
Happy reading guys!"
💖Sayang seandainya aku bisa menggantikan
rasa sakit yang kamu rasakan
saat mengandung anak kita sekarang,maka itu akan lebih baik daripada melihatmu berjuang sendiri seperti ini.
💖Namun karena itu pula aku bisa menyaksikan langsung, betapa beratnya perjuangan seorang ibu mengandung anaknya.
💖Semoga kamu selalu kuat dan bisa bertahan demi anak kita sayang, karena aku akan selalu ada untuk menemani kamu melewati semua ini.
*****
" Kamu masih kuat kan sayang ?" Dokter Hasan bersimpuh di depan istrinya seraya menyentuh pipinya,yang terlihat semakin pucat sehabis muntah tadi.
Khardha pun hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan lemah dan berusaha tersenyum manis kepada suaminya, mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja.
" Bro tolong buatin resep obat anti muntah ya." Pintanya kepada Dokter Wahyu yang sejak tadi memperhatikannya.
" Nich sudah gue buatin dari tadi,seperti nya Khardha juga mengalami anemia, coba bawa kesini gue periksa dulu." Mengambil tensimeter digital nya.
Dokter Hasan pun mendorong kursi roda istrinya mendekati Dokter Wahyu tanpa membantah lagi.
" Sebaiknya istri lo harus menjaga pola makannya,tekanan darahnya sangat rendah,apakah dia juga mempunyai riwayat diabetes ?" Dokter Wahyu bertanya dengan kening berkerut.
" Iya bro mungkin keturunan dari mertua gue,sebab golongan darah mereka sama."Menggenggam erat tangan istrinya yang tampak terkejut mengetahui penyakit yang diderita nya.
Khardha tidak pernah tahu sebelum nya bahwa penyakit diabetes ayah nya akan menurun kepada dirinya. Dia pun tampak syok & meneteskan air mata nya.
" Jangan menangis sayang,aku akan selalu menjagamu & menemanimu dalam keadaan apapun." Dokter Hasan menghapus air mata istrinya dengan ibu jarinya & membawa nya kedalam pelukannya.
" Kenapa kamu tidak memberi tau aku sebelum nya sayang, kenapa aku baru tau sekarang?" Khardha menangis sesenggukan di dada suaminya.
" Maafkan aku sayang, aku sengaja tidak memberi tahu kamu ,agar kamu tidak merasa syok seperti ini, aku hanya ingin kamu selalu merasa sehat dan bahagia bersama ku tanpa mengkhawatirkan apa pun itu."Dokter Hasan semakin mengeratkan pelukan nya.
" Sudah lah Khardha kamu harus menerima semua nya dengan lapang dada,karena ini adalah takdir dari Allah, kamu harus ikhlas menerima nya." Dokter Wahyu menasehati dengan menatap kedua pasangan suami istri yang berpelukan di hadapannya.
Dokter Hasan yang merasakan istrinya berhenti menangis melonggarkan pelukannya, namun saat dia memberi jarak untuk memastikan kondisi istrinya,ternyata Khardha kembali tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Astagfirullah al azdim sayang!" Serunya kemudian menggendong
tubuh istrinya menaruhnya di atas bed pasien Dokter Wahyu.
Dengan sigap Dokter Wahyu mengambilkan ventilator yang ada diruangan nya,menyerahkan kepada Dokter Hasan untuk dipasangkan kepada Khardha.Dokter Hasan pun kembali memasang infus di tangan istrinya.
" Seperti nya istri lo membutuhkan transfusi darah Hb nya turun drastis, gue tau pasti dari gejala yang di alami istri lo saat ini,saat menangani pasien-pasien yang mengalami hal yang sama." Dokter Wahyu menatap Dokter Hasan yang masih sibuk menangani istrinya.
" Baiklah aku yang akan mendonorkan darah ku untuk nya,sebab golongan darah kami sama,titip istri gue dulu ya bro."Bergegas menuju bagian PMI Rumah sakit untuk mengambil darahnya.
Tiga puluh menit kemudian Dokter Hasan kembali dengan membawa kantong darah untuk istrinya,diapun langsung memasangnya di tangannya.
Ya Allah angkat lah penyakit istriku, berikan dia kekuatan untuk menerima ujian dari Mu,berikan lagi kami kesempatan untuk membina mahligai rumah tangga yang penuh kebahagiaan dengan ke ridhoan Mu.
Sayang aku mohon cepat lah sadar & pulih,agar kita bisa kembali melangkah bersama menikmati indah cinta yang dianugerahkan Allah kepada kita,batinnya dengan membelai kepala & menciumi tangan istrinya yang ada di gengamannya.
" Gue tinggal sebentar ya bro,sudah waktunya makan siang,lo gak makan?" menepuk pundak Dokter Hasan yang duduk di kursi disamping istrinya.
" Silahkan lo duluan, gue nanti aja menyusul setelah istri gue sadar." Dokter Hasan menyahuti tanpa menoleh kepada Dokter Wahyu.
" Lo harus makan, jangan sampai lo sendiri yang sakit,gara-gara terlalu mikirin kondisi istri lo,seorang Dokter itu harus kuat saat merawat pasien nya apalagi itu istri lo sendiri.
" Iya gue tau!" Lo gak usah khawatir, gue pasti makan kok & bisa menjaga kesehatan gue sendiri." Dokter Hasan beranjak dari duduknya.
" Lo beliin buat gue terus bawa kesini,gue tunggu." Menepuk bahu Dokter Wahyu.
" Ya udah tunggu aja disini,gue ke kantin dulu." Berlalu pergi meninggalkan Dokter Hasan yang masih setia menemani istrinya.
*****
Sesudah makan siang & menunaikan sholat zuhur Dokter Hasan minta tolong kepada perawat untuk membawa kembali istrinya, ke kamar rawat inap Vvip dilantai lima dengan menggunakan brankar pasien Rumah sakit GM-2904PC.
Setelah sampai di kamar rawat inap & memindahkan istrinya ke bed pasien juga mencek kembali kondisinya serta memastikannya baik-baik saja,Dokter Hasan meminta bi Tutik untuk menjaganya, karena dia harus kembali menjalani profesionalitasnya sebagai seorang Dokter.
" Bi tolong jaga istriku,pastikan setelah dia siuman untuk memberinya makan & meminum obatnya,kalau terjadi apa-apa lagi,hubungi aku secepatnya,Assalamualaikum."Ucapnya kemudian mencium kening istrinya & berlalu pergi dari sana.
" Iya Tuan,Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Sahut bi Tutik .
Kemudian bi Tutik duduk disamping Khardha.
__ADS_1
Non bibi tidak tau pasti apa yang sebenarnya terjadi dengan dirimu ?" Yang bibi tau pasti banyak orang yang mencintai & menyayangimu, jadi Non harus kuat serta bertahan demi mereka semua,batinnya sembari mengusap kepala Khardha.
Tok...tok...tok...bunyi pintu di ketuk dari luar,bi Tutik pun segera beranjak & membuka pintu.
" Bagaimana keadaan Khardha bi ?" Orang itu langsung masuk tanpa menunggu dipersilahkan karena dia sudah mengintai dari tadi apa saja yang terjadi dengan Khardha dari luar.Setelah itu dia duduk di kursi yang sudah tersedia disamping bed pasien, sembari menggenggam tangan Khardha & mengusap kepalanya dengan lembut.
" Saya kurang tau Tuan,tadi suaminya hanya berpesan bahwa saya harus memastikannya makan & minum obatnya setelah dia bangun." Bi Tutik berdiri di belakang Tuan Choi.
" Aku takut kehilangan dia bi,aku tidak ingin melihat dia terbaring lemah seperti ini, lebih baik aku saja yang menggantikan sakitnya daripada harus melihatnya seperti ini."Ungkapnya dengan suara bergetar menahan tangis.
"Jangan berkata seperti itu Tuan,lebih baik kita berdoa saja yang terbaik untuk kesembuhannya." Mengusap kepala Tuan Choi yang sudah dianggap nya seperti anak sendiri.
🌿Kisah antara aku & kamu
Mungkinkah akan berubah menjadi KITA.
Aku mencintai & menyayangimu sejak dulu
Aku juga tau hatimu bukan untukku.
Namun aku akan selalu berjuang untuk memiliki mu,saat ini maupun nanti.
Terserah orang menganggap aku ini egois ataupun apa, yang pasti aku akan selalu berusaha membuat mu jadi milikku seutuhnya.
🌿By Tuan Choi dengan segala keegoisannya.
💖Cinta karena obsesi hanya akan menyakiti diri kita & orang yang kita sayangi.
💖Namun cinta karena mengharapkan ridho Ilahi akan membuat kita bahagia dari awal hingga akhir nanti baik saat bersama nya maupun tidak.
💖Seharusnya kita mengerti bahwa cinta tidak selamanya harus saling memiliki.
💖Cintailah Allah maka seluruh makhluk dilangit & di bumi akan mencintaimu.
By author receh
Bersambung....
Mohon doa dan dukungannya terus ya reader melalui vote, like, komen,koin dari kalian semuanya. Agar aku tetap semangat up walaupun sering telat karena kesibukan ku di dunia nyata,semoga selalu menghibur.
__ADS_1