
Happy reading guys!
Dokter Hasan masih asyik bercengkrama dengan kakak iparnya Bripka Gusti Hamidi Ahmad Choi di ruang tengah. Mereka terlihat santai menonton acara televisi yang sebenarnya dia malas sekali ikut menyaksikannya. Namun karena ingin menghargai keberadaan kakak iparnya dia mendudukkan dirinya di sana.
"Kakak kapan pulang ke Banjarmasin?" Tanya Dokter Hasan berusaha menghilangkan rasa jenuhnya sebab dia juga tidak ingin berlama-lama menginap di rumah mertuanya.
"Mungkin dua hari lagi." Jawab Gusti dengan santainya.
"Bisakah kita pulang sama-sama?" Dokter Hasan mengungkapkan keinginannya.
"Aku kesini sendiri saja naik motor, jadi kalau kamu mau bareng, ikuti saja aku dari belakang." Gusti melirik sekilas kepada adik iparnya itu.
"Baiklah Kak kalau begitu. Saya permisi duluan mau tidur, mata saya sudah ngantuk berat, nanti susah bangun sahurnya." Ujar memberi alasan agar semua orang dirumah itu cepat tidur juga.
"Iya silahkan." Sahut Gusti yang kembali bercengkrama dengan Amey ibunya Merlin kakak pertamanya Khardha.
Sampai akhirnya jam dinding menunjukkan pukul 23:30 barulah mereka menuju ke peraduannya masing-masing.
*****
Dokter Hasan masuk kedalam kamar untuk berbaring di samping istrinya menunggu semua penghuni rumah tidur agar dia bisa segera mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah sangat lengket akibat percintaannya dengan istrinya.
Kalau terlalu lama aku disini bisa stres jadinya gara-gara harus berbagi kamar mandi yang cuma satu-satunya di rumah ini. Aku juga gak bisa bebas melakukan apa pun bersama istriku makanya tadi aku terpaksa mengajaknya bercinta didalam mobil. Untunglah dia selalu mau melayani ku di manapun & kapanpun juga. Maafkan suamimu yang egois ini Sayang," gumamnya dalam hati sembari membelai istrinya dengan lembut lalu mencium keningnya juga mengelus perutnya yang masih rata.
Khardha yang merasakan perlakuan lembut suaminya langsung bereaksi, dia menyentuh tangannya yang ada diatas perutnya lalu membuka matanya.
" Kamu gak tidur Sayang?" Khardha menenggelamkan wajahnya dibawah lengan suaminya.
"Belum Sayang, aku mau mandi dulu." Jawab Dokter Hasan sembari menatap istrinya dengan tersenyum manis.
" Gak usah mandi dulu ya Sayang, aku suka mencium bau keringat kamu." Khardha makin merapatkan tubuhnya kepada suaminya.
"Sayang badanku udah lengket, rasanya gerah banget makanya aku pengin mandi dulu." Dokter Hasan menggeser tubuhnya untuk memberi jarak pada istrinya.
"Aku gak mau kamu mandi sekarang Sayang, hiks... hiks...," Khardha tiba-tiba menangis karena bawaan kehamilannya yang selalu ingin bermanja pada suaminya.
"Jangan nangis Sayang nanti di kira orang rumah aku kdrt sama kamu." Dokter Hasan
menghapus air mata istrinya dengan tangannya.
" Biarin aja habisnya kamu gak mau nurutin kemauan aku hiks... hiks...," Khardha semakin terisak.
" Astagfirullah al azdim, Sayang jangan egois ya. Aku itu mau mandi wajib secepatnya, biar gak malu harus mandi lagi nanti ketika sahur, aku takut kesiangan sholat subuh Sayang seharusnya kamu bisa ngertiin aku untuk saat ini." Dokter Hasan berkata sangat lembut pada istrinya.
"Aku gak izinin kamu mandi sekarang hiks... hiks." Khardha memeluk pinggang suaminya dengan sangat erat.
" Sayang aku mohon jangan kayak gini ya, aku kan cuma mau mandi, bukannya mau ninggalin kamu." Dokter Hasan merengkuh tubuh Istrinya lalu membawanya kedalam pelukannya.
"Pokoknya kamu gak boleh mandi." Pekik Khardha sembari masuk kedalam baju suaminya seperti anak kecil yang mencari perlindungan pada orang tuanya.
"Ok aku gak mandi sekarang Sayang, tapi kamu harus tidur lagi ya." Dokter Hasan akhirnya mengalah, dia segera menanggalkan bajunya supaya istrinya bisa bebas bergerak dan bernapas dengan leluasa.
Dia terpaksa harus menuruti kemauan istrinya yang sedang ngidam aneh lagi kali ini menurutnya. Dengan penuh kasih sayang dia membelai rambut & punggung istrinya yang berbaring diatas lengan nya hingga tanpa terasa dia pun ikut terlelap dengan bertelanjang dada serta posisi seperti itu.
*****
__ADS_1
Aku tak ingin kau menangis bersedih
sudahi air mata darimu
Yang aku ingin arti hadir diriku
Kan menghapus duka mu sayang
Karena bagiku kau kehormatan ku
Dengarkan, dengar kan aku
Hanya satu pinta ku untuk mu & hidupmu
Baik-baik sayang ada aku untukmu
Semua keinginan akan aku lakukan
Sekuat semampu ku sayang
Alarm handphone Dokter Hasan dengan suara merdu dari Faank vocalis band Wali kembali terdengar. Dia langsung terbangun walaupun baru tidur selama dua jam bersama istrinya. Dengan perlahan dia beranjak lalu menaruh kepala istrinya diatas bantal. Dia segera mematikan alarm handphonenya agar wanita kesayangannya itu tidak terganggu dalam tidurnya. Dokter Hasan langsung melemaskan tangannya sebentar, dia merasa kebas karena menopang kepala juga tubuh istrinya. Dia bergegas mengambil handuk untuk segera mandi di jam dua pagi itu. Untunglah semua penghuni rumah masih tidur semua dengan perlahan dia mengguyur air ke tubuhnya agar tidak memenimbulkan
suara berisik yang mengganggu penghuni rumah. Seusai mandi dia segera berwudhu & melaksanakan sholat sunnah tahajjud, taubat juga hajat. Setelah itu dia berdoa dalam hati dengan khusuknya.
Ya Allah ampunilah dosa-dosa ku, dosa kedua orang tua ku, dosa istriku dan dosa semua keluarga besar kami kedua belah pihak serta dosa semua saudaraku kaum muslimin & muslimat.
Ya Allah berikan kemudahan dalam proses
kehamilan istriku, berikan kesabaran yang lebih besar lagi kepada ku menghadapi semua keinginan ngidamnya apapun itu.
Ya Allah berikan kami semua segala kebaikan dunia dan akhirat, jauhkan kami semua dari siksa api neraka, aamiin ya robbal alamin.
"Sayang kamu sudah mandi?" Khardha
menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Sayang maafin aku ya." Dokter Hasan segera beranjak untuk mendekati istrinya yang duduk diatas ranjang dengan raut wajah sendunya.
Dia berniat ingin menghapus air istrinya agar tangisnya tidak pecah lagi. Namun Khardha menepis tangan suaminya
dan langsung beranjak turun dari ranjang, dia
mengambil handuknya kemudian berlalu menuju kamar mandi begitu saja tanpa menghiraukan suaminya lagi. Dokter Hasan yang melihat tingkah laku istrinya hanya bisa menghela nafas panjang lalu berbaring untuk memejamkan matanya sebentar sebelum sahur. Kak Amey yang sedang ada di dapur melihat adik bungsunya itu menangis sambil menghapus air matanya langsung menegurnya
"Khardha kamu kenapa dek?" Tanya Amey dengan mengerutkan keningnya.
"Aku gak papa Kak cuma kelilipan." Jawabnya sambil berlalu begitu saja tanpa menoleh ke arahnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
Khardha sengaja mandi berlama-lama untuk menumpahkan kekecewaannya pada suaminya, dengan terus menangis tersedu- sedan di dalam kamar mandi sambil memeluk lututnya.
Hingga akhirnya semua orang bangun untuk menyantap makan sahur, dia belum juga keluar. Dokter Hasan segera mengetuk pintu kamar mandi lalu memanggil nya.
Tok-tok-tok...bunyi pintu diketuk.
"Sayang kamu ngapain aja didalam? Kok lama banget mandinya?" Dokter Hasan sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya.
__ADS_1
Dia mengetuk pintu kamar mandi berulang kali namun tetap tidak ada jawaban sama sekali dari dalam, karena sangat mencemaskan keadaannya dia terpaksa mendobrak pintunya.
"Sayang ngapain kamu meringkuk disini? Apa kamu gak takut alergi dinginmu kumat lagi?" Tanpa menunggu jawaban dari istrinya dia langsung mengambil handuk untuk menutupi tubuh polosnya lalu menggendongnya keluar dari sana menuju kamarnya.
Namun ketika melewati semua orang di meja makan Merlin yang suka kepo menegurnya, sedang kan yang lain hanya menatap dengan mengerutkan keningnya melihat pasangan suami istri itu.
"Tante kenapa Om?" Tanya Merlin dengan menolehkan kepalanya.
"Gak papa dia hanya kedinginan habis mandi terlalu lama." Jawab Dokter Hasan
berusaha menutupi permasalahan mereka.
"Merlin tolong buatin susu buat tante kamu ya," pintanya dengan masih menggendong istrinya.
"Baik Om!" Sahut Merlin
segera membuatkan susunya.
Dokter Hasan kembali melangkahkan kakinya menuju kamar lalu membaringkan tubuh istrinya dan langsung menyelimutinya.
"Sayang jangan kayak gini lagi ya, aku khawatir banget sama kamu." Ujarnya sembari mendekapnya dengan sangat erat.
Tok...tok...tok...bunyi pintu diketuk dari luar.
"Sebentar ya Sayang aku bukain pintu dulu." Dokter Hasan beranjak menuju pintu kemudian membukanya.
"Ini susu nya Om." Merlin menyerahkan gelas berisi susu ibu hamil.
"Makasih ya Merlin, silahkan kamu lanjutkan makan sahurnya nanti kami menyusul." Ucapnya sambil menerima gelasnya dengan senang hati.
"Iya sama-sama Om." Merlin langsung
beranjak pergi meninggalkan pasangan yang menurutnya unik itu.
Setelah Merlin berlalu Dokter Hasan kembali menghampiri istrinya yang masih marah kepadanya.
"Sayang minum susu dulu ya, mumpung masih hangat, kalau sudah dingin nanti gak enak lagi." Pintanya dengan suara yang sangat lembut sembari mendudukkan istrinya lalu menyodorkan ke mulutnya.
Namun Khardha justru menutup rapat mulutnya lalu memutar kepalanya kearah lain.
"Sayang aku mohon jangan terlalu egois, pikirin juga anak kita. Aku minta maaf
jika aku salah, kamu boleh perlakukan aku semau kamu nanti bila kita sudah pulang ke rumah kita sendiri." Dokter Hasan menangkup wajah istrinya agar menatap kearahnya." Tapi untuk saat ini aku mohon bersikaplah dewasa Sayang. Kamu harus minum susunya, juga temani aku makan sahur ya." Pintanya dengan nada sangat lembut sembari menatap lekat manik mata coklat istrinya.
Khardha akhirnya luluh dan menerima permintaan maaf suaminya walaupun sebenarnya dia lah yang salah seutuhnya. Namun dia sendiri tidak mengerti, kenapa semenjak tahu dia hamil sifat manja dan keegoisannya semakin menjadi.
🌿Apa ini yang di namakan bawaan bayi? Entah lah semua ibu hamil pasti punya pengalaman sendiri ketika mengalami perubahan hormon saat mengandung anaknya masing-masing.
🌿Namun jangan biarkan keegoisan lebih dominan menghilangkan rasa perduli kita kepada orang lain, terutama pasangan kita sendiri yang selalu setia mendampingi disaat susah maupun senang.
Bersambung....
Selamat menunaikan ibadah puasa semuanya bagi yang menjalankannya.
Semoga amal ibadah kita di terima Allah subhanna wata'ala, aamiin ya robbal alamin.
__ADS_1
Mohon doa & dukungannya terus ya teman-teman, vote, like, komen, koinnya.
Dari kalian yang semuanya yang sudah mau mampir ke novel ini. Semoga selalu bisa jadi bacaan favorit kalian semua ya. Terimakasih salam sayang selalu dari author Khardha Love.