan kepalanya lalu


menghampiri suaminya dan duduk disampingnya. Dia kembali menikmati es krim nya dengan menjilatinya tanpa memperdulikan orang lain yang memperhatikan tingkah lakunya yang seperti anak kecil itu.


"Tante bagi dong!" Pinta Meelin sambil meraih es krim di depan Khardha.

__ADS_1


"Enak aja main comot, ambil sendiri sana dalam kulkas!" Khardha menepis tangan Merlin dengan mendelikkan matanya.


"Ishhh pelit banget sich, itu didepan Tante kan banyak. Nanti kalau udah meleleh eskrim nya kan jadi gak enak lagi." Gerutu Merlin dengan memajukan bibirnya ke depan.


"Kasih aja Sayang, benar kata Merlin kalau mencair eskrim nya kan gak enak lagi." Dokter Hasan menyentuh tangan istrinya dan menatapnya dengan lembut seraya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Ya udah nich!" Khardha akhirnya mau memberikan eskrim nya kepada Merlin.


Bripka Gusti Hamidi yang memperhatikan kelakuan adik bungsunya itu sedari tadi tiba-tiba bertanya.


"Rara kamu gak ngidam yang aneh-aneh kan?" Gusti menatap adiknya dengan pandangan menyelidik.


Uhuk....uhuk...Dokter Hasan langsung tersedak mendengar pertanyaan kakak iparnya itu.


"Minum dulu Sayang." Khardha memberikan


air putih ke tangan suaminya


"Maksudnya Kakak apa nanya kayak gitu?" Bukannya menjawab Khardha justru balik bertanya pada kakaknya sembari


menatapnya dengan mengangkat satu alisnya.


"Ya kasian aja Hasan kalau kamu bikin dia repot gara-gara ngidam yang aneh-aneh." Jawab Gusti dengan santainya sambil memakan kembali makanannya.


" Enggak kok, iya kan Sayang." Khardha menginjak kaki suaminya dibawah meja.


"Iya Sayang!" Seru Dokter Hasan karena terkejut sekaligus menahan sakit dikakinya.


"Hasan kamu jangan terlalu memanjakannya, dia ini memang bar-bar orangnya." Tunjuk Gusti dengan sendok yang dipegangnya.


"Ishhh, Kakak nyebelin masa aku dibilang kayak gitu! Orang cantik gini kok, iya kan Sayang." Kilah Khardha lalu minta dukungan pada suaminya.


Dokter Hasan hanya menganggukkan kepalanya seraya mengulum senyumnya lalu melanjutkan makannya.


tersenyum manis menatap istrinya sekilas


kemudian melanjutkan makan nya


"Cantik sich tapi cerewet jutek lagi, kalau aku sich ogah banget punya pasangan kayak kamu. Kenapa kamu kemarin mau sama dia Hasan? Udah buta ya sampai nikahin dia." Gusti kembali menggoda adik bungsunya itu.


"Kenapa Kakak dari dulu suka banget ngebully aku? Apa salah aku salahku sama Kakak? Apa Kakak memang ada dendam tersendiri sama aku?" Cecar Khardha tanpa jeda lalu beranjak dari sana dengan menghentakkan kakinya kelantai.


Dokter Hasan yang baru tahu sifat asli kakak iparnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia segera menghabiskan makanannya agar bisa secepatnya menyusul istrinya.


Bersambung....


Assalamualaikum, selamat menunaikan ibadah puasa semuanya bagi yang menjalankannya. Semoga amal ibadah kita di terima Allah subhanna wata'ala, aamiin ya robbal alamin.


Mohon doa dan dukungannya terus ya teman-teman dengan tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin nya.


Jangan pernah bosan untuk menjadikannya bacaan favorit kalian ya dengan klik tanda hati dibawah ini.

__ADS_1


__ADS_2